Jaminan 100%

“Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Akan hidup terus setelah mati

“Jika seorang manusia mati maka terputuslah darinya amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya.” .

Free Consultations

Konsultasi gratis di halaman Konsultasi. Konsultasi via email abuhening@gmail.com hanya untuk Layanan klien.

Menyebar-luaskan ilmu dan larangan menyembunyikannya.

Posted by

PERTANYAAN DARI BROSUR

Ahad, 03 Desember 2017/14 Rabiul awwal 1439

Menyebar-luaskan ilmu dan larangan menyembunyikannya.


ü Mohon dijelaskan pada kalimat, Allah memelihara kamu dari gangguan manusia? Maksudnya bagaimana?

Jwb :

يٰۤاَيُّهَا الرَّسُوْلُ بَلّغْ مَا اُنْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبّكَ، وَ اِنْ لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسٰلَتَه، وَ اللهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ، اِنَّ اللهَ لَا يَهْدِى اْلقَوْمَ اْلكٰفِرِيْنَ. المائدة:67

Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. [QS. Al-Maidah : 67]

Rasul diperintah oleh Allah untuk menyampaikan kepada masyarakat manusia apa yang diturunkan Allah kepada Rasul ( Al-Qur’an ). Sedang umat manusia pada saat itu ( zaman jahiliyah ), perilakunya sangat jauh dari Al-Qur’an.
Rasulullah SAW menyampaikan Islam datang tampak asing. Tidak umum dengan kebiasaan yang berlaku jaman itu. Tantangannya berat, apalagi Nabi SAW baru menyampaikan kalau di utus Allah menjadi Rasul, tantangan paling keras dari pamannya sendiri ( Abu Lahab ). Maka Rasul harus cong menyampaikan Al-Qur’an pada manusia, apapun resikonya. Tapi Allah menjamin akan dijaga dari gangguan manusia.
Rasulullah SAW karena mendakwahkan Al-Qur’an, diancam mau dibunuh. Rumah sudah dikepung, tapi Allah sudah berjanji akan menjaga dari gangguan manusia.
Saat rasulullah SAW keluar dari rumah, penjaga ( pasukan ) yang mau membunuh nabi itu tidur. Untuk memastikan disawuri pasir kok tidak bangun.
Maka upaya apapun untuk membunuh nabi tidak akan berhasil.


وَقَدْ مَكَرُواْ مَكْرَهُمْ وَعِندَ اللّهِ مَكْرُهُمْ وَإِن كَانَ مَكْرُهُمْ لِتَزُولَ مِنْهُ الْجِبَالُ

Dan sesungguhnya mereka telah membuat makar yang besar padahal di sisi Allah-lah (balasan) makar mereka itu. Dan sesungguhnya makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung-gunung dapat lenyap karenanya.
QS. Ibrahim : 46

ü Mohon dijelaskan pada kalimat, dan bantahlah dengan cara yang baik?

Jwb :

اُدْعُ اِلىٰ سَبِيْلِ رَبّكَ بِاْلحِكْمَةِ وَ الْمَوْعِظَةِ اْلحَسَنَةِ وَ جَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ، اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِه وَ هُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ. النحل:125

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. [QS. An-Nahl : 125]

Nabi SAW di utus sebagai rasul banyak yang tidak bisa menerima. Kenapa bukan orang yang terpandang, terkenal. Harapannya nabi terakhir dari bani israil, sehingga dikufuri. Apalagi Nabi SAW ummi, tidak pernah ikut perlombaan sya’ir, dll.
Menghendaki orang yang tidak percaya menjawab dengan perkataan yang baik. Boleh percaya boleh tidak, tidak memaksa.

لاَ إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَد تَّبَيَّنَ الرُّشْدمِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِن بِاللّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىَ لاَ انفِصَامَ لَهَا وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ( QS. Al-Baqarah : 256 )
Nabi SAW tugasnya hanya menyampaikan saja, tidak untuk mengislamkan seseorang. Nabi menyampaikan Al-Qur’an di olok-olok ( dipaido ). Apalagi kita, kalau kita di perlolok ( dipaido ) orang ya wajar. Namun dakwah tidak boleh berhenti.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.( QS.Muhammad : 7)
Dalam berdakwah tidak takut celaan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَلاَ يَخَافُونَ لَوْمَةَ لآئِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَاءُ وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu'min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui. ( QS. Al-Maidah : 54 )
Walaupun ada yang meminta Al-Qur’an di ubah isinya. Maka, sampaikan apa adanya.

وَإِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا بَيِّنَاتٍ قَالَ الَّذِينَ لاَ يَرْجُونَ لِقَاءنَا ائْتِ بِقُرْآنٍ غَيْرِ هَـذَا أَوْ بَدِّلْهُ قُلْ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أُبَدِّلَهُ مِن تِلْقَاء نَفْسِي إِنْ أَتَّبِعُ إِلاَّ مَا يُوحَى إِلَيَّ إِنِّي أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّي عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ

Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang nyata, orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami berkata: "Datangkanlah Al Qur'an yang lain dari ini atau gantilah dia ". Katakanlah: "Tidaklah patut bagiku menggantinya dari pihak diriku sendiri. Aku tidak mengikut kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Sesungguhnya aku takut jika mendurhakai Tuhanku kepada siksa hari yang besar (kiamat)". QS. Yunus : 15
Jaman sekarang bukan Al-Qur’an nya yang ditolak, tapi mubalighnya. Umumnya menyampaikan Al-Qur’an dengan bijaksana itu, yang dimaksud adalah bisa ngemong masyarakat. Mestinya orang yang bijaksana itu menyampaikan apa adanya ! kalau melihat orang rukun di meja duji, dst. Itu kerukunan semu, inginnya saling menjegal.
Maka, kalau Al-Qur’an sudah disampaikan apa adanya, diterima atau tidak, tidak mengapa. Karena Rasulullah SAW hanya diwajibkan menyampaikan ( Al-Qur’an ) dengan apa adanya, tidak untuk mengislamkan/memberi hidayah seseorang .
Kalau diajak berbantah sentang agama, sampaikan ( kebenaran ) dengan baik. jangan takut. Nampakkan islam nya. Allah memerintahkan isyhadu bi anna muslimun

ü Mohon dijelaskan yang dimaksud dengan orang-orang yang diberi al kitab dan orang-orang yang ummi?

Jwb :

فَاِنْ حَآجُّوْكَ فَقُلْ اَسْلَمْتُ وَجْهِيَ لِلّٰهِ وَمَنِ اتَّبَعَنِ، وَقُلْ لّلَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ وَاْلاُمّيّنَ ءَاَسْلَمْتُمْ، فَاِنْ اَسْلَمُوْا فَقَدِ اهْتَدَوْا، وَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلٰغُ، وَاللهُ بَصِيْرٌ بِالْعِبَادِ. ال عمران: 20

Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah, "Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku". Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al-Kitab dan kepada orang-orang yang ummi, "Apakah kamu (mau) masuk Islam ?". Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. [QS. Ali 'Imraan : 20]
Orang-orang yang diberi kitab maksudnya yahudi & nasrani. Nabi SAW diturunkan Al-Qur’an berbahasa arab dan nabi SAW orang arab. Tapi kewajiban nabi berdakwah untuk seluruh umat manusia. Termasuk kepada ahli kitab ( yahudi & nasrani )

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا مُبَشِّراً وَنَذِيراً

Dan tidaklah Kami mengutus kamu melainkan hanya sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan. QS. Al-Furqon : 56

ü Mohon penjelasan hadits berikut?

Jwb :

عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رض قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: نَضَّرَ اللهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا شَيْئًا فَبَلَّغَهُ كَمَا سَمِعَهُ، فَرُبَّ مُبَلَّغٍ اَوْعَى مِنْ سَامِعٍ. الترمذى 4: 142، رقم: 2795، و قال: حديث حسن صحيح

Dari Ibnu Mas'ud RA, ia berkata : Saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Semoga Allah memberi kebaikan kepada orang yang mendengar sesuatu dariku lalu menyampaikannya sebagaimana ia mendengarnya, karena kadangkala orang yang diberi penyampaian itu lebih bisa memahami daripada orang yang mendengar langsung". [HR. Tirmidzi juz 4, hal. 142, no. 2795, ia berkata : "Ini hadits Hasan Shahih"]
Saat khutbah haji wada’. Nabi SAW menyampaikan supaya yang hadir menyampaikan ( persis seperti yang Nabi SAW sampaikan,) kepada yang tidak hadir. jangan mentafsir terlebih dahulu karena boleh jadi orang yang diberi penyampaian itu ( tidak hadir langsung ) lebih bisa memahami dari pada orang yang mendengar langsung.

ü Apakah menunjukkan kebaikan di sini mencakup makna yang umum?
Jwb :

عَنْ اَبِى مَسْعُوْدٍ قَالَ: اَتَى رَجُلٌ النَّبِيَّ ص فَسَأَلَهُ فَقَالَ: مَا عِنْدِى مَا اُعْطِيْكَ، وَلٰكِنْ اِئْتِ فُلَانًا، قَالَ: فَاَتَى الرَّجُلَ فَاَعْطَاهُ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ اَجْرِ فَاعِلِهِ، اَوْ عَامِلِهِ. ابن حبان فى صحيحه 1: 525، رقم: 289

Dari Abu Mas'ud, ia berkata : Pernah seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW lalu minta kepada beliau. (Nabi SAW) menjawab : "Saya tidak mempunyai sesuatu yang bisa saya berikan kepadamu, tetapi datanglah kamu kepada si fulan". (Abu Mas’ud) berkata, “Lalu orang tersebut datang kepada orang (yang ditunjuk oleh Nabi tersebut), lalu orang itu memberinya”. Maka Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka dia mendapatkan (pahala) seperti orang yang mengerjakannya, atau orang yang melakukannya". [HR. Ibnu Hibban di dalam Shahihnya juz 1, hal. 525, no. 289]
Semua kebaikan yang menurut pandangan Allah dan Rasulnya baik. bukan baik menurut pandangan manusia.

ü Apakah dari hadits ini menunjukkan diperbolehkan dengki pada kedua orang ini?
Jwb :

عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: لَا حَسَدَ اِلَّا فِى اثْنَتَيْنِ. رَجُلٌ اٰتاَهُ اللهُ مَالًا فَسَلَّطَهُ عَلَى هَلَكَتِهِ فِى اْلحَقّ. وَ رَجُلٌ اٰتاَهُ اللهُ حِكْمَةً فَهُوَ يَقْضِى بِهَا وَ يُعَلّمُهَا. مسلم 1: 559

Dari Ibnu Mas'ud, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : Tidak pantas berkeinginan melainkan pada dua macam, yaitu orang yang dikaruniai harta oleh Allah lalu dipergunakannya dalam kebenaran, dan orang yang dikaruniai hikmah (ilmu) lalu ia mengamalkannya dan mengajarkannya. HR. Muslim juz 1, hal. 559]
Bukan dengki. Boleh iri kepada kedua orang di atas. Kepada orang kaya tetapi kekayaan tidak membelenggu dirinya. Harta dalam genggaman, bukan pada hatinya. Untuk kepentingan fii sabilillah mudah melepaskan harta (  yang dlm genggaman tadi ). Kemudian orang yang berilmu yang mengamalkan, kemudian mengajarkannya. Ilmu itu bisa menghiasi dirinya, bermanfaat untuk dirinya dan orang lain.
Harta yang dibakhilkan akan dikalungkan kelak di hari kiamat di leher.

وَلاَ يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللّهُ مِن فَضْلِهِ هُوَ خَيْراً لَّهُمْ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَّهُمْ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُواْ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلِلّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاللّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. QS. Ali-Imron : 180
Motivasi bagi yang membelanjakan harta di jalan Allah.

مَّن ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللّهَ قَرْضاً حَسَناً فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافاً كَثِيرَةً وَاللّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan
QS. Al-Baqarah : 245
Bagi orang yang kikir.

هَاأَنتُمْ هَؤُلَاء تُدْعَوْنَ لِتُنفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَمِنكُم مَّن يَبْخَلُ وَمَن يَبْخَلْ فَإِنَّمَا يَبْخَلُ عَن نَّفْسِهِ وَاللَّهُ الْغَنِيُّ وَأَنتُمُ الْفُقَرَاء وَإِن تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْماً غَيْرَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُونُوا أَمْثَالَكُمْ

Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang berkehendak (kepada-Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini.
Boleh iri kepada orang yang banyak harta, yang hartanya untuk fii sabilillah. Jangan iri kepada orang yang kaya, yang bakhil dalam fii sabilillah.
Boleh iri kepada mubaligh, yang fii sabilillah untuk Allah. Bukan mubaligh yang pasang tarif.
ü Mohon dijelaskan yang dimaksud dengan ilmu, apa ilmu agama saja atau mencakup semua ilmu?

Jwb :
Semua ilmu yang bermanfaat, tapi yang wajib adalah ilmu agama. Orang yang dihendaki kebaikan oleh Allah, akan difahamkan tentang agamanya. Saat ada perang sebagian tidak berangkat untuk menuntut ilmu agama.

ü Mohon penjelasan tentang hari nahr, hari haram, negeri haram dan bulan haram?

Jwb :

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص خَطَبَ النَّاسَ يَوْمَ النَّحْرِ فَقَالَ: يَا اَيُّهَا النَّاسُ، اَيُّ يَوْمٍ هٰذَا؟ قَالُوْا: يَوْمٌ حَرَامٌ. قَالَ: فَاَيُّ بَلَدٍ هٰذَا؟ قَالُوْا: بَلَدٌ حَرَامٌ. قَالَ: فَاَيُّ شَهْرٍ هٰذَا؟ قَالُوْا: شَهْرٌ حَرَامٌ. قَالَ: فَاِنَّ دِمَائَكُمْ وَ اَمْوَالَكُمْ وَ اَعْرَاضَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ، كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هٰذَا، فِى بَلَدِكُمْ هٰذَا فِى شَهْرِكُمْ هٰذَا. فَاَعَادَهَا مِرَارًا.ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ فَقَالَ: اَللّٰهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ؟ اَللّٰهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ؟ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ رض: فَوَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ، اِنَّهَا لَوَصِيَّتُهُ اِلىَ اُمَّتِهِ. فَلْيُبَلّغِ الشَّاهِدُ اْلغَائِبَ، لَا تَرْجِعُوْا بَعْدِى كُفَّارًا، يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ. البخارى 2: 191

Dari Ibnu ‘Abbas RA, bahwasanya Rasulullah SAW berkhutbah di hadapan manusia pada hari Nahr. Beliau bersabda, “Hai segenap manusia, hari apakah ini ?”. Orang-orang yang hadir menjawab, “Ini adalah hari haram”. Kemudian Nabi SAW bertanya lagi , ”Negeri apakah negeri ini ? Orang-orang yang hadir menjawab, “Ini adalah negeri haram”. Nabi SAW bertanya lagi, “Bulan apakah sekarang ini ?”. Orang-orang yang hadir menjawab, “Bulan haram”. Kemudian Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya darah kalian, harta benda kalian dan kehormatan kalian adalah haram atas kalian, sebagaimana haramnya hari kalian ini, di negeri kalian ini, di dalam bulan kalian ini. Pesan itu beliau serukan berulang-ulang. Kemudian beliau mengangkat kepala sambil berdoa, “Ya Allah, bukankah aku telah menyampaikan ? Ya Allah, bukankah aku telah menyampaikan ?”. Ibnu ‘Abbas RA berkata, “Demi Tuhan yang jiwaku di tangan-Nya, sesungguhnya pesan itu adalah washiyat beliau kepada ummatnya. Kemudian beliau bersabda : Maka orang yang hadir hendaklah menyampaikan kepada orang yang tidak hadir.Janganlah kalian kembali menjadi kafir sepeninggalku, sebagian kalian memenggal leher sebagian yang lain. [HR. Bukhari juz 2, hal. 191]
Hari nahr itu hari menyembelih ( qurban ) bulan dzulhijah. Negeri haram itu di mekah. Di mekah perang bulan ini haram ( tidak boleh ). Maka sesama muslim haram darah, kehormatan, hartanya. Seperti halnya bulan ini ( bulan haram ) di negeri ini ( mekah / masjidil haram ) bulan ini ( bulan haram ). Jangan sampai sepeninggal rasulullah SAW, orang islam membunuh orang islam yang lain tempatnya di neraka.
Sejelek-jelek zina adalah menghina, meremehkan saudara sesama muslim. Maka rasulullah SAW berpesan, selepas beliau meninggal jangan kembali kafir. Menghina, meremehkan saudara sesama muslim, dosa besar.

ü Mohon dijelaskan, apa ayat ini bisa dipahami, yang buta huruf suatu kaum, nabi tidak buta huruf?

Jwb :

هُوَ الَّذِيْ بَعَثَ فِى اْلاُمّيّنَ رَسُوْلًا مّنْهُمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِه وَ يُزَكّيْهِمْ وَيُعَلّمُهُمُ اْلكِتٰبَ وَ اْلحِكْمَةَ وَ اِنْ كَانُوْا مِنْ قَبْلُ لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ. وَ اٰخَرِيْنَ مِنْهُمْ لَمَّا يَلْحَقُوْا بِهِمْ، وَ هُوَ اْلعَزِيْزُ اْلحَكِيْمُ. الجمعة:2-3

Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul diantara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan hikmah (As-Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata, dan (juga) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. [QS. Al-Jumu'ah : 2-3]
Kamu punya simbah, yang tidak bisa baca tulis? ( ada ), bisa baca al fatihah tidak? ( bisa ). Nabi SAW tidak bisa baca tulis, tapi nabi SAW cerdik.
Ketika perjanjian hudaibiyah, tertulis ditanda tangani 2 belah pihak. Dari umat islam tertulis Muhammad Rasulullah. Orang kafir protes, tidak mengakui kalau Nabi Muhammad Rasulullah. Akhir nya Nabi SAW nyuruh Ali menghapus, untuk diganti Muhammad Bin Abdillah. Ali tidak mau dan Nabi SAW tanya : mana yang berbunyi rasulullah? ali menunjukkan. Kemudian dihapus. Itu menunjukkan kalau Nabi SAW tidak bisa membaca.
Nabi SAW memang tidak bisa membaca dan menulis, tapi saat wahyu turun tidak akan lupa. Jangan bayangkan nabi tidak bisa membaca & menulis kaya kita.

PERTANYAAN MINGGU LALU

ü Apabila pada waktu shalat ashar, kami ke masjid setelah berwudhu, mengerjekan shalat thohur di masjid, apa nanti harus mengerjakan shalat tahiyatul masjid?

Jwb :
Hadits yang berbunyi shalat tahiyatul masjid itu tidak ada. Maka, kalau mau duduk di masjid shalat dulu 2 rekaat, biasa disebut shalat tahiyatul masjid. Kalau sudah shalat thahur tidak perlu shalat tahiyatul masjid lagi.

ü Yang membedakan orang islam dan kafir adalah shalatnya. Di brosur edisi berapa?

Jwb :
14 maret 2004

عَنْ جَابِرٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: بَيْنَ الرَّجُلِ وَ بَيْنَ اْلكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ. الجماعة الا البخارى و النسائى، فى نيل الاوطار 1: 340

Dari Jabir, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “(Yang membedakan) antara seseorang dan kekufuran adalah meninggalkan shalat”. [HR. Jama’ah, kecuali Bukhari dan Nasai, dalam Nailul Authar juz 1, hal. 340]

عَنْ بُرَيْدَةَ رض قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: اَلْعَهْدُ الَّذِى بَيْنَنَا وَ بَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ. فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ. الخمسة، فى نيل الاوطار 1: 343

Dari Buraidah RA, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat, maka barangsiapa meninggalkannya, maka sungguh ia telah kufur”. [HR. Khamsah, dalam Nailul Authar juz 1, hal. 343]

ü Pada QS. Al-Maidah : 56. Ada kalimat menyentuh perempuan, kalau tidak bertemu air maka berwudhulah. Apa wudhu batal kalau menyentuh perempuan?

Jwb :
Tidak batal. Ketika nabi SAW sedang shalat. nabi SAW sujud tepat mengenai istrinya ( menyentuh ).
Nabi SAW pernah mau shalat mencium istrinya kemudian shalat, tanpa wudhu.

ü Mohon penjelasan hadits?

Jwb :

عَنْ اَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيْقًا اِلَى الجَنَّةِ. الترمذى 4: 137، رقم: 2784، وقال: هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ

Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga". [HR. Tirmidzi juz 4, hal. 137, no. 2784, ia berkata : Ini hadits hasan]
Kita ingin masuk surga. Tau jalannya? Setelah ngaji mengetahui. Kalau tidak ngaji tidak mengetahui jalan menuju surga.

وَأَنَّ هَـذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيماً فَاتَّبِعُوهُ وَلاَ تَتَّبِعُواْ السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain) , karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa. QS. Al-An’am : 156

وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَـكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِن تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَث ذَّلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُواْ بِآيَاتِنَا فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir. QS. Al-A’raf : 176

سَأَصْرِفُ عَنْ آيَاتِيَ الَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِي الأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَإِن يَرَوْاْ كُلَّ آيَةٍ لاَّ يُؤْمِنُواْ بِهَا وَإِن يَرَوْاْ سَبِيلَ الرُّشْدِ لاَ يَتَّخِذُوهُ سَبِيلاً وَإِن يَرَوْاْ سَبِيلَ الْغَيِّ يَتَّخِذُوهُ سَبِيلاً ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَذَّبُواْ بِآيَاتِنَا وَكَانُواْ عَنْهَا غَافِلِينَ

Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat(Ku) , mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus memenempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai dari padanya. QS. Al-A’raf : 146

ü Anjing jilat bejana, bejana dicuci 7x yang terakhir dari debu. Apa boleh, debu diganti sabun?

Jwb :

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْراً أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَن يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالاً مُّبِيناً

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu'min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. QS. Al-Ahzab : 36

Rasulullah SAW sudah membuat ketetapan, kalau bejana dijilat anjing. Bejana dicuci 7x yang terakhir dengan debu. Kalau sudah ditetapan maka jangan diganti dengan yang lain.

ü Bayi laki-laki yang belum makan apa-apa, hanya minum asi ibunya. Kencing tidak najis, kalau kena cukup dibasuh dengan air. Kalau minumnya air susu sapi?

Jwb :
Asi itu air susu ibu. Kalau minum selain asi, maka sudah kemasukan yang lain. ( kecing nya najis )

ü Dasar membaca basmalah, sebelum makan dan minum? Allhumma barighlana fiima……. Katanya dhoif. Riwayat siapa?

Jwb :

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَابْنُ أَبِي عُمَرَ جَمِيعًا عَنْ سُفْيَانَ قَالَ أَبُو بَكْرٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرٍ عَنْ وَهْبِ بْنِ كَيْسَانَ سَمِعَهُ مِنْ عُمَرَ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ قَالَ
كُنْتُ فِي حَجْرِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَتْ يَدِي تَطِيشُ فِي الصَّحْفَةِ فَقَالَ لِي يَا غُلَامُ سَمِّ اللَّهَ وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ
(MUSLIM - 3767) : 

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Ibnu Abu 'Umar -semuanya- dari Sufyan; Abu Bakr berkata; Telah menceritakan kepada kami Sufyan bin 'Uyainah dari Al Walid bin Katsir dari Wahb bin Kaisan yang dia dengar dari 'Umar bin Abu Salamah ia berkata; Dulu aku berada di pangkuan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, lantas tanganku memegang piring, maka beliau bersabda kepadaku: "Wahai anak, sebutlah nama Allah, dan makanlah dengan tangan kananmu, serta makanlah yang ada di hadapanmu."
Hadits tentang doa makan Allahumma barighlana………… dho’if.

ü Makan peru kambing hukumnya bagaimana? Halal apa haram

Jwb :
Boleh silahkan.

ü Adik saya sakit jiwa. Masuk keluar rumah sakit jiwa 7x belum sembuh. Saudara yang lain ada yang menyarankan rukyah? Mohon saran dan doanya

Jwb :
Nabi SAW mengatakan, semua penyakit ada obatnya. Serahkan pada ahlinya. Jangan ke dukun !
Pengobatan Nabi SAW dengan rukyah untuk sakit jiwa, saya belum tahu dalilnya.

ü Apa foto selfie termasuk tabaruj? Sekarang banyak yang selfie padahal berjilbab

Jwb :
Tujuannya apa? kalau untuk memamerkan kecantikan, termasuk tabaruj. Foto selfi nya tidak mengapa, kalau di posting di sosmed, tujuannya apa?

PERTANYAAN LANGSUNG

ü Sdr. Gilang assalam_wonosobo
QS. Yasin : 17. Artinya dan kewajiban kami hanya menyampaikan perintah Allah dengan jelas. Berarti yang tidak disampaikan rasul, bukan perintah Allah bukan ajaran islam. Orang-orang yang beribadah tidak berdasarkan perintah Allah dan rasul apa bukan islam?

Jwb :
Allah mengangkat Rasulullah SAW sebagai suri teladan yang baik. supaya diteladani. Bukan mengikuti kyai, atau yang lain. Rasulullah SAW mengatakan kalau manusia mencintai Allah, maka ikuti Rasulullah SAW.
Sekarang yang penting kita, orang lain dinasihati tidak mau tidak mengapa. Setelah diri kita, kemudian keluarga.

ü Bp. Budiman_papua
Mohon kiat-kiat supaya yang di papua bisa istiqomah?
Minta pendamping hidup? istri
Al ustadz mau ke papua? J

Jwb :
Kamu serahkan data-data dulu pada saya, sudah pernah cerai, anak berapa? Dan foto. Nanti kami usahakan untuk mencarikan
In syaa Allah saya mau ke sana ( papua, merauke, cabang-cabang baru )
Supaya bisa istiqomah QS. Al-Kahfi : 28, sabar berkumpul bersama orang – orang yang amaliyahnya mengharap ridhonya Allah. Lazimi pengajian, kelompok. Sungguh-sungguh.

ü Bp. Saryono_klaten
Saya pernah membaca buku. Ada 4 perkara menjadikan orang tidak masuk surga : mabuk, memakan harta rentenir, memakan harta anak yatim, durhaka kepada orang tua.
Sekarang banyak koperasi, karyawan digaji dari bunga. Termasuk memakan harta dari tentenir apa bukan?
Apa yang harus dilakukan anak, ke2 orang tua sudah meninggal. Bagaimana cara berbakti?
Saya pernah baca buku, bahwa manusia yang telah meninggal terputus segalanya. Tapi ada 1 amalan yang pahalanya tidak putus sampai hari kiamat?

Jwb :
Kamu baca buku, kok tanya saya, saya tidak baca bukunya itu.
Tidak semua koperasi/bank haram. yang diharamkan yang riba. Kalau yang dimakan bukan dari riba ya tidak haram. koperasi yang tidak riba ada, di atur dengan syar’i. semua yang diatur dengan syar’i in syaa allah tidak riba. Menuju ke sana ( syari’at ).
Ndak usah memikirkan orang-orang yang bekerja di sana di sana. Fokus kepada diri kita sendiri. Apakah yang kita makan ada yang dari hasil riba. Perintah Allah makan itu dari yang halal dan yang baik. mulai dari diri kita sendiri.
Cara berbakti kepada kedua orang tua yang sudah meninggal. Kalau orang tua ketika hidupnya shalat, mohonkan ampun kepada Allah. Disamping itu, segera bertaubat dari durhaka kepada kedua orang tua. Semua manusia tidak ada yang bersih dari berbuat salah. Istighfar, doakan bapak ibunya mohonkan ampun kepada Allah. Sambung silaturahim dengan family orang tua. Kalau ada tanggungan ( misal kepada anak yatim ) diteruskan semasimalnya.
Misal bapaknya membina pengajian di kampung, teruskan membina menggantikan bapak. Itu wujud berbakti kepada kedua orang tua yang sudah meninggal.

ü Bp. Suhari_ungaran
Saya sudah pernah kena stroke, sudah mengaji 10 bulan. 6 bulan yang lalu ikut nafar ketemu ust ghozali. Alhamdulillah saya berterimakasih atas nasihatnya. Saya dapat pelajaran tahsin dari pak sudin ( masih muda ). Saya percaya betul kalau firman Allah bisa untuk penyembuhan. Gerakan shalat sangat bermanfaat untuk kesehatan, tangan kanan untuk yang baik-baik. mulut untuk baca Al-Qur’an. Untuk menulis, kalau ngaji sambil menulis. Alhamdulillah saya sembuh dari stroke. Saya terima kasih kembali kepada Al Ustadz dan jajarannya atas bimbingannya

Jwb :
Kesembuhan bukan dari ustadz, dan jajarannya. Namun kesembuhan dari Allah. Sekarang syukur. Gunakan kesehatan yang Allah berikan untuk hal-hal yang membawa kebaikan. Nabi SAW mengatakan gunakan sehatmu sebelum sakitmu.

ü Bp wuryanto_salatiga
Di salatiga banyak umat nasrani yang mendengarkan ahad pagi. 1 tahun yang lalu saya mengusulkan buku tuntunan shalat dengan gambar. Tapi belum terwujud.
Suatu saat mushola dekat saya tidak ada yang adzan. Saya nekad adzan, suara jelek. Apa adzan boleh pakai tip?
Sebaik-baik shalat wanita di rumah. Apakah kalau ke masjid mendapat rahmat dan ampunan setiap langkahnya?

Jwb :
Adzan yang betul tidak pakai tip/kaset, tapi langsung, harus manusia, yang dapat pahala muadzinnya. Kalau adzan pakai tip tidak perlu di jawab.
Sebaik-baik shalat bagi wanita di rumah. Tapi jangan dilarang kalau mau ke masjid. Hanya tidak boleh pakai wangi-wangian.

ü Ibu sri lestari_solo
Ada seseorang yang mengatakan pada saya. Ustadz-ustadz kuwi yen nerangke agama, akeh sing nyinggung agama liyo, terutama yahudi dan nasrani. Saya jawab : memang ustadz menerangkan apa yang ada di dalam al-Qur’an, ada pembahasan tentang orang yahudi dan nasrani… ?
Kitab agama hindu & budha yang buat manusia apa siapa?
Among tamu orang meninggal mengakatan “ sepindah niki mawon nggih mb?”
Dalam QS. Al-Mujadahal :7 dijelaskan Allah mengetahui yang ada di langit dan di bumi, tiada pembicaraan manusia yang tidak diketahui Allah. Kalau ada 3 orang Allah yang ke 4. Saya pernah mendengar orang pacaran berduaan yang ketiga setan, Allah di mana? Yang ke berapa?

Jwb :
Dakwah menyinggung orang yahudi dan nasrani. Kalau orang yang menanggapi orang islam, ya kebangeten jadi orang islam. Kalau orang yang menanggapi orang yahudi / nasrani, semoga dia dapat hidayah.

 يَا أَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيراً مِّمَّا كُنتُمْ تُخْفُونَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ قَدْ جَاءكُم مِّنَ اللّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُّبِينٌ

Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan. QS. Al-Maidah : 15

وَإِذِ اسْتَسْقَى مُوسَى لِقَوْمِهِ فَقُلْنَا اضْرِب بِّعَصَاكَ الْحَجَرَ فَانفَجَرَتْ مِنْهُ اثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْناً قَدْ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٍ مَّشْرَبَهُمْ كُلُواْ وَاشْرَبُواْ مِن رِّزْقِ اللَّهِ وَلاَ تَعْثَوْاْ فِي الأَرْضِ مُفْسِدِينَ

Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman: "Pukullah batu itu dengan tongkatmu". Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air. Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing) . Makan dan minumlah rezki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan.

وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَى لَن نَّصْبِرَ عَلَىَ طَعَامٍ وَاحِدٍ فَادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُخْرِجْ لَنَا مِمَّا تُنبِتُ الأَرْضُ مِن بَقْلِهَا وَقِثَّآئِهَا وَفُومِهَا وَعَدَسِهَا وَبَصَلِهَا قَالَ أَتَسْتَبْدِلُونَ الَّذِي هُوَ أَدْنَى بِالَّذِي هُوَ خَيْرٌ اهْبِطُواْ مِصْراً فَإِنَّ لَكُم مَّا سَأَلْتُمْ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ وَالْمَسْكَنَةُ وَبَآؤُوْاْ بِغَضَبٍ مِّنَ اللَّهِ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُواْ يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّينَ بِغَيْرِ الْحَقِّ ذَلِكَ بِمَا عَصَواْ وَّكَانُواْ يَعْتَدُونَ

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya". Musa berkata: "Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik ? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta". Lalu ditimpahkanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas. QS. Al-Baqarah : 60-61

Itu umat nabi Musa AS, dicantumkan dalam Al-Qur’an. Berarti untuk pembelajaran umat Nabi Muhammad SAW.
Al-Qur’an untuk semua saja. Kalau orang beriman terkena Al-Qur’an iman bertambah, kalau orang yang tidak beriman terkena Al-Qur’an akan bertambah penyakit dalam hati.
Antar pemeluk agama jangan tersinggung. Karena memang berbeda, maka Saling menghormati.
Kalau tanya kitab agama hindu dari manusia atau siapa? Tanya kepada penganut agama hindu/budha.
Mati didunia hanya sekali. Di neraka disiksa sedemikian rupa tidak bisa mati. Mati ya di dunia ini ( sekali )
Orang pacaran yang ke-3 setan, Allah yang ke-4. Kalau yang pacaran 2 pasang. Tiap pasangan ada setan 1, berarti 6, Allah yang ke-7.
Inti nya dimana saja kamu berada Allah selalu ada. Maksud hadits orang berpacaran ketiganya setan adalah kalau pacaran berdua bukan mahrom, pasti akan digoda setan, mengajak kepada sesuatu yang buruk.
Allah perintahkan jangan kamu berkompromi dengan setan, ketahuilah setan itu musuhmu yang nyata.

ü Ibu. Dyah_sukoharjo
saat 17 agustus di adakan tirakatan ,disertai tumpeng, ingkung ayam, pisang, Lombok. Nanti tumpeng dipotong diberikan kepada tokoh masyarakat, rt, rw. Itu hanya tradisi. Apa mengandung musyrik?
Pada waktu bulan puasa, kami shalat isya’ biasanya ke masjid, kami terlambat, sampai masjid mendapat tarawih 1 rekaat yang kedua. Imam salam. Kami baru mendapat 1 rekaat shalat isya’ ?
Di suatu masjid shalat, ada ibu-ibu doa seperti nyuwun. Ditegur seseorang, kalau doa tangannya begini, tidak begitu. Kemudian tanya ke saya. Apa ada tuntunanya kedua tangan berdiri, tidak boleh bertumpu tangan?

Jwb :
Orang islam boleh makan tumpeng. Asal tidak ada kepercayaan apa-apa. kecuali kalau disembelihnya untuk sesaji. Untuk yang mbaurekso danyang penghuni kampung. Maka itu tidak boleh. Menyembelih binatang untuk sesajen termasuk anshob. Kalau sekedar membuat tumpeng, tidak ada sesaji-sesaji. Kemudian tumpeng yang ujung dikasihkan tokoh masyakarat boleh saja.
Kalau imam selesai isya’ kemudian dilanjutkan tarawih, kamu belum selesai shalat isya’. Maka shalat isya’nya diselesaikan terlebih dahulu.
Tentang tidak boleh numpuk tangan saat berdoa, saya juga belum tahu. Tidak melakukan seperti itu. harusnya kamu tanya kepada yang melaksanakan.

ü Ibu. Sarmidah_jambi
Kita menikahkan anak perempuan, lagi haidh. Saya dengar dari kyai dulu, menikahkan anak saat haidh tidak sah nikahnya, lain hari di ulang lagi pernikahannya?
Ada orang menikah siri sampai punya anak. Belum diulang nikah yang sah ( tidak siri ) Bagaimana hukumnya?

Jwb :
Mestinya kamu tanya bukan kepada saya. Tanya kepada yang menerangkan. Yang saya tahu, saat haidh yang tidak boleh kumpul suami istrinya. Nikahnya sah.
Yang saya ketahui nikah siri itu ya nikah betul, persyaratan nikah dipenuhi. Pakai ijab dan qobul, hanya tidak dicatat di kementerian agama. Menurut pemerintah tidak sah, tidak mendapat buku nikah. Nikah siri mau cari surat kelahiran susah, karena mensyaratkan buku nikah.
Warga MTA jangan nikah siri. Kalau nikah siri biasanya ada sesuatu yang disembunyikan. Susahnya apa nikah terang-terangan, sah secara pemerintah sah secara agama? Jangan nikah siri, akan mempersulit diri sendiri, apalagi kalau laki-lakinya tidak begitu faham tentang agama.


Demo Blog NJW V2 Updated at: 21:39

0 comments:

Post a Comment

Disarankan berkomentar menggunakan Akun Google+. Komentar SPAM dan SPAMMY (menyertakan link hidup, minta kunjungan balik, & nama blog) otomatis tidak akan muncul. Silahkan di Copy dan di Share kalau di rasa bermanfaat tidak perlu izin. Jika menginginkan Link Tinggalkan alamat Email, Sebelum bertanya, Cari Dulu di Kotak Pencarian! Thx