Jaminan 100%

“Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Akan hidup terus setelah mati

“Jika seorang manusia mati maka terputuslah darinya amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya.” .

Free Consultations

Konsultasi gratis di halaman Konsultasi. Konsultasi via email abuhening@gmail.com hanya untuk Layanan klien.

Dunia ini bagaikan suatu kebun yang dihiasi oleh lima macam

Posted by


Di antara metode Quran dan Hadits dalam menguraikan ilmu adalah metode Tamtsil alias perumpamaan. Tujuan dari hal ini agar si pembaca, selain memahami, juga diajak untuk melibatkan pemikiran dalam memvisualkan sesuatu yang dibahas.

Di samping sebagai keindahan tata bahasa, tamtsil juga digunakan sebagai cara untuk menguatkan ingatan pembaca.

Sebagai sampel metode pengajaran tamtsil :

اَلدُّنْيَا بُسْتَانٌ تَزَيَّنَتْ بِخَمْسَةِ اَشْيَاءٍ: عِلْمِ الْعُلَمَاءِ وَعَدْلِ اْلاُمَرَاءِ وَعِبَادَةِ اْلعُبَّادِ وَاَمَانَةِ التُّجَّارِ وَنَصِيْحَةِ الْمُحْتَرِفِيْنَ

“Dunia ini bagaikan suatu taman yang dihiasi oleh lima macam, yaitu (1) ilmu para ulama, (2) keadilan para pemimpin (3) ibadah hamba-hamba Allah, (4) kejujuran para pedagang, dan (5) kedisiplinan para karyawan”

Selanjutnya gambaran itu disambung dengan adanya:

فَجَاءَ إِبْلِيسُ بِخَمْسَةِ اَعْلاَمٍ وَاَقَامَهَا بِجَنْبِ هذِهِ اْلخَمْسِ فَجَاءَ بِالْحَسَدِ فَرَكَزَهُ بِجَنْبِ الْعِلْمِ وَجَاءَ بِالْجُوْرِ فَرَكَزَهُ بِجَنْبِ الْعَدْلِ وَجَاءَ بِالرِّيَاءِ فَرَكَزَهُ بِجَنْبِ الْعِبَادَةِ وَجَاءَ بِالْخِيَانَةِ فَرَكَزَهُ بِجَنْبِ اْلاَمَانَةِ وَجَاءَ بِالْغَشِّ فَرَكَزَهُ بِجَنْبِ النَّصِيْحَةِِ

“Maka datanglah iblis dengan lima bendera. Lalu  didirikan di samping lima perkara tadi. Datanglah iblis membawa kedengkian, lalu ditancapkan disisi ilmu para ulama. Datang pula iblis membawa kezaliman yang dikibarkan di sisi keadilan para penguasa. Datang pula iblis membawa bendera riya’ yang dikibarkan di samping orang yang beribadah. Datang juga iblis membawa bendera khianat yang ditancapkan di celah-celah kejujuran para pedagang. Dan, datang pula iblis membawa bendera ingkar yang dipasang di sisi disiplinnya para karyawan”.

Indahnya kalimat tersebut. Jika disimpulkan kira-kira begini:

1. ILMUNYA PARA ULAMA
Ulama adalah  kata  bentuk jama' dari asal kata 'alim yang secara bahasa berarti “tahu atau yang mempunyai pengetahuan”. Dalam al-qur'an dapat kita temukan kata 'ulama dalam dua tempat yaitu pada Surah al-Fathir ayat 28 dan Surah as-Syu'ara : 197. Dari dua ayat tersebut kita dapat memahami, bahwa 'Ulama adalah seorang yang memiliki ilmu pengetahuan agama dan pengetahuan umum, pengetahuan yang dimilikinya itu dipergunakan untuk mengantarkannya pada rasa khasy yah (takut) kepada Allah Swt.  Rasulullah Saw. Bersabda dalam sebuah hadits yang artinya "ulama adalah pewaris para Nabi".  Seorang ulama  yang menjadi pewaris nabi adalah mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
  1. Mengajak manusia dari ragu kepada yakin.
  2. Mengajak manusia dari perpecahan kepada persatuan .
  3. Mengajak manusia dari serakah kepada zuhud .
  4. Mengajak manusia dari riya' kepada ikhlas .
  5. Mengajak manusia dari sombong kepada tawaddu' ( rendah hati ) .


Ulama mempunyai tugas dan tanggungjawab untuk meneruskan ajaran  Nabi Saw kepada umat manusia melalui tazkiyah, yaitu mensucikan akhlaq dan jiwa mereka dari syirik, riya, khianat, sombong, hasad, dan sebagainya, dan tazkiyah ini tidak akan sempurna tanpa adanya tarbiyah, yaitu pendidikan yang istimrariyah (berkelanjutan).  Keduanya akan dapat tercapai dengan melalui ta'limul al-Qur'an dan as-Sunnah, dan ta'lim ini tidak akan sempurna tanpa adanya tashfiyah yaitu membersihkan islam dari ajaran yang mengotori islam. Kedua tugas berat tersebut  diemban oleh ulama yang kehadiran mereka sangat didambakan, untuk membimbing umat manusia ke jalan yang lurus sesuai dengan petunjuk al-Qur'an dan as-Sunnah. Ulama yang seperti inilah  senantiasa akan selalu beristiqomah (tetap konsisten), mendahulukan taqwa dari pada kepentingan dan kesenangan dunia.

Para ulama yang seperti ini oleh  Rasulullah disebut dalam sabdanya :

لا تزال طائفة من امتي قائمة بامر الله  لا يضرهم من خذلهم او خالفهم حتى ياتي امرالله وهم ظاهرين على الناس    

"Akan senantiasa ada, segolongan dari umatku orang yang istiqomah menjalankan perintah Allah swt, mereka tidak takut terhadap celaan orang-orang yang merendahkan dan menentang mereka, hingga datang keputusan Allah swt .dan mereka lebih unggul dari yang lainnya " HR.Muslim

Menurut Nashiruddin al-Bani, bahwa tugas yang diemban ulama adalah berat namun sangat mulia dan tinggi dalam pandangan Allah swt, karena ulama yang tafaqquh fid din akan selalu bersungguh-sungguh dalam meraih izzah atau kejayaan dan tegaknya syariat Allah dimuka bumi .
Seorang ulama  dapat merealisasikan ditengah  kehidupan ini dengan cara :
  1. Mengembalikan syariat islam kepada sumber aslinya, sehingga benar-benar bersih dari unsur-unsur luar yang menyusup kedalam, seperti zaman pertama dahulu, pada masa Rasulullah saw. dan para sahabat.
  2. Upaya Tashfiyah tersebut harus dibarengi dengan tarbiyah yang terus-menerus dengan tidak mengenal lelah, ilmu yang telah dibersihkan tersebut, ditarbiyahkan kepada kaum muslimin, sehingga mereka memahami dinul Islam, dengan pemahaman  sebagaimana yang dipahami para sahabat Rasul saw., kemudian mengamalkan pada semua sisi kehidupan, maka pada saat  itulah  kaum muslimin, dapat bergembira merasakan kemenangan dan pertolongan yang datangnya dari Allah swt.
Begitu tinggi dan agungnya kedudukan ulama, maka sudah seharusnya kita sami'na wa atha'na (kami taat dan mendengar seruan mereka) terhadap seruan mereka, karena akan memberikan sentuhan-sentuhan rohani dalam jiwa kita, sehingga hidupnya hati dan ruh kita di tengah-tengah pergumulan kema'siatan yang semakin dahsyat  pada masa  sekarang ini.


#1: Datanglah iblis membawa kedengkian
Hama ini akan dihujamkan kepada ulama yang berilmu atau ilmuan yang memiliki karakter ulama. Karakter ulama itu ada dua macam, yaitu (1) pewaris para nabi yang melanjutkan nilai-nilai dan ajaran yang dibawa para nabi dan (2) takut kepada Allah sebagai akibat tahunya dan pahamnya ia.

Seorang berilmu dipaksa dengki oleh Iblis. Jika ia melihat sudaranya lebih dihormati dan dihargai orang, ia merasa iri dan kecewa dengan keadaan diri. Jika ia memiliki pendapatan yang kurang, sedangkan saudaranya berpenghasilan besar, ia dengki kepada saudaranya. Maka, bagi yang berilmu, berhati-hatilah dengan hama ini. Sejatinya, orang berilmu bisa membasmi hama ini.

2.ADILNYA PARA PEMIMPIN.
            Pemimpin adalah orang yang mendapatkan amanah untuk mengemban tugas kepemimpinan, seorang pemimpin berarti pula seorang yang telah mengambil amanah tentang tugas dan kewajiban seseorang ,yang pada saat kepemimpinan atau akhir masa tugasnya, akan mempertanggungjawabkan amanah itu baik kepada sesama manusia atau kepada Allah swt.
            Dalam hal ini Rasulullah saw. pernah suatu saat didatangi seorang sahabat yang bernama Abudzar al Ghifari . Sahabat tersebut menyampaikan  keinginannya untuk menjadi seorang pemimpin, Rasulullah saw, tidak langsung memberinya jabatan kepemimpinan, tetapi Rasulullah saw. memberikan nasehat kepadanya, : Wahai Abudzar, engkau orang yang lemah dan engkau tidak akan mampu untuk mengemban amanah ini, karena amanah ini harus engkau pertanggungjawabkan di hadapan Allah swt. Rasulullah saw bersabda dalam haditsnya :

كلكم  راع وكلكم مسؤل عن رعيته

"Kamu sekalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinan kalian".

Berdasarkan hadits diatas dapat difahami bahwa seorang pemimpin akan mengemban amanah yang sangat berat, karena itu harus mempunyai sifat-sifat yang terpuji seperti sidiq, amanah, tabligh, fathonah dan sifat-sifat lain seperti kemampuan, wawasan, kelapangan dalam mengatasi setiap persoalan yang muncul atau yang lebih dikenal di masyarakat dengan istilah ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani.

Jika sifat-sifat tersebut dimilikinya, maka ia akan mampu berbuat adil ditengah-tengah masyarakat dan seorang pemimpin yang adil nanti di yaumil qiyamah akan mendapatkan naungan dan perlindungan dari Allah swt. dalam jajaran tujuh golongan yang akan mendapat naungan dan perlindungan dari-Nya.

Dari Abu Hurairah ra. Nabi bersabda yang artinya " Allah swt akan memberikan naungan kepada tujuh jenis orang pada hari kiamat, dimana tidak ada naungan ketika itu kecuali naungan Allah :
  1. Imam ( pemimpin , kepala pemerintahan ) yang adil
  2. Pemuda yang terdidik/ terlatih sejak kecil beribadah kepada Allah.
  3. Seseorang yang hatinya tergantung di Masjid.
  4. Dua orang yang saling mengasihi karena Allah, mereka berkumpul karena Allah dan berpisah karena Allah.
  5. Seorang laki-laki yang dirayu untuk berbuat mesum oleh wanita bangsawan yang cantik, lantas ia menolak dengan berkata halus, aku takut kepada Allah .
  6. Seorang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi, sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang telah diberikan tangan kanannya.
  7. Seorang yang mengingat Allah di waktu sunyi, lantas mengeluarkan air mata. (HR.Bukhari.367).

Baik atau buruknya kinerja seorang pemimpin tergantung bagaimana hubungan pemimpin itu dengan ulama, jika keduanya baik, maka akan baiklah seluruh manusia, namun manakala tidak baik, maka akan rusaklah semua manusia.

Ada sebuah kisah yang menarik dari seorang pemimpin yang bernama Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang berusaha untuk berbuat adil dan beristiqamah/ konsisten. Setiap malam Umar bin Abdul Aziz menghadirkan beberapa ulama untuk diminta nasehatnya atau meluruskan aktifitasnya sebagai kepala Negara dalam memipin negara. Pada suatu malam, salah seorang ulama datang dengan membawa kain kafan dan meletakkannya di sudut ruangan. Seperti biasa sang kepala negara  memperhatikan semua kritik dan saran penasehatnya. Ulama si pembawa kain kafan tadi menyampaikan kehadapan kepala negara " Tuan, di sudut ruangan sebelah sana, tersedia kain kafan, mungkin malam ini atau besok, mungkin minggu depan , bulan depan dan mungkin tahun depan, atau kapan saja, tuan pasti akan memakai kain kafan itu. Oleh sebab itu, kalau Tuan ingin menghadap Allah Swt. dengan bersih , hendaklah Tuan setiap hari, setiap jam dan setiap saat, jangan mengotori diri Tuan, seperti kain kafan tersebut bersih adanya.
Ternyata nasehat ini sangat luar biasa, Subhaanallah, sewaktu akan menghadap Allah Swt., Umar bin Abdul Aziz sang pemimpin, tidak terbebani oleh kekeliruan dan kesalahan, sehingga ketika beliau menghadap Allah Swt. betul-betul dalam keadaan bersih tanpa suatu dosa dan kesalahan sebagaimana bersihnya kain kafan yang terletak di sudut ruangan sebelah sana, Insya allah

#2: Datang pula iblis membawa kezaliman
Hama ini akan ditebarkan kepada para pemimpin dari kepemimpinan terendah hingga tertinggi, dari pemimpin keluarga sampai pemimpin bangsa. Seorang presiden dan para pembantunya, hendaknya berhati-hati dari sikap zalim. Ini jelas berbahaya bagi dirinya dan bagi rakyat. Presiden yang zalim ruginya orang senegara. Jika dirinya mau senang, maka rakyat pun harus senang. Jangan sampai terceritakan seorang pegawai rakyat (baca: wakil rakyat) duduk di atas kursi dewan seharga Rp 25.000.000 lalu ia tidur di tengah-tengah sidang karena mungkin habis capek, ditambah AC yang cukup menyegarkan untuk istirahat, sedangkan rakyat duduk di atas kardus dan koran dengan angin yang besar dan hujan yang deras. Apa-apaan ini? Wakil rakyat itu bawahan rakyat. Ya harus mau dong “diperintah” rakyat.

3.IBADAHNYA UMAT MANUSIA.
Manusia diciptakan oleh Allah swt dengan tujuan agar ia mau mengabdikan diri kepada Allah swt, hal ini disebutkan dalam al-qur'an surat adz-Dzariyat : 56 "Dan tidaklah Kami menciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk menyembah-Ku "
Peribadatan yang diperintahkan kepada manusia tidak dapat ditawar-tawar lagi dan ini merupakan keharusan yang mutlak adanya serta dilaksanakan dengan ikhlas. Allah swt. menyebutkan dalam berbagai surat dan ayat diantaranya :”Dan tidaklah mereka diperintah untuk menyembah Allah Swt melainkan dengan ikhlas” QS.al-Bayinah : 5          .

#3: Datang pula iblis membawa bendera riya’ 
Bagi seorang hamba yang giat beribadah kepada Allah baik yang fardlu maupun yang sunnat, berhati-hatilah dalam titik tolak pemberangkatan amal (niat). Jika niat beribadah bukan karena Allah (riya), maka amal bsar sekalipun akan dianggap hina oleh Allah.
Dalam hadits yang sahih, seseorang mati syahid di medan perang karena niatnya ingin dipandang jariy (pahlawan), Allah malah menyeretnya ke dalam api neraka; seseorang yang menghabiskan harta di jalan Allah, justru ia menjadi penghuni neraka karena maksud dan tujuan amalnya adalah agar dipandang jawwad (dermawan); dan orang yang menghabiskan waktunya untuk mencari ilmu dan membaca al-Quran, justru Allah memandangnya sebagai kebohongan, psalnya ia meniatkan agar disebut ‘alim (pintar) dan qariy (pandai baca Quran). Na’ūdzdu billāhi min dzālik.

4.AMANAHNYA PARA PEDAGANG.
Di dunia ini, bisnis atau perdagangan merupakan aktifitas perekonomian yang menunjukkan maju atau tidaknya ekonomi suatu bangsa, sebagai ukuran adalah penjualan omset perdagangannya. Seorang pedagang yang jujur, amanah dan siddiq telah Allah persiapkan baginya tempat yang mulia nanti di hari akhirat. Rasulullah saw bersabda :
“Pedagang yang jujur dan dapat dipercaya tempatnya beserta para syuhada dan orang-orang sholeh, namun manakala ia tidak jujur dalam takaran dan timbangan maupun harga, maka Allah menyediakan baginya ancaman yang keras bahwa ia akan dimasukkan kedalam neraka” .

Hama #4: khianat
Khianat berarti tidak memenuhi kewajiban yang diembankan dari si pemilik barang. Allah sebagai pemilik rezeki, memberi amanat kepada para pedagang, pengusaha, pembisnis, untuk adil dalam usaha, tidak menipu, tidak mengurangi takaran, dan mendistribusikan sebagian rezeki di jalan Allah. Jika tidak, maka mereka khianat. Dan, Iblis senang jika para pedagang, pengusaha, pembisnis, yang berbuat khianat. Maka, berhati hatilah terhadap hama yang satu ini.

5.DISIPLINNYA PARA KARYAWAN.
Karyawan atau pegawai  adalah orang yang bekerja kepada orang lain atau badan /lembaga pemerintah atau swasta dengan menerima imbalan/upah/gaji/honor. Jika para  karyawan atau pegawai tersebut bekerja dengan baik dan disiplin, melaksanakan peraturan yang berlaku, maka insya Allah negara kita akan menjadi negara yang maju, aman dan tenteram, semua masyarakat menginginkan negara kita, menjadi negara yang maju, gemah ripah toto tentrem kerto raharjo, untuk itu marilah kelima hiasan dunia itu kita penuhi .
  1. Yang kebetulan sebagai ulama dan kaum cendekiawan, jadilah ulama dan cendekiawan yang menerangi dan memimpin umat dengan baik.
  2. Yang kebetulan menjadi umara, jadilah umara yang dapat menegakkan keadilan diberbagai bidang.
  3. Yang kebetulan jadi pedagang, jadilah pedagang yang amanah.      
  4. Yang kebetulan menjadi karyawan, jadilah karyawan yang taat pada         peraturan. Dan karena kita semua sebagai hamba Allah Swt, maka jadilah hamba yang taat dalam beribadah kepada-Nya, amiin.
Hama #5: ingkar (undisipliner)
Bagi anda yang bekerja sebagai karyawan, staf, atau pegawai, sikap undisipliner bukanlah sikap baik. Ciri kiamat sughra itu adalah, ketika para pegawai sudah tidak disiplin. Harusnya anda bekerja, ini malah main-main, gapleh, ngerumpi, tidak melayani dengan baik. Jika pejabat korupsi uang, maka perbuatan seperti ini adalah korupsi waktu. Selain itu, bekerjalah secara profesional dan proporsional! Jika tidak, Anda adalah benalu perusahaan atau lembaga.

Demikianlah dunia. Jika dihuni oleh para ulama yang menebar ilmu, pemerintah yang adil, rakyat yang saleh, pengusaha yang jujur, dan pegawai yang disiplin, baik negeri maupun swasta; maka, dunia akan terasa indah. Hidup tenang, tentram, dan damai di dalamnya. Subhanallāh...


Demo Blog NJW V2 Updated at: 23:24

0 comments:

Post a Comment

Disarankan berkomentar menggunakan Akun Google+. Komentar SPAM dan SPAMMY (menyertakan link hidup, minta kunjungan balik, & nama blog) otomatis tidak akan muncul. Pertanyaan OOT silakan di Halaman Ruang Konsultasi. Jika menginginkan Link Tinggalkan alamat Email, Sebelum bertanya, Cari Dulu di Kotak Pencarian! Thx