Jaminan 100%

“Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Akan hidup terus setelah mati

“Jika seorang manusia mati maka terputuslah darinya amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya.” .

Free Consultations

Konsultasi gratis di halaman Konsultasi. Konsultasi via email abuhening@gmail.com hanya untuk Layanan klien.

Zuhud (tidak rakus) pada dunia dan ridla dengan apa yang ada (4).

Posted by


Rasulullah SAW suriteladan yang baik (ke-105)
Zuhud (tidak rakus) pada dunia dan ridla dengan apa yang ada (4).
عَنْ صُهَيْبٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: عَجَبًا ِلاَمْرِ الْمُؤْمِنِ، اِنَّ اَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ. وَ لَيْسَ ذَاكَ ِلاَحَدٍ اِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ. اِنْ اَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ. وَ اِنْ اَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ. مسلم 4: 2295
Dari Shuhaib, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Mengagumkan sekali urusannya orang mukmin itu. Sesungguhnya urusannya, semuanya menjadi kebaikan baginya. Dan tidak ada yang mendapatkan demikian itu seseorangpun kecuali orang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, bersyukur. Maka yang demikian itu adalah menjadi kebaikan baginya. Dan apabila ditimpa suatu mushibah, bershabar. Maka yang demikian itu menjadi kebaikan pula baginya". [HR. Muslim juz 4, hal. 2295]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: حُجِبَتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ وَ حُجِبَتِ اْلجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ. البخارى 7: 186
Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Neraka itu diliputi dengan syahwat (kesenangan-kesenangan), dan surga itu diliputi dengan hal-hal yang tidak menyenangkan”. [HR. Bukhari juz 7, hal. 186]
عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: حُفَّتِ اْلجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَ حُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ. مسلم 4: 2174
Dari Anas bin Malik, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Surga itu dikelilingi dengan hal-hal yang tidak menyenangkan, dan neraka itu dikelilingi dengan syahwat (kesenangan-kesenangan)”. [HR. Muslim juz 4, hal. 2174]
عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: يَتْبَعُ الْمَيّتَ ثَلاَثَةٌ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَ يَبْقَى وَاحِدٌ. يَتْبَعُهُ اَهْلُهُ وَ مَالُهُ وَ عَمَلُهُ، فَيَرْجِعُ اَهْلُهُ وَ مَالُهُ، وَ يَبْقَى عَمَلُهُ. مسلم 4: 2273
Dari Anas bin Malik, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Mayyit itu diikuti oleh tiga hal, yang dua akan kembali dan yang satu akan tetap mengikutinya. Yang mengikutinya adalah keluarganya, hartanya dan amalnya. Lalu keluarganya dan hartanya akan kembali, sedangkan amalnya akan tetap mengikutinya". [HR. Muslim juz 4, hal. 2273]
عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهُ ص: يَتْبَعُ الْمَيّتَ ثَلَاثَةٌ فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ، يَتْبَعُهُ اَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ، فَيَرْجِعُ اَهْلُهُ وَمَالُهُ وَيَبْقَى عَمَلُهُ. البخارى 7: 193
Dari Anas bin Malik, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Mayyit itu diikuti oleh tiga hal, yang dua akan kembali dan yang satu akan tetap mengikutinya. Yang mengikutinya adalah keluarganya, hartanya dan amalnya. Lalu keluarganya dan hartanya akan kembali, sedangkan amalnya akan tetap mengikutinya". [HR. Bukhari juz 7, hal. 193]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِنَّ اللهَ تَعَالَى يَقُوْلُ: اَنَا عِنْدَ ظَنّ عَبْدِى بِى وَ اَنَا مَعَهُ اِذَا دَعَانِى. الترمذى 4: 23، رقم: 2496
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya Allah Ta'aalaa berfirman, “Aku menurut persangkaan hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku selalu bersamanya apabila ia berdoa kepada-Ku”. [HR. Tirmidzi juz 4, hal. 23, no. 2496, ia berkata : Ini hadits hasan shahih]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض كَانَ يَقُوْلُ: وَ اللهِ الَّذِى لَا اِل?هَ اِلَّا هُوَ، اِنْ كُنْتُ لَاَعْتَمِدُ بِكَبِدِى عَلَى اْلاَرْضِ مِنَ الْجُوْعِ، وَ اِنْ كُنْتُ لَاَشُدُّ الْحَجَرَ عَلَى بَطْنِى مِنَ الْجُوْعِ. وَلَقَدْ قَعَدْتُ يَوْمًا عَلَى طَرِيْقِهِمُ الَّذِىْ يَخْرُجُوْنَ مِنْهُ، فَمَرَّ بِى اَبُو بَكْرٍ رض فَسَأَلْتُهُ عَنْ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، مَا سَأَلْتُهُ اِلَّا لِيَسْتَتْبِعَنِى، فَمَرَّ بِيْ وَلَمْ يَفْعَلْ. ثُمَّ مَرَّ بِى عُمَرُ فَسَأَلْتُهُ عَنْ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، مَا سَأَلْتُهُ اِلَّا لِيَسْتَتْبِعَنِى، فَمَرَّ بِيْ وَلَمْ يَفْعَلْ. ثُمَّ مَرَّ بِى اَبُو الْقَاسِمِ ص، فَتَبَسَّمَ حِيْنَ رَآنِى وَعَرَفَ مَا فِى نَفْسِى وَمَا فِى وَجْهِى، ثُمَّ قَالَ: يَا اَبَا هُرَيْرَةَ. قُلْتُ: لَبَّيْكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ. قَالَ: اِلْحَقْ. وَمَضَى وَاتَّبَعْتُهُ. فَدَخَلَ، وَاسْتَأْذَنْتُ فَاَذِنَ لِى، فَدَخَلْتُ فَوَجَدْتُ لَبَنًا فِى قَدَحٍ، فَقَالَ: مِنْ اَيْنَ ه?ذَا اللَّبَنُ؟. قَالُوْا: اَهْدَاهُ لَكَ فُلَانٌ اَوْ فُلَانَةُ. قَالَ: يَا اَبَا هُرَيْرَةَ. فَقُلْتُ: لَبَّيْكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ. قَالَ: اِلْحَقْ اِلَى اَهْلِ الصُّفَّةِ فَادْعُهُمْ لِى. قَالَ: وَ اَهْلُ الصُّفَّةِ اَضْيَافُ اْلاِسْلَامِ لَا يَأْوُوْنَ اِلَى اَهْلٍ وَلَا مَالٍ، اِذَا اَتَتْهُ صَدَقَةٌ بَعَثَ بِهَا اِلَيْهِمْ وَلَمْ يَتَنَاوَلْ مِنْهَا شَيْئًا، وَاِذَا اَتَتْهُ هَدِيَّةٌ اَرْسَلَ اِلَيْهِمْ فَاَصَابَ مِنْهَا وَاَشْرَكَهُمْ فِيْهَا، فَسَاءَنِى ذ?لِكَ. قُلْتُ: وَمَا ه?ذَا اللَّبَنُ فِى اَهْلِ الصُّفَّةِ، كُنْتُ اَرْجُوْ اَنْ اُصِيْبَ مِنْ ه?ذَا اللَّبَنِ شَرْبَةً اَتَقَوَّى بِهَا وَاَنَا الرَّسُوْلُ، فَاِذَا جَاءُوْا اَمَرَنِى اَنْ اُعْطِيَهُمْ، وَمَا عَسَى اَنْ يَبْلُغَنِى مِنْ ه?ذَا اللَّبَنِ وَلَمْ يَكُنْ مِنْ طَاعَةِ اللهِ وَطَاعَةِ رَسُوْلِهِ بُدٌّ، فَأَتَيْتُهُمْ فَدَعَوْتُهُمْ، فَاَقْبَلُوْا حَتَّى اسْتَأْذَنُوْا فَاَذِنَ لَهُمْ وَاَخَذُوْا مَجَالِسَهُمْ مِنَ الْبَيْتِ، فَقَالَ: يَا اَبَا هُرَيْرَةَ. قُلْتُ: لَبَّيْكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ. قَالَ: خُذْ فَاَعْطِهِمْ. فَاَخَذْتُ الْقَدَحَ فَجَعَلْتُ اُعْطِيْهِ الرَّجُلَ فَيَشْرَبُ حَتَّى يَرْوَى، ثُمَّ يَرُدُّ عَلَىَّ الْقَدَحَ، فَاُعْطِيْهِ اْلآخَرَ فَيَشْرَبُ حَتَّى يَرْوَى، ثُمَّ يَرُدُّ عَلَىَّ الْقَدَحَ حَتَّى انْتَهَيْتُ اِلَى رَسُوْلِ اللهِ ص وَقَدْ رَوِىَ الْقَوْمُ كُلُّهُمْ. فَاَخَذَ الْقَدَحَ فَوَضَعَهُ عَلَى يَدِهِ وَنَظَرَ اِلَىَّ وَتَبَسَّمَ، وَقَالَ: يَا اَبَا هُرَيْرَةَ. قُلْتُ: لَبَّيْكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ. قَالَ: بَقِيْتُ اَنَا وَاَنْتَ. قُلْتُ : صَدَقْتَ يَا رَسُوْلَ اللهِ. قَالَ: اُقْعُدْ فَاشْرَبْ. فَقَعَدْتُ وَشَرِبْتُ. فَقَالَ: اِشْرَبْ. فَشَرِبْتُ، ثُمَّ قَالَ: اِشْرَبْ. فَشَرِبْتُ. فَمَا زَالَ يَقُوْلُ: اِشْرَبْ. فَاَشْرَبُ حَتَّى قُلْتُ: لَا وَالَّذِى بَعَثَكَ بِالْحَقّ، مَا اَجِدُ لَهُ مَسْلَكًا. قَالَ: فَادْنُ. فَاَعْطَيْتُهُ الْقَدَحَ، فَحَمِدَ اللهَ وَسَمَّى وَشَرِبَ الْفَضْلَةَ. البيهقى فى السنن الكبرى 7: 83، رقم: 13866
Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya ia berkata : Demi Allah yang tidak ada Tuhan selain-Nya, sungguh saya pernah tidak kuat berjalan karena lapar. Dan aku mengganjal perutku karena lapar. Pada suatu hari aku duduk di jalan yang orang-orang biasa lewat di jalan itu. Kemudian Abu Bakar RA lewat, lalu aku bertanya kepadanya tentang suatu ayat dalam Kitab Allah 'Azza wa Jalla (Al-Qur'an), yang aku tidak menanyakannya kecuali agar dia mengajakku (untuk makan), tetapi dia terus berlalu dan tidak berbuat (seperti yang kuharapkan). Kemudian 'Umar lewat, lalu aku bertanya kepadanya tentang suatu ayat dari Kitab Allah 'Azza wa Jalla (Al-Qur'an), yang aku tidak menanyakannya kecuali agar dia mengajakku (untuk makan), tetapi diapun terus berlalu dan tidak melakukan apa-apa. Kemudian Abul Qasim (Nabi) SAW lewat dan beliau tersenyum ketika melihatku, beliau mengerti dengan apa yang ada pada diriku, dan apa yang ada di wajahku. Kemudian beliau bersabda, "Hai Abu Hurairah !". Aku menjawab, "Labbaik, ya Rasulullah". Beliau bersabda, "Ikutlah aku". Kemudian beliau berlalu, dan aku mengikutinya. Kemudian beliau masuk rumah, dan akupun minta ijin untuk masuk, aku dipersilahkan masuk, dan akupun lalu masuk. Lalu aku melihat ada mangkok besar berisi susu. Beliau bertanya (kepada istrinya), "Dari mana susu ini ?". Mereka menjawab, "si Fulan atau Fulanah memberikan hadiah untuk engkau". Beliau bersabda, "Hai Abu Hurairah !". Aku menjawab, "Labbaik, ya Rasulullah". Beliau bersabda, "Panggillah Ahlush-Shuffah, ajaklah mereka datang kemari". (Abu Hurairah menerangkan), ahlush-shuffah adalah tamu-tamu Islam, mereka tidak pulang kepada keluarga dan tidak punya harta benda. Apabila ada pemberian berupa shadaqah kepada Nabi, maka beliau mengirimkannya kepada mereka, dan beliau tidak mengambilnya sedikitpun. Tetapi apabila datang pemberian berupa hadiah kepada Nabi, beliau mengirimkan kepada mereka, dan Nabi juga ikut mengambilnya, dan orang-orang ahlush-shuffah itupun diikutkan untuk meni'matinya). Maka yang demikian itu membuatku susah. Lalu aku bertanya, "Apakah susu ini untuk ahlush-shuffah ?". Dan aku berharap untuk mendapatkan bagian susu ini sebagai minuman agar aku kuat kembali, padahal saya sebagai orang yang disuruh. Dan apabila mereka (ahlush-shuffah) sudah datang,beliau menyuruhku agar susu itu diberikan kepada mereka. Mudah-mudahan susu itu cukup dan aku juga mendapat bagian. Sedangkan tha'at kepada Allah dan tha'at kepada Rasul-Nya itu suatu keharusan. Lalu akupun datang kepada mereka untuk mengundangnya. Lalu mereka datang dan minta ijin (untuk masuk), lalu mereka dipersilahkan, merekapun mengambil tempat di dalam rumah. Nabi SAW bersabda, "Hai Abu Hurairah". Aku menjawab, "Labbaik, ya Rasulullah". Beliau bersabda, "Ambillah (susu itu) dan berikanlah kepada mereka". Maka akupun mengambil mangkok besar berisi susu itu, lalu aku berikan kepada seorang laki-laki. Kemudian ia minum sampai kenyang, lalu ia mengembalikan mangkok yang berisi susu tersebut kepadaku, lalu aku memberikannya kepada yang lainnya, maka iapun minum sampai kenyang. Kemudian ia mengembalikan mangkok yang berisi susu itu kepadaku. (Setelah yang datang itu minum semua) sampailah tugasku memberikannya kepada Rasulullah SAW. Sedangkan orang-orang semuanya sudah kenyang dari minum susu tersebut. Lalu beliau mengambil mangkok yang berisi susu tersebut dan meletakkannya di atas tangan beliau, lalu beliau memandangku sambil tersenyum. Kemudian beliau bersabda, "Hai Abu Hurairah". Aku menjawab, "Labbaik ya Rasulullah". Beliau bersabda, "Sekarang tinggal bagianku dan bagianmu". Aku menjawab, "Betul ya Rasulullah". Beliau bersabda, "Duduklah, dan minumlah !". Lalu aku duduk, kemudian minum. Beliau bersabda, "Minumlah !". Maka aku minum lagi. Kemudian beliau menyuruhku lagi, "Minumlah !". Lalu aku minum lagi. Beliau terus-menerus bersabda, "Minumlah lagi !". Lalu aku minum lagi, sehingga aku berkata, "Tidak, demi Allah yang mengutusmu dengan membawa kebenaran, sudah tidak muat ya Rasulullah, perutku sudah kenyang". Beliau bersabda, "Berikanlah kepadaku". Lalu akupun memberikan mangkok berisi susu tersebut kepada beliau, lalu beliau memuji kepada Allah dan membaca Basmalah, lalu minum susu yang masih tersisa tersebut. [HR. Baihaqiy, dalam As-Sunanul Kubra, juz 7, hal.83, no. 13866]
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ص: اُرِيْتُ النَّارَ فَاِذَا اَكْثَرُ اَهْلِهَا النّسَاءُ يَكْفُرْنَ. قِيْلَ اَيَكْفُرْنَ بِاللهِ؟ قَالَ: يَكْفُرْنَ اْلعَشِيْرَ وَ يَكْفُرْنَ اْلاِحْسَانَ. لَوْ اَحْسَنْتَ اِلَى اِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا، قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ. البخارى 1: 13
Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata : Nabi SAW bersabda, “Aku diperlihatkan neraka, tiba-tiba kebanyakan penghuninya adalah para wanita yang ingkar. Beliau ditanya, “Apakah mereka itu ingkar kepada Allah ?”. Beliau bersabda, “Mereka ingkar kepada suaminya dan mengingkari kebaikan. Seandainya kamu berbuat baik kepada salah seorang diantara mereka sepanjang tahun, kemudian ia melihat sesuatu (yang tidak menyenangkan) darimu, maka ia berkata “Saya tidak pernah melihat kebaikan darimu sama sekali”. [HR. Bukhari 1 : 13]
عَنْ اُسَامَةَ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: قُمْتُ عَلَى بَابِ اْلجَنَّةِ فَكَانَ عَامَّةُ مَنْ دَخَلَهَا الْمَسَاكِيْنُ، وَ اَصْحَابُ اْلجَدّ مَحْبُوْسُوْنَ غَيْرَ اَنَّ اَصْحَابَ النَّارِ قَدْ اُمِرَ بِهِمْ اِلَى النَّارِ، وَ قُمْتُ عَلَى بَابِ النَّارِ فَاِذَا عَامَّةُ مَنْ دَخَلَهَا النّسَاءُ. البخارى 7: 200
Dari Usamah (bin Zaid) dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Aku berdiri di depan pintu surga, maka aku melihat, kebanyakan yang masuk surga adalah orang-orang miskin, sedangkan orang-orang kaya masih tertahan (oleh perhitungan kekayaannya). Tetapi orang-orang ahli neraka telah diperintahkan masuk neraka. Dan ketika aku berdiri di dekat pintu neraka, kebanyakan yang masuk ke dalamnya adalah orang-orang perempuan”. [HR Bukhari 7 : 200]
عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: يُوْشِكُ اْلاُمَمُ اَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى اْلاَكَلَةُ اِلَى قَصْعَتِهَا. فَقَالَ قَائِلٌ: وَ مِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ؟ قَالَ: بَلْ اَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيْرٌ وَ لكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَ لَيَنْزِعَنَّ اللهُ مِنْ صُدُوْرِ عَدُوّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَ لَيَقْذِفَنَّ اللهُ فِيْ قُلُوْبِكُمُ الْوَهْنَ. فَقَالَ قَائِلٌ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، وَ مَا الْوَهْنُ؟ قَالَ: حُبُّ الدُّنْيَا وَ كَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ. ابو داود 4: 111، رقم: 4297
Dari Tsauban, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Hampir-hampir orang-orang (musuh-musuh kalian) memperebutkan kalian (ummat Islam), layaknya orang-orang rakus memperebutkan makanan pada satu nampan". Ada seorang yang bertanya, "Apakah kami waktu itu berjumlah sedikit ?". Rasulullah SAW menjawab, Bahkan jumlah kalian pada waktu itu sangat banyak, namun kalian seperti buih pada air bah. Dan sungguh Allah akan mencabut rasa takut dari dada musuh kalian, dan akan memasukkan ke dalam hati kalian Al-Wahn. Ada seorang yang bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah Al-Wahn itu ?". Beliau menjawab, Cinta dunia dan takut mati. [HR. Abu Dawud juz 4, hal. 111, no. 4297]

Bersambung ……..


Demo Blog NJW V2 Updated at: 23:28

0 comments:

Post a Comment

Disarankan berkomentar menggunakan Akun Google+. Komentar SPAM dan SPAMMY (menyertakan link hidup, minta kunjungan balik, & nama blog) otomatis tidak akan muncul. Pertanyaan OOT silakan di Halaman Ruang Konsultasi. Jika menginginkan Link Tinggalkan alamat Email, Sebelum bertanya, Cari Dulu di Kotak Pencarian! Thx