Jaminan 100%

“Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Akan hidup terus setelah mati

“Jika seorang manusia mati maka terputuslah darinya amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya.” .

Free Consultations

Konsultasi gratis di halaman Konsultasi. Konsultasi via email abuhening@gmail.com hanya untuk Layanan klien.

Taubat kepada Allah (3). (ampunan sepenuh bumi)

Posted by


Rasulullah SAW suriteladan yang baik (ke-108)
Taubat kepada Allah (3).
Firman Allah SWT :

ي??اَيُّهَا الَّذِيْنَ ا?مَنُوْا تُوْبُوْآ اِلَى اللهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًا، عَس?ى رَبُّكُمْ اَنْ يُّكَفّرَ عَنْكُمْ سَيّا?تِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنّ?تٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا اْلاَنْه?رُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللهُ النَّبِيَّ وَالَّذِيْنَ ا?مَنُوْا مَعَه. التحريم: 8
Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia. [QS. At-Tahrim : 8]
Hadits-hadits Rasulullah SAW :

عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: يَا اَيُّهَا النَّاسُ، تُوْبُوْا اِلَى اللهِ، فَاِنّى اَتُوْبُ فِى الْيَوْمِ اِلَيْهِ مِائَةَ مَرَّةٍ. مسلم 4: 2075
Dari Ibnu 'Umar, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Wahai para manusia, bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya dalam sehari seratus kali".   [HR. Muslim juz 4, hal. 2075]

عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: اِنَّ اللهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ العَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ. الترمذى 5: 206، رقم: 3603، و قال: هذا حديث حسن غريب
Dari Ibnu 'Umar, dari Nabi SAW beliau bersabda, "Sesungguhnya Allah senantiasa menerima taubat hamba-Nya selama nyawa belum sampai di tenggorokan". [HR. Tirmidzi juz 5, hal. 206, no.  3603, ia berkata : Ini hadits hasan gharib]

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ تَابَ قَبْلَ اَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا تَابَ اللهُ عَلَيْهِ. مسلم 4: 2076
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa bertaubat sebelum matahari terbit dari tempat terbenamnya, maka Allah akan menerimanya". [HR. Muslim juz 4, hal. 2076]

عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: كَيْفَ تَقُوْلُوْنَ بِفَرَحِ رَجُلٍ انْفَلَتَتْ مِنْهُ رَاحِلَتُهُ تَجُرُّ زِمَامَهَا بِاَرْضٍ قَفْرٍ لَيْسَ بِهَا طَعَامٌ وَلاَ شَرَابٌ وَعَلَيْهَا لَهُ طَعَامٌ وَشَرَابٌ فَطَلَبَهَا حَتَّى شَقَّ عَلَيْهِ، ثُمَّ مَرَّتْ بِجِذْلِ شَجَرَةٍ فَتَعَلَّقَ زِمَامُهَا. فَوَجَدَهَا مُتَعَلّقَةً بِهِ؟. قُلْنَا: شَدِيْدًا يَا رَسُوْلَ اللهِ. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اَمَا وَاللهِ لَلّ?هُ اَشَدُّ فَرَحًا بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ مِنَ الرَّجُلِ بِرَاحِلَتِهِ. مسلم 4: 2104
Dari Al-Baraa' bin 'Aazib, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Bagaimana pendapat kalian kalau ada seseorang yang kehilangan kendaraannya di tengah perjalanan, untanya itu melarikan diri, sedangkan ia berada di tanah yang tandus, yang di situ tidak ada makanan dan tidak ada minuman. Bekal makanan dan minumannya terbawa oleh unta yang melarikan diri itu. Orang itu lalu mencari untanya sehingga kelelahan. Kemudian unta itu lewat di sebuah pohon, lalu kendalinya tersangkut di pohon tersebut, sehingga orang itu mendapatkan kembali kendaraannya yang hilang, bagaimana senangnya orang itu ?". Kami (para shahabat) menjawab, "Tentu orang itu senang sekali, ya Rasulullah". Maka Rasulullah SAW bersabda, "Ketahuilah, demi Allah, sungguh Allah lebih senang kepada taubat hamba-Nya dari pada seseorang yang menemukan kembali untanya itu". [HR. Muslim juz 4, hal. 2104]

عَنْ اَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اَللهُ اَفْرَحُ بِتَوْبَةِ اَحَدِكُمْ مِنْ اَحَدِكُمْ بِضَالَّتِهِ اِذَا وَجَدَهَا. الترمذى 5: 207، رقم: 3605 و قال: هذا حديث حسن صحيح غريب
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh Allah lebih senang kepada taubat seseorang diantara kalian daripada seseorang diantara kalian yang menemukan kembali barang-barangnya yang hilang". [HR. Tirmidzi juz 5, hal. 207, no.  3605, ia berkata : Ini hadits hasan shahih gharib]

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: لَوْ يَعْلَمُ الْمُؤْمِنُ مَا عِنْدَ اللهِ مِنَ الْعُقُوْبَةِ، مَا طَمِعَ بِجَنَّتِهِ اَحَدٌ، وَلَوْ يَعْلَمُ الْكَافِرُ مَا عِنْدَ اللهِ مِنَ الرَّحْمَةِ مَا قَنِطَ مِنْ جَنَّتِهِ اَحَدٌ. مسلم 4: 2109
Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Seandainya orang mu'min mengetahui siksa yang ada di sisi Allah, maka tidak seorangpun mengharapkan surga-Nya. Dan seandainya orang kafir mengetahui rahmat yang ada di sisi Allah, maka tidak seorangpun yang tidak mengharapkan surga-Nya". [HR. Muslim juz 4, hal. 2109]

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىّ ص فِيْمَا يَحْكِى عَنْ رَبّهِ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ: اَذْنَبَ عَبْدٌ ذَنْبًا، فَقَالَ: اَللّ?هُمَّ اغْفِرْ لِى ذَنْبِى. فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: اَذْنَبَ عَبْدِى ذَنْبًا، فَعَلِمَ اَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ. ثُمَّ عَادَ فَاَذْنَبَ، فَقَالَ: اَىْ رَبّ، اِغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ. فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: عَبْدِى اَذْنَبَ ذَنْبًا، فَعَلِمَ اَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ. ثُمَّ عَادَ فَاَذْنَبَ، فَقَالَ: اَىْ رَبّ، اِغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ. فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: اَذْنَبَ عَبْدِيْ ذَنْبًا، فَعَلِمَ اَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ، اِعْمَلْ مَا شِئْتَ فَقَدْ غَفَرْتُ لَكَ. مسلم 4: 2112
Dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW menurut apa yang beliau ceritakan dari Tuhannya 'Azza wa Jalla, beliau bersabda, "Ada seorang hamba berbuat dosa, lalu ia berdo'a, "Ya Allah, ampunilah dosaku !". Maka Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi berfirman, "Hamba-Ku melakukan suatu dosa, dan ia mengetahui bahwa ia mempunyai Tuhan yang mengampuni dosa dan menyiksa disebabkan dosa". Kemudian ia kembali melakukan dosa, lalu ia berdoa, "Ya Tuhanku, ampunilah dosaku !". Maka Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi berfirman, "Hamba-Ku telah berbuat dosa, dan ia mengetahui bahwa ia mempunyai Tuhan yang mengampuni dosa dan menyiksa disebabkan dosa. Lakukanlah yang kamu kehendaki, (selama kamu berbuat dosa lalu bertaubat), maka sungguh Aku mengampunimu". [HR. Muslim juz 4, hal. 2112]

عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: قَالَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: يَا ابْنَ ا?دَمَ، اِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِيْ غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيْكَ وَلاَ اُبَالِي، يَا ابْنَ ا?دَمَ، لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوْبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ وَلاَ اُبَالِي، يَا ابْنَ ا?دَمَ، اِنَّكَ لَوْ اَتَيْتَنِيْ بِقُرَابِ اْلاَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيْتَنِي لاَ تُشْرِكُ بِيْ شَيْئًا لَاَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً. الترمذى 5: 208، رقم: 3608، و قال: هذا حديث حسن غريب
Dari Anas bin Malik ia berkata : Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi berfirman: "Wahai anak Adam, sesungguhnya kamu, selama masih berdo'a kepada-Ku dan mengharapkan (ampunan)Ku, niscaya Aku mengampunimu, bagaimanapun keadaanmu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, seandainya dosa-dosamu telah mencapai setinggi langit, kemudian engkau meminta ampun kepada-Ku, niscaya aku akan mengampunimu, dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, seandainya engkau datang kepada-Ku dengan membawa kesalahan sepenuh bumi, kemudian kamu datang kepada-Ku dengan tidak mensekutukan sesuatu dengan-Ku, niscaya Aku akan datang kepadamu dengan ampunan sepenuh bumi pula". [HR. Tirmidzi juz 5, hal. 208, no.  3608, Ia berkata : Ini hadits hasan gharib]

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ اَنَّ رَجُلاً اَصَابَ مِنِ امْرَأَةٍ قُبْلَةً فَاَتَى النَّبِىَّ ص فَذَكَرَ ذ?لِكَ لَهُ. قَالَ: فَنَزَلَتْ اَقِمِ الصَّل?وةَ طَرَفَىِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مّنَ الَّيْلِ، اِنَّ الْحَسَن?تِ يُذْهِبْنَ السَّيّا?تِ، ذ?لِكَ ذِكْر?ى لِلذَّاكِرِيْنَ. قَالَ، فَقَالَ الرَّجُلُ: اَلِىَ ه?ذِهِ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: لِمَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ اُمَّتِى. مسلم 4: 2115
Dari 'Abdullah bin Mas'ud, bahwasanya ada seorang laki-laki mencium seorang perempuan. Kemudian ia datang kepada Nabi SAW, lalu menyampaikan hal itu kepada beliau. Lalu turunlah ayat " aqimish sholaata thorofayin nahaari wa zulafam minal laili, innal hasanaati yudhibnas sayyiaat, dzaalika dzikroo lidz-dzaakiriin"  (Dan dirikanlah shalat pada kedua tepi siang dan pada bahagian daripada malam. Sesungguhnya perbuatan yang baik menghapuskan (dosa) perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat). [QS Huud : 114].  Lalu orang laki-laki itu bertanya, "Apakah ayat ini untuk saya, ya Rasulullah ?". Beliau SAW bersabda, "Untuk orang yang melakukan hal itu dari ummatku". [HR. Muslim juz 4, hal. 2115]
Keterangan :
Menurut Imam Nawawiy dalam syarah Shahih Muslim. Yang dimaksud shalat pada kedua tepi siang adalah shalat Shubuh, Dhuhur dan 'Ashar. Sedangkan yang dimaksud "shalat pada bagian daripada malam" adalah shalat Maghrib dan 'Isyak.

عَنْ عَبْدِ اللهِ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ اِلَى النَّبِىّ ص فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، اِنّى عَالَجْتُ امْرَأَةً فِى اَقْصَى الْمَدِيْنَةِ، وَاِنّى اَصَبْتُ مِنْهَا مَا دُوْنَ اَنْ اَمَسَّهَا، فَاَنَا ه?ذَا، فَاقْضِ فِىَّ مَا شِئْتَ. فَقَالَ لَهُ عُمَرُ: لَقَدْ سَتَرَكَ اللهُ لَوْ سَتَرْتَ نَفْسَكَ. قَالَ: فَلَمْ يَرُدَّ النَّبِىُّ ص شَيْئًا. فَقَامَ الرَّجُلُ فَانْطَلَقَ. فَاَتْبَعَهُ النَّبِىُّ ص رَجُلاً دَعَاهُ، وَتَلاَ عَلَيْهِ ه?ذِهِ اْلا?يَةَ اَقِمِ الصَّل?وةَ طَرَفَىِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مّنَ الَّيْلِ، اِنَّ الْحَسَن?تِ يُذْهِبْنَ السَّيّا?تِ، ذ?لِكَ ذِكْر?ى لِلذَّاكِرِيْنَ فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ: يَا نَبِىَّ اللهِ، ه?ذَا لَهُ خَاصَّةً؟ قَالَ: بَلْ لِلنَّاسِ كَافَّةً. مسلم 4: 2116
Dari Abdullah (bin Mas'ud), ia berkata : Ada seorang laki-laki menemui Nabi SAW lalu berkata, "Ya Rasulullah, sesungguhnya saya telah bersenang-senang dengan seorang perempuan di ujung kota. Saya telah melakukan apasaja terhadapnya, namun saya tidak sampai menyetubuhinya. Maka sekarang inilah saya, berilah keputusan kepada saya menurut apa yang engkau kehendaki". Kemudian 'Umar (bin Khaththab) berkata kepadanya, "Sungguh Allah telah menutupimu, seandainya kamu menutupi dirimu". (Ibnu Mas'ud) berkata : Nabi SAW sedikitpun tidak menanggapinya. Maka orang laki-laki itu bangkit berdiri, lalu pergi. Kemudian Nabi SAW menyuruh seseorang untuk memanggilnya, lalu beliau membacakan ayat ini kepadanya "aqimish sholaata thorofayin nahaari wa zulafam minal laili, innal hasanaati yudhibnas sayyiaat, dzaalika dzikroo lidz-dzaakiriin"  (Dan dirikanlah shalat pada kedua tepi siang dan pada bahagian daripada malam. Sesungguhnya perbuatan yang baik menghapuskan (dosa) perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat). [QS Huud : 114]. Kemudian ada seorang laki-laki dari suatu kaum bertanya, "Ya Nabiyyullah, apakah hal ini khusus hanya untuk dia saja ?". Nabi SAW menjawab, "'Bahkan untuk manusia seluruhnya". [HR. Muslim juz 4, hal. 2116]

عَنْ اَبِى اُمَامَةَ قَالَ: بَيْنَمَا رَسُوْلُ اللهِ ص فِى الْمَسْجِدِ وَنَحْنُ قُعُوْدٌ مَعَهُ، اِذْ جَاءَ رَجُلٌ فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، اِنّى اَصَبْتُ حَدًّا فَاَقِمْهُ عَلَىَّ. فَسَكَتَ عَنْهُ رَسُوْلُ اللهِ ص، ثُمَّ اَعَادَ فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، اِنّى اَصَبْتُ حَدًّا فَاَقِمْهُ عَلَىَّ. فَسَكَتَ عَنْهُ. وَاُقِيْمَتِ الصَّلاَةُ. فَلَمَّا انْصَرَفَ نَبِىُّ اللهِ ص، قَالَ اَبُو اُمَامَةَ: فَاتَّبَعَ الرَّجُلُ رَسُوْلَ اللهِ ص حِيْنَ انْصَرَفَ، وَاتَّبَعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص اَنْظُرُ مَا يَرُدُّ عَلَى الرَّجُلِ، فَلَحِقَ الرَّجُلُ رَسُوْلَ اللهِ ص فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، اِنّى اَصَبْتُ حَدًّا فَاَقِمْهُ عَلَىَّ. قَالَ اَبُو اُمَامَةَ، فَقَالَ لَهُ رَسُوْلُ اللهِ ص: اَرَأَيْتَ حِيْنَ خَرَجْتَ مِنْ بَيْتِكَ، اَلَيْسَ قَدْ تَوَضَّأْتَ فَاَحْسَنْتَ الْوُضُوْءَ؟ قَالَ: بَلَى يَا رَسُوْلَ اللهِ. قَالَ: ثُمَّ شَهِدْتَ الصَّلاَةَ مَعَنَا؟ فَقَالَ: نَعَمْ يَا رَسُوْلَ اللهِ. قَالَ، فَقَالَ لَهُ رَسُوْلُ اللهِ ص: فَاِنَّ اللهَ قَدْ غَفَرَ لَكَ حَدَّكَ، اَوْ قَالَ ذَنْبَكَ. مسلم 4: 2117
Dari Abu Umamah, ia berkata : Pada waktu Rasulullah SAW berada di masjid, dan kamipun duduk bersama beliau, tiba-tiba datang seorang laki-laki lalu berkata, "Ya Rasulullah, sesungguhnya saya telah melakukan pelanggaran yang menyebabkan hukuman hadd, maka laksanakanlah hukuman itu kepada saya". Namun Rasulullah SAW hanya diam saja tidak menanggapinya. Kemudian laki-laki itu mengulangi lagi perkataannya, "Ya Rasulullah, sesungguhnya saya telah melakukan pelanggaran yang menyebabkan hukuman hadd, maka laksanakanlah hukuman itu kepada saya". Rasulullah tetap diam, tidak menjawabnya. Kemudian shalat diiqamati. Setelah selesai shalat dan Nabiyullah berpaling, maka orang laki-laki itu mengikuti Rasulullah SAW, dan akupun mengikuti Rasulullah SAW, aku memperhatikan apa yang akan beliau lakukan kepada orang laki-laki tersebut. Kemudian orang laki-laki tersebut menemui Rasulullah SAW lalu berkata, "Ya Rasulullah, sesungguhnya saya telah melakukan pelanggaran yang menyebabkan hukuman hadd, maka laksanakanlah hukuman itu kepada saya". Abu Umamah berkata : Lalu Rasulullah SAW bersabda kepada laki-laki tersebut, "Tahukah kamu ketika kamu keluar dari rumahmu, bukankah kamu telah berwudlu dan memperbagus wudlumu ?". Laki-laki itu menjawab, "Betul, ya Rasulullah"' Beliau bertanya lagi, "Kemudian kamu telah melaksanakan shalat berjamaah bersama kami ?". Orang laki-laki itu menjawab, "Betul, ya Rasulullah". Lalu Rasulullah SAW bersabda kepadanya, "'Sesungguhnya Allah telah mengampuni dosamu". [HR. Muslim juz 4, hal. 2117]

Bersambung…………


Demo Blog NJW V2 Updated at: 02:22

0 comments:

Post a Comment

Disarankan berkomentar menggunakan Akun Google+. Komentar SPAM dan SPAMMY (menyertakan link hidup, minta kunjungan balik, & nama blog) otomatis tidak akan muncul. Silahkan di Copy dan di Share kalau di rasa bermanfaat tidak perlu izin. Jika menginginkan Link Tinggalkan alamat Email, Sebelum bertanya, Cari Dulu di Kotak Pencarian! Thx