Jaminan 100%

“Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Akan hidup terus setelah mati

“Jika seorang manusia mati maka terputuslah darinya amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya.” .

Free Consultations

Konsultasi gratis di halaman Konsultasi. Konsultasi via email abuhening@gmail.com hanya untuk Layanan klien.

Taubat kepada Allah (2). (Sesungguhnya kasih sayang-Ku mengalahkan kemurkaan-Ku)

Posted by

Rasulullah SAW suriteladan yang baik (ke-107)
Taubat kepada Allah (2).
Hadits Nabi SAW :

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ اَنَّ النَّبِىَّ ص قَالَ: لَمَّا خَلَقَ اللهُ الْخَلْقَ، كَتَبَ فِى كِتَابِهِ، فَهُوَ عِنْدَهُ فَوْقَ الْعَرْشِ: اِنَّ رَحْمَتِيْ تَغْلِبُ غَضَبِيىْ. مسلم 4: 2107
Dari Abu Hurairah, bahwasanya Nabi SAW bersabda, "Setelah Allah selesai menciptakan makhluq, Allah menulis pada kitab-Nya, yaitu di sisi-Nya di atas 'Arsy : Sesungguhnya kasih sayang-Ku mengalahkan kemurkaan-Ku". [HR, Muslim juz 4, hal. 2107]

عَنْ اَبِى مُوْسَى عَنِ النَّبِىّ ص قَالَ: اِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوْبَ مُسِيْءُ النَّهَارِ، وَيَبْسُطُ يَدَهُ بِالنَّهَارِ لِيَتُوْبَ مُسِيْءُ اللَّيْلِ، حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا. مسلم 4: 2113
Dari Abu Musa, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla senantiasa membuka tangan-Nya pada malam hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa pada siang hari, dan Allah senantiasa membuka tangan-Nya pada siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa pada malam hari, dan yang demikian itu terus-menerus hingga matahari terbit dari tempat terbenamnya".  [HR. Muslim juz 4, hal. 2113]

عَنْ سَالِمٍ قَالَ: سَمِعْتُ اَبَا هُرَيْرَةَ يَقُوْلُ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُولُ: كُلُّ اُمَّتِى مُعَافَاةٌ اِلَّا الْمُجَاهِرِيْنَ، وَاِنَّ مِنَ اْلاِجْهَارِ اَنْ يَعْمَلَ الْعَبْدُ بِاللَّيْلِ عَمَلًا ثُمَّ يُصْبِحُ قَدْ سَتَرَهُ رَبُّهُ، فَيَقُوْلُ: يَا فُلَانُ، قَدْ عَمِلْتُ الْبَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا. وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ، فَيَبِيْتُ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ، وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللهِ عَنْهُ. مسلم 4: 2291
Dari Saalim, ia berkata : Saya mendengar Abu Hurairah berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Semua ummatku dimaafkan, kecuali orang-orang yang berbuat dosa dengan terang-terangan. Dan sesungguhnya diantara orang yang berbuat dosa dengan terang-terangan adalah seorang hamba yang melakukan suatu perbuatan di malam hari, kemudian di waktu pagi, padahal Tuhannya telah menutupinya, lalu ia berkata, "Hai fulan, sesungguhnya tadi malam aku telah melakukan begini dan begitu". Sesungguhnya semalam Tuhannya telah menutupi dosanya, maka ia pun bermalam dalam keadaan Tuhannya telah menutupi dosanya, lalu pagi harinya ia membuka tutup Allah itu darinya".  [HR. Muslim juz 4, hal. 2291]

عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللهِ قَالَ: سَمِعْتُ اَبَا هُرَيْرَةَ يَقُوْلُ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُولُ: كُلُّ اُمَّتِي مُعَافًى اِلَّا الْمُجَاهِرُوْنَ، وَاِنَّ مِنَ الْمَجَانَةِ اَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِاللَّيْلِ عَمَلًا، ثُمَّ يُصْبِحَ وَقَدْ سَتَرَهُ اللهُ، فَيَقُوْلَ: يَا فُلَانُ، عَمِلْتُ الْبَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا. وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ، وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللهِ عَنْهُ. البخارى 7: 89
Dari Ibnu Syihaab dari Saalim bin 'Abdullah, ia berkata ; Saya mendengar Abu Hurairah berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Semua ummatku dima'afkan, kecuali orang-orang yang berbuat dosa dengan terang-terangan. Dan sesungguhnya termasuk berbuat dosa dengan terang-terangan adalah orang yang melakukan suatu perbuatan di malam hari, kemudian di waktu pagi padahal Allah telah menutupinya, ia berkata, "Hai fulan, tadi malam aku telah melakukan begini dan begitu". Sungguh semalam Tuhannya telah menutupi dosanya, lalu di pagi harinya ia membuka tutup Allah itu darinya". [HR. Bukhari juz 7, hal. 89]

عَنْ اَبِى سَعِيْدِ اْلخُدْرِيّ اَنَّ نَبِيَّ اللهِ ص قَالَ: كَانَ فِيْمَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ رَجُلٌ قَتَلَ تِسْعَةً وَ تِسْعِيْنَ نَفْسًا، فَسَأَلَ عَنْ اَعْلَمِ اَهْلِ اْلاَرْضِ فَدُلَّ عَلَى رَاهِبٍ، فَاَتَاهُ، فَقَالَ: اِنَّهُ قَتَلَ تِسْعَةً وَ تِسْعِيْنَ نَفْسًا فَهَلْ لَهُ مِنْ تَوْبَةٍ؟ فَقَالَ: لَا. فَقَتَلَهُ. فَكَمَّلَ بِهِ مِائَةً. ثُمَّ سَأَلَ عَنْ اَعْلَمِ اَهْلِ اْلاَرْضِ، فَدُلَّ عَلَى رَجُلٍ عَالِمٍ، فَقَالَ: اِنَّهُ قَتَلَ مِائَةَ نَفْسٍ، فَهَلْ لَهُ مِنْ تَوْبَةٍ؟ فَقَالَ: نَعَمْ، وَ مَنْ يَحُوْلُ بَيْنَهُ وَ بَيْنَ التَّوْبَةِ؟ اِنْطَلِقْ اِلَى اَرْضِ كَذَا وَ كَذَا، فَاِنَّ بِهَا اُنَاسًا يَعْبُدُوْنَ اللهَ، فَاعْبُدِ اللهَ مَعَهُمْ، وَ لَا تَرْجِعْ اِلَى اَرْضِكَ فَاِنَّهَا اَرْضُ سَوْءٍ. فَانْطَلَقَ حَتَّى اِذَا نَصَفَ الطَّرِيْقَ اَتَاهُ الْمَوْتُ. فَاخْتَصَمَتْ فِيْهِ مَلَائِكَةُ الرَّحْمَةِ وَ مَلَائِكَةُ اْلعَذَابِ، فَقَالَتْ مَلَائِكَةُ الرَّحْمَةِ: جَاءَ تَائِبًا مُقْبِلًا بِقَلْبِهِ اِلَى اللهِ. وَ قَالَتْ مَلَائِكَةُ اْلعَذَابِ: اِنَّهُ لَمْ يَعْمَلْ خَيْرًا قَطُّ. فَاَتَاهُمْ مَلَكٌ فِى صُوْرَةِ آدَمِيّ فَجَعَلُوْهُ بَيْنَهُمْ. فَقَالَ: قِيْسُوْا مَا بَيْنَ اْلاَرْضَيْنِ، فَاِلَى اَيَّتِهِمَا كَانَ اَدْنَى فَهُوَ لَهُ. فَقَاسُوْهُ فَوَجَدُوْهُ اَدْنَى اِلَى اْلاَرْضِ الَّتِى اَرَادَ، فَقَبَضَتْهُ مَلَائِكَةُ الرَّحْمَةِ. مسلم 4: 2118
Dari Abu Sa’id Al-Khudriy, bahwasanya Nabiyallah SAW bersabda, “Dahulu diantara orang sebelum kalian ada seorang laki-laki yang telah membunuh sembilan puluh sembilan orang. Lalu dia bertanya (minta ditunjukkan) kepada orang yang paling 'alim dari penduduk bumi, lalu dia ditunjukkan kepada seorang rahib (pendeta). Kemudian orang tersebut datang kepada rahib yang ditunjukkan itu. Lalu dia bertanya kepada rahib tersebut, “Sesungguhnya orang itu telah membunuh sembilan puluh sembilan orang, apakah dia masih bisa diterima taubatnya ?”. Rahib itu menjawab, “Tidak, tidak bisa !”. Lalu orang itu membunuh rahib tersebut, maka genaplah dia membunuh seratus orang. Kemudian orang tersebut bertanya (minta ditunjukkan) kepada orang yang paling 'alim dari penduduk bumi, lalu dia ditunjukkan kepada seorang laki-laki yang ‘alim (pandai). Lalu dia bertanya, “Sesungguhnya orang itu telah membunuh seratus orang, apakah dia masih bisa diterima taubatnya ?”. Orang ‘alim tersebut menjawab, “Ya”. Siapa yang bisa menghalanginya dari taubat ?. Maka untuk melaksanakan taubat itu pergilah ke daerah ini dan ini, disana ada orang-orang yang menyembah kepada Allah, maka menyembahlah kepada Allah bersama mereka, dan janganlah kamu kembali ke daerahmu, karena daerahmu itu daerah yang buruk”. Kemudian orang tersebut pergi (ke tempat yang ditunjukkan). Ketika sampai di tengah perjalanan, dia meninggal dunia. Maka berselisihlah para malaikat rahmat dengan para malaikat 'adzab. Berkata malaikat rahmat, “Orang itu betul-betul telah bertaubat sepenuh hati kepada Allah”. Dan berkata malaikat 'adzab, “Sesungguhnya dia belum beramal baik sama sekali”. Kemudian datanglah seorang malaikat berbentuk manusia, lalu para malaikat rahmat dan para malaikat 'adzab menjadikannya sebagai penengah. Malaikat yang menjadi penengah itu berkata, "Ukurlah jarak antara dua tempat itu, lalu mana yang lebih dekat dengannya, maka itulah yang menjadi haknya". Kemudian mereka mengukurnya, dan mereka mendapati orang yang mati tersebut lebih dekat kepada tempat yang dituju, maka akhirnya ia diambil oleh malaikat rahmat”. [HR. Muslim juz 4, hal. 2118]

عَنْ اَبِى سَعِيْدٍ الْخُدْرِىّ عَنِ النَّبِىّ ص، اَنَّ رَجُلًا قَتَلَ تِسْعَةً وَتِسْعِيْنَ نَفْسًا. فَجَعَلَ يَسْأَلُ، هَلْ لَهُ مِنْ تَوْبَةٍ؟ فَاَتَى رَاهِبًا فَسَأَلَهُ. فَقَالَ: لَيْسَتْ لَكَ تَوْبَةٌ. فَقَتَلَ الرَّاهِبَ. ثُمَّ جَعَلَ يَسْأَلُ، ثُمَّ خَرَجَ مِنْ قَرْيَةٍ اِلَى قَرْيَةٍ فِيْهَا قَوْمٌ صَالِحُوْنَ. فَلَمَّا كَانَ فِى بَعْضِ الطَّرِيْقِ اَدْرَكَهُ الْمَوْتُ، فَنَأَى بِصَدْرِهِ، ثُمَّ مَاتَ. فَاخْتَصَمَتْ فِيْهِ مَلَائِكَةُ الرَّحْمَةِ وَمَلَائِكَةُ الْعَذَابِ، فَكَانَ اِلَى الْقَرْيَةِ الصَّالِحَةِ اَقْرَبَ مِنْهَا بِشِبْرٍ، فَجُعِلَ مِنْ اَهْلِهَا. مسلم 4: 2119
Dari Abu Sa'id Al-Khudriy dari Nabi SAW bahwasanya ada seorang laki-laki yang telah membunuh sembilan puluh sembilan orang, lalu dia bertanya (kepada seseorang), apakah dia masih bisa diterima taubatnya ?. Lalu dia datang kepada seorang rahib dan menanyakan tentang hal itu. Rahib itu menjawab, "Tidak ada taubat untukmu". Lalu dia membunuh rahib tersebut, (sehingga ia genap membunuh seratus orang). Lalu dia bertanya kepada seseorang. Dan untuk melaksanakan taubatnya itu dia pergi dari satu desa (yang penduduknya orang-orang jahat), menuju ke desa lain yang di situ penduduknya orang-orang yang shalih-shalih. Setelah di tengah perjalanan (ia meninggal), ketika akan meninggal dia mencondongkan dadanya (ke arah desa yang dituju tersebut), kemudian dia meninggal. Lalu para malaikat rahmat dan para malaikat 'adzab saling berebut. Setelah diukur jarak perjalanannya, ternyata ia sejengkal lebih dekat kepada desa yang penduduknya orang-orang yang shalih-shalih (dari pada desa yang ditinggalkan tersebut). Maka ia pun digolongkan sebagai penghuni desa yang penduduknya orang-orang yang shalih-shalih tersebut. [HR, Muslim juz 4, hal. 2119]

عَنْ اَبِي سَعِيْدٍ الْخُدْرِيّ قَالَ: اَلَا اُخْبِرُكُمْ بِمَا سَمِعْتُ مِنْ فِى رَسُوْلِ اللهِ ص؟ سَمِعَتْهُ اُذُنَايَ وَوَعَاهُ قَلْبِي، اِنَّ عَبْدًا قَتَلَ تِسْعَةً وَتِسْعِيْنَ نَفْسًا، ثُمَّ عَرَضَتْ لَهُ التَّوْبَةُ. فَسَأَلَ عَنْ اَعْلَمِ اَهْلِ اْلاَرْضِ. فَدُلَّ عَلَى رَجُلٍ فَاَتَاهُ. فَقَالَ: اِنّي قَتَلْتُ تِسْعَةً وَتِسْعِيْنَ نَفْسًا، فَهَلْ لِيْ مِنْ تَوْبَةٍ؟ قَالَ: بَعْدَ تِسْعَةٍ وَتِسْعِيْنَ نَفْسًا؟ قَالَ فَانْتَضَى سَيْفَهُ فَقَتَلَهُ. فَاَكْمَلَ بِهِ الْمِائَةَ. ثُمَّ عَرَضَتْ لَهُ التَّوْبَةُ، فَسَأَلَ عَنْ اَعْلَمِ اَهْلِ اْلاَرْضِ. فَدُلَّ عَلَى رَجُلٍ. فَاَتَاهُ، فَقَالَ: اِنّي قَتَلْتُ مِائَةَ نَفْسٍ، فَهَلْ لِي مِنْ تَوْبَةٍ؟ قَالَ فَقَالَ: وَيْحَكَ، وَمَنْ يَحُوْلُ بَيْنَكَ وَ بَيْنَ التَّوْبَةِ ؟ اُخْرُجْ مِنَ الْقَرْيَةِ الْخَبِيْثَةِ الَّتِي اَنْتَ فِيْهَا اِلَى اْلقَرْيَةِ الصَّالِحَةِ، قَرْيَةِ كَذَا وَكَذَا. فَاعْبُدْ رَبَّكَ فِيْهَا. فَخَرَجَ يُرِيْدُ اْلقَرْيَةَ الصَّالِحَةَ، فَعَرَضَ لَهُ اَجَلُهُ فِي الطَّرِيْقِ. فَاخْتَصَمَتْ فِيْهِ مَلَائِكَةُ الرَّحْمَةِ وَمَلَائِكُةُ الْعَذَابِ. قَالَ اِبْلِيْسُ: اَنَا اَوْلَى بِهِ، اِنَّهُ لَمْ يَعْصِنِيْ سَاعَةً قَطُّ. قَالَ، فَقَالَتْ مَلَائِكَةُ الرَّحْمَةِ: اِنَّهُ خَرَجَ تَائِبًا. قَالَ هَمَّامٌ فَحَدَّثَنِي حُمَيْدٌ الْطَّوِيْلُ عَنْ بَكْرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ عَنْ اَبِي رَافِعٍ قَالَ، فَبَعَثَ اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ مَلَكًا. فَاخْتَصَمُوْا اِلَيْهِ ثُمَّ رَجَعُوْا. فَقَالَ: اُنْظُرُوْا، اَيَّ اْلقَرْيَتَيْنِ كَانَتْ اَقْرَبَ فَاَلْحِقُوْهُ بِاَهْلِهَا. قَالَ قَتَادَةُ: فَحَدَّثَنَا الْحَسَنُ قَالَ: لَمَّا حَضَرَهُ الْمَوْتُ اِحْتَفَزَ بِنَفْسِهِ فَقَرُبَ مِنَ الْقَرْيَةِ الصَّالِحَةِ وَبَاعَدَ مِنْهُ اْلقَرْيَةَ الْخَبِيْثَةَ. فَاَلْحَقُوْهُ بِاَهْلِ اْلقَرْيَةِ الصَّالِحَةِ. ابن ماجه 2: 875، رقم:2622
Dari Abu Sa'id Al-Khudriy, ia berkata : Maukah aku beritahukan kepada kalian dengan sesuatu yang aku dengar keluar dari lisan Rasulullah SAW ? Aku mendengar dengan kedua telingaku dan hatikupun menerimanya, beliau bersabda, "Sesungguhnya ada seseorang yang telah membunuh sembilan puluh sembilan orang, kemudian ia ingin bertaubat. Lalu ia bertanya (minta ditunjukkan) kepada seorang yang paling 'alim di muka bumi. Kemudian ia ditunjukkan kepada seseorang, maka ia pun datang kepadanya, lalu ia berkata, "Sesungguhnya aku telah membunuh sembilan puluh sembilan orang, apakah masih terbuka pintu taubat untukku?". Orang tersebut menjawab, "Telah membunuh sembilan puluh sembilan orang ? Sudah tidak ada taubat untukmu". Lalu pembunuh itu menghunus pedangnya, lalu membunuh orang tersebut. Dengan demikian genaplah seratus orang yang dia bunuh. Kemudian ia pun masih ingin bertaubat. Lalu ia bertanya (minta ditunjukkan) kepada orang yang paling 'alim di muka bumi. Kemudian ia ditunjukkan kepada seseorang. Maka ia pun datang kepadanya, lalu la bertanya, "Aku telah membunuh seratus orang, apakah masih terbuka pintu taubat untukku?". Orang 'alim itu menjawab, "Celaka kamu ! Siapakah yang dapat menghalangimu untuk bertaubat ? Keluarlah kamu dari perkampungan yang buruk yang kamu tempati itu, dan pindahlah ke perkampungan yang baik, yaitu kampung ini dan ini. Beribadahlah kepada Tuhanmu di sana". Lalu si pembunuh itu pun keluar menuju perkampungan yang baik tersebut. Di tengah perjalanan ia meninggal. Kemudian para malaikat rahmat berebut dengan para malaikat 'adzab. Iblis berkata, "Akulah yang lebih berhak terhadap orang ini, karena ia tidak pernah menentang perintahku sama sekali". Malaikat rahmat berkata, "Sesungguhnya ia telah pergi dalam keadaan bertaubat". Hammam berkata : Telah menceritakan kepadaku Humaid Ath-Thawiil, dari Bakr bin 'Abdullah, dari Abu Raafi', ia berkata, "Lalu Allah 'Azza wa Jalla mengutus seorang malaikat. Kemudian para malaikat itu berbantah dengan seorang malaikat yang dikirim oleh Allah tersebut, Namun akhirnya mereka ruju'. Lalu seorang malaikat yang dikirim oleh Allah itu berkata, "Lihatlah, mana diantara dua perkampungan itu yang lebih dekat padanya, lalu golongkanlah ia pada penghuni kampung tersebut". Qatadah berkata : Telah menceritakan kepada kami Al-Hasan, ia berkata, "Ketika orang tersebut akan meninggal, ia mencondongkan dirinya sehingga ia lebih dekat kepada perkampungan yang baik itu, dan menjadi lebih jauh dari perkampungan yang buruk tersebut. Maka para malaikat menggolongkannya sebagai penduduk kampung yang baik itu". [HR. Ibnu Majah juz 2, hal. 875, no. 2622]

Bersambung………


Demo Blog NJW V2 Updated at: 02:19

0 comments:

Post a Comment

Disarankan berkomentar menggunakan Akun Google+. Komentar SPAM dan SPAMMY (menyertakan link hidup, minta kunjungan balik, & nama blog) otomatis tidak akan muncul. Silahkan di Copy dan di Share kalau di rasa bermanfaat tidak perlu izin. Jika menginginkan Link Tinggalkan alamat Email, Sebelum bertanya, Cari Dulu di Kotak Pencarian! Thx