Jaminan 100%

“Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Akan hidup terus setelah mati

“Jika seorang manusia mati maka terputuslah darinya amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya.” .

Free Consultations

Konsultasi gratis di halaman Konsultasi. Konsultasi via email abuhening@gmail.com hanya untuk Layanan klien.

Zuhud (tidak rakus) pada dunia dan ridla dengan apa yang ada (3).

Posted by


tauhid
Rasulullah SAW suriteladan yang baik (ke-104)
Zuhud (tidak rakus) pada dunia dan ridla dengan apa yang ada (3).

عَنْ اَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اُنْظُرُوْا اِلَى مَنْ هُوَ اَسْفَلَ مِنْكُمْ، وَلَا تَنْظُرُوْا اِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ، فَاِنَّهُ اَجْدَرُ اَنْ لَا تَزْدَرُوْا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ. ابن ماجه 2: 1387، رقم: 4142
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Lihatlah kepada yang di bawah kalian, dan janganlah kalian melihat kepada orang yang di atas kalian. Karena yang demikian itu lebih pantas agar kalian tidak meremehkan ni'mat Allah yang telah diberikan kepada kalian". [HR. Ibnu Majah juz 2, hal. 1387, no. 4142]

عَنْ اَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اُنْظُرُوْا اِلَى مَنْ اَسْفَلَ مِنْكُمْ، وَلَا تَنْظُرُوْا اِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ، فَهُوَ اَجْدَرُ اَنْ لَا تَزْدَرُوْا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ. مسلم 4: 2275
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Lihatlah kepada yang di bawah kalian, dan janganlah kalian melihat kepada orang yang di atas kalian. Karena yang demikian itu lebih pantas agar kalian tidak meremehkan ni'mat Allah yang telah diberikan kepada kalian". [HR. Muslim juz 4, hal. 2275]

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: اِذَا نَظَرَ اَحَدُكُمْ اِلَى مَنْ فُضّلَ عَلَيْهِ فِى الْمَالِ وَالْخَلْقِ، فَلْيَنْظُرْ اِلَى مَنْ هُوَ اَسْفَلَ مِنْهُ مِمَّنْ فُضّلَ عَلَيْهِ. مسلم 4: 2275
Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah SAW  bersabda, "Apabila seseorang diantara kalian melihat orang yang diberi kelebihan di bidang harta dan bentuk fisiknya, maka lihatlah kepada orang yang lebih di bawahnya dari orang yang diberi kelebihan tersebut". [HR. Muslim juz 4, hal. 2275]

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَل?كِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ. مسلم 2: 726
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Hakikat kaya itu bukanlah banyaknya harta, tetapi kaya yang sebenarnya adalah kaya hati". [HR. Muslim juz 2.hal. 726]

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: قَدْ اَفْلَحَ مَنْ اَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللهُ. الترمذى 4: 6، رقم: 2452، هذا حديث حسن صحيح
Dari 'Abdullah bin 'Amr, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh beruntung (menjadi) orang Islam, diberi rezqi  yang pas-pasan  dan Allah menjadikannya orang yang qona'ah". [HR. Tirmidzi juz 4, hal. 6, no. 2452, ia berkata : Ini hadits hasan shahih]

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ اْلعَاصِ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: قَدْ اَفْلَحَ مَنْ اَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللهُ بِمَا آتَاهُ. مسلم 2: 730
Dari 'Abdullah bin 'Amr bin Al-'Aash, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh beruntung (menjadi) orang Islam, diberi rezqi  yang pas-pasan  dan Allah menjadikannya orang yang qona'ah terhadap pemberian-Nya". [HR. Muslim juz 2, hal. 730]

عَنْ خَبَّابِ بْنِ اْلاَرَتّ قَالَ: شَكَوْنَا اِلَى رَسُوْلِ اللهِ ص وَهُوَ مُتَوَسّدٌ بُرْدَةً لَهُ فِي ظِلّ الْكَعْبَةِ قُلْنَا لَهُ: اَلَا تَسْتَنْصِرُ لَنَا، اَلَا تَدْعُو اللهَ لَنَا. قَالَ: كَانَ الرَّجُلُ فِيْمَنْ قَبْلَكُمْ يُحْفَرُ لَهُ فِي اْلاَرْضِ فَيُجْعَلُ فِيْهِ فَيُجَاءُ بِالْمِنْشَارِ فَيُوْضَعُ عَلَى رَأْسِهِ فَيُشَقُّ بِاثْنَتَيْنِ وَ مَا يَصُدُّهُ ذ?لِكَ عَنْ دِيْنِهِ وَ يُمْشَطُ بِاَمْشَاطِ اْلحَدِيْدِ مَا دُوْنَ لَحْمِهِ مِنْ عَظْمٍ اَوْ عَصَبٍ وَ مَا يَصُدُّهُ ذ?لِكَ عَنْ دِيْنِهِ. وَ اللهِ لَيَتِمَّنَّ ه?ذَا اْلاَمْرُ حَتَّى يَسِيْرَ الرَّاكِبُ مِنْ صَنْعَاءَ اِلَى حَضْرَمَوْتَ لَا يَخَافُ اِلَّا اللهَ اَوِ الذّئْبَ عَلَى غَنَمِهِ وَ ل?كِنَّكُمْ تَسْتَعْجِلُوْنَ. البخارى 4: 179
Dari Khabbaab bin Al-Aratt, ia berkata; "Kami pernah mengadu kepada Rasulullah SAW, ketika itu beliau sedang berada di bawah naungan Ka'bah dengan berbantalkan kain selimut beliau. Kami berkata, Apakah tidak sebaiknya engkau memohonkan pertolongan buat kami ?. Apakah tidak sebaiknya engkau berdo'a memohon kepada Allah untuk kami ?". Beliau bersabda, Dahulu ada seorang laki-laki dari ummat sebelum kalian, dibuatkan lubang di tanah untuknya lalu ia dimasukkan di dalamnya, lalu diambilkan gergaji, kemudian gergaji itu diletakkan di kepalanya lalu ia dibelah menjadi dua, namun hal itu tidak menghalanginya dari agamanya. Dan adalagi yang disisir dengan sisir dari besi mengenai tulang dan urat di bawah dagingnya, namun hal itu tidak menghalanginya dari agamanya. Demi Allah, sungguh urusan (Islam) ini akan sempurna sehingga orang yang mengendarai unta berjalan dari Shanaa ke Hadlramaut, tidak ada yang ditakutinya melainkan Allah, atau terhadap serigala atas kambing-kambingnya, akan tetapi kalian sangat tergesa-gesa". [HR. Bukhari juz 4, hal. 179]

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: خَرَجَ رَسُوْلُ اللهِ ص ذَاتَ يَوْمٍ اَوْ لَيْلَةٍ فَاِذَا هُوَ بِاَبِى بَكْرٍ وَ عُمَرَ فَقَالَ: مَا اَخْرَجَكُمَا مِنْ بُيُوْتِكُمَا ه?ذِهِ السَّاعَةَ؟ قَالَا: اَلْجُوْعُ يَا رَسُوْلَ اللهِ. قَالَ: وَ اَنَا وَ الَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَاَخْرَجَنِى الَّذِى اَخْرَجَكُمَا، قُوْمُوْا، فَقَامُوْا مَعَهُ، فَاَتَى رَجُلًا مِنَ اْلاَنْصَارِ، فَاِذَا هُوَ لَيْسَ بِبَيْتِهِ. فَلَمَّا رَأَتْهُ الْمَرْأَةُ قَالَتْ: مَرْحَبًا وَ اَهْلًا. فَقَالَ لَهَا رَسُوْلُ اللهِ ص: اَيْنَ فُلَانٌ؟ قَالَتْ: ذَهَبَ يَسْتَعْذِبُ لَنَا مِنَ الْمَاءِ. اِذْ جَاءَ اْلاَنْصَارِيُّ فَنَظَرَ اِلَى رَسُوْلِ اللهِ ص وَ صَاحِبَيْهِ ثُمَّ قَالَ: اَلْحَمْدُ لِلّ?هِ مَا اَحَدٌ اْليَوْمَ اَكْرَمَ اَضْيَافًا مِنّى. قَالَ: فَانْطَلَقَ فَجَاءَهُمْ بِعِذْقٍ فِيْهِ بُسْرٌ وَ تَمْرٌ وَ رُطَبٌ، فَقَالَ: كُلُوْا مِنْ ه?ذِهِ. وَ اَخَذَ الْمُدْيَةَ. فَقَالَ لَهُ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِيَّاكَ وَ اْلحَلُوْبَ، فَذَبَحَ لَهُمْ، فَاَكَلُوْا مِنَ الشَّاةِ وَ مِنْ ذ?لِكَ اْلعِذْقِ وَ شَرِبُوْا. فَلَمَّا اَنْ شَبِعُوْا وَ رَوُوْا قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص لِاَبِى بَكْرٍ وَ عُمَرَ: وَ الَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَتُسْئَلُنَّ عَنْ ه?ذَا النَّعِيْمِ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ. اَخْرَجَكُمْ مِنْ بُيُوْتِكُمُ الْجُوْعُ، ثُمَّ لَمْ تَرْجِعُوْا حَتَّى اَصَابَكُمْ ه?ذَا النَّعِيْمُ. مسلم 3: 1609
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Pada suatu hari atau suatu malam Rasulullah SAW keluar rumah. Tiba-tiba beliau bertemu dengan Abu Bakar dan 'Umar. Kemudian beliau bertanya, “Apa yang menyebabkan kalian berdua keluar rumah pada saat ini ?”. Kedua shahabat tersebut menjawab, “Lapar, ya Rasulullah”. Beliau bersabda, “Adapun saya, demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, yang menyebabkan aku keluar, sama dengan yang menyebabkan kamu berdua keluar. Berdirilah”. Maka mereka berdiri bersama beliau lalu datang ke tempat seorang laki-laki Anshar. Ternyata orang Anshar tersebut tidak ada di rumah. Setelah istrinya melihat Rasulullah SAW datang, dia berkata, “Selamat datang ya Rasulullah !”. Lalu Rasulullah SAW bertanya kepadanya, “Kemana si fulan (suamimu) ?” Wanita itu menjawab, “Dia sedang mencari air bersih untuk kami”. Tiba-tiba orang Anshar itu datang, lalu melihat kepada Rasulullah SAW dan kedua shahabatnya, kemudian berkata, “Alhamdulillah, tidak ada seorang pun pada hari ini yang lebih mulya tamunya dari pada saya”. Kemudian orang laki-laki Anshar tersebut pergi sebentar, lalu datang dengan membawa setandan kurma, ada yang mentah, yang masak, dan yang segar, seraya mempersilakan, “Makanlah !”. Kemudian orang tersebut mengambil pisau (untuk menyembelih kambing). Rasulullah SAW bersabda kepadanya, “Jangan menyembelih kambing yang menyusui”. Lalu orang tersebut menyembelih kambing untuk tamunya. Kemudian mereka makan daging kambing, makan kurma dan minum. Setelah mereka kenyang dari makan minum, Rasulullah SAW bersabda kepada Abu Bakar dan 'Umar, “Demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh kamu sekalian akan ditanya dari ni’mat ini pada hari qiyamat. Rasa lapar menyebabkan kalian keluar dari rumah kalian, kemudian tidaklah kalian pulang sehingga kalian mendapatkan keni'matan ini”. [HR. Muslim juz 3, hal. 1609]

عَنْ اَبِى الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ قَالَ: بَعَثَنَا رَسُوْلُ اللهِ ص، وَ اَمَّرَ عَلَيْنَا اَبَا عُبَيْدَةَ نَتَلَقَّى عِيْرًا لِقُرَيْشٍ وَ زَوَّدَنَا جِرَابًا مِنْ تَمْرٍ لَمْ يَجِدْ لَنَا غَيْرَهُ، فَكَانَ اَبُوْ عُبَيْدَةَ يُعْطِيْنَا تَمْرَةً تَمْرَةً، قَالَ، فَقُلْتُ: كَيْفَ كُنْتُمْ تَصْنَعُوْنَ بِهَا؟ قَالَ: نَمَصُّهَا كَمَا يَمَصُّ الصَّبِيُّ، ثُمَّ نَشْرَبُ عَلَيْهَا مِنَ الْمَاءِ فَتَكْفِيْنَا يَوْمَنَا اِلَى اللَّيْلِ، وَ كُنَّا نَضْرِبُ بِعِصِيّنَا اْلخَبَطَ، ثُمَّ نَبُلُّهُ بِالْمَاءِ فَنَأْكُلُهُ. مسلم 3: 1535
Dari Abu Zubair, dari Jabir (bin Abdullah) ia berkata : Rasulullah pernah mengutus kami untuk mencegat rombongan dagang Quraisy (yang datang dari Syam) dan menjadikan Abu 'Ubaidah sebagai pimpinan kami. Beliau membekali kami dengan sekantong kurma, dan kami tidak mendapatkan bekal lainnya. Maka Abu 'Ubaidah (sebagai pimpinan) memberikan kepada kami satu kurma satu kurma. Lalu aku (Abu Zubair) bertanya, “Bagaimana kalian perbuat dengannya ?”. Ia (Jabir)  menjawab, “Kami menghisapnya seperti anak kecil menghisapnya”. Lalu kami minum air, maka cukup untuk kekuatan kami sehari semalam. Dan kami memukul daun-daun pohon dengan tongkat-tongkat kami lalu kami membasahi dengan air dan kami memakannya”. [HR. Muslim  juz 3, hal. 1535]

عَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ، حَدَّثَنِى عُمَرُ بْنُ اْلخَطَّابِ، قَالَ: دَخَلْتُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ ص وَ هُوَ عَلَى حَصِيْرٍ، قَالَ: فَجَلَسْتُ، فَاِذَا عَلَيْهِ اِزَارٌ وَ لَيْسَ عَلَيْهِ غَيْرُهُ وَ اِذَا اْلحَصِيْرُ قَدْ اَثَّرَ فِى جَنْبِهِ. وَ اِذَا اَنَا بِقَبْضَةٍ مِنْ شَعِيْرٍ نَحْوِ الصَّاعِ وَ قَرَظٍ فِى نَاحِيَةٍ فِى اْلغُرْفَةِ، وَ اِذَا اِهَابٌ مُعَلَّقٌ فَابْتَدَرَتْ عَيْنَايَ، فَقَالَ: مَا يُبْكِيْكَ يَا بْنَ اْلخَطَّابِ؟ فَقُلْتُ: يَا نَبِيَّ اللهِ، وَ مَا لِى لَا اَبْكِى؟ وَ ه?ذَا اْلحَصِيْرُ قَدْ اَثَّرَ فِى جَنْبِكَ، وَ ه?ذِهِ خِزَانَتُكَ لَا اَرَى فِيْهَا اِلَّا مَا اَرَى، وَ ذ?لِكَ كِسْرَى وَ قَيْصَرُ فِى الثّمَارِ وَ اْلاَنْهَارِ وَ اَنْتَ نَبِيُّ اللهِ وَ صَفْوَتُهُ وَ ه?ذِهِ خِزَانَتُكَ. قَالَ: يَا بْنَ اْلخَطَّابِ اَلَا تَرْضَى اَنْ تَكُوْنَ لَنَا اْلآخِرَةُ وَ لَهُمُ الدُّنْيَا؟ قُلْتُ: بَلَى. ابن ماجه 2: 1390، رقم: 4153
Dari 'Abdullah bin Abbas, ia berkata, Umar bin Khaththab menceritakan kepadaku, ia berkata, “Aku datang kepada Rasulullah SAW, pada waktu itu beliau di atas tikar”. Umar melanjutkan ceritanya, “Lalu aku duduk. Pada waktu itu beliau hanya mengenakan izaar, dan tikar tersebut membekas pada badan beliau. Pada waktu itu aku memperhatikan, ada seikat sya'ir (gandum) kira-kira satu sha’, dan daun qaradh (daun untuk menyamak kulit) berada di bagian kamar beliau, dan kulit (kambing) yang tergantung (yang belum selesai disamak), maka kedua mataku berlinangan air mata”. Beliau bertanya, “Apa yang membuat kamu menangis wahai Ibnul Khaththab ?”. (Umar) menjawab, “Wahai Nabiyalloh, bagaimana aku tidak menangis, tikar ini telah membekas pada badanmu, sedangkan di kamarmu aku tidak melihat barang-barang kecuali apa yang telah kulihat. Sedangkan di sana raja Kisra (raja Persia) dan Kaisar (raja Romawi) bermewah-mewah di istana dengan taman-taman yang berbuah dan sungai-sungai, padahal engkau adalah Nabiyalloh dan pilihan-Nya, dan hanya demikian ini simpanan tuan”. Rasulullah SAW bersabda, “Hai Ibnul Khaththab, apakah kamu tidak ridla bahwa kita mendapatkan akhirat sedangkan mereka mendapatkan dunia ?”. Aku menjawab, "Ya, saya ridlo". [HR. Ibnu Majah juz 2, hal. 1390, no. 4153]

عَنْ خَبَّابِ بْنِ اْلاَرَتّ قَالَ: هَاجَرْنَا مَعَ رَسُوْلِ اللهِ ص فِى سَبِيْلِ اللهِ، نَبْتَغِى وَجْهَ اللهِ. فَوَجَبَ اَجْرُنَا عَلَى اللهِ. فَمِنَّا مَنْ مَضَى لَمْ يَأْكُلْ مِنْ اَجْرِهِ شَيْئًا. مِنْهُمْ مُصْعَبُ بْنُ عُمَيْرٍ. قُتِلَ يَوْمَ اُحُدٍ. فَلَمْ يُوْجَدْ لَهُ شَيْءٌ يُكَفَّنُ فِيْهِ اِلَّا نَمِرَةٌ. فَكُنَّا اِذَا وَضَعْنَاهَا عَلَى رَأْسِهِ خَرَجَتْ رِجْلَاهُ، وَ اِذَا وَضَعْنَاهَا عَلَى رِجْلَيْهِ خَرَجَ رَأْسُهُ. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: ضَعُوْهَا مِمَّا يَلِى رَأْسَهُ وَ اجْعَلُوْا عَلَى رِجْلَيْهِ اْلاِذْخِرَ. وَمِنَّا مَنْ اَيْنَعَتْ لَهُ ثَمَرَتُهُ، فَهُوَ يَهْدُبُهَا. مسلم 2: 649.
Dari Khabbab bin Aratt, ia berkata : Kami berhijrah bersama Rasulullah SAW fii sabiilillaah dengan mengharap ridla Allah, maka Allah yang akan memberi pahala kepada kami. Lalu diantara kami ada yang meninggal belum merasakan hasil kemenangan sedikitpun. Diantara mereka itu ialah Mushab bin Umair, ia gugur pada perang Uhud. Tidak ada sesuatu yang dipakai untuk mengkafaninya kecuali kain yang bergaris yang melekat di tubuhnya. Apabila kain itu kami tarik untuk menutup kepalanya, maka tampaklah kedua kakinya. Dan apabila kami tarik untuk menutup kedua kakinya, maka tampaklah kepalanya. Lalu Rasulullah SAW bersabda, Tutupkanlah dari kepalanya, lalu tutuplah pada kedua kakinya dengan rumput Idzkhir. Dan diantara kami ada pula yang (ibarat) tanamannya sudah berbuah (sudah mamur) maka ia bisa merasakan hasilnya. [HR Muslim juz 2, hal. 649]

Bersambung ……..


Demo Blog NJW V2 Updated at: 03:33

0 comments:

Post a Comment

Disarankan berkomentar menggunakan Akun Google+. Komentar SPAM dan SPAMMY (menyertakan link hidup, minta kunjungan balik, & nama blog) otomatis tidak akan muncul. Pertanyaan OOT silakan di Halaman Ruang Konsultasi. Jika menginginkan Link Tinggalkan alamat Email, Sebelum bertanya, Cari Dulu di Kotak Pencarian! Thx