Jaminan 100%

“Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Akan hidup terus setelah mati

“Jika seorang manusia mati maka terputuslah darinya amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya.” .

Free Consultations

Konsultasi gratis di halaman Konsultasi. Konsultasi via email abuhening@gmail.com hanya untuk Layanan klien.

Zuhud (tidak rakus) pada dunia dan ridla dengan apa yang ada (2)

Posted by


Rasulullah SAW suriteladan yang baik (ke-103)
Zuhud (tidak rakus) pada dunia dan ridla dengan apa yang ada (2).

عَنْ سَعِيْدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ اَنَّ اَبَا هُرَيْرَةَ رض قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ ص
يَقُوْلُ: لَا يَزَالُ قَلْبُ الْكَبِيْرِ شَابًّا فِي اثْنَتَيْنِ، فِي حُبّ الدُّنْيَا وَطُوْلِ الْأَمَلِ. البخارى ?: 1?1
Dari Sa'id bin Musayyab, bahwasanya Abu Hurairah RA berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Senantiasalah hati orang tua menjadi muda untuk mendapatkan dua keinginan, yaitu cinta dunia dan tingginya keinginan". [HR. Bukhari juz 7, hal. 171]

عَنِ ابْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ اْلاَنْصَارِيّ، عَنْ اَبِيْهِ، قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ اُرْسِلَا فِي غَنَمٍ بِاَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِينِهِ. الترمذى 4: 16، رقم: 2482
Dari Ibnu Ka'ab bin Maalik Al-Anshariy, dari ayahnya, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah dua serigala yang lapar dilepaskan pada sekawanan kambing itu lebih merusakkan dari pada rakusnya seseorang terhadap harta dan kedudukan bagi agamanya". [HR. Tirmidzi juz 4, hal. 16, no. 2482, ia berkata : Ini hadits hasan shahih]

عَنْ كَعْبِ بْنِ عِيَاضٍ رض قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: اِنَّ لِكُلّ اُمَّةٍ فِتْنَةً، وَاِنَّ فِتْنَةَ اُمَّتِى اَلْمَالُ. الحاكم فى المستدرك 4: 354، رقم: ?896
Dari Ka'ab bin 'Iyaadl RA, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya setiap ummat itu mempunyai cobaan, dan sesungguhnya cobaan ummatku adalah harta". [HR. Al-Hakim di dalam Al-Mustadrak juz 4, hal. 354, no. 7896]

عَنْ عَمْرِو بْنِ عَوْفٍ وَهُوَ حَلِيْفُ بَنِى عَامِرِ بْنِ لُؤَىّ وَكَانَ شَهِدَ بَدْرًا مَعَ رَسُوْلِ اللهِ ص، اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص بَعَثَ اَبَا عُبَيْدَةَ بْنَ الْجَرَّاحِ اِلَى الْبَحْرَيْنِ يَأْتِى بِجِزْيَتِهَا، وَكَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص هُوَ صَالَحَ اَهْلَ الْبَحْرَيْنِ وَاَمَّرَ عَلَيْهِمُ الْعَلَاءَ بْنَ الْحَضْرَمِىّ. فَقَدِمَ اَبُوْ عُبَيْدَةَ بِمَالٍ مِنَ الْبَحْرَيْنِ، فَسَمِعَتِ اْلاَنْصَارُ بِقُدُوْمِ اَبِى عُبَيْدَةَ، فَوَافَوْا صَلَاةَ الْفَجْرِ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ ص. فَلَمَّا صَلَّى رَسُوْلُ اللهِ ص انْصَرَفَ فَتَعَرَّضُوْا لَهُ، فَتَبَسَّمَ رَسُوْلُ اللهِ ص حِيْنَ رَآهُمْ ثُمَّ قَالَ: اَظُنُّكُمْ سَمِعْتُمْ اَنَّ اَبَا عُبَيْدَةَ قَدِمَ بِشَىْءٍ مِنَ الْبَحْرَيْنِ. فَقَالُوْا: اَجَلْ يَا رَسُوْلَ اللهِ. قَالَ: فَاَبْشِرُوْا وَاَمّلُوْا مَا يَسُرُّكُمْ، فَوَاللهِ، مَا الْفَقْرَ اَخْشَى عَلَيْكُمْ وَل?كِنّى اَخْشَى عَلَيْكُمْ اَنْ تُبْسَطَ الدُّنْيَا عَلَيْكُمْ كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ، فَتَنَافَسُوْهَا كَمَا تَنَافَسُوْهَا، وَتُهْلِكَكُمْ كَمَا اَهْلَكَتْهُمْ. مسلم 4: 22?3
Dari 'Amr bin 'Auf, ia ikut keluarga Bani 'Amir bin Luaiy dan pernah ikut perang Badar bersama Rasulullah SAW, bahwasanya Rasulullah SAW pernah mengutus Abu 'Ubaidah bin Al-Jarrah ke Bahrain, yang kemudian iapun datang dengan membawa harta yang banyak dari jizyah penduduk Bahrain. Dahulu Rasulullah SAW mengadakan perjanjian damai dengan penduduk Bahrain, dan beliau mengangkat Al-'Alaa' bin Al-Hadlramiy sebagai amir di sana. Ketika Abu 'Ubaidah datang dengan membawa harta yang banyak dari Bahrain, orang-orang Anshar mendengar kedatangan Abu 'Ubaidah tersebut. Kemudian mereka segera datang untuk menunaikan shalat Shubuh bersama Rasulullah SAW. Setelah Rasulullah SAW selesai shalat, lalu beliau berpaling. Kemudian mereka menghadap kepada beliau. Maka Rasulullah SAW tersenyum ketika melihat mereka itu. Kemudian beliau bersabda, "Aku tahu bahwa kalian mendengar kedatangan Abu 'Ubaidah dengan membawa sesuatu dari Bahrain". Mereka menjawab, "Betul, ya Rasulullah". Rasulullah SAW bersabda, "Bergembiralah kalian, dan inginkanlah apa-apa yang membuat kalian senang, tetapi demi Allah, bukanlah kemiskinan yang aku khawatirkan terhadap kalian, tetapi yang aku khawatirkan pada kalian adalah melimpahnya keduniaan pada kalian sebagaimana dilimpahkan kepada orang-orang sebelum kalian, lalu kalian bersaing untuk mendapatkannya, sebagaimana mereka bersaing untuk mendapatkannya, sehingga keduniaan itu membinasakan kalian sebagaimana keduniaan itu telah membinasakan mereka". [HR. Muslim juz 4, hal. 2273]

عَنْ عَمْرِو بْنِ عَوْفٍ وَهُوَ حَلِيْفٌ لِبَنِي عَامِرِ بْنِ لُؤَيّ كَانَ شَهِدَ بَدْرًا مَعَ رَسُوْلِ اللهِ ص اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص بَعَثَ اَبَا عُبَيْدَةَ بْنَ الْجَرَّاحِ يَاْتِي بِجِزْيَتِهَا، وَكَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص هُوَ صَالَحَ اَهْلَ الْبَحْرَيْنِ وَاَمَّرَ عَلَيْهِمُ الْعَلَاءَ بْنَ الْحَضْرَمِيّ. فَقَدِمَ اَبُوْ عُبَيْدَةَ بِمَالٍ مِنْ الْبَحْرَيْنِ، فَسَمِعَتِ الْاَنْصَارُ بِقُدُوْمِهِ، فَوَافَتْهُ صَلَاةَ الصُّبْحِ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ ص. فَلَمَّا انْصَرَفَ تَعَرَّضُوْا لَهُ، فَتَبَسَّمَ رَسُوْلُ اللهِ ص حِيْنَ رَآهُمْ وَقَالَ: اَظُنُّكُمْ سَمِعْتُمْ بِقُدُوْمِ اَبِى عُبَيْدَةَ وَاَنَّهُ جَاءَ بِشَيْءٍ. قَالُوْا: اَجَلْ يَا رَسُوْلَ اللهِ. قَالَ: فَاَبْشِرُوْا وَاَمّلُوْا مَا يَسُرُّكُمْ، فَوَاللهِ، مَا الْفَقْرَ اَخْشَى عَلَيْكُمْ، وَل?كِنْ اَخْشَى عَلَيْكُمْ اَنْ تُبْسَطَ عَلَيْكُمُ الدُّنْيَا كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ، فَتَنَافَسُوْهَا كَمَا تَنَافَسُوْهَا، وَتُلْهِيَكُمْ كَمَا اَلْـهَتْهُمْ. البخارى ?: 1?2
Dari 'Amr bin 'Auf, ia ikut keluarga Bani 'Amir bin Luaiy dan pernah ikut perang Badar bersama Rasulullah SAW, bahwasanya Rasulullah SAW pernah mengutus Abu 'Ubaidah bin Al-Jarrah (ke Bahrain), yang kemudian iapun datang dengan membawa harta yang banyak dari jizyah penduduk Bahrain.Dahulu Rasulullah SAW mengadakan perjanjian damai dengan penduduk Bahrain, dan beliau mengangkat Al-'Alaa' bin Al-Hadlramiy sebagai amir di sana. Ketika Abu 'Ubaidah datang dengan membawa harta yang banyak dari Bahrain, orang-orang Anshar mendengar kedatangan Abu 'Ubaidah tersebut. Kemudian mereka segera datang untuk menunaikan shalat Shubuh bersama Rasulullah SAW. Setelah Rasulullah SAW selesai shalat, kemudian mereka menghadap kepada beliau. Maka Rasulullah SAW tersenyum ketika melihat mereka itu. Kemudian beliau bersabda, "Aku tahu bahwa kalian mendengar kedatangan Abu 'Ubaidah dengan membawa sesuatu dari Bahrain". Mereka menjawab, "Betul, ya Rasulullah". Rasulullah SAW bersabda, "Bergembiralah kalian, dan inginkanlah apa-apa yang membuat kalian senang, tetapi demi Allah, bukanlah kemiskinan yang aku khawatirkan terhadap kalian, tetapi yang aku khawatirkan pada kalian adalah melimpahnya keduniaan pada kalian sebagaimana dilimpahkan kepada orang-orang sebelum kalian, lalu kalian bersaing untuk mendapatkannya, sebagaimana mereka bersaing untuk mendapatkannya, sehingga keduniaan itu melalaikan kalian sebagaimana keduniaan itu telah membuat mereka lalai". [HR. Bukhari juz 7, hal. 172]

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ ص اَنَّهُ قَالَ: اِذَا فُتِحَتْ عَلَيْكُمْ فَارِسُ وَالرُّوْمُ اَيُّ قَوْمٍ اَنْتُمْ؟. قَالَ عَبْدُ الرَّحْم?نِ بْنُ عَوْفٍ: نَقُوْلُ كَمَا اَمَرَنَا اللهُ. قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اَوْ غَيْرَ ذ?لِكَ، تَتَنَافَسُوْنَ ثُمَّ تَتَحَاسَدُوْنَ ثُمَّ تَتَدَابَرُوْنَ ثُمَّ تَتَبَاغَضُوْنَ اَوْ نَحْوَ ذ?لِكَ ثُمَّ تَنْطَلِقُوْنَ فِى مَسَاكِيْنِ الْمُهَاجِرِيْنَ، فَتَجْعَلُوْنَ بَعْضَهُمْ عَلَى رِقَابِ بَعْضٍ. مسلم 4: 22?4
Dari 'Abdullah bin 'Amr bin Al-'Aash, dari Rasulullah SAW, bahwasanya beliau bersabda, "Apabila negeri Persi dan Romawi telah ditaklukkan, lalu kalian ini menjadi orang-orang yang bagaimana ? 'Abdur Rahman bin 'Auf menjawab, "Kami akan berkata sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah kepada kami". Rasulullah SAW bersabda, "Atau keadaan kalian tidak demikian ?. Kalian akan saling bersaing, kemudian saling mendengki, kemudian saling membelakangi, kemudian saling membenci, atau seperti itu. Kemudian kalian pergi kepada orang-orang muhajirin yang miskin-miskin, lalu kalian menjadikan sebagian mereka pemimpin atas sebagian yang lain ?". [HR.Muslim juz 4, hal. 2274]

عَنْ اَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَا اَخْشَى عَلَيْكُمُ الْفَقْرَ، وَل?كِنْ اَخْشَى عَلَيْكُمُ التَّكَاثُرَ، وَمَا اَخْشَى عَلَيْكُمُ الْخَطَأَ، وَل?كِنْ اَخْشَى عَلَيْكُمُ الْعَمْدَ. احمد 3: 1?8، رقم: 8080
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Aku tidak mengkhawatirkan kemiskinan pada kalian, tetapi yang aku khawatirkan adalah melimpahnya harta (sehingga saling bermegah-megah) pada kalian. Dan aku tidak mengkhawatirkan kekeliruan pada kalian, tetapi yang aku khawatirkan adalah sengaja berbuat salah". [HR. Ahmad juz 3, hal. 178, no. 8080]

عَنْ اَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ص: مَا اَخْشَى عَلَيْكُمْ بَعْدِي الْفَقْرَ وَل?كِنّي اَخْشَى عَلَيْكُمُ التَّكَاثُرَ وَمَا اَخْشَى عَلَيْكُمُ الْخَطَأَ وَل?كِنّي اَخْشَى عَلَيْكُمُ اْلعَمْدَ. ابن حبان 8: 16، رقم: 3222
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Nabi SAW bersabda, "Aku tidak mengkhawatirkan pada kalian adanya kemiskinan sepeninggalku, tetapi yang aku khawatirkan adalah melimpahnya harta (sehingga saling bermegah-megah) pada kalian. Dan aku tidak mengkhawatirkan adanya kekeliruan pada kalian, tetapi yang aku khawatirkan adalah sengaja berbuat salah". [HR. Ibnu Hibban juz 8, hal. 16, no. 3222]

عَنْ اَبِي هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَا اَخْشَى عَلَيْكُمُ الْفَقْرَ وَل?كِنّي اَخْشَى عَلَيْكُمُ التَّكَاثُرَ، وَمَا اَخْشَى عَلَيْكُمُ الْخَطَأَ، وَل?كِنّي اَخْشَى عَلَيْكُمُ اْلعَمْدَ. الحاكم فى المستدرك 2: 582، رقم: 39?0
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Aku tidak mengkhwatirkan kemiskinan pada kalian, tetapi yang aku khawatirkan adalah melimpahnya harta (sehingga saling bermegah-megah) pada kalian. Dan aku tidak mengkhawatirkan adanya kekeliruan pada kalian, tetapi yang aku khawatirkan pada kalian adalah sengaja berbuat salah". [HR. Hakim di dalam Al-Mustadrak juz 2, hal. 582, no.3970]

عَنْ اَبِي هُرَيْرَةَ رض، قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: يَأْكُلُ الْمُسْلِمُ فِيْ مِعًى وَاحِدٍ وَالْكَافِرُ يَأْكُلُ فِيْ سَبْعَةِ اَمْعَاءٍ. البخارى 6: 201
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Orang muslim itu makan dengan satu perut, sedangkan orang kafir makan dengan tujuh perut". [HR. Bukhari juz 6, hal. 201]

عَنْ اَبِي مُوْسَى قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اَلْمُؤْمِنُ يَأْكُلُ فِي مِعًى وَاحِدٍ وَالْكَافِرُ يَأْكُلُ فِي سَبْعَةِ اَمْعَاءٍ. ابن حبان 12: 38، رقم: 5234
Dari Abu Musa, ia berkata, "Orang mu'min itu makan dengan satu perut, sedangkan orang kafir makan dengan tujuh perut". [HR. Ibnu Hibban juz 12, hal. 38, no. 5234]

عَنِ ابْنِ عُمَرَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: اَلْمُسْلِمُ يَأْكُلُ فِي مِعًى وَاحِدٍ وَالْكَافِرُ يَأْكُلُ فِي سَبْعَةِ اَمْعَاءٍ. ابن حبان 12: 43، رقم: 5238
Dari Ibnu 'Umar, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Orang muslim itu makan dengan satu perut, sedangkan orang kafir makan dengan tujuh perut". [HR. Ibnu Hibban juz 12, hal. 43, no. 5238]

عَنْ اَبِي هُرَيْرَةَ اَنَّ رَجُلًا كَانَ يَأْكُلُ اَكْلًا كَثِيْرًا، فَاَسْلَمَ فَكَانَ يَأْكُلُ اَكْلًا قَلِيْلًا، فَذُكِرَ ذ?لِكَ لِلنَّبِيّ ص، فَقَالَ: اِنَّ الْمُؤْمِنَ يَأْكُلُ فِيْ مِعًى وَاحِدٍ وَالْكَافِرَ يَأْكُلُ فِيْ سَبْعَةِ اَمْعَاءٍ. البخارى 6: 201
Dari Abu Hurairah, bahwasanya dahulu ada seorang laki-laki yang makan sangat banyak, lalu ia masuk Islam, lalu orang itu makannya menjadi sedikit. Kemudian hal itu disampaikan kepada Nabi SAW, maka beliau bersabda, "Sesungguhnya orang mu'min itu makan dengan satu perut, sedangkan orang kafir makan dengan tujuh perut". [HR. Bukhari juz 6, hal.201]

عَنْ مِقْدَامِ بْنِ مَعْدِيْكَرِبَ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ. بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ اُكُلَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ، فَاِنْ كَانَ لَا مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ. الترمذى 4: 18، رقم: 2486
Dari Miqdam bin Ma'dikarib, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah anak Adam itu memenuhi suatu tempat yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah anak Adam itu makan dari makanan yang bisa untuk menegakkan tulang punggungnya, dan jika terpaksa maka sepertiga untuk makannya, sepertiga untuk minumnya dan sepertiga untuk bernafas". [HR. Tirmidzi juz 4, hal. 18, no. 2486]

عَنِ الْمِقْدَامِ بْنِ مَعْدِيْكَرِبَ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ. حَسْبُ اْلآدَمِيّ لُقَيْمَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ، فَاِن غَلَبَتِ اْلآدَمِيَّ نَفْسُهُ فَثُلُثٌ لِلطَّعَامِ وَثُلُثٌ لِلشَّرَابِ وَثُلُثٌ لِلنَّفَسِ. ابن ماجه 2: 1111، رقم: 3349
Dari Al-Miqdam bin Ma'dikarib, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah anak Adam itu memenuhi sesuatu tempat yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah anak Adam itu makan beberapa suapan yang bisa untuk menegakkan tulang punggungnya, dan jika terpaksa, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga untuk bernafas". [HR. Ibnu Majah juz 2, hal. 1111, no. 3349]

عَنْ اَبِي بَرْزَةَ اْلاَسْلَمِيّ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: لَا تَزُوْلُ قَدَمَا عَبْدٍ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيْمَا اَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيْمَا فَعَلَ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ اَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا اَنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيْمَا اَبْلَاهُ. الترمذى 4: 36، رقم: 2532، هذا حديث حسن صحيح
Dari Abu Barzah Al-Aslamiy, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Tidak bergerak kedua telapak kaki seorang hamba (pada hari qiyamat) sebelum ditanya tentang umurnya, untuk apa ia habiskan, tentang ilmunya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan dan untuk apa ia belanjakan, dan tentang badannya untuk apa ia pergunakan. [HR. Tirmidzi juz 4, hal. 36, no. 2532, ia berkata : Ini hadits hasan shahih]

عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: لَا تَزُوْلُ قَدَمَا ابْنِ آدَمَ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ، عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا اَفْنَاهُ، وَعَنْ شَبَابِهِ فِيمَا اَبْلَاهُ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ اَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا اَنْفَقَهُ، وَمَاذَا عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَ. الترمذى 4: 35، رقم: 2531
Dari Ibnu Mas'ud, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Tidak akan bergerak kedua telapak kaki anak Adam pada hari qiyamat dari hadapan Tuhannya sebelum ditanya tentang 5 hal. 1) tentang umurnya untuk apa ia habiskan, 2) tentang masa mudanya untuk apa ia pergunakan, 3) tentang hartanya dari mana ia dapatkan 4) dan untuk apa ia belanjakan 5) dan apa yang ia perbuat tentang ilmunya". [HR. Tirmidzi juz 4, hal. 35, no. 2531, hadits ini dla'if karena dalam sanadnya ada perawi bernama Husain bin Qais, ia matruk]

Bersambung ……..


Demo Blog NJW V2 Updated at: 01:13

0 comments:

Post a Comment

Disarankan berkomentar menggunakan Akun Google+. Komentar SPAM dan SPAMMY (menyertakan link hidup, minta kunjungan balik, & nama blog) otomatis tidak akan muncul. Silahkan di Copy dan di Share kalau di rasa bermanfaat tidak perlu izin. Jika menginginkan Link Tinggalkan alamat Email, Sebelum bertanya, Cari Dulu di Kotak Pencarian! Thx