Jaminan 100%

“Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Akan hidup terus setelah mati

“Jika seorang manusia mati maka terputuslah darinya amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya.” .

Free Consultations

Konsultasi gratis di halaman Konsultasi. Konsultasi via email abuhening@gmail.com hanya untuk Layanan klien.

Diampunikah Zina berulang-ulang?

Posted by


1. Diampunikah Zina berulang-ulang?

Assalaamu ‘alaikum ustadz, bagaimana cara bertaubat karena zina yang berulang-ulang, dan apakah masih diampuni, mohon nasehatnya, ustadz ?
dari A Margono 085377393XXX

Jawab :
Wa ‘alaikumus salaam wa rahmatullaahi wabarakaatuh.

Kalau betul-betul taubatan nashuha, mudah-mudahan diampuni oleh Allah.
Caranya bertaubat adalah :
1) Menyesal betul-betul atas perbuatan dosa yang telah dilakukan itu dan tidak akan mengulangi lagi.
2) Istighfat, mohon ampun kepada Allah.
3) Mengiringi dengan banyak berbuat amal kebaikan.
Maka kalau kamu betul-betul bertaubat, mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosamu. Dan di dalam hadits disebutkan :
Dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW beliau bersabda, “Seandainya kamu sekalian berbuat dosa sampai sepenuh langit, kemudian kalian bertaubat kepada Allah, pasti Allah akan menerima taubat kalian”. [HR. Ibnu Majah juz 2, hal. 1419, no. 4248]
Dari Anas bin Malik ia berkata :
Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi berfirman: “Wahai anak Adam, sesungguhnya kamu, selama masih berdoa kepada-Ku dan mengharapkan (ampunan)Ku, niscaya Aku mengampunimu, bagaimanapun keadaanmu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, seandainya dosa-dosamu telah mencapai setinggi langit, kemudian engkau meminta ampun kepadaKu, niscaya aku akan mengampunimu, dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, seandainya engkau datang kepada-Ku dengan membawa kesalahan sepenuh bumi, kemudian kamu datang kepada-Ku dengan tidak mensekutukan sesuatu dengan-Ku, niscaya Aku akan datang kepadamu dengan ampunan sepenuh bumi pula”. [HR. Tirmidzi juz 5, hal. 208, no. 3608, Ia berkata : Ini hadits hasan gharib]

2. Hukuman Bujangan Berzina

Assalaamu ‘alaikum ustadz, apakah sama hukumnya bujangan yang melakukan zina dengan orang yang sudah menikah berzina ?

Jawab :
Wa ‘alaikumus salaam wa rahmatullaahi wa barakaatuh
Zina itu hukumnya haram. Menurut Islam, bujangan (jejaka atau perawan) yang berzina hukumannya adalah dipukul 100 kali. Allah SWT berfirman :

اَلزَّانِيَةُ وَ الزَّانِيْ فَاجْلِدُوْا كُلَّ وَاحِدٍ مِّنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ، وَّ لاَ تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِيْ دِيْنِ اللهِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ وَ اْليَوْمِ اْلاٰخِرِ، وَ لْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَآئِفَةٌ مِّنَ الْمُؤْمِنِيْنَ

Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu (menjalankan) agama Allah jika kamu beriman kepada Allah dan har akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman. [QS. An-Nuur : 2]
Adapun orang yang sudah menikah, kalau berzina hukumannya dirajam sampai mati. Dalam hadits disebutkan :

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ وَ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ اْلجُهَنِيِّ اَنَّهُمَا قَالاَ: اِنَّ رَجُلاً مِنَ اْلاَعْرَابِ اَتَى رَسُوْلَ اللهِ ص فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ اَنْشُدُكَ اللهَ اِلاَّ قَضَيْتَ لِى بِكِتَابِ اللهِ. وَ قَالَ اْلخَصْمُ اْلآخَرُ وَ هُوَ اَفْقَهُ مِنْهُ: نَعَمْ، فَاقْضِ بَيْنَنَا بِكِتَابِ اللهِ وَ ائْذَنْ لِى. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: قُلْ، قَالَ: اِنَّ ابْنِى كَانَ عَسِيْفًا عَلَى هٰذَا فَزَنَى بِامْرَأَتِهِ، وَ اِنِّى اُخْبِرْتُ اَنَّ عَلَى ابْنِى الرَّجْمَ فَافْتَدَيْتُ مِنْهُ بِمِائَةِ شَاةٍ وَ وَلِيْدَةٍ. فَسَأَلْتُ اَهْلَ اْلعِلْمِ، فَاَخْبَرُوْنِى اَنَّمَا عَلَى ابْنِى جَلْدُ مِائَةٍ وَ تَغْرِيْبُ عَامٍ، وَ اَنَّ عَلَى امْرَأَةِ هٰذَا الرَّجْمَ. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: وَ الَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَاَقْضِيَنَّ بَيْنَكُمَا بِكِتَابِ اللهِ. اْلوَلِيْدَةُ وَ اْلغَنَمُ رَدٌّ. وَ عَلَى ابْنِكَ جَلْدُ مِائَةٍ وَ تَغْرِيْبُ عَامٍ. وَ اغْدُ يَا اُنَيْسُ اِلَى امْرَأَةِ هٰذَا، فَاِنِ اعْتَرَفَتْ فَارْجُمْهَا. قَالَ: فَغَدَا عَلَيْهَا، فَاعْتَرَفَتْ، فَاَمَرَ بِهَا رَسُوْلُ اللهِ ص، فَرُجِمَتْ

Dari Abu Hurairah dan Zaid bin Khalid Al-Juhaniy, mereka berkata : Bahwa ada seorang laki-laki Badui datang kepada Rasulullah SAW seraya berkata, “Ya Rasulullah, Demi Allah, sungguh aku tidak meminta kepadamu kecuali engkau memutuskan hukum untukku dengan kitab Allah”. Sedang yang lain berkata (dan dia lebih pintar dari padanya), “Ya, putuskanlah hukum antara kami berdua ini menurut kitab Allah, dan ijinkanlah aku (untuk berkata)”. Lalu Rasulullah SAW menjawab, “Silakan”. Maka orang yang kedua itu berkata, “Sesungguhnya anakku bekerja pada orang ini, lalu berzina dengan istrinya, sedang aku diberitahu bahwa anakku itu harus dirajam. Maka aku menebusnya dengan seratus kambing dan seorang hamba perempuan, lalu aku bertanya kepada orang-orang ahli ilmu, maka mereka memberi tahu bahwa anakku hanya didera seratus kali dan diasingkan selama setahun, sedang istri orang ini harus dirajam”. Maka Rasulullah SAW bersabda, “Demi Tuhan yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh aku akan putuskan kalian berdua dengan kitab Allah. Hamba perempuan dan kambing itu kembali kepadamu, sedang anakmu harus didera seratus kali dan diasingkan selama setahun”. Dan engkau hai Unais, pergilah ke tempat istri orang ini, dan tanyakan, jika dia mengaku, maka rajamlah dia”. Abu Hurairah berkata, “Unais kemudian berangkat ke tempat perempuan tersebut, dan perempuan tersebut mengaku”. Lalu Rasulullah SAW memerintahkan untuk merajamnya, kemudian ia pun dirajam. [HR. Muslim juz 3, hal. 1324]

عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: خُذُوْا عَنِّى، خُذُوْا عَنِّى. قَدْ جَعَلَ اللهُ لَهُنَّ سَبِيْلاً. اَلْبِكْرُ بِاْلبِكْرِجَلْدُ مِائَةٍ وَ نَفْيُ سَنَةٍ وَ الثَّيِّبُ بِالثَّيِّبِ جَلْدُ مِائَةٍ وَ الرَّجْمُ

Dari ‘Ubadah bin Shamit ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Ambillah (hukum itu) dariku, ambillah (hukum itu) dariku. Sungguh Allah telah membuat jalan bagi mereka (para wanita), yaitu : Perawan (yang berzina) dengan jejaka, sama-sama didera seratus kali dan diasingkan setahun. Sedang janda dengan duda, sama-sama didera seratus kali dan dirajam”. [HR. Muslim juz 3, hal. 1316]

عَنْ جَابِرٍ اَنَّ رَجُلاً زَنَى بِامْرَأَةٍ، فَاَمَرَ بِهِ النَّبِيُّ ص: فَجُلِدَ اْلحَدَّ، ثُمَّ اُخْبِرَ اَنَّهُ مُحْصَنٌ، فَاَمَرَ بِهِ فَرُجِمَ

Dari Jabir (bin ‘Abdullah) bahwa ada seorang laki-laki berzina dengan seorang perempuan, lalu Nabi SAW memerintahkan agar si laki-laki itu didera sebagai hukumannya. Tetapi kemudian beliau diberitahu, bahwa laki-laki tersebut adalah muhshan (sudah nikah), maka diperintahkan untuk dirajam, lalu orang itupun dirajam. [HR. Abu Dawud juz 4, hal. 151, no 4438]

3. Menikah dengan yang Menghamilinya 

Assalaamu ‘alaikum ustadz, bolehkah seorang gadis yang hamil dinikahkan dengan laki-laki yang menghamilinya ? Dan bagaimana status hukumnya ?

Jawab :
Wa ‘alaikumus salaam wa rahmatullaahi wa barakaatuh
Kalau dalam hadits tidak ada riwayatnya gadis yang hamil dinikahkan dengan laki-laki yang menghamilinya. Tetapi di Indonesia ini, kalau terjadi seperti itu, boleh dinikahkan. Namun kapan menikahkannya ? Dalam hal ini terjadi perbedaan pendapat di kalangan ‘ulama. Pendapat pertama, menikahkannya harus menunggu bayinya lahir dahulu, baru boleh dinikahkan. Pendapat kedua, walaupun bayinya belum lahir, boleh dinikahkan. Walloohu a’lam.
Adapun status hukumnya bagi bayi itu hanya punya ibu dan tidak punya ayah, karena hamil di luar nikah. Dan kalau bayi itu perempuan, maka kalau sudah dewasa dan akan menikah, nanti yang jadi walinya adalah wali hakim, karena tidak punya wali nasab.

4. Pelacur yang Diampuni

Assalaamu ‘alaikum ustadz, saya pernah mendengar penjelasan dari seorang ustadz, bahwa Allah itu senang pada hamba yang berbuat kebaikan, bahkan ada seorang pelacur yang memberi minum anjing yang kehausan, bisa menghantarkannya ke surga. Apakah riwayat tersebut shahih, ustadz ? Kalau memang ada, mohon ditunjukkan haditsnya ? Abdi, Solo, 085228302XXX

Jawab :
Wa ‘alaikumus salaam wa rahmatullaahi wa barakaatuh
Imam Muslim meriwayatkan:

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: بَيْنَمَا كَلْبٌ يُطِيْفُ بِرَكِيَّةٍ قَدْ كَادَ يَقْتُلُهُ اْلعَطَشُ اِذْ رَأَتْهُ بَغِيٌّ مِنْ بَغَايَا بَنِى اِسْرَائِيْلَ فَنَزَعَتْ مُوْقَهَا فَاسْتَقَتْ لَهُ بِهِ فَسَقَتْهُ اِيَّاهُ فَغُفِرَ لَهَا بِهِ

Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Pada suatu ketika ada seekor anjing yang berputar-putar mengelilingi sumur, dan hampir-hampir mati karena kehausan. Tiba-tiba ada seorang pezina diantara wanita pezina dari kaum Bani Israil melihatnya, lalu wanita itu melepas sepatunya untuk mengambil air untuk memberi minum anjing tersebut, lalu ia memberi minum kepada anjing tersebut, maka ia diampuni karena perbuatan itu. [HR. Muslim juz 4, hal. 1761]


5. Hidup Satu Atap dengan Selingkuhan
Assalaamu ‘alaikum ustadz, istri hidup satu atap dengan selingkuhannya, sedangkan istri dengan saya masih ada ikatan nikah. Setahun sudah status saya tidak jelas. Yang demikian itu bagaimana saya harus berbuat, ustadz ?
(dari Danang, Klaten 087812865XXX)

Jawab :
Berbuat selingkuh, berbuat zina, itu adalah dosa besar. Dan suami yang membiarkan suaminya berbuat seperti itu juga berdosa besar. Kalau sudah satu tahun,, statusmu tidak jelas, maka supaya statusmu menjadi jelas, ya tinggal kamu urus surat cerainya ke pengadilan agama. Karena orang mu’min haram mempunyai istri pezina (QS An-Nuur : 3).

Baca Juga : Meraih Predikat Khairun Nisa (wanita terbaik)


Demo Blog NJW V2 Updated at: 23:18

0 comments:

Post a Comment

Disarankan berkomentar menggunakan Akun Google+. Komentar SPAM dan SPAMMY (menyertakan link hidup, minta kunjungan balik, & nama blog) otomatis tidak akan muncul. Silahkan di Copy dan di Share kalau di rasa bermanfaat tidak perlu izin. Jika menginginkan Link Tinggalkan alamat Email, Sebelum bertanya, Cari Dulu di Kotak Pencarian! Thx