Jaminan 100%

“Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Akan hidup terus setelah mati

“Jika seorang manusia mati maka terputuslah darinya amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya.” .

Free Consultations

Konsultasi gratis di halaman Konsultasi. Konsultasi via email abuhening@gmail.com hanya untuk Layanan klien.

Penaklukan Damaskus. (lanjutan)

Posted by


Tarikh Al-Khulafaaur Raasyidiin (ke-38)
Khalifah 'Umar bin Al-Khaththab (5)
     Penaklukan Damaskus. (lanjutan)
Di dalam kitab Al-Bidaayah wan Nihaayah disebutkan sebagai berikut :

ثُمَّ سَارَ اَبُو عُبَيْدَةَ مِنْ مَرْجِ الصُّفَّرِ قَاصِدًا دِمَشْقَ، وَقَدْ جَعَلَ خَالِدَ بْنَ الْوَلِيْدِ فِي الْقَلْبِ، وَرَكِبَ اَبُو عُبَيْدَةَ وَعَمْرُو بْنُ الْعَاصِ فِي الْمُجَنّبَتَيْنِ، وَعَلَى الْخَيْلِ عِيَاضُ بْنُ غَنْمٍ. وَعَلَى الرَّجَّالَةِ شُرَحْبِيْلُ بْنُ حَسَنَةَ، فَقَدِمُوْا دِمَشْقَ وَعَلَيْهَا نِسْطَاسُ بْنُ نُسْطُوْسَ. فَنَزَلَ خَالِدُ بْنُ الْوَلِيْدِ عَلَى الْبَابِ الشَّرْقِيّ وَاِلَيْهِ كَيْسَانُ اَيْضًا، وَنَزَلَ اَبُو عُبَيْدَةَ عَلَى بَابِ الْجَابِيَةِ الْكَبِيْرِ، وَنَزَلَ يَزِيْدُ بْنُ اَبِي سُفْيَانَ عَلَى بَابِ الْجَابِيَةِ الصَّغِيْرِ، وَنَزَلَ عَمْرُو بْنُ الْعَاصِ وَشُرَحْبِيْلُ بْنُ حَسَنَةَ عَلَى بَقِيَّةِ اَبْوَابِ الْبَلَدِ، وَنَصَبُوا الْمَجَانِيْقَ وَالدَّبَّابَاتِ. البداية و النهاية 7: 23
Kemudian Abu 'Ubaidah berjalan dari Marjus Shuffar menuju Damaskus. Ia menempatkan Khalid bin Walid di jantung pertahanan, sementara Abu 'Ubaidah dan 'Amr bin Al-'Aash berada di posisi sayap kiri dan sayap kanan. Pasukan berkuda dipimpin oleh 'Iyaadl bin Ghanmin, dan pasukan yang berjalan kaki dipimpin oleh Syurahbil bin Hasanah. Mereka tiba di kota Damaskus, pada waktu itu yang menjadi panglima tertinggi pasukan Romawi di sana adalah Nisthas bin Nusthuus.
Kemudian Khalid bin Walid turun di dekat pintu gerbang sebelah timur, begitu pula Kaisaan berjalan menuju ke pintu tersebut, sementara Abu 'Ubaidah turun di pintu Al-Jabiyah yang besar, dan Yazid bin Abu Sufyan turun di pintu Al-Jabiyah yang kecil, sedangkan 'Amr bin Al-'Aash dan Syurahbil bin Hasanah menempatkan pasukannya di pintu-pintu lainnya di kota itu, dan mereka telah memasang Manjaniq manjaniq (alat pelontar jarak jauh) dan Dabbaabah dabbaabah (kendaraan perang yang orangnya berlindung di dalamnya, seperti tank jaman sekarang). [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 23]

وَقَدْ اَرْصَدَ اَبُو عُبَيْدَةَ اَبَا الدَّرْدَاءِ عَلَى جَيْشٍ بِبَرْزَةَ يَكُوْنُوْنَ رِدْءًا لَهُ، وَكَذَا الَّذِيْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ حِمْصَ، وَحَاصَرُوْهَا حِصَارًا شَدِيْدًا سَبْعِيْنَ لَيْلَةً، وَقِيْلَ اَرْبَعَةَ اَشْهُرٍ، وَقِيْلَ سِتَّةَ اَشْهُرٍ، وَقِيْلَ اَرْبَعَةَ عَشَرَ شَهْرًا، فَاللهُ اَعْلَمُ. وَاَهْلُ دِمَشْقَ مُمْتَنِعُوْنَ مِنْهُمْ غَايَةَ اْلاِمْتِنَاعِ وَيُرْسِلُوْنَ اِلَى مَلِكِهِمْ هِرَقْلَ، وَهُوَ مُقِيْمٌ بِحِمْصَ، يَطْلُبُوْنَ مِنْهُ الْمَدَدَ، فَلَا يُمْكِنُ وُصُوْلُ الْمَدَدِ اِلَيْهِمْ مِنْ ذِي الْكَلَاعِ الَّذِيْ قَدْ اَرْصَدَهُ اَبُو عُبَيْدَةَ رض بَيْنَ دِمَشْقَ وَبَيْنَ حِمْصَ، عَنْ دِمَشْقَ لَيْلَةً. فَلَمَّا اَيْقَنَ اَهْلُ دِمَشْقَ اَنَّهُ لَا يَصِلُ اِلَيْهِمْ مَدَدٌ اَبْلَسُوْا وَفَشِلُوْا وَضَعُفُوْا وَقَوِىَ الْمُسْلِمُوْنَ وَاشْتَدَّ حِصَارُهُمْ. البداية و النهاية 7: 23
Kemudian Abu 'Ubaidah memerintahkan Abud Dardaa' agar menjadi penghubung pasukan di Barzah (sebuah kota di Damaskus), sebagai pasukan bala bantuan bagi pasukan yang berada antara kota itu dengan kota Himsha. Akhirnya pasukan muslimin mengepung Damaskus dari segala penjuru dengan pengepungan yang ketat selama 70 hari (ada yang mengatakan pengepungan terjadi selama 4 bulan, ada yang mengatakan selama 6 bulan, ada pula yang mengatakan selama 14 bulan, Alloohu a'lam). Penduduk Damaskus mempertahankan benteng mereka mati-matian dan mereka mengirim surat kepada raja mereka Heraklius, yang pada waktu itu berada di Himsha, mereka meminta agar bala bantuan segera dikirim kepada mereka. Tetapi mustahil bala bantuan datang dari arah Dzul Kalaa' yang telah ditutup oleh pasukan Abu 'Ubaidah RA yang ditempatkkan antara Damaskus dan Himsha, sedangkan perjalanan dari Himsha ke Damaskus memerlukan waktu satu hari. Setelah penduduk Damaskus yaqin bahwa bala bantuan tidak akan datang kepada mereka, kemudian mereka menjadi putus asa, hilang semangat dan menjadi lemah, sedangkan pengepungan kaum muslimin semakin kuat. [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 23]

وَجَاءَ فَصْلُ الشّتَاءِ وَاشْتَدَّ اْلبَرْدُ وَعَسَرَ الْحَالُ وَعَسَرَ الْقِتَالُ، فَقَدَّرَ اللهُ الْكَبِيْرُ الْمُتَعَالِ ذُو الْعِزَّةِ وَالْجَلَالِ، اَنْ وُلِدَ لِبِطْرِيْقِ دِمَشْقَ مَوْلُوْدٌ فِي تِلْكَ اللَّيَالِي، فَصَنَعَ لَهُمْ طَعَامًا وَسَقَاهُمْ بَعْدَهُ شَرَابًا، وَبَاتُوْا عِنْدَهُ فِي وَلِيْمَتِهِ قَدْ اَكَلُوْا وَشَرِبُوْا وَتَعِبُوْا، فَنَامُوْا عَنْ مَوَاقِفِهِمْ وَاشْتُغِلُوْا عَنْ اَمَاكِنِهِمْ. وَفَطِنَ لِذ?لِكَ اَمِيْرُ الْحَرْبِ خَالِدُ بْنُ الْوَلِيْدِ، فَاِنَّهُ كَانَ لَا يَنَامُ وَلَا يَتْرُكُ اَحَدًا يَنَامُ، بَلْ مُرَاصِدٌ لَهُمْ لَيْلًا وَنَهَارًا، وَلَهُ عُيُوْنٌ وَقُصَّادٌ يَرْفَعُوْنَ اِلَيْهِ اَحْوَالَ الْمُقَاتَلَةِ صَبَاحًا وَمَسَاءًا. فَلَمَّا رَاَى حَمَدَةَ تِلْكَ اللَّيْلَةِ وَاِنَّهُ لَا يُقَاتِلُ عَلَى السُّوْرِ اَحَدٌ كَانَ قَدْ اَعَدَّ سَلَالِيْمَ مِنْ حِبَالٍ، فَجَاءَ هُوَ وَاَصْحَابُهُ مِنَ الصَّنَادِيْدِ اْلاَبْطَالِ مِثْلُ اْلقَعْقَاعِ بْنِ عَمْرٍو وَمَذْعُوْرِ بْنِ عَدِيّ، وَقَدْ اَحْضَرَ جَيْشَهُ عِنْدَ اْلبَابِ، وَقَالَ لَهُمْ: اِذَا سَمِعْتُمْ تَكْبِيْرَنَا فَوْقَ السُّوْرِ فَارْقُوْا اِلَيْنَا. البداية و النهاية 7: 23
Kemudian datanglah musim dingin yang sangat dingin, dan kondisi semakin buruk, pertempuran pun semakin sulit, namun Allah Yang Maha Besar, Maha Tinggi, Maha memiliki Kemuliaan dan Maha Perkasa mentaqdirkan seorang istri komandan pasukan Romawi di Damaskus melahirkan pada malam itu. Maka komandan mengadakan pesta makan dan minum dengan mengundang banyak orang, maka pada malam itu semuanya berpesta makan dan minum hingga akhirnya mereka kelelahan, lalu tidur sehingga mereka terlena dan lalai dari menjaga pintu-pintu gerbang pertahanan mereka. Komandan pasukan Khalid bin Walid mengetahui kondisi mereka, karena ia tidak tidur dan tidak membiarkan seorangpun dari pasukannya untuk tidur, Khalid terus-menerus mengintai mereka siang maupun malam, dan mengirimkan mata-mata yang membawa berita keadaan musuh kepadanya setiap pagi dan petang. Ketika Khalid melihat suasana malam itu sudah lengang, sedangkan mustahil berperang dengan melompati benteng-benteng mereka yang tinggi, dan ia telah menyiapkan tangga-tangga dari tali, maka ia dan para pahlawan yang gagah berani seperti Al-Qa'qa' bin 'Amr, dan Madz'uur bin 'Adiy segera maju, sedangkan Khalid telah membawa pasukannya ke dekat pintu, dan Khalid berpesan kepada pasukannya, "Jika kalian mendengar takbir dari atas tembok pagar, maka naiklah, ikuti kami". [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 23]

ثُمَّ نَهَدَ هُوَ وَاَصْحَابُهُ فَقَطَعُوا الْخَنْدَقَ سِبَاحَةً بِقِرَبٍ فِي اَعْنَاقِهِمْ، فَنَصَبُوْا تِلْكَ السَّلَالِمَ وَاَثْبَتُوْا اَعَالِيَهَا بِالشَّرَفَاتِ وَاَكَّدُوْا اَسَافِلَهَا خَارِجَ الْخَنْدَقِ، وَصَعِدُوْا فِيْهَا. فَلَمَّا اسْتَوَوْا عَلَى السُّوْرِ رَفَعُوْا اَصْوَاتَهُمْ بِالتَّكْبِيْرِ، وَجَاءَ الْمُسْلِمُوْنَ فَصَعِدُوْا فِي تِلْكَ السَّلَالِمِ، وَانْحَدَرَ خَالِدٌ وَاَصْحَابُهُ الشُّجْعَانُ مِنَ السُّوْرِ اِلَى اْلبَوَّابِيْنَ فَقَتَلُوْهُمْ، وَقَطَعَ خَالِدٌ وَاَصْحَابُهُ اَغَالِيْقَ اْلبَابِ بِالسُّيُوْفِ وَفَتَحُوا اْلبَابَ عُنْوَةً، فَدَخَلَ الْجَيْشُ الْخَالِدِيُّ مِنَ اْلبَابِ الشَّرْقِيّ. وَلَمَّا سَمِعَ اَهْلُ اْلبَلَدِ التَّكْبِيْرَ ثَارُوْا وَذَهَبَ كُلُّ فَرِيْقٍ اِلَى اَمَاكِنِهِمْ مِنَ السُّوْرِ، لَا يَدْرُوْنَ مَا الْخَبَرَ، فَجَعَلَ كُلَّمَا قَدِمَ اَحَدٌ مِنْ اَصْحَابِ اْلبَابِ الشَّرْقِيّ قَتَلَهُ اَصْحَابُ خَالِدٍ، وَدَخَلَ خَالِدٌ اْلبَلَدَ عُنْوَةً، فَقَتَلَ مَنْ وَجَدَهُ. وَذَهَبَ اَهْلُ كُلّ بَابٍ فَسَأَلُوْا مِنْ اَمِيْرِهِمُ الَّذِيْ عِنْدَ الْبَابِ مِنْ خَارِجِ الصُّلْحَ. البداية و النهاية 7: 23
Kemudian Khalid dengan pasukannya maju berenang menyeberangi parit pertahanan mereka dengan membawa peralatan dalam kantong-kantong yang terbuat dari kulit yang digantungkan pada leher mereka. Lalu mereka memasang tangga-tangga yang telah disiapkan. Mereka memasang tangga-tangga yang terbuat dari tali-tali itu dengan mengikat bagian atasnya pada pagar benteng yang tinggi itu, dan mereka mengikat bagian bawahnya di luar parit. Kemudian mereka naik ke atas tembok pagar benteng itu. Setelah mereka berada di atas tembok benteng, lalu mereka menyuarakan takbir dengan suara keras, lalu pasukan muslimin berdatangan dan naik melalui tangga-tangga yang terbuat dari tali-tali tersebut. Kemudian Khalid dan para shahabatnya yang pemberani itu turun menuju para penjaga pintu benteng, dan berhasil membunuh mereka. Kemudian Khalid bersama para shahabatnya memotong kancing-kancing pintu itu dengan pedang pedang mereka sehingga berhasil membuka pintu benteng itu dengan paksa, maka masuklah seluruh pasukan Khalid menyerbu dari pintu bagian timur. Ketika penduduk mendengar suara takbir, mereka bangkit, dan tiap-tiap kelompok pasukan berlari menuju tempat mereka masing-masing di dekat pagar tembok tersebut, sedangkan mereka tidak mengetahui apa yang sedang terjadi.  Kemudian setiap pasukan musuh yang datang ke arah pintu benteng bagian timur tersebut pasti dibunuh oleh pasukan Khalid. Dan Khalid memasuki kota tersebut dengan perang, ia membunuh siapa saja musuh yang ia jumpai. Kemudian para penjaga pintu berlari menuju pimpinan mereka yang berada di dekat pintu dengan meneriakkan dari luar pintu memohon untuk berdamai. [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 23]

وَقَدْ كَانَ الْمُسْلِمُوْنَ دَعَوْهُمْ اِلَى الْمُشَاطَرَةِ فَيَأْبَوْنَ عَلَيْهِمْ، فَلَمَّا دَعَوْهُمْ اِلَى ذ?لِكَ اَجَابُوْهُمْ. وَلَمْ يَعْلَمْ بَقِيَّةُ الصَّحَابَةِ مَا صَنَعَ خَالِدٌ. وَدَخَلَ الْمُسْلِمُوْنَ مِنْ كُلّ جَانِبٍ وَبَابٍ، فَوَجَدُوْا خَالِدًا وَهُوَ يَقْتُلُ مَنْ وَجَدَهُ. فَقَالُوْا لَهُ اِنَّا قَدْ آمَنَّاهُمْ. فَقَالَ: اِنّى فَتَحْتُهَا عُنْوَةً. وَالْتَقَتِ اْلاُمَرَاءُ فِي وَسَطِ الْبَلَدِ عِنْدَ كَنِيْسَةِ الْمِقْسَلَاطِ، بِاْلقُرْبِ مِنْ دَرْبِ الرَّيْحَانِ الْيَوْمَ. ه?كَذَا ذَكَرَهُ سَيْفُ بْنُ عُمَرَ وَغَيْرُهُ وَهُوَ الْمَشْهُوْرُ، اَنَّ خَالِدًا فَتَحَ الْبَابَ قَسْرًا.  البداية و النهاية 7: 24
Sebelumnya, pasukan Islam telah mencoba mengajak mereka untuk berdamai dengan syarat mereka menyerahkan separo dari hasil bumi mereka, namun mereka menolaknya. Maka setelah mereka meminta berdamai dan mau menerima persyaratan tersebut, pasukan muslimin pun menerima kesepakatan damai itu. Sebagian pasukan tidak mengetahui apa yang diperbuat Khalid. Akhirnya seluruh pasukan muslimin masuk ke dalam benteng dari segala penjuru dan dari semua pintu untuk berdamai. Namun di dalam benteng mereka melihat Khalid tengah berperang membunuh musuh yang ia jumpai. Para shahabat berkata kepada Khalid, "Sesungguhnya mereka telah kami jamin keamanan jiwanya". Khalid menjawab, "Tidak, aku membuka benteng dan menaklukkannya dengan perang". Kemudian para pemimpin berkumpul di tengah kota itu, tepat di samping gereja Al-Miqsalath (dekat jalan Ar-Raihaan, sekarang).
Demikianlah yang disebutkan oleh Saif bin 'Umar dan lainnya, dan inilah riwayat yang masyhur, sesungguhnya Khalid membuka kota itu dengan perang. [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 24]

وَقَدِ اخْتَلَفَ الصَّحَابَةُ، فَقَالَ قَائِلُوْنَ: هِيَ صُلْحٌ، يَعْنِى عَلَى مَا صَالَحَهُمُ اْلاَمِيْرُ فِي نَفْسِ الْاَمْرِ وَهُوَ اَبُو عُبَيْدَةَ، وَقَالَ آخَرُوْنَ: بَلْ عُنْوَةً، لِاَنَّ خَالِدًا اِفْتَتَحَهَا بِالسَّيْفِ اَوَّلًا، كَمَا ذَكَرْنَا. فَلَمَّا اَحَسُّوْا بِذ?لِكَ ذَهَبُوْا اِلَى بَقِيَّةِ الْاُمَرَاءِ وَمَعَهُمْ اَبُو عُبَيْدَةَ فَصَالَحُوْهُمْ، فَاتَّفَقُوْا فِيْمَا بَيْنَهُمْ عَلَى اَنْ جَعَلُوْا نِصْفَهَا صُلْحًا وَنِصْفَهَا عُنْوَةً. فَمَلَكَ اَهْلُهَا نِصْفَ مَا كَانَ بِاَيْدِيْهِمْ وَاَقَرُّوْا عَلَيْهِ، وَاسْتَقَرَّتْ يَدُ الصَّحَابَةِ عَلَى النّصْفِ. وَيُقَوّى ه?ذَا مَا ذَكَرَهُ سَيْفُ بْنُ عَمَرَ مِنْ اَنَّ الصَّحَابَةَ كَانُوْا يَطْلُبُوْنَ اِلَيْهِمْ اَنْ يُصَالِحُوْهُمْ عَلَى الْمُشَاطَرَةِ فَيَأْبَوْنَ. فَلَمَّا اَحَسُّوْا بِاْليَأْسِ اَنَابُوْا اِلَى كَانَتِ الصَّحَابَةُ دَعَوْهُمْ اِلَيْهِ، فَبَادَرُوْا اِلَى اِجَابَتِهِمْ. وَلَمْ تَعْلَمِ الصَّحَابَةُ بِمَا كَانَ مِنْ خَالِدٍ اِلَيْهِمْ، وَاللهُ اَعْلَمُ. البداية و النهاية 7: 24
Para shahabat berselisih pendapat, ada yang mengatakan bahwa benteng kota ini ditaklukkan dengan damai, oleh amir mereka, yaitu Abu 'Ubaidah. Tetapi yang lain berkata bahwa benteng ini ditaklukkan secara paksa lewat peperangan, karena awwalnya Khalid membukanya dengan pedang, sebagaimana telah kami sebutkan. Setelah mereka merasakan bahwa masalah ini belum selesai, lalu mereka menemui para pemimpin pasukan lainnya yang bersama dengan Abu 'Ubaidah. Akhirnya para pemimpin pasukan berdamai dengan mereka, dan mereka sepakat untuk membagi kota itu dengan ketentuan bahwa separonya ditaklukkan dengan damai, dan separo lagi ditaklukkan dengan perang. Dengan demikian penduduk Damaskus memiliki separo dari wilayahnya, dan separo lagi menjadi milik para shahabat. Hal ini diperkuat dengan yang disebutkan oleh Saif bin 'Umar bahwa para shahabat telah mengajak mereka berdamai dengan syarat mereka membayar separo hasil bumi mereka, namun mereka menolaknya. Lalu setelah mereka merasa putus asa, kemudian mereka segera menerima tawaran tersebut, sedangkan sebagian para shahabat tidak mengetahui apa yang diperbuat oleh Khalid terhadap mereka, walloohu a'lam. [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 24]

وَلِه?ذَا اَخَذَ الصَّحَابَةُ نِصْفَ اْلكَنِيْسَةِ الْعُظْمَى الَّتِى كَانَتْ بِدِمَشْقَ وَتُعْرَفُ بِكَنِيْسَةِ يُوْحَنَّا. فَاتَّخَذُوا الْجَانِبَ الشَّرْقِيَّ مِنْهَا مَسْجِدًا، وَاَبْقَوْا لَهُمُ النّصْفَ الْغَرْبِيَّ كَنِيْسَةً، وَقَدْ اَبْقَوْا لَهُمْ مَعَ ذ?لِكَ اَرْبَعَ عَشْرَةَ كَنِيْسَةً اُخْرَى مَعَ نِصْفِ الْكَنِيْسَةِ الْمَعْرُوْفَةِ بِيُوْحَنَّا، وَهِيَ جَامِعُ دِمَشْقَ اْليَوْمَ. وَقَدْ كَتَبَ لَهُمْ بِذ?لِكَ خَالِدُ بْنُ اْلوَلِيْدِ كِتَابًا، وَكُتِبَ فِيْهِ شَهَادَتُهُ اَبُوْ عُبَيْدَةَ وَعَمْرُو بْنُ اْلعَاصِ وَيَزِيْدُ بْنُ اَبِي سُفْيَانَ وَشُرَحْبِيْلُ. البداية و النهاية 7: 24
Oleh karena itu para shahabat mengambil separo dari bangunan gereja yang terbesar di Damaskus yang dikenal dengan nama Gereja Yohannes, lalu menjadikan bagian timur gereja ini sebagai masjid, sedangkan separo bagian barat mereka biarkan tetap sebagai gereja penduduk Damaskus. Para shahabat membiarkan 14 gereja tetap menjadi milik mereka, ditambah dengan separo wilayah gereja Yohannes tersebut, yang sekarang menjadi Masjid Jami' Damaskus. Khalid bin Walid menuliskan untuk mereka surat perjanjian damai dan jaminan keamanan, dan ditulis pula sebagai saksinya adalah Abu 'Ubaidah, 'Amr bin Al-'Aash, Yazid bin Abu Sufyan dan Syurahbil. [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 24]

Bersambung..........


Demo Blog NJW V2 Updated at: 01:28

0 comments:

Post a Comment

Disarankan berkomentar menggunakan Akun Google+. Komentar SPAM dan SPAMMY (menyertakan link hidup, minta kunjungan balik, & nama blog) otomatis tidak akan muncul. Silahkan di Copy dan di Share kalau di rasa bermanfaat tidak perlu izin. Jika menginginkan Link Tinggalkan alamat Email, Sebelum bertanya, Cari Dulu di Kotak Pencarian! Thx