Jaminan 100%

“Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Akan hidup terus setelah mati

“Jika seorang manusia mati maka terputuslah darinya amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya.” .

Free Consultations

Konsultasi gratis di halaman Konsultasi. Konsultasi via email abuhening@gmail.com hanya untuk Layanan klien.

Tentang wajibnya mahar (maskawin), Tidak ada ketentuan besar kecilnya mahar

Posted by


Rasulullah SAW suri teladan yang baik (ke-80)
Tentang Nikah (4)
8. Tentang wajibnya mahar (maskawin)

وَ اتُوا النّسَآءَ صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً، فَاِنْ طِبْنَ لَكُمْ عَنْ شَيْءٍ مّنْهُ نَفْسًا فَكُلُوْهُ هَنِيْئًا مَّرِيْئًا. النساء:4
Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya. [QS. An-Nisaa’ : 4]

... وَ اُحِلَّ لَكُمْ مَّا وَرَآءَ ذلِكُمْ اَنْ تَبْتَغُوْا بِاَمْوَالِكُمْ مُّحْصِنِيْنَ غَيْرَ مُسَافِحِيْنَ، فَمَا اسْتَمْتَعْتُمْ بِه مِنْهُنَّ فَاتُوْهُنَّ اُجُوْرَهُنَّ فَرِيْضَةً، وَ لاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيْمَا تَرَاضَيْتُمْ بِه مِنْ بَعْدِ اْلفَرِيْضَةِ، اِنَّ اللهَ كَانَ عَلِيْمًا حَكِيْمًا. النساء:24
..... Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari istri-istri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka istri-istri yang telah kamu nikmati (campuri) diantara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban. Dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. [QS. An-Nisaa’ : 24]

.... وَالْمُحْصَنتُ مِنَ اْلمُؤْمِنَاتِ وَالْمُحْصَنتُ مِنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا اْلكِتبَ مِنْ قَبْلِكُمْ اِذَآ اتَيْتُمُوْهُنَّ اُجُوْرَهُنَّ مُحْصِنِيْنَ غَيْرَ مُسَافِحِيْنَ وَ لاَ مُتَّخِذِيْ اَخْدَانٍ... المائدة:5
...... (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan diantara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan diantara orang-orang yang diberi Al-Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik....... [QS. Al-Maaidah : 5]

لاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ اِنْ طَلَّقْتُمُ النّسَآءَ مَا لَمْ تَمَسُّوْهُنَّ اَوْ تَفْرِضُوْا لَهُنَّ فَرِيْضَةً، وَ مَتّعُوْهُنَّ عَلَى الْمُوْسِعِ قَدَرُه وَ عَلَى الْمُقْتِرِ قَدَرُه، مَتَاعًا بِالْمَعْرُوْفِ، حَقًّا عَلَى الْمُحْسِنِيْنَ. وَ اِنْ طَلَّقْتُمُوْهُنَّ مِنْ قَبْلِ اَنْ تَمَسُّوْهُنَّ وَ قَدْ فَرَضْتُمْ لَهُنَّ فَرِيْضَةً فَنِصْفُ مَا فَرَضْتُمْ اِلآَّ اَنْ يَّعْفُوْنَ اَوْ يَعْفُوَا الَّذِيْ بِيَدِه عُقْدَةُ النّكَاحِ، وَ اَنْ تَعْفُوْآ اَقْرَبُ لِلتَّقْوى، وَ لاَ تَنْسَوُا الْفَضْلَ بَيْنَكُمْ، اِنَّ اللهَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ. البقرة:236-237
Tidak ada kewajiban membayar (mahar) atas kamu, jika kamu menceraikan istri-istrimu sebelum kamu bercampur dengan mereka dan sebelum kamu menentukan maharnya. Dan hendaklah kamu berikan suatu mut’ah (pemberian) kepada mereka. Orang yang mampu menurut kemampuannya dan orang yang miskin menurut kemampuannya (pula), yaitu pemberian menurut yang patut. Yang demikian itu merupakan ketentuan bagi orang-orang yang berbuat kebajikan. (236) Jika kamu menceraikan istri-istrimu sebelum kamu bercampur dengan mereka, padahal sesungguhnya kamu sudah menentukan maharnya, maka bayarlah seperdua dari mahar yang telah kamu tentukan itu, kecuali jika istri-istrimu itu memaafkan atau dimaafkan oleh orang yang memegang ikatan nikah, dan pemaafan kamu itu lebih dekat kepada taqwa. Dan janganlah kamu melupakan keutamaan diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Melihat segala apa yang kamu kerjakan. (237) [QS. Al-Baqarah]

9. Tidak ada ketentuan besar kecilnya mahar

عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ اَنَّ النَّبِيَّ ص رَأَى عَلَى عَبْدِ الرَّحْمنِ بْنِ عَوْفٍ اَثَرَ صُفْرَةٍ. فَقَالَ: مَا هذَا؟ قَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، اِنّى تَزَوَّجْتُ امْرَأَةً عَلَى وَزْنِ نَوَاةٍ مِنْ ذَهَبٍ. قَالَ: فَبَارَكَ اللهُ لَكَ، اَوْلِمْ وَلَوْ بِشَاةٍ. مسلم 2: 1042
Dari Anas bin Malik, bahwasanya Nabi SAW melihat bekas kuning-kuning pada Abdurrahman bin ‘Auf, lalu beliau bertanya, “Apa ini ?”. Abdurrahman menjawab, “Ya Rasulullah, sesungguhnya saya baru saja menikahi seorang wanita dengan (mahar) emas seberat biji kurma”. Nabi SAW bersabda, “Semoga Allah memberkahimu, selenggarakanlah walimah walau hanya dengan (memotong) seekor kambing”. [HR. Muslim juz 2, hal. 1042]

عَنْ عَاصِمِ بْنِ عَبْدِ اللهِ قَالَ: سَمِعْتُ عَبْدَ اللهِ بْنَ عَامِرِ بْنِ رَبِيْعَةَ عَنْ اَبِيْهِ اَنَّ امْرَأَةً مِنْ بَنِى فَزَارَةَ تَزَوَّجَتْ عَلَى نَعْلَيْنِ. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اَ رَضِيْتِ مِنْ نَفْسِكِ وَ مَالِكِ بِنَعْلَيْنِ؟ قَالَتْ: نَعَمْ. قَالَ: فَاَجَازَهُ. الترمذى 2: 290، رقم: 1120، و قال حديث حسن صحيح
Dari ‘Ashim bin ‘Abdullah, ia berkata : Saya mendengar ‘Abdullah bin ‘Amir bin Rabi’ah, dari ayahnya, bahwasanya pernah ada seorang wanita dari Bani Fazarah yang dinikah dengan (mahar) sepasang sandal, lalu Rasulullah SAW  bertanya, “Ridlakah kamu atas dirimu dan hartamu dengan (mahar) sepasang sandal ?”. Ia menjawab, “Ya”. Maka Rasulullah SAW memperkenankannya”. [HR. Tirmidzi juz 2, hal. 290, no. 1120, dan ia berkata : Hadits hasan shahih]

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: مَنْ اَعْطَى فِي صَدَاقِ امْرَأَةٍ مِلْءَ كَفَّيْهِ سَوِيْقًا اَوْ تَمْرًا فَقَدِ اسْتَحَلَّ. ابو داود 2: 236، رقم: 2110
Dari Jabir bin ‘Abdullah, bahwasanya Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa memberikan mahar kepada wanita berupa tepung gandum atau kurma sepenuh dua tapak tangannya, maka halallah wanita itu baginya”. [HR. Abu Dawud juz 2, hal. 236, no. 2110, dla’if karena dalam sanadnya ada perawi bernama Musa bin Muslim bin Ruman]

عَنْ عَائِشَةَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: اِنَّ اَعْظَمَ النّكَاحِ بَرَكَةً اَيْسَرُهُ مَئُوْنَةً. احمد 9: 365، رقم: 24583
Dari ‘Aisyah, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Nikah yang paling besar berkahnya yaitu yang paling ringan maharnya”. [HR. Ahmad juz 9, hal. 365, no. 24583, dla’if karena dalam sanadnya ada perawi bernama Ibnu Thufail bin Sakhbarah, ia tidak dikenal]

عَنْ عَائِشَةَ رض اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: اِنَّ مِنْ اَعْظَمِ النّسَاءِ بَرَكَةً اَيْسَرَهُنَّ صَدَاقًا. البيهقى 7: 235
 Dari ‘Aisyah RA, bahwasanya Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya wanita yang paling banyak berkahnya adalah yang paling ringan maharnya”. [HR. Baihaqi juz 7, hal. 235, dla’if karena dalam sanadnya ada perawi bernama ‘Amr bin Thufail bin Sakhbarah, ia tidak dikenal]

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: لَمَّا تَزَوَّجَ عَلِيٌّ فَاطِمَةَ قَالَ لَهُ رَسُوْلُ اللهِ ص: اَعْطِهَا شَيْئًا. قَالَ: مَا عِنْدِى شَيْءٌ. قَالَ: اَيْنَ دِرْعُكَ اْلحُطَمِيَّةُ؟ ابو داود 2: 240، رقم: 2125
Dari Ibnu Abbas, ia berkata : Tatkala ‘Ali menikah dengan Fathimah, maka Rasulullah SAW bersabda kepada ‘Ali, “Berilah ia sesuatu !”. ‘Ali menjawab, “Saya tidak punya apa-apa”. Rasulullah SAW bertanya, “Mana baju besimu dari Huthamiyah itu ?”. [HR. Abu Dawud juz 2, hal. 240, no. 2125]

عَنْ رَجُلٍ مِنْ اَصْحَابِ النَّبِيّ اَنَّ عَلِيًّا عَلَيْهِ السَّلاَمُ لَمَّا تَزَوَّجَ فَاطِمَةَ بِنْتَ رَسُوْلِ اللهِ ص وَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا اَرَادَ اَنْ يَدْخُلَ بِهَا فَمَنَعَهُ رَسُوْلُ اللهِ ص حَتَّى يُعْطِيَهَا شَيْئًا. فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، لَيْسَ لِيْ شَيْءٌ. فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ ص: اَعْطِهَا دِرْعَكَ اْلحُطَمِيَّةَ، فَاَعْطَاهَا دِرْعَهُ، ثُمَّ دَخَلَ بِهَا. ابو داود 2: 240، رقم: 2126
Dari seorang laki-laki shahabat Nabi SAW, bahwasanya ‘Ali AS setelah menikahi Fathimah RA binti Rasulullah SAW, ketika ia ingin serumah dengannya, maka Rasulullah SAW mencegahnya sehingga ‘Ali memberinya sesuatu. Lalu Ali berkata, “Ya Rasulullah, aku tidak mempunyai apa-apa”. Lalu Rasulullah SAW bersabda kepadanya, “Berikan baju besimu dari Huthamiyah itu kepadanya !”. Maka Ali memberikan baju besi itu kepada Fathimah, lalu ia serumah dengan Fathimah. [HR. Abu Dawud juz 2, hal. 240, no. 2126]

عَنْ عُرْوَةَ عَنْ اُمّ حَبِيْبَةَ اَنَّهَا كَانَتْ  تَحْتَ عُبَيْدِ اللهِ بْنِ جَحْشٍ فَمَاتَ بِاَرْضِ اْلحَبَشَةِ، فَزَوَّجَهَا النَّجَاشِيُّ النَّبِيَّ ص وَ اَمْهَرَهَا عَنْهُ اَرْبَعَةَ آلاَفٍ، وَ بَعَثَ بِهَا اِلىَ رَسُوْلِ اللهِ ص مَعَ شُرَحْبِيْلَ بْنِ حَسْنَةَ. ابو داود 2: 235، رقم: 2107
Dari ‘Urwah dari Ummu Habibah, ia dahulu adalah istri ‘Ubaidullah bin Jahsy, lalu suaminya meninggal di Habasyah, kemudian oleh Najasyi (raja Habasyah) ia dinikahkan dengan Nabi SAW dengan memberi mahar empat ribu (dirham), lalu raja Habasyah mengirimnya kepada Rasulullah SAW dengan diantar oleh Syurahbil bin Hasnah”. [HR. Abu Dawud juz 2, hal. 235, no. 2107]

عَنْ اَنَسٍ عَنِ النَّبِيّ ص اَنَّهُ اَعْتَقَ صَفِيَّةَ وَ جَعَلَ عِتْقَهَا صَدَاقَهَا. مسلم 2: 1045
Dari Anas, dari Nabi SAW, bahwasanya beliau memerdekakan Shafiyah (binti Huyaiy) dan menjadikan kemerdekaannya itu sebagai maharnya. [HR. Muslim juz 2, hal. 1045]

عَنْ اَبِى سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمنِ اَنَّهُ قَالَ: سَاَلْتُ عَائِشَةَ زَوْجَ النَّبِيّ ص: كَمْ كَانَ صَدَاقُ رَسُوْلِ اللهِ ص؟ قَالَتْ: كَانَ صَدَاقُهُ لاَزْوَاجِهِ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ اُوْقِيَّةً وَ نَشًّا. قَالَتْ: اَتَدْرِى مَا النَّشُّ؟ قَالَ: قُلْتُ: لاَ. قَالَتْ: نِصْفُ اُوْقِيَّةٍ.فَتِلْكَ خَمْسُمِائَةِ دِرْهَمٍ. فهَذَا صَدَاقُ رَسُوْلِ اللهِ ص لاَزْوَاجِهِ. مسلم 2: 1042
Dari Abu Salamah bin ‘Abdur Rahman, ia berkata : Aku pernah bertanya kepada Aisyah istri Nabi SAW, “Berapakah mahar Rasulullah SAW ?”. Ia menjawab, “Mahar beliau kepada isteri-isterinya adalah dua belas uqiyah lebih satu nasy”. Aisyah bertanya, “Tahukah kamu apakah nasy itu ?”. Aku menjawab, “Tidak”. Aisyah berkata, “Setengah uqiyah, jadi berarti lima ratus dirham”. [HR. Muslim juz 2, hal. 1042]
Keterangan : 1 uqiyah  sama dengan 40 dirham. 12,5 uqiyah = 500 dirham.

عَنْ اَبِى اْلعَجْفَاءِ قَالَ: قَالَ عُمَرُ بْنُ اْلخَطَّابِ: اَلاَ لاَ تُغَالُوْا صَدُقَةَ النّسَاءِ، فَاِنَّهَا لَوْ كَانَت مَكْرُمَةً فِى الدُّنْيَا اَوْ تَقْوَى عِنْدَ اللهِ لَكَانَ اَوْلاَكُمْ بِهَا نَبِيُّ اللهِ ص. مَا عَلِمْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص نَكَحَ شَيْئًا مِنْ نِسَائِهِ وَ لاَ اَنْكَحَ شَيْئًا مِنْ بَنَاتِهِ عَلَى اَكْثَرَ مِنْ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ اُوْقِيَّةً. الترمذى 2: 291، رقم: 1122، و قال: هذا حديث حسن صحيح
Dari Abul ‘Ajfaa’, dia berkata : ‘Umar bin Khaththab berkata, “Ingatlah, janganlah kalian berlebih-lebihan dalam memberi mahar kepada wanita, karena meskipun dia seorang yang dimuliakan di dunia atau seorang yang bertaqwa di sisi Allah, tentu yang paling utama (dalam menghormati wanita) diantara kalian adalah Nabiyyullah SAW. Padahal aku tidak mengetahui Rasulullah SAW memberi mahar kepada seorang pun dari istri-istrinya dan tidak pula menikahkan putri-putri beliau dengan mahar lebih dari dua belas uqiyah”. [HR. Tirmidzi juz 2, hal. 291, no. 1122, ia berkata : Ini hadits hasan shahih]
Keterangan :
Mahar Rasulullah SAW kepada istri-istri beliau sebanyak 12 uqiyah (400 dirham), itu tidak menunjukkan semuanya begitu, tetapi itu menunjukkan bahwa kebanyakan istri beliau diberi mahar sebanyak itu. Ibnu Hisyam menyebutkan di dalam kitab tarikhnya bahwa beliau memberikan mahar kepada istri-istri beliau sebagai berikut :
  1.  Khadijah binti Khuwailid, maharnya 20 ekor unta yang masih muda.
  2.  ‘Aisyah binti Abu Bakar, maharnya 400 dirham.
  3.  Saudah binti Zam’ah, maharnya 400 dirham.
  4.  Zainab binti Jahsy, maharnya 400 dirham.
  5.  Ummu Salamah binti Abu Umayyah, maharnya kasur berisi serabut, bejana, hamparan dan gilingan gandum.
  6.  Hafshah binti ‘Umar bin Khaththab, maharnya 400 dirham.
  7.  Ummu Habibah binti Abu Sufyan, maharnya 400 dinar (=4.000 dirham)
  8.  Juwairiyah binti Al-Harits, maharnya 400 dirham.
  9.  Maimunah binti Al-Harits, maharnya 400 dirham.
10.  Zainab binti Khuzaimah, maharnya 400 dirham.
       [diringkas dari Tarikh Ibnu Hisyam juz 6, hal. 61]
11.  Shofiyah binti Huyaiy, maharnya Nabi SAW memerdekakan Shafiyah, dan menjadikan kemerdekaannya itu sebagai maharnya.
Walloohu a’lam.
Bersambung………


Demo Blog NJW V2 Updated at: 02:11

0 comments:

Post a Comment

Disarankan berkomentar menggunakan Akun Google+. Komentar SPAM dan SPAMMY (menyertakan link hidup, minta kunjungan balik, & nama blog) otomatis tidak akan muncul. Pertanyaan OOT silakan di Halaman Ruang Konsultasi. Jika menginginkan Link Tinggalkan alamat Email, Sebelum bertanya, Cari Dulu di Kotak Pencarian! Thx