Jaminan 100%

“Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Akan hidup terus setelah mati

“Jika seorang manusia mati maka terputuslah darinya amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya.” .

Free Consultations

Konsultasi gratis di halaman Konsultasi. Konsultasi via email abuhening@gmail.com hanya untuk Layanan klien.

Boleh memberi mahar dengan mengajarkan ayat-ayat Al-Qur’an, Anjuran mengadakan walimah

Posted by



Rasulullah SAW suri teladan yang baik (ke-81)
Tentang Nikah (5)
   10. Boleh memberi mahar dengan mengajarkan ayat-ayat Al-Qur’an.

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ اَنَّ امْرَأَةً جَاءَتْ رَسُوْلَ اللهِ ص فَقَالَتْ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، جِئْتُ لاَهَبَ لَكَ نَفْسِيْ. فَنَظَرَ اِلَيْهَا رَسُوْلُ اللهِ ص، فَصَعَّدَ النَّظَرَ اِلَيْهَا وَصَوَّبَهُ ثُمَّ طَأْطَأَ رَأْسَهُ. فَلَمَّا رَأَتِ الْمَرْأَةُ اَنَّهُ لَمْ يَقْضِ فِيْهَا شَيْئًا جَلَسَتْ، فَقَامَ رَجُلٌ مِنْ اَصْحَابِهِ فَقَالَ: اَيْ رَسُوْلَ اللهِ، اِنْ لَمْ تَكُنْ لَكَ بِهَا حَاجَةٌ فَزَوّجْنِيْهَا، فَقَالَ: وَ هَلْ عِنْدَكَ مِنْ شَيْءٍ؟ قَالَ: لاَ وَ اللهِ يَا رَسُوْلَ اللهِ. قَالَ: اِذْهَبْ اِلَى اَهْلِكَ فَانْظُرْ هَلْ تَجِدُ شَيْئًا. فَذَهَبَ، ثُمَّ رَجَعَ فَقَالَ: لاََ وَ اللهِ يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَا وَجَدْتُ شَيْئًا. قَالَ: اُنْظُرْ وَلَوْ خَاتَمًا مِنْ حَدِيْدٍ. فَذَهَبَ، ثُمَّ رَجَعَ فَقَالَ: لاَ وَ اللهِ يَا رَسُوْلَ اللهِ، وَلاَ خَاتَمًا مِنْ حَدِيْدٍ وَ لكِنْ هذَا اِزَارِي. قَالَ سَهْلٌ مَا لَهُ رِدَاءٌ فَلَهَا نِصْفُهُ. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَا تَصْنَعُ بِاِزَارِكَ، اِنْ لَبِسْتَهُ لَمْ يَكُنْ عَلَيْهَا مِنْهُ شَيْءٌ وَ اِنْ لَبِسَتْهُ لَمْ يَكُنْ عَلَيْكَ شَيْءٌ. فَجَلَسَ الرَّجُلُ حَتَّى طَالَ مَجْلَسُهُ، ثُمَّ قَامَ. فَرَآهُ رَسُوْلُ اللهِ ص مُوَلّيًا، فَاَمَرَ بِهِ فَدُعِيَ، فَلَمَّا جَاءَ قَالَ: مَاذَا مَعَكَ مِنَ الْقُرْانِ؟ قَالَ: مَعِيْ سُوْرَةُ كَذَا وَ سُوْرَةُ كَذَا وَسُوْرَةُ كَذَا، عَدَّدَهَا. قَالَ: اَتَقْرَؤُهُنَّ عَنْ ظَهْرِ قَلْبِكَ؟ قَالَ: نَعَمْ. قَالَ: اِذْهَبْ، فَقَدْ مَلَّكْتُكَهَا بِمَا مَعَكَ مِنَ الْقُرْان. البخارى 6: 131
Dari Sahl bin Sa’ad bahwasanya ada seorang wanita datang kepada Rasulullah SAW, wanita itu berdiri lalu berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya aku datang untuk menyerahkan diriku untukmu”. Maka Rasulullah SAW memperhatikan wanita tersebut, beliau melihatnya dari atas sampai ke bawah. Kemudian beliau menundukkan kepalanya. Setelah wanita itu mengetahui bahwa Rasulullah SAW tidak menghendakinya, lalu wanita itu duduk. Kemudian berdirilah seorang laki-laki dan berkata, “Ya Rasulullah, jika engkau tidak berminat kepadanya, maka nikahkanlah aku dengannya”. Kemudian Rasulullah SAW bertanya, “Apakah kamu mempunyai sesuatu (untuk maharnya) ?”. Ia menjawab, “Demi Allah, saya  tidak punya apa-apa, ya Rasulullah”. Beliau bersabda, “Pergilah kepada keluargamu, apakah kamu mendapatkan sesuatu”. Lalu laki-laki itu pergi. Kemudian ia kembali lalu berkata, “Demi Allah, tidak punya apa-apa ya Rasulullah, saya tidak mendapatkan sesuatupun”. Beliau bersabda, ”Lihatlah lagi, walaupun cincin dari besi”. Lalu laki-laki itu pergi. Kemudian ia kembali dan berkata, “Demi Allah, tidak punya apa-apa ya Rasulullah, tidak pula cincin dari besi, tetapi ini kain izarku”. Sahl berkata, laki-laki itu tidak punya ridaa’ (pakaian atas), maka wanita itu akan diberi separo izaarnya. Lalu Rasulullah SAW bertanya, “Apa yang akan kamu perbuat dengan kain izarmu ?”. Jika kamu yang memakainya, berarti istrimu tidak bisa memakainya, dan jika istrimu yang memakainya berarti kamu tidak bisa memakainya ?”. Lalu laki-laki tersebut duduk sampai lama. Kemudian laki-laki itu berdiri, lalu Rasulullah SAW melihatnya ia berpaling pergi, lalu beliau menyuruh supaya laki-laki itu dipanggil kembali. Setelah laki-laki itu datang, beliau bertanya, “Apakah kamu mempunyaii hafalan ayat-ayat Al-Qur’an ?”. Laki-laki itu menjawab, “Ya, saya hafal surat ini, surat ini dan surat ini”. Laki-laki itu menghitungnya. Nabi SAW bertanya lagi, “Maukah kamu membacakan ayat-ayat itu dengan hafalanmu ?”. Laki-laki itu menjawab, “Ya, mau”. Nabi SAW bersabda, “Silahkan, sungguh aku telah menikahkan kamu dengan wanita itu dengan mahar ayat-ayat Al-Qur’an yang ada padamu”. [HR. Bukhari juz 6, hal. 131]

و فى رواية لمسلم: قَالَ: اِنْطَلِقْ، لَقَدْ زَوَّجْتُكَهَا فَعَلّمْهَا مِنَ اْلقُرْانِ. مسلم 2: 1041
Dan dalam riwayat lain oleh Muslim : Nabi SAW bersabda, “Silahkan, sungguh aku telah menikahkan kamu dengannya, maka ajarilah dia dengan ayat-ayat Al-Qur’an”. [HR. Muslim juz 2, hal. 1041]

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ نَحْوَ هذِهِ الْقِصَّةِ لَمْ يَذْكُرِ الاِزَارَ وَالْخَاتَمَ فَقَالَ: مَا تَحْفَظُ مِنَ الْقُرْآنِ؟ قَالَ: سُورَةَ الْبَقَرَةِ اَوِ الَّتِى تَلِيهَا. قَالَ: فَقُمْ فَعَلّمْهَا عِشْرِيْنَ آيَةً وَهِىَ امْرَأَتُكَ. ابو داود 2: 236، رقم: 2112
Dari Abu Hurairah, sebagaimana kisah di atas, tetapi tidak menyebutkan izaar dan cincin kawin, beliau bertanya, “Apa yang kamu hafal dari Al-Qur’an ?”. Orang laki-laki itu menjawab, “Saya hafal surat Al-Baqarah dan surat berikutnya”. Beliau bersabda, “Berdirilah, ajarkanlah kepadanya dua puluh ayat, dan wanita itu menjadi istrimu”. [HR. Abu Dawud juz 2, hal. 236, no. 2112, dla’if karena dalam sanadnya ada perawi bernama ‘Isl bin Sufyan]
Keterangan :
Dari ayat-ayat maupun hadits-hadits yang telah lalu menunjukkan bahwa memberikan maskawin kepada wanita yang dinikahi itu merupakan kewajiban. Adapun besarnya maskawin tidak ada ketentuan yang pasti. Dan maskawin bisa diberikan secara tunai maupun dengan ditangguhkan, bahkan boleh pula bermahar dengan mengajarkan ayat-ayat Al-Qur’an.

11. Saksi dalam pernikahan

عَنْ عَائِشَةَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: لاَ نِكَاحَ اِلاَّ بِوَلِيّ وَ شَاهِدَيْ عَدْلٍ، وَ مَا كَانَ مِنْ نِكَاحٍ عَلَى غَيْرِ ذلِكَ فَهُوَ بَاطِلٌ، فَاِنْ تَشَاجَرُوْا فَالسُّلْطَانُ وَلِيُّ مَنْ لاَ وَلِيَّ لَهُ. ابن حبان 9: 386، رقم: 4075
Dari ‘Aisyah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada nikah melainkan dengan wali dan dua orang saksi yang adil. Dan pernikahan yang tidak seperti itu, pernikahan itu bathal. Maka jika para walinya berselisih (saling bertengkar), maka penguasa (hakim) adalah wali bagi orang yang tidak punya wali”. [HR. Ibnu Hibban juz 9, hal. 386, no. 4075]

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: لاَ نِكَاحَ اِلاَّ بِوَلِيّ وَ شَاهِدَيْ عَدْلٍ. الدارقطنى 3: 227، رقم: 24
Dari ‘Aisyah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada nikah melainkan dengan wali dan dua orang saksi yang adil”. [HR. Daruquthni juz 3, hal. 227, no. 24, dla’if karena dalam sanadnya ada perawi bernama Muhammad bin Yazid bin Sinan dari ayahnya, keduanya dla’if]
Keterangan :
Dari ayat-ayat maupun hadits-hadits yang telah lalu bisa diambil pengertian bahwa syarat pernikahan adalah sebagai berikut :
1. Ada calon pengantin laki-laki dan wanita.
2. Ada maskawin/mahar.
3. Harus ada wali (Bagi yang berpendapat wali itu wajib).
4. Ada saksi yang adil (dua orang laki-laki, atau satu orang laki-laki dan dua wanita).
5.  Ada ijab qabul.

12. Anjuran mengadakan walimah

عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ اَنَّ النَّبِيَّ ص رَأَى عَلَى عَبْدِ الرَّحْمنِ بْنِ عَوْفٍ اَثَرَ صُفْرَةٍ فَقَالَ: مَا هذَا؟ قَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ اِنّى تَزَوَّجْتُ امْرَأَةً عَلَى وَزْنِ نَوَاةٍ مِنْ ذَهَبٍ. قَالَ: فَبَارَكَ اللهُ لَكَ. اَوْلِمْ وَ لَوْ بِشَاةٍ. مسلم 2: 1042
Dari Anas bin Malik, bahwasanya Nabi SAW melihat ada bekas kuning-kuning pada 'Abdur Rahman bin 'Auf. Maka beliau bertanya, "Apa ini ?". Ia menjawab, "Ya Rasulullah, saya baru saja menikahi wanita dengan mahar seberat biji kurma dari emas". Maka beliau bersabda, "Semoga Allah memberkahimu. Selenggarakanlah walimah meskipun (hanya) dengan (menyembelih) seekor kambing". [HR. Muslim juz 2, hal. 1042]

عَنْ اَنَسٍ قَالَ: مَا اَوْلَمَ النَّبِيُّ ص عَلَى شَيْءٍ مِنْ نِسَائِهِ مَا اَوْلَمَ عَلَى زَيْنَبَ، اَوْلَمَ بِشَاةٍ. البخارى 6: 142
Dari Anas, ia berkata, "Nabi SAW tidak pernah menyelenggarakan walimah atas (pernikahannya) dengan istri-istri beliau sebagaimana walimah atas (pernikahannya) dengan Zainab, beliau menyelenggarakan walimah dengan (menyembelih) seekor kambing". [HR. Bukhari juz 6, hal. 142].

عَنْ صَفِيَّةَ بِنْتِ شَيْبَةَ قَالَتْ: اَوْلَمَ النَّبِيُّ ص عَلَى بَعْضِ نِسَائِهِ بِمُدَّيْنِ مِنْ شَعِيْرٍ. البخارى 6: 143
Dari Shafiyah binti Syaibah, ia berkata, "Nabi SAW peernah mengadakan walimah pada (pernikahannya) dengan sebagian istri beliau dengan dua mud gandum". [HR. Bukhari juz 6, hal. 143].

عَنْ اَنَسٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص اَعْتَقَ صَفِيَّةَ وَ تَزَوَّجَهَا وَ جَعَلَ عِتْقَهَا صَدَاقَهَا وَ اَوْلَمَ عَلَيْهَا بِحَيْسٍ. البخارى 6: 142
Dari Anas bahwasanya Rasulullah SAW memerdekakan Shafiyah, lalu menikahinya, dan beliau menjadikan kemerdekaannya itu sebagai maharnya. Dan beliau membuat walimah pada pernikahannya itu dengan hais (makanan yang terbuat dari kurma, keju dan minyak samin). [HR. Bukhari juz 6, hal. 142]

عَنْ اَنَسٍ قَالَ: اَقَامَ النَّبِيُّ ص بَيْنَ خَيْبَرَ وَ اْلمَدِيْنَةِ ثَلاَثًَا يُبْنَى عَلَيْهِ بِصَفِيَّةَ بِنْتِ حُيَيّ فَدَعَوْتُ اْلمُسْلِمِيْنَ اِلَى وَلِيْمَتِهِ، فَمَا كَانَ فِيْهَا مِنْ خُبْزٍ وَ لاَ لَحْمٍ، اَمَرَ بِاْلاَنْطَاعِ فَاُلْقِىَ فِيْهَا مِنَ التَّمْرِ وَ اْلاَقِطِ وَ السَّمْنِ. فَكَانَتْ وَلِيْمَتَهُ، فَقَالَ اْلمُسْلِمُوْنَ: اِحْدَى اُمَّهَاتِ اْلمُؤْمِنِيْنَ اَوْ مِمَّا مَلَكَتْ يَمِيْنُهُ؟ فَقَالُوْا: اِنْ حَجَبَهَا فَهِيَ مِنْ اُمَّهَاتِ اْلمُؤْمِنِيْنَ. وَ اِنْ لَمْ يَحْجُبْهَا فَهِيَ مِمَّا مَلَكَتْ يَمِيْنُهُ. فَلَمَّا ارْتَحَلَ وَطَّأَ لَهَا خَلْفَهُ وَ مَدَّ اْلحِجَابَ بَيْنَهَا وَ بَيْنَ النَّاسِ. البخارى 6: 139
Dari Anas, ia berkata : Nabi SAW pernah singgah diantara Khaibar dan Madinah selama tiga malam, dimana beliau mengadakan pernikahan dengan Shafiyah binti Huyaiy. Kemudian aku mengundang kaum muslimin untuk menghadiri walimahnya, yang pada walimah itu tidak ada roti dan tidak pula daging. Beliau menyuruh supaya dihamparkan tikar-tikar, lalu diletakkan di atasnya, kurma, keju dan samin. Itulah walimah beliau. Lalu kaum muslimin pada bertanya, "Ini walimah salah seorang ummul mukminin ataukah hamba perempuan yang dimiliki beliau ?". Lalu mereka menjawab, "Jika Nabi SAW menutupinya, maka ia adalah seorang ummul mukminin, dan jika beliau tidak menutupinya, maka ia adalah hamba yang beliau miliki". Kemudian tatkala Nabi SAW akan berangkat meneruskan perjalanan, beliau lalu menaikkannya di belakang beliau, lalu menarik tabir untuk menutupi antara Shafiyah dengan orang banyak. [HR. Bukhari juz 6, hal. 139].

عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: تَزَوَّجَ رَسُوْلُ اللهِ ص فَدَخَلَ بِاَهْلِهِ، قَالَ: فَصَنَعَتْ اُمّى اُمُّ سُلَيْمٍ حَيْسًا فَجَعَلَتْهُ فِى تَوْرٍ فَقَالَتْ: يَا اَنَسُ، اِذْهَبْ بِهذَا اِلَى رَسُوْلِ اللهِ ص. فَقُلْ بَعَثَتْ بِهذَا اِلَيْكَ اُمّى وَ هِيَ تُقْرِئُكَ السَّلاَمَ. وَ تَقُوْلُ اِنَّ هذَا لَكَ مِنَّا قَلِيْلٌ يَا رَسُوْلَ اللهِ. قَالَ: فَذَهَبْتُ بِهَا اِلَى رَسُوْلِ اللهِ ص فَقُلْتُ: اِنَّ اُمّى تُقْرِئُكَ السَّلاَمَ وَ تَقُوْلُ اِنَّ هذَا لَكَ مِنَّا قَلِيْلٌ يَا رَسُوْلَ اللهِ. فَقَالَ: ضَعْهُ. ثُمَّ قَالَ: اِذْهَبْ فَادْعُ لِيْ فُلاَنًا وَ فُلاَنًا وَ فُلاَنًا وَ مَنْ لَقِيْتَ، وَ سَمَّى رِجَالاً. قَالَ: فَدَعَوْتُ مَنْ سَمَّى وَ مَنْ لَقِيْتُ. قَالَ: قُلْتُ ِلاَنَسٍ: عَدَدَ كَمْ كَانُوْا؟ قَالَ: زُهَاءَ ثَلاَثِمِائَةٍ. مسلم 2: 1051
Dari Anas bin Malik, ia berkata, "Rasulullah SAW menikah, lalu beliau mengadakan walimah". Anas berkata, "Lalu ibuku Ummu Sulaim membuat makanan hais, lalu ia tuangkan dalam bejana, kemudian ia berkata, "Hai Anas, bawalah ini kepada Rasulullah SAW. Dan katakanlah, "Ibuku mengirimkan ini untuk engkau, dan dia berkirim salam kepada engkau". Dan katakanlah, "Ini sedikit dari kami untuk engkau ya Rasulullah". Anas berkata, "Lalu aku pergi kepada Rasulullah SAW dengan membawa makanan itu". Lalu aku berkata kepada Rasulullah, "Sesungguhnya ibuku berkirim salam untukmu dan dia mengatakan, "Sesungguhnya ini sedikit dari kami untukmu, ya Rasulullah". Kemudian Rasulullah SAW bersabda, "Letakkanlah makanan itu". Kemudian beliau bersabda, "Undanglah kemari, si Fulan, si Fulan, si Fulan dan siapasaja yang kamu jumpai". Beliau menyebutkan beberapa nama orang laki-laki. Anas berkata, "Kemudian aku mengundang orang-orang yang beliau sebut namanya dan orang-orang yang aku jumpai". Perawi bertanya kepada Anas, "Berapa jumlah mereka itu ?". Jawab Anas, "Kira-kira 300 orang". [HR. Muslim juz 2, hal. 1051].
Bersambung……..


Demo Blog NJW V2 Updated at: 18:26

0 comments:

Post a Comment

Disarankan berkomentar menggunakan Akun Google+. Komentar SPAM dan SPAMMY (menyertakan link hidup, minta kunjungan balik, & nama blog) otomatis tidak akan muncul. Pertanyaan OOT silakan di Halaman Ruang Konsultasi. Jika menginginkan Link Tinggalkan alamat Email, Sebelum bertanya, Cari Dulu di Kotak Pencarian! Thx