Jaminan 100%

“Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Akan hidup terus setelah mati

“Jika seorang manusia mati maka terputuslah darinya amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya.” .

Free Consultations

Konsultasi gratis di halaman Konsultasi. Konsultasi via email abuhening@gmail.com hanya untuk Layanan klien.

Anjuran menikah dan larangan membujang, Menjaga diri dari fitnah wanita

Posted by


Rasulullah SAW suri teladan yang baik (ke-77)
Tentang Nikah
1. Anjuran menikah dan larangan membujang
Firman Allah SWT :

ياَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ ِمّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّ خَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَ بَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَّ نِسَآءً، وَ اتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِه وَ اْلاَرْحَامَ، اِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. النساء:1
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. [QS. An-Nisaa’ : 1]

وَ مِنْ ايتِه اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لّتَسْكُنُوْآ اِلَيْهَا وَ جَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّ رَحْمَةً، اِنَّ فِيْ ذلِكَ لايتٍ لّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ. الروم:21
Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. [QS. Ar-Ruum : 21]

وَ لَقَدْ اَرْسَلْنَا رُسُلاً مّنْ قَبْلِكَ وَ جَعَلْنَا لَهُمْ اَزْوَاجًا وَّ ذُرّيَّةً. الرعد:38
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan. [QS. Ar-Ra’d : 38]

وَ اَنْكِحُوا اْلاَيَامى مِنْكُمْ وَ الصّلِحِيْنَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَ اِمَآئِكُمْ اِنْ يَّكُوْنُوْا فُقَرَآءَ يُغْنِهِمُ اللهُ مِنْ فَضْلِه، وَ اللهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ. النور:32
Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. [QS. An-Nuur : 32]

وَ الَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَ ذُرّيّتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّ اجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا. الفرقان:74
Dan orang-orang yang berdoa, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami, dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa”. [QS. Al-Furqaan : 74]
Hadits Rasulullah SAW :

عَنْ عَبْدِ اللهِ قَالَ: قَالَ لَنَا رَسُوْلُ اللهِ ص: يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ اْلبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَاِنَّهُ اَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَ اَحْصَنُ لِلْفَرْجِ. وَ مَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَاِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ. مسلم 2: 1019
Dari ‘Abdullah (bin Mas’ud), ia berkata : Rasulullah SAW  bersabda kepada kami, “Hai para pemuda, barangsiapa diantara kalian yang sudah mampu menikah, maka nikahlah, karena sesungguhnya nikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih dapat menjaga kemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena berpuasa itu baginya (menjadi) pengekang syahwat”. [HR. Muslim juz 2, hal. 1019]
 
عَنْ عَبْدِ الرّحْمنِ بْنِ يَزِيْدَ قَالَ: دَخَلْتُ مَعَ عَلْقَمَةَ وَ اْلاَسْوَدِ عَلَى عَبْدِ اللهِ، فَقَالَ عَبْدُ اللهِ: كُنَّا مَعَ النَّبِيّ ص شَبَابًا لاَ نَجِدُ شَيْئًا. فقَال لَنَا رَسُوْلُ اللهِ ص: يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ  اْلبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَاِنَّهُ اَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَ اَحْصَنُ لِلْفَرْجِ. وَ مَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَاِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ. البخارى 6: 117
Dari ’Abdur Rahman bin Yazid, ia berkata : Dahulu aku bersama ‘Alqamah dan Al-Aswad datang kepada ‘Abdullah (bin Mas’ud), lalu ‘Abdullah (bin Mas’ud) berkata : Dahulu kami para pemuda bersama Nabi SAW,  kami tidak mempunyai apa-apa, lalu Rasulullah SAW bersabda kepada kami, “Hai para pemuda, barangsiapa diantara kalian yang sudah mampu menikah, maka nikahlah, karena sesungguhnya nikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih dapat menjaga kemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena berpuasa itu baginya (menjadi) pengekang syahwat”. [HR. Bukhari juz 6, hal. 117]

عَنْ سَعْدِ بْنِ اَبِى وَقَّاصٍ قَالَ: رَدَّ رَسُوْلُ اللهِ ص عَلَى عُثْمَانَ بْنِ مَظْعُوْنٍ التَّبَتُّلَ وَ لَوْ اَذِنَ لَهُ َلاخْتَصَيْنَا. البخارى 6: 118
Dan Sa’ad bin Abu Waqqash, ia berkata, “Rasulullah SAW pernah melarang ‘Utsman bin Madh’un membujang, dan kalau sekiranya Rasulullah SAW mengijinkannya tentu kami berkebiri”. [HR. Bukhari juz 6, hal. 118]

عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رض قَالَ: جَاءَ ثَلاَثَةُ رَهْطٍ اِلَى بُيُوْتِ اَزْوَاجِ النَّبِيّ ص يَسْأَلُوْنَ عَنْ عِبَادَةِ النَّبِيّ ص. فَلَمَّا اُخْبِرُوْا كَاَنَّهُمْ تَقَالُّوْهَا فَقَالُوْا: وَ اَيْنَ نَحْنُ مِنَ النَّبِيّ ص؟ قَدْ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ. قَالَ اَحَدُهُمْ: اَمَّا اَنَا فَاِنّى اُصَلّى اللَّيْلَ اَبَدًا. وَ قَالَ آخَرُ اَنَا اَصُوْمُ الدَّهْرَ وَ لاَ اُفْطِرُ. وَ قَالَ آخَرُ: وَ اَنَا اَعْتَزِلُ النّسَاءَ فَلاَ اَتَزَوَّجُ اَبَدًا. فَجَاءَ رَسُوْلُ اللهِ ص. فَقَالَ: اَنْتُمُ الَّذِيْنَ قُلْتُمْ كَذَا وَ كَذَا؟ اَمَا وَ اللهِ اِنّى َلاَخْشَاكُمْ ِللهِ وَ اَتْقَاكُمْ لَهُ لكِنّى اَصُوْمُ وَ اُفْطِرُ وَ اُصَلّى وَ اَرْقُدُ وَ اَتَزَوَّجُ النّسَاءَ. فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِى فَلَيْسَ مِنّى. البخارى 6: 116
Dari Anas bin Malik RA, ia berkata : Ada tiga kelompok orang datang ke rumah istri-istri Nabi SAW, mereka menanyakan tentang ibadah Nabi SAW. Setelah mereka diberitahu, lalu mereka merasa bahwa amal mereka masih sedikit. Lalu mereka berkata, “Dimana kedudukan kita dari Nabi SAW, sedangkan beliau telah diampuni dosa-dosa beliau yang terdahulu dan yang kemudian”. Salah seorang diantara mereka berkata, “Adapun saya, sesungguhnya saya akan shalat malam terus”. Yang lain berkata, “Saya akan puasa terus-menerus”. Yang lain lagi berkata, “Adapun saya akan menjauhi wanita, saya tidak akan kawin selamanya”. Kemudian Rasulullah SAW datang kepada mereka dan bersabda, “Apakah kalian tadi yang mengatakan demikian dan demikian ?. Ketahuilah, demi Allah, sesungguhnya aku adalah orang yang paling takut kepada Allah diantara kalian, dan orang yang paling bertaqwa kepada Allah diantara kalian. Sedangkan aku berpuasa dan berbuka, shalat dan tidur, dan akupun menikahi wanita. Maka barangsiapa yang membenci sunnahku, ia bukanlah dari golonganku”. [HR. Bukhari juz 6, hal. 116]

عَنْ اَنَسٍ  اَنَّ نَفَرًا مِنْ اَصْحَابِ النَّبِيّ ص سَأَلُوْا اَزْوَاجَ النَّبِيّ ص عَنْ عَمَلِهِ فِى السّرّ، فَقَالَ بَعْضُهُمْ: لاَ اَتَزَوَّجُ النّسَاءَ. وَ قَالَ بَعْضُهُمْ: لاَ آكُلُ اللَّحْمَ. وَ قَالَ بَعْضُهُمْ: لاَ اَنَامُ عَلَى فِرَاشٍ. فَحَمِدَ اللهَ وَ اَثْنَى عَلَيْهِ فَقَالَ: مَا بَالُ اَقْوَامٍ قَالُوْا كَذَا وَ كَذَا؟ لكِنّى اُصَلّى وَ اَنَامُ وَ اَصُوْمُ وَ اُفْطِرُ. وَ اَتَزَوَّجُ النّسَاءَ، فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِى فَلَيْسَ مِنّى. مسلم 2: 1020
Dan dari Anas, bahwasanya ada sekelompok shahabat Nabi SAW yang bertanya kepada istri-istri Nabi SAW secara diam-diam tentang amalan beliau. Lalu sebagian mereka berkata, “Aku tidak akan menikahi wanita”. Sebagian lagi berkata, “Aku tidak akan makan daging”. Dan sebagian lagi berkata, “Aku tidak akan tidur di tempat tidur”. (Kemudian hal itu sampai kepada Nabi SAW), maka beliau memuji Allah dan menyanjung-Nya, lalu beliau bersabda, “Bagaimana orang-orang itu, mereka mengatakan demikian dan demikian ?. Padahal aku shalat dan tidur, puasa dan berbuka, dan akupun menikahi wanita. Maka barangsiapa yang membenci sunnahku, ia bukan dari golonganku”. [HR. Muslim juz 2, hal. 1020]

عَنْ قَتَادَةَ عَنِ اْلحَسَنِ عَنْ سَمُرَةَ اَنَّ النَّبِيَّ ص نَهَى عَنِ التَّبَتُّلِ، وَ قَرَأَ قَتَادَةُ (وَ لَقَدْ اَرْسَلْنَا رُسُلاً مّنْ قَبْلِكَ وَ جَعَلْنَا لَهُمْ اَزْوَاجًا وَّذُرّيَّةً. الرعد:38) الترمذى 2: 273، رقم: 1089
Dari Qatadah dari Hasan dari Samurah, bahwasanya Nabi SAW melarang membujang. Dan Qatadah membaca ayat (yang artinya), “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan”. (Ar-Ra’d : 38). [HR. Tirmidzi juz 2, hal. 273, no. 1089]

عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: مَنْ رَزَقَهُ اللهُ امْرَأَةً صَالِحَةً فَقَدْ اَعَانَهُ عَلَى شَطْرِ دِيْنِهِ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِى الشَّطْرِ اْلثَانِى. الحاكم فى المستدرك 2: 175، رقم: 2681
Dari Anas bin Malik RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang Allah telah memberi rezqi kepadanya berupa istri yang shalihah, berarti Allah telah menolongnya pada separo agamanya. Maka hendaklah bertaqwa kepada Allah untuk separo sisanya”. [HR. Hakim, dalam Al-Mustadrak juz 2, hal. 175, no. 2681, dan ia berkata, “Hadits ini shahih sanadnya, tetapi Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya]

عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِذَا تَزَوَّجَ اْلعَبْدُ فَقَدْ كَمَّلَ نِصْفَ الدّيْنِ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِى النّصْفِ اْلبَاقِى. البيهقى فى شعب الايمان 4: 382، رقم: 5486
Dari Anas bin Malik, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seorang hamba telah menikah, berarti dia telah menyempurnakan separo agamanya, maka hendaklah dia bertaqwa kepada Allah pada separo sisanya”. [HR. Baihaqi dalam Syu’abul Iimaan juz 4, hal. 382, no. 5486]

2. Menjaga diri dari fitnah wanita

عَنْ اُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَا تَرَكْتُ بَعْدِى فِتْنَةً، هِيَ اَضَرُّ عَلَى الرّجَالِ مِنَ النّسَاءِ. مسلم 4: 2097
Dari Usamah bin Zaid, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Sepeninggalku nanti tidak ada fitnah yang lebih membahayakan bagi laki-laki daripada  fitnah wanita”. [HR. Muslim juz 4, hal. 2097]

عَنْ اُسَامَةَ بْنِ زَيْدِ بْنِ حَارِثَةَ وَ سَعِيْدِ بْنِ زَيْدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ نُفَيْلٍ اَنَّهُمَا حَدَّثَا عَنْ رَسُوْلِ اللهِ ص اَنَّهُ قَالَ: مَا تَرَكْتُ بَعْدِى فِى النَّاسِ فِتْنَةً اَضَرُّ عَلَى الرّجَالِ مِنَ النّسَاءِ. مسلم 4: 2098
Dari Usamah bin Zaid bin Haaritsah dan Sa’id bin Zaid bin ‘Amr bin Nufail, bahwa keduanya menceritakan dari Nabi SAW, bahwasanya beliau bersabda, “Sepeninggalku nanti tidak ada fitnah di kalangan manusia yang lebih membahayakan bagi laki-laki daripada fitnah wanita”. [HR. Muslim juz 4, hal. 2098]

عَنْ اَبِى سَعِيْدِ اْلخُدْرِيّ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: اِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ، وَ اِنَّ اللهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيْهَا. فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُوْنَ. فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَ اتَّقُوا النّسَاءَ فَاِنَّ اَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِى اِسْرَائِيْلَ كَانَتْ فِى النّسَاءِ. مسلم 4: 2098
Dari Abu Sa’id Al-Khudriy, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Sesungguhnya dunia itu manis dan indah. Dan sesungguhnya Allah menjadikan kalian khalifah padanya, maka Allah akan melihat bagaimana yang kalian perbuat. Maka hati-hatilah terhadap dunia, dan hati-hatilah terhadap wanita, karena pertama-tama fitnah yang menimpa Bani Israil adalah fitnah wanita”. [HR. Muslim juz 4, hal. 2098]
Bersambung………


Demo Blog NJW V2 Updated at: 02:28

0 comments:

Post a Comment

Disarankan berkomentar menggunakan Akun Google+. Komentar SPAM dan SPAMMY (menyertakan link hidup, minta kunjungan balik, & nama blog) otomatis tidak akan muncul. Pertanyaan OOT silakan di Halaman Ruang Konsultasi. Jika menginginkan Link Tinggalkan alamat Email, Sebelum bertanya, Cari Dulu di Kotak Pencarian! Thx