Jaminan 100%

“Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Akan hidup terus setelah mati

“Jika seorang manusia mati maka terputuslah darinya amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya.” .

Free Consultations

Konsultasi gratis di halaman Konsultasi. Konsultasi via email abuhening@gmail.com hanya untuk Layanan klien.

Sifat-sifat orang yang beriman

Posted by

Wajib tha'at kepada Allah dan Rasul-Nya (ke-3)


5. Sifat-sifat orang yang beriman


اِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِيْنَ اِذَا دُعُوْآ اِلَى اللهِ وَ رَسُوْلِه لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ اَنْ يَّقُوْلُوْا سَمِعْنَا وَ اَطَعْنَا، وَ اُولئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ. النور: 51


Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) diantara mereka ialah ucapan, "Kami mendengar dan kami patuh". Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. [QS. An-Nuur : 51]


وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَّلاَ مُؤْمِنَةٍ اِذَا قَضَى اللهُ وَ رَسُوْلُه اَمْرًا اَنْ يَّكُوْنَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ اَمْرِهِمْ، وَ مَنْ يَّعْصِ اللهَ وَ رَسُوْلَه فَقَدْ ضَلَّ ضَللاً مُّبِيْنًا. الاحزاب: 36


Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. [QS. Al-Ahzaab : 36]


فَلاَ وَرَبّكَ لاَ يُؤْمِنُوْنَ حَتّى يُحَكّمُوْكَ فِيْمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لاَ يَجِدُوْا فِيْ اَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مّمَّا قَضَيْتَ وَ يُسَلّمُوْا تَسْلِيْمًا. النساء: 65


Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. [QS. An-Nisaa' : 65]


ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا لاَ تُقَدّمُوْا بَيْنَ يَدَيِ اللهِ وَ رَسُوْلِه وَاتَّقُوا اللهَ، اِنَّ اللهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ. الحجرات: 1


Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. [QS. Al-Hujuraat : 1]

Uraian :

Pada QS. An-Nuur : 51, menunjukkan bahwa orang-orang yang benar-benar beriman itu, apabila mereka diajak supaya mengikuti Allah dan Rasul-Nya (Nabi Muhammad SAW) untuk menerima hukum dari perselisihan yang terjadi diantara mereka, maka mereka mengatakan dengan tulus ikhlash, "Kami mendengar dan kami patuh", mereka tidak membantah sedikitpun. Terhadap orang-orang yang demikian itu Allah menyatakan, "Mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Pada QS. Al-Ahzaab : 36, menunjukkan bahwa apabila Allah dan Rasul-Nya telah memutuskan suatu perkara (urusan), maka bagi orang mu'min laki-laki dan orang mu'min perempuan tidak akan membantah putusan Allah dan Rasul-Nya. Apabila ia membantah atau tidak mau menerima keputusan Allah dan Rasul-Nya, maka ia termasuk orang yang durhaka. Sedang barangsiapa yang durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya, maka ia adalah sesat dengan kesesatan yang nyata.

Pada QS. An-Nisaa' : 65, menunjukkan bahwa orang-orang yang mengatakan telah beriman itu tidak dapat disebut beriman dengan sesungguhnya, sehingga mereka itu menyerahkan keputusan tentang segala sesuatu yang mereka perselisihkan itu kepada hukum Rasul (Nabi Muhammad SAW). Dan setelah menerima keputusan tersebut, mereka tidak merasa berat di hati mereka terhadap keputusan itu dan mereka menerima dengan sepenuhnya.

Pada QS. Al-Hujuraat : 1 tersebut mengandung petunjuk, bahwa orang-orang yang beriman dilarang keras mendahului hukum Allah dan hukum Rasul-Nya. Tegasnya orang-orang beriman tidak boleh melampaui batas keputusan Allah dan keputusan Rasul-Nya.

Dari ayat-ayat di atas kita dapat mengambil pengertian bahwa orang-orang yang beriman haruslah mau menerima hukum-hukum yang telah diberikan oleh Allah (Al-Qur'an) dan yang telah diberikan oleh Rasul-Nya SAW (As-Sunnah), dan dilarang keras menyalahi hukum Allah dan hukum Rasul-Nya.


6. Kebahagiaan orang yang tha'at kepada Allah dan Rasul-Nya.


وَمَنْ يُّطِعِ اللهَ وَ الرَّسُوْلَ فَاُولئِكَ مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمَ اللهُ عَلَيْهِمْ مّنَ النَّبِيّنَ وَ الصّدّيْقِيْنَ وَ الشُّهَدَآءِ وَ الصّلِحِيْنَ، وَ حَسُنَ اُولئِكَ رَفِيْقًا. النساء: 69


Dan barangsiapa yang mentha'ati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni'kmat oleh Allah, yaitu : Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shalih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. [QS. An-Nisaa' : 69]

وَ مَنْ يُّطِعِ اللهَ وَ رَسُوْلَه وَ يَخْشَ اللهَ وَ يَتَّقْهِ فَاُولئِكَ هُمُ الْفَآئِزُوْنَ. النور: 52


Dan barangsiapa yang tha'at kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertaqwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan. [QS. An-Nuur : 52]


وَمَنْ يُّطِعِ اللهَ وَ رَسُوْلَه فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا. الاحزاب: 71


Dan barangsiapa mentha'ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. [QS. Al-Ahzaab : 71]


وَ مَنْ يُّطِعِ اللهَ وَ رَسُوْلَه يُدْخِلْهُ جَنّتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا اْلاَنْـهرُ خلِدِيْنَ فِيْهَا، وَذلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ(13) وَمَنْ يَّعْصِ اللهَ وَ رَسُوْلَه وَ يَتَعَدَّ حُدُوْدَه يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيْهَا، وَ لَه عَذَابٌ مُّهِيْنٌ(14) النساء: 13-14


Barangsiapa tha'at kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. (13)

Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan. (14) [QS. An-Nisaa' : 13-14]


ذلِكَ بِاَنَّهُمْ شَآقُّوا اللهَ وَ رَسُوْلَه، وَ مَنْ يُّشَآقِقِ اللهَ وَ رَسُوْلَه فَاِنَّ اللهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ. الانفال: 13


(Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya; dan barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah amat keras siksaan-Nya. [QS. Al-Anfaal : 13]


اِنَّ الَّذِيْنَ يُحَآدُّوْنَ اللهَ وَ رَسُوْلَه كُبِتُوْا كَمَا كُبِتَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَقَدْ اَنْزَلْنَآ ايتٍ بَيّنتٍ، وَ لِلْكفِرِيْنَ عَذَابٌ مُّهِيْنٌ. المجادلة: 5


Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya pasti mendapat kehinaan sebagaimana orang-orang yang sebelum mereka telah mendapat kehinaan. Sesungguhnya Kami telah menurunkan bukti-bukti yang nyata. Dan bagi orang-orang kafir ada siksa yang menghinakan. [QS. Al-Mujaadilah : 5]

اِنَّ الَّذِيْنَ يُحَآدُّوْنَ اللهَ وَ رَسُوْلَه اُولئِكَ فِي اْلاَذَلّيْنَ. المجادلة: 20


Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina. [QS. Al-Mujaadilah : 20]


وَمَنْ يُّشَاقِقِ الرَّسُوْلَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدى وَ يَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيْلِ الْمُؤْمِنِيْنَ نُوَلّه مَا تَوَلّى وَ نُصْلِه جَهَنَّمَ، وَسَآءَتْ مَصِيْرًا. النساء: 115


Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu'min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasinya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. [QS. An-Nisaa' : 115]

وَ مَنْ يُّشَآقّ اللهَ فَاِنَّ اللهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ. الحشر: 4


Dan barangsiapa menentang Allah, maka sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya. [QS. Al-Hasyr : 4]

وَ اَقِيْمُوا الصَّلوةَ وَ اتُوا الزَّكوةَ وَ اَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ. النور: 56


Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan tha'atlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat. [QS. An-Nuur : 56]

Uraian :

Pada QS. An-Nisaa' : 69, menerangkan bahwa orang-orang yang tha'at kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka di akhirat kelak akan dikumpulkan bersama orang-orang yang telah diberi ni'mat oleh Allah, yaitu para Nabi, para Shiddiqin, para Syuhadaa' (orang-orang yang gugur dalam peperangan karena membela agama Allah), dan orang-orang yang Shalih.

Pada QS. An-Nuur : 52, menunjukkan bahwa orang yang tha'at atau patuh kepada pimpinan Allah dan Rasul-Nya, dan takut kepada Allah serta bertaqwa kepada-Nya dengan arti kata yang sebenarnya, maka orang yang demikian itu adalah orang yang mendapat kemenangan, kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.

Pada QS. Al-Ahzaab : 71, menunjukkan bahwa orang yang mentha'ati Allah dan Rasul-Nya (Nabi Muhammad SAW), sungguh ia mendapat kemenangan serta kebahagiaan yang besar.

Pada QS. An-Nisaa' : 13-14, menerangkan bahwa orang yang mentha'ati Allah dan Rasul-Nya, ia akan dimasukkan ke surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya, dan itulah kebahagiaan atau kemenangan yang besar, sedangkan orang yang mendurhakai Allah dan mendurhakai Rasul-Nya, dan melampaui atau melanggar batas-batas yang telah ditentukan-Nya, ia akan dimasukkan ke dalam neraka, ia kekal di dalamnya, dan itulah siksa yang menghinakan.

Pada QS. Al-Anfaal : 13, menerangkan bahwa orang yang melanggar perintah-perintah Allah dan menyalahi pimpinan Rasul-Nya, ia akan menerima siksa Allah.

Pada QS. Al-Mujaadilah : 5, menunjukkan bahwa orang-orang yang melanggar atau menyalahi peraturan-peraturan Allah dan peraturan-peraturan Rasul-Nya, mereka pasti dihinakan, direndahkan dan dibinasakan, sebagaimana telah dihinakan, direndahkan dan dibinasakan orang-orang terdahulu sebelum mereka.

Pada QS. Al-Mujaadilah : 20, menunjukkan bahwa orang-orang yang menyalahi atau melanggar batas-batas atau peraturan-peraturan Allah dan Rasul-Nya, mereka itu pasti di dalam kehinaan dan kerendahan, baik di dunia maupun di akhirat.

Pada QS. An-Nisaa' : 115 dan Al-Hasyr : 4, menunjukkan, bahwa orang yang menyalahi atau menentang pimpinan Rasul (Nabi Muhammad SAW) sesudah jelas baginya petunjuk yang benar, dan mereka memilih mengikuti jalan yang lain daripada jalan orang-orang yang beriman, maka Allah akan memalingkannya ke mana ia berpaling, dan kelak ia akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam.

Pada QS. An-Nuur : 56, menerangkan bahwa orang-orang yang beriman supaya mentha'ati dan mengikut pimpinan Rasulullah SAW. Dengan mengikuti pimpinan Rasulullah SAW itu mudah-mudahan mereka mendapat rahmat yang berupa kejayaan dan kemenangan di dunia, dan kemuliaan di akhirat.


7. Al-Qur'an sebagai pedoman


اِتَّبِعُوْا مَآ اُنْزِلَ اِلَيْكُمْ مّنْ رَّبّكُمْ وَلاَ تَتَّبِعُوْا مِنْ دُوْنِه اَوْلِيَآءَ، قَلِيْلاً مَّا تَذَكَّرُوْنَ. الاعراف: 3


Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (daripadanya). [QS. Al-A'raaf : 3]


وَاتَّبِعُوْآ اَحْسَنَ مَآ اُنْزِلَ اِلَيْكُمْ مّنْ رَّبّكُمْ مّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ بَغْتَةً وَّ اَنْتُمْ لاَ تَشْعُرُوْنَ. الزمر: 55


Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sebelum datang adzab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya, [QS. Az-Zumar : 55]


وَ هذَا كِتبٌ اَنْزَلْنهُ مُبـرَكٌ فَاتَّبِعُوْهُ وَ اتَّقُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ. الانعام: 155


Dan Al-Qur'an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertaqwalah agar kamu diberi rahmat, [QS. Al-An'aam : 155]


كِتبٌ اَنْزَلْنهُ اِلَيْكَ مُبرَكٌ لّيَدَّبَّرُوْآ ايتِه وَلِيَتَذَكَّرَ اُولُوا اْلالْبَابِ. ص: 29


Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran. [QS. Shaad : 29]

اَوَلَمْ يَكْفِهِمْ اَنَّآ اَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتبَ يُتْلى عَلَيْهِمْ، اِنَّ فِيْ ذلِكَ لَرَحْمَةً وَّذِكْرى لِقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ. العنكبوت: 51


Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur'an) sedang dia dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya dalam (Al-Qur'an) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman. [QS. Al-'Ankabuut : 51]

Uraian :

Pada QS. Al-A'raaf : 3, Allah memerintahkan kepada ummat manusia supaya mengikuti apa-apa yang telah diturunkan Allah yaitu Al-Qur'an dan jangan mengikuti pimpinan selain Allah. Tetapi amat sedikit diantara manusia yang mengerti dan mau mengambil pelajaran.

Pada QS. Az-Zumar : 55, menerangkan bahwa kita diperintahkan supaya mengikuti sebaik-baik apa yang telah diturunkan oleh Allah kepada kita, yaitu Al-Qur'an sebelum datang siksa Allah kepada kita dengan tiba-tiba, sedang kita tidak menyadarinya.

Pada QS. Al-An'aam : 155, menunjukkan bahwa Kitab Al-Qur'an yang telah diturunkan oleh Allah itu adalah sebuah kitab yang diberkati, yang berisi penuh kebaikan untuk kepentingan manusia. Oleh sebab itu manusia diperintahkan supaya mengikuti pimpinan Al-Qur'an dan supaya bertaqwa kepada Allah, agar diberi rahmat oleh Allah, baik di dunia maupun di akhirat.

Pada QS. Shaad : 29, Allah menjelaskan bahwa Al-Qur'an itu penuh berkah supaya diperhatikan dipelajari, dimengerti isinya, difahami dan diamalkan. Dan orang yang mau mempelajari dan mengamalkan, itulah orang yang mempunyai akal pikiran.

Pada QS. Al-'Ankabuut : 51, Allah menjelaskan bahwa Al-Qur'an sebagai pedoman, namun Allah mengungkapkan dalam bentuk pertanyaan kepada ummat manusia pada umumnya, dan kepada ummat Islam khususnya, "Tidakkah cukup Al-Qur'an yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW, untuk dipergunakan sebagai pedoman" ?.

Dari ayat-ayat di atas kita bisa mengerti bahwa Al-Qur'an adalah sebagai pedoman.


Demo Blog NJW V2 Updated at: 04:13

0 comments:

Post a Comment

Disarankan berkomentar menggunakan Akun Google+. Komentar SPAM dan SPAMMY (menyertakan link hidup, minta kunjungan balik, & nama blog) otomatis tidak akan muncul. Silahkan di Copy dan di Share kalau di rasa bermanfaat tidak perlu izin. Jika menginginkan Link Tinggalkan alamat Email, Sebelum bertanya, Cari Dulu di Kotak Pencarian! Thx