Jaminan 100%

“Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Akan hidup terus setelah mati

“Jika seorang manusia mati maka terputuslah darinya amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya.” .

Free Consultations

Konsultasi gratis di halaman Konsultasi. Konsultasi via email abuhening@gmail.com hanya untuk Layanan klien.

Perintah Allah supaya tha'at kepada Allah dan Rasul-Nya

Posted by



tauhid
Wajib tha'at kepada Allah dan Rasul-Nya (ke-1)


1. Perintah Allah supaya tha'at kepada Allah dan Rasul-Nya

Firman Allah SWT :


ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْآ اَطِيْعُوا اللهَ وَ اَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَ اُولِي اْلاَمْرِ مِنْكُمْ، فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللهِ وَ الرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ وَ الْيَوْمِ اْلاخِرِ، ذلِكَ خَيْرٌ وَّ اَحْسَنُ تَأْوِيْلاً. النساء: 59


Hai orang-orang yang beriman, tha'atilah Allah dan tha'atilah Rasul (Nya), dan ulil amri diantara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. [QS. An-Nisaa' : 59]


ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْآ اَطِيْعُوا اللهَ وَرَسُوْلَه وَلاَ تَوَلَّوْا عَنْهُ وَ اَنْتُمْ تَسْمَعُوْنَ. الانفال: 20


Hai orang-orang yang beriman, tha'atlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling daripada-Nya, sedang kamu mendengar (perintah-perintah-Nya), [QS. Al-Anfaal : 20]


ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْآ اَطِيْعُوا اللهَ وَ اَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَلاَ تُبْطِلُوْآ اَعْمَالَكُمْ. محمد: 33


Hai orang-orang yang beriman, tha'atlah kepada Allah dan tha'atlah kepada rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu. [QS. Muhammad : 33]


قُلْ اَطِيْعُوا اللهَ وَ الرَّسُوْلَ، فَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ الْكفِرِيْنَ. ال عمران: 32


Katakanlah, "Tha'atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir". [QS. Ali 'Imraan : 32]


قُلْ اَطِيْعُوا اللهَ وَ اَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ، فَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنَّمَا عَلَيْهِ مَا حُمّلَ وَ عَلَيْكُمْ مَّا حُمّلْتُمْ، وَ اِنْ تُطِيْعُوْهُ تَهْتَدُوْا، وَمَا عَلَى الرَّسُوْلِ اِلاَّ الْبَلغُ الْمُبِيْنُ. النور: 54


Katakanlah, "Tha'atlah kepada Allah dan tha'atlah kepada rasul; dan jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu tha'at kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang". [QS. An-Nuur : 54]


... وَ اَطِيْعُوا اللهَ وَ رَسُوْلَه اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ. الانفال: 1


...dan tha'atlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman. [QS. Al-Anfaal : 1]


... وَ اَطِيْعُوا اللهَ وَرَسُوْلَه، وَ اللهُ خَبِيْرٌ بِمَا تَعْمَلُوْنَ. المجادلة: 13


dan tha'atlah kepada Allah dan Rasul-Nya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. [QS. Al-Mujaadilah : 13]


وَ اَطِيْعُوا اللهَ وَ رَسُوْلَه وَلاَ تَنَازَعُوْا فَتَفْشَلُوْا وَ تَذْهَبَ رِيْحُكُمْ وَ اصْبِرُوْا، اِنَّ اللهَ مَعَ الصّبِرِيْنَ. الانفال: 46


Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. [QS. Al-Anfaal : 46]


وَ اَطِيْعُوا اللهَ وَ اَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَ احْذَرُوْا، فَاِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوْآ اَنَّمَا عَلى رَسُوْلِنَا الْبَلغُ الْمُبِيْنُ. المائدة: 92


Dan tha'atlah kamu kepada Allah dan tha'atlah kamu kepada Rasul-(Nya) dan berhati-hatilah. Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kewajiban Rasul Kami, hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang. [QS. Al-Maaidah : 92]


وَ اَطِيْعُوا اللهَ وَ اَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ، فَاِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاِنَّمَا عَلى رَسُوْلِنَا الْبَلغُ الْمُبِيْنُ. التغابن: 12


Dan tha'atlah kepada Allah dan tha'atlah kepada Rasul, jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang. [QS. At-Taghaabun : 12]


ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَ قُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا(70) يُصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَ يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ، وَ مَنْ يُّطِعِ اللهَ وَ رَسُوْلَه فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا(71) الاحزاب: 70-71


Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, (70)

niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentha'ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. (71) [QS. Al-Ahzaab : 70-71]


وَ مَنْ يُّطِعِ اللهَ وَ رَسُوْلَه وَ يَخْشَ اللهَ وَ يَتَّقْهِ فَاُولئِكَ هُمُ الْفَآئِزُوْنَ. النور: 52


Dan barangsiapa yang tha'at kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertaqwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan. [QS. An-Nuur : 52]


وَ مَنْ يُّطِعِ اللهَ وَ رَسُوْلَه يُدْخِلْهُ جَنّتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا اْلاَنْـهرُ خلِدِيْنَ فِيْهَا، وَ ذلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ. النساء: 13


Barangsiapa tha'at kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. [QS. An-Nisaa' : 13]


وَ مَنْ يُّطِعِ اللهَ وَ الرَّسُوْلَ فَاُولئِكَ مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمَ اللهُ عَلَيْهِمْ مّنَ النَّبِيّنَ وَ الصّدّيْقِيْنَ وَ الشُّهَدَآءِ وَ الصّلِحِيْنَ، وَ حَسُنَ اُولئِكَ رَفِيْقًا. النساء: 69


Dan barangsiapa yang mentha'ati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni'mat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shalih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. [QS. An-Nisaa' : 69]

Uraian :

Ayat-ayat di atas mengandung perintah bahwa orang-orang yang beriman, supaya tha'at dan patuh kepada Allah dan Rasul-Nya, yaitu Nabi Muhammad SAW.

Tha'at artinya tunduk dan mengikut, tidak membantah. Tha'at kepada Allah artinya mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Dan tha'at kepada Rasul (Nabi Muhammad SAW) artinya mengerjakan perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-laranganya, mengikuti petunjuknya, dan mencontoh perilakunya.

Pada QS. An-Nisaa' : 59 di atas juga mengandung perintah supaya orang-orang yang beriman tha'at kepada "ulil amri" atau orang-orang yang memegang urusan kaum muslimin, yaitu orang-orang yang menjabat yang diangkat dan ditetapkan oleh orang-orang yang beriman itu sendiri, yang memerintah dan melarang menurut pimpinan dan petunjuk Allah dan Rasul-Nya.

Selanjutnya, jika terjadi perbedaan pendapat atau berselisih dalam sesuatu perkara (urusan), supaya mengembalikan hukumnya kepada Allah dan Rasul-Nya, yaitu kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah. Demikianlah apabila kita memang benar-benar beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian, karena yang demikian itu adalah cara paling baik dan paling bagus dalam mengambil hukum dan keputusan.

Pada QS. Al-Anfaal : 20 mengandung suatu peringatan, bahwa kita tidak boleh berpaling dari Allah dan Rasul-Nya sesudah kita mendengar perintah-perintah Allah dan Rasul-Nya. Maksudnya, setelah kita mendengar dan mengetahui bahwa Allah dan Rasul-Nya telah menentukan/memutuskan sesuatu urusan, janganlah kita mengambil/memakai keputusan yang lain dari apa yang telah Allah dan Rasul-Nya putuskan.

Pada QS. Muhammad : 33 mengandung pengajaran, bahwa janganlah kita merusakkan amal perbuatan kita yang baik-baik. Karena amal kebaikan yang telah kita kerjakan itu akan rusak dan hapus dengan sendirinya apabila kita berpaling atau tidak mentha'ati Allah dan Rasul-Nya, karena otomatis kita kufur, dan Allah tidak suka kepada orang-orang yang kafir. Maka kita harus menjaga amal-amal kita.

Pada QS. Ali 'Imraan : 32 mengandung pengertian, bahwa jika kita berpaling atau tidak mentha'ati Allah dan Rasul-Nya, maka dengan sendirinya kita kufur, dan Allah tidak suka kepada orang-orang yang kafir.

Pada QS. An-Nuur : 54 di atas mengandung pengertian bahwa tugas Rasulullah SAW itu menunjuki ke "jalan yang lurus". Dan kewajiban Rasulullah SAW untuk menyampaikan seruan itu telah beliau sampaikan dengan sempurna. Dan kewajiban kita masing-masing adalah mengikuti perintahnya dan meninggalkan larangannya. Jika kita benar-benar mentha'ati Allah dan Rasul, maka pastilah kita mendapat petunjuk ke jalan yang benar, memperoleh pimpinan ke jalan yang lurus.

Pada QS. Al-anfaal : 1 dan Al-Mujaadilah : 13 kita diperintahkan supaya tha'at kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan itu suatu kewajiban yang harus kita laksanakan apabila kita mengaku orang-orang yang beriman.

Pada QS. Al-Anfaal : 46 mengandung peringatan bahwa kita masing-masing jangan berbantah-bantahan atau suka berselisih, karena perselisihan itu akan membawa kepada kelemahan, yang akhirnya menghilangkan kekuatan kita sendiri.

Pada QS. Al-Maaidah : 92 dan At-Taghaabun : 12 mengandung pelajaran supaya kita berhati-hati dalam menanggapi perintah dan larangan dari Allah dan Rasul-Nya, kita jangan berpaling dari mentha'ati Allah dan Rasul-Nya. Dan hendaklah kita ketahui bahwa kewajiban Rasul itu hanya menyampaikan seruan yang nyata, agama yang terang.

Pada QS. Al-Ahzaab : 70-71 dan An-Nuur : 52 mengandung pengertian bahwa barangsiapa tha'at kepada Allah dan Rasul-Nya, maka mereka itulah orang-orang yang mendapat kemenangan yang besar berupa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga yang penuh keni'matan. Mereka bersama dengan orang-orang yang dianugerahi ni'mat oleh Allah, yaitu para Nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang yang shalih, sebagaimana dijelaskan pada QS. An-Nisaa' : 13 dan ayat 69.


2. Tha'at kepada Rasul, berarti tha'at kepada Allah

Firman Allah SWT :


قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَ يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ، وَ اللهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ. ال عمران: 31


Katakanlah, "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS. Ali 'Imraan : 31]


وَ مَآ اَرْسَلْنَا مِنْ رَّسُوْلٍ اِلاَّ لِيُطَاعَ بِاِذْنِ اللهِ، وَلَوْ اَنَّهُمْ اِذْ ظَّلَمُوْآ اَنْفُسَهُمْ جَآءُوْكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللهَ وَ اسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُوْلُ لَوَجَدُوا اللهَ تَوَّابًا رَّحِيْمًا. النساء: 64


Dan kami tidak mengutus seseorang rasul, melainkan untuk ditha'ati dengan seidzin Allah. Sesungguhnya jika mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. [QS. An-Nisaa' : 64].


مَنْ يُّطِعِ الرَّسُوْلَ فَقَدْ اَطَاعَ اللهَ، وَمَنْ تَوَلّى فَمَآ اَرْسَلْنكَ عَلَيْهِمْ حَفِيْظًا. النساء: 80


Barangsiapa yang mentha'ati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentha'ati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketha'atan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka. [QS. An-Nisaa' : 80]


لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللهَ وَ الْيَوْمَ اْلاخِرَ وَذَكَرَ اللهَ كَثِيْرًا. الاحزاب: 21


Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari qiyamat dan dia banyak menyebut Allah. [QS. Al-Ahzaab : 21]


.... وَمَآ اتيكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَـهيكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوْا، وَ اتَّقُوا اللهَ، اِنَّ اللهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ. الحشر: 7


Dan apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya. [QS. Al-Hasyr : 7]

Uraian :

Pada QS. Ali 'Imraan : 31 mengandung pengertian bahwa Nabi Muhammad SAW diperintah supaya menyatakan kepada ummat manusia : "Jika kamu sekalian cinta kepada Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan cinta kepadamu dan mengampuni dosa-dosamu". Tegasnya, "Jika kita benar-benar cinta kepada Allah, hendaklah kita mengikuti pimpinan dan petunjuk Rasulullah SAW, dengan demikian Allah akan mencintai kita.

Orang tidak mungkin akan mencintai sesuatu jika belum mengenal kepada yang dicintainya itu. Jadi syarat muthlaq bagi orang yang mencintai sesuatu itu haruslah mengetahui atau mengenal sesuatu yang dicintainya itu terlebih dahulu. Oleh karena itu kita tidak mungkin bisa mencintai Allah apabila kita belum mengenal-Nya. Untuk mengenal Allah dengan arti kata yang sebenarnya, haruslah kita mengikuti petunjuk Allah yang dibawa oleh utusan-Nya, yaitu Nabi Muhammad SAW. Dengan demikian barulah kita mengenal Allah yang membawa kita cinta kepada-Nya.

Demikianlah, maka jika kita akan mencintai Allah, haruslah kita mengikuti pimpinan dan petunjuk Nabi SAW. Apabila kita mencintai Allah dan mengikuti petunjuk Nabi SAW, pastilah Allah akan cinta kepada kita, dan mengampuni dosa-dosa kita, karena Allah itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Pada QS. An-Nisaa' : 64 mengandung pengertian bahwa Allah tidak mengutus seorang utusan pun melainkan untuk ditha'ati, diturut perintahnya, dan dijauhi larangannya dengan seidzin Allah.

Pada QS. An-Nisaa' : 80 mengandung pengertian bahwa barangsiapa yang tha'at kepada Rasul, yaitu Nabi Muhammad SAW, maka berarti ia mentha'ati Allah, karena yang demikian itu atas perintah Allah. Tetapi barangsiapa yang berpaling, tidak mau mentha'ati Rasul, maka yang demikian itu tidaklah menjadi tanggungan Rasul (Nabi Muhammad SAW), karena Rasul itu diutus bukan untuk menjadi pemelihara atau penjaga yang bertanggungjawab atas perbuatan orang yang tidak mau mentha'atinya.

Pada QS. Al-Ahzaab : 21 menunjukkan bahwa Rasulullah (Nabi Muhammad SAW) itu menjadi contoh ikutan atau suri teladan yang baik bagi kita orang-orang yang beriman, bagi orang-orang yang mengharapkan pahala dari Allah dan mengharapkan balasan pada hari akhirat, dan bagi orang-orang yang banyak dzikir (ingat) kepada Allah.

Dan pada QS. Al-Hasyr : 7 menunjukkan bahwa apa-apa yang dibawa atau diberikan oleh Rasulullah SAW haruslah kita ambil dan kita ikuti, dan apa-apa yang dilarangnya haruslah kita tinggalkan atau kita jauhi.

Ringkasnya, dalam kita mengerjakan perintah-perintah Allah, haruslah kita mengikuti pimpinan Rasul-Nya. Kita tha'at kepada Rasulullah SAW berarti pula kita tha'at kepada Allah SWT.



Demo Blog NJW V2 Updated at: 04:12

0 comments:

Post a Comment

Disarankan berkomentar menggunakan Akun Google+. Komentar SPAM dan SPAMMY (menyertakan link hidup, minta kunjungan balik, & nama blog) otomatis tidak akan muncul. Silahkan di Copy dan di Share kalau di rasa bermanfaat tidak perlu izin. Jika menginginkan Link Tinggalkan alamat Email, Sebelum bertanya, Cari Dulu di Kotak Pencarian! Thx