Jaminan 100%

“Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Akan hidup terus setelah mati

“Jika seorang manusia mati maka terputuslah darinya amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya.” .

Free Consultations

Konsultasi gratis di halaman Konsultasi. Konsultasi via email abuhening@gmail.com hanya untuk Layanan klien.

Utusan qabilah Khaulan.

Posted by


tauhid
Tarikh Nabi Muhammad SAW (ke-158)

Utusan qabilah Khaulan.
Pada bulan Syaban tahun ke-10 Hijriyah datang kepada Nabi SAW utusan dari qabilah Khaulan, suatu qabilah di Yaman yang terdiri dari sepuluh orang. Mereka berkata kepada Nabi SAW, Ya Rasulullah, kami datang kepada engkau atas nama orang-orang yang di belakang kami dari kaum kami. Dan kami adalah orang-orang yang telah beriman kepada Allah dan membenarkan Rasul-Nya. Kami datang dari tempat sangat jauh, dan sesungguhnya kami telah menempuh jalan naik-turun, dengan susah payah, dan hanya dengan limpahan nimat dan karunia-Nya sajalah kami dapat sampai di sini bertemu dengan engkau.
Setelah mendengar keluhan mereka yang demikian, maka Nabi SAW menggembirakan mereka dengan sabdanya :
اَمَّا ذَكَرْتُمْ مِنْ مَسِيْرِكُمْ اِلَيَّ فَاِنَّ لَكُمْ بِكُلّ خَطْوَةٍ خَطَاهَا بَعِيْرُ اَحَدِكُمْ حَسَنَةٌ. وَ اَمَّا قَوْلُكُمْ زَائِرِيْنَ لَكَ فَاِنَّهُ مَنْ زَارَنِى بِاْلمَدِيْنَةِ كَانَ فِى جَوَارِى يَوْمَ اْلقِيَامَةِ. الحلبية 3: 331
Adapun kesukaran perjalanan yang kalian sebutkan kepadaku, sesungguhnya setiap langkah yang dilangkahkan oleh untamu itu, menjadi kebajikan bagimu. Adapun perkataan kalian bahwa kami mengunjungimu, sesungguhnya barangsiapa yang berkunjung kepadaku di Madinah, maka dia berada dalam perlindunganku pada hari qiyamat. [Sirah Al-Halabiyah juz 3, hal. 331]
Kemudian Nabi SAW bertanya kepada mereka tentang Ammu Anas, yaitu nama sebuah berhala besar yang disembah oleh penduduk Khaulan. Mereka menjawab, Bergembiralah tuan, karena Allah telah menggantinya dengan apa-apa yang tuan datangkan. Di sanya hanya tinggal seorang laki-laki tua dan seorang perempuan tua yang masih mempercayai berhala Ammu Anas. Dan jika kami kembali ke sana, niscaya akan kami robohkan, insya Allah.
Dan sungguh dahulu kami dalam tipuan dan cobaannya.
Nabi SAW bersabda :
وَ مَا اَعْظَمُ مَا رَأَيْتُمْ فِتْنَةً؟
Apa yang sebesar-besar cobaan yang kalian lihat ?
Mereka menjawab, Kami melihat pada masa paceklik sehingga kami menahan tulang-tulang binatang yang telah hancur, tetapi kami masih mengumpulkan segala harta benda yang ada pada kami, kemudian kami belikan seratus ekor sapi jantan, untuk kami korbankan kepada Ammu Anas seluruhnya, sebagai suatu korban di pagi hari. Kemudian korban-korban itu kami tinggalkan, maka datanglah binatang-binatang buas (memakannya), padahal kami lebih mebutuhkan padanya daripada binatang-binatang buas itu.
Lalu turunlah hujan lebat. Kami lihat rumpur-rumput hijau menutupi rumah-rumah, sebagian kami ada yang berkata, Ammu Anas telah memberi kenimatan kepada kita.
Selanjutnya mereka menerangkan kepada Nabi SAW apa-apa yang dahulu mereka korbankan untuk berhala ini berupa harta-benda, binatang-binatang ternak dan hasil panennya. Mereka berkata, Dahulu kami menanam tanaman, lalu kami bagi dua, yang satu bagian untuk berhala dan satu bagian lagi untuk Allah. Apabila angin bertiup membawa yang untuk Allah, kami berikan untuk Ammu Anas, tetapi apabila angin bertiup membawa yang untuk Ammu Anas, tidak kami berikan untuk Allah. Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya Allah telah memberitahukan saya tentang hal itu.
وَ جَعَلُوْا ِللهِ مِمَّا ذَرَأَ مِنَ اْلحَرْبِ وَ اْلاَنْعمِ نَصِيْبًا فَقَالُوْا هذَا ِللهِ بِزَعْمِهِمْ وَ هذَا لِشُرَكَآئِنَا، فَمَا كَانَ لِشُرَكَآئِهِمْ فَلاَ يَصِلُ اِلَى اللهِ، وَ مَا كَانَ اللهُ فَهُوَ يَصِلَ اِلَى شُرَكَآئِهِمْ، سَآءَ مَا يَحْكُمُوْنَ. الانعام: 136
Dan mereka memperuntukkan bagi Allah satu bahagian dari tanaman dan ternak yang telah diciptakan Allah, lalu mereka berkata sesuai dengan persangkaan merek, Ini untuk Allah dan ini untuk berhala-berhala kami. Maka sesaji-sesajian yang diperuntukkan bagi berhala-berhala mereka tidak sampai kepada Allah, dan sesaji-sesajian yangdiperuntukkan bagi Allah, maka sesaji-sesajian itu sampai kepada berhala-berhala mereka. Amat buruklah ketetapan mereka itu. [QS. Al-Anaam : 136]
Dan mereka berkata, Sebagian kami meminta putusan hukum kepadanya (Ammu Anas), lalu dia berbicara.
Mendengar perkataan mereka yang demikian, maka Nabi SAW bersabda :
تِلْكَ الشَّيَاطِيْنُ تُكَلّمُكُمْ. الحلبية 3: 331
Itu adalah syaithan-syaithan yang berbicara kepada kalian.
Kemudian utusan-utusan itu menanyakan kewajiban-kewajiban agama kepada Nabi SAW. Maka Nabi SAW memberitahukan dan memerintahkan kepada mereka supaya menepati janji, menunaikan amanat, berlaku baik kepada tetangga, jangan berlaku dhalim kepada siapapun, karena sesungguhnya kedhaliman itu akan menjadi kegelapan-kegelapan pada hari qiyamat nanti.
Setelah mereka berada di Madinah beberapa hari lamanya, kemudian para utusan itu meminta ijin kepada Nabi SAW untuk kembali kepada kaum mereka. Lalu beliaupun mengizinkannya, lalu beliau SAW memberi hadiah kepada masing-masing mereka dua belas setengah uqiyah. Setelah kembali kepada kaumnya, mereka lalu menghancurkan berhala Ammu Anas yang terkenal itu.

Utusan kaum Muhaarib.
Diantara utusan-utusan dari qabilah-qabilah Arab yang datang kepada Nabi SAW pada tahun ke-10 Hijriyah itu ialah utusan dari Banu Muhaarib berjumlah sepuluh orang, diantara mereka ada yang bernama Khuzaimah bin Sawaad.
Watak bangsa Arab Muhaarib ini sangat keras dan kelakuan mereka sangat kasar. Dahulu ketika qabilah-qabilah dari seluruh jazirah Arab datang ke pasar Ukadh di Makkah, lalu Nabi SAW menyeu qabiah-qabilah ini untuk masuk Islam, tetapi qabilah Muhaarib ini menolak seruan beliau itu dengan amat keras, baik dalam perkataan maupun dalam perbuatan.
Karena itu, Nabi SAW tidak menyangka bahwa pada tahun ke-10 Hijriyah itu, utusan mereka datang kepada Nabi SAW untuk menyatakan bahwa mereka ingin masuk Islam.
Selama mereka di Madinah, Nabi SAW menugaskan Bilal untuk membawa makan pagi dan petang kepada mereka.
Pada suatu hari, mereka duduk bersama Nabi SAW, dari waktu Dhuhur sampai Ashar, Nabi SAW kenal kepada salah seorang diantara mereka dan agak lama beliau memperhatikannya. Setelah orang itu tahu, bahwa Nabi SAW sudah begitu lama memperhatikannya, maka berkatalah ia, Ya Rasulullah, barangkali tuan membayangkan tentang keadaan saya. Nabi SAW menjawab :
Sesungguhnya aku pernah melihat kamu.  لَقَدْ رَأَيْتُكَ 
Orang itu berkata, Demi Allah, sesungguhnya tuan pernah melihat saya dan tuan pernah berbicara kepada saya.
Saya pernah berbicara kepada tuan dengan perkataan-perkataan yang amat keji, dan saya pernah menolak perkataan tuan dengan bantahan yang paling jelek di Ukadh, ketika tuan datang berkeliling menyampaikan seruan Islam kepada qabilah-qabilah Arab.
Nabi SAW bersabda :  نَعَمْ    Ya betul.
Berkata pula laki-laki itu, Ya Rasulullah, tidak ada diantara teman-teman saya, dan tidak ada seorang yang paling gigih dan kasar membantah seruan Islam, selain dari saya. Oleh karena itu saya bersyukur dan memuji Allah yang telah memanjangkan umur saya, sehingga saya dapat membenarkan engkau sekarang ini. Dan semua kawan-kawan saya dahulu yang bersama-sama saya pada waktu itu telah mati.
Mendengar perkataan mereka yang demikian itu, maka Nabi SAW lalu bersabda :
اِنَّ هذِهِ اْلقُلُوْبَ بِيَدِ اللهِ
Sesungguhnya semua hati itu dalam kekuasaan Allah.
Kemudian orang itu berkata lagi, Ya Rasulullah, mohonkanlah ampun untuk saya, karena telah terlalu berani kepada engkau.
Nabi SAW bersabda :
اِنَّ هذَا اْلاِسْلاَمَ يَجُبُّ مَا كَانَ قَبْلَهُ. الحلبية 3: 332
Sesungguhnya Islam itu menghapuskan dosa-dosa dari kekufuran yang terjadi pada masa lalu. [Sirah Al-Halabiyah juz 3, hal. 332]
Kemudian beliau mengusap wajah Khuzaimah bin Sawaad, sehingga wajahnya menjadi putih berseri. Dan Nabi SAW memberi hadiah kepada mereka sebagaimana beliau memberi hadiah kepada tamu-tamu yang lain. Kemudian mereka kembali kepada kaum mereka dengan membawa seruan Islam.

Pasukan kaum muslimin di bawah pimpinan Ali.
Menurut riwayat, bahwa pada permulaan bulan Ramadlan tahun ke-10 Hijriyah, 300 orang pasukan berkuda dikerahkan oleh Nabi SAW di bawah pimpinan Ali ke Bani Madzhij, suatu qabilah di Yaman. Sebelum Ali dan pasukannya meninggalkan Madinah, Nabi SAW menyerahkan bendera dan memakaikan sorban kepadanya. Kemudian beliau berpesan sebagai berikut :
اِمْضِ وَ لاَ تَلْتَفِتْ، فَاِذَا نَزَلْتَ بِسَاحَتِهِمْ وَ لاَ تُقَاتِلْهُمْ حَتَّى يُقَاتِلُوْكَ. الحلبية 3: 289
Berjalanlah kamu, dan janganlah kamu berpaling sehingga turun di halaman mereka. Dan janganlah kamu memerangi mereka sehingga mereka memerangi kamu lebih dahulu. [Sirah Al-Halabiyah juz 3, hal. 289]
Setelah Ali menerima pesan dan amanat dari Nabi SAW, maka bergeraklah pasukan berkuda yang berjumlah 300 orang itu menuju qablah Bani Madzhij. Setelah sampai di sana, maka Ali dan pasukannya berhenti sambil berseru agar semua penduduk qabilah Bani Madlhij itu mengikut Islam.
Mendengar seruan yang demikian, bukannya kaum Bani Madlhij menerima dengan baik, teatpi mereka menolak dengan kekerasan, malah mereka mengangkat senjata dan mengadakan perlawanan dengan melepaskan anak panah dan melemparkan batu-batu, sehingga terjadilah pertempuran sengit dengan pasukan berkuda kaum muslimin yang hanya 300 orang itu.
Ali menyerahkan panji-panji pasukan Islam itu kepada Masud bin Sinaan, sedangkan Ali terus mengomandokan pertempuran itu, yang akhirnya kaum Bani Madlhij mengundurkan diri dan lari cerai-berai, karena tak sanggup menghadapi perlawanan tentara Isam.
Namun tentara Islam tidak mengejar mereka. Kemudian Ali menyeru mereka, agar mereka segera mengikut Islam.
Maka datanglah pada waktu itu serombongan dari ketua-ketua mereka kepada Ali untuk menyatakan keislaman mereka. Kemudian mereka berkata, Kami bersama orang-orang yang di belakang kami, kaum kami, dan inilah sedeqah-sedeqah kami, maka ambillah harta-harta ini menjadi hak Allah.
Maka Ali pun mengumpulkan harta jarahan itu dan membagikannya sebagaimana yang diperintahkan Allah SWT.
Kemudian ‘Ali bersama pasukannya ekmbali dengan membawa kemenangan. Dan Nabi SAW bersama kaum muslimin yang lain telah berangkat pula ke Makkah untuk menunaikan ibadah hajji. Maka ‘Ali bersama pasukannya berjumpa dengan Nabi SAW di Makkah, lalu bersama-sama menunaikan ibadah hajji dengan Nabi SAW.
Di dalam riwayat lain disebutkan :
عَنِ اْلبَرَاءِ رض قَالَ: بَعَثَنَا رَسُوْلُ اللهِ ص مَعَ خَالِدِ بْنِ اْلوَلِيْدِ اِلَى اْليَمَنِ، ثُمَّ بَعَثَ عَلِيًّا بَعْدَ ذلِكَ مَكَانَهُ فَقَالَ: مُرْ اَصْحَابَ خَالِدٍ مَنْ شَاءَ مِنْهُمْ اَنْ يُعَقّبَ مَعَكَ فَلْيُعَقّبْ. وَ مَنْ شَاءَ فَلْيُقْبِلْ. فَكُنْتُ مِمَّنْ عَقَّبَ مَعَهُ. قَالَ: فَغَنِمْتُ اَوَاقٍ ذَوَاتِ عَدَدٍ. البخارى 5: 110
Dari Al-Baraa’ RA, Rasulullah SAW mengutus kami bersama Khalid bin Walid ke Yaman. Al-Baraa’ berkata, “Kemudian setelah itu beliau mengutus Ali untuk menggantikan kedudukan Khalid, lalu beliau bersabda, “Perintahkanlah kepada teman-teman Khalid, barangsiapa diantara mereka yang ingin bergabung (ke Yaman) bersamamu, maka hendaklah ia bergabung”. Dan barangsiapa yang ingin (pulang), maka hendaklah ia pulang. Maka saya termasuk orang yang bergabung bersama ‘Ali”. Al-Baraa’ berkata, “Lalu saya memperoleh bagian rampasan perang beberapa uqiyah perak”. [HR. Bukhari juz 5, hal. 110]
عَنِ اْلبَرَاءِ قَالَ: بَعَثَ النَّبِيُّ ص خَالِدَ بْنَ اْلوَلِيْدِ اِلىَ اَهْلِ اْليَمَنِ يَدْعُوْهُمْ اِلَى اْلاِسْلاَمِ فَلَمْ يُجِيْبُوْهُ. ثُمَّ اِنَّ النَّبِيَّ ص بَعَثَ عَلِيَّ بْنَ اَبِى طَالِبٍ وَ اَمَرَهُ اَنْ يَقْفُلَ خَالِدًا وَ مَنْ كَانَ مَعَهُ اِلاَّ رَجُلٌ مِمَّنْ كَانَ مَعَ خَالِدٍ اَحَبُّ اَنْ يُعَقّبَ مَعَ عَلِيّ رض فَلْيُعَقّبْ مَعَهُ. قَالَ اْلبَرَاءُ: فَكُنْتُ مِمَّنْ عَقَّبَ مَعَهُ. فَلَمَّا دَنَوْنَا مِنَ اْلقَوْمِ خَرَجُوْا اِلَيْنَا. فَصَلَّى بِنَا عَلِيٌّ رض وَ صَفَّنَا صَفًّا وَاحِدًا، ثُمَّ تَقَدَّمَ بَيْنَ اَيْدِيْنَا فَقَرَأَ عَلَيْهِمْ كِتَابَ رَسُوْلِ اللهِ ص. فَاَسْلَمَتْ هَمْدَانُ جَمِيْعًا. فَكَتَبَ عَلِيٌّ رض اِلَى رَسُوْلِ اللهِ ص بِاِسْلاَمِهِمْ. فَلَمَّا قَرَأَ رَسُوْلُ اللهِ ص اْلكِتَابَ خَرَّ سَاجِدًا. ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ فَقَالَ: اَلسَّلاَمُ عَلَى هَمْدَانَ اَلسَّلاَمُ عَلَى هَمْدَانَ. البيهقى 2: 369
Dari Al-Baraa', ia berkata : Nabi SAW pernah mengutus Khalid bin Walid kepada penduduk Yaman untuk menyeru mereka kepada Islam, tetapi mereka belum mau masuk Islam. Kemudian Nabi SAW mengutus Ali dan memerintahkannya supaya menggantikan Khalid dan orang-orang yang bersamanya, kecuali orang yang bersama Khalid itu ingin untuk bergabung dengan Ali RA, maka bolehlah ia bergabung dengannya. Baraa berkata, Aku termasuk orang yang bergabung dengan Ali. Setelah kami dekat dengan kaum itu, lalu mereka keluar menuju kami. Lalu Ali RA shalat mengimami kami dan beliau membuat barisan kami menjadi satu shaff. Kemudian beliau maju ke hadapan kami, lalu membacakan surat Rasulullah SAW kepada mereka. Aljirmua penduduk Hamdan masuk Islam semuanya. Kemudian 'Ali RA menulis surat kepada Rasulullah SAW bahwa orang-orang disana sudah masuk Islam. Maka setelah Rasulullah SAW membaca surat itu, beliau menyungkur sujud, kemudian beliau mengangkat kepalanya, lalu mengucapkan, "Keselamatan atas penduduk Hamdan, keselamatan atas penduduk Hamdan. [HR. Baihaqi juz 2, hal. 369]


Demo Blog NJW V2 Updated at: 18:55

0 comments:

Post a Comment

Disarankan berkomentar menggunakan Akun Google+. Komentar SPAM dan SPAMMY (menyertakan link hidup, minta kunjungan balik, & nama blog) otomatis tidak akan muncul. Pertanyaan OOT silakan di Halaman Ruang Konsultasi. Jika menginginkan Link Tinggalkan alamat Email, Sebelum bertanya, Cari Dulu di Kotak Pencarian! Thx