Jaminan 100%

“Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Akan hidup terus setelah mati

“Jika seorang manusia mati maka terputuslah darinya amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya.” .

Free Consultations

Konsultasi gratis di halaman Konsultasi. Konsultasi via email abuhening@gmail.com hanya untuk Layanan klien.

Tersiarnya Islam di seluruh Jazirah ‘arab, Tarikh Nabi Muhammad SAW (ke-151)

Posted by


Tarikh Nabi Muhammad SAW (ke-151)

Kedatangan para tamu dari segenap penjuru tanah Arab dan tersiarnya Islam di seluruh Jazirah arab.
يُرِيْدُوْنَ اَنْ يُّطْفِئُوْا نُوْرَ اللهِ بِاَفْوَاهِهِمْ وَ يَأْبىَ اللهُ اِلاَّ اَنْ يُّتِمَّ نُوْرَه وَلَوْ كَرِهَ اْلكفِرُوْنَ(32)

Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. (32)
هُوَ الَّذِيْ اَرْسَلَ رَسُوْلَه بِاْلهُدى وَ دِيْنِ اْلحَقّ لِيُظْهِرَه عَلَى الدّيْنِ كُلّه وَلَوْ كَرِهَ اْلمُشْرِكُوْنَ(33)

Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Qur'an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai. (33) [QS. At-Taubah : 32-33]
Demikian besarnya pengaruh kemenangan perang Tabuk, sehingga sebagian besar pembesar-pembesar dan kepala-kepala qabilah yang berada di sekitar Jazirah Arab yang belum memeluk Islam ingin masuk Islam dibawah pimpinan Nabi Muhammad SAW. Maka pada tahun ke-9 Hijriyah datanglah pembesar-pembesar dan kepala-kepala qabilah berbondong-bondong kepada Nabi Muhammad SAW untuk masuk Islam. Diantara mereka itu adalah sebagai berikut :

Kedatangan utusan dari kaum Thayyi.
Menurut riwayat, pada tahun ke-9 Hijriyah serombongan kaum dari Bani Thayyi, yang dipimpin oleh ketua mereka bernama Zaid Al-Khail datang kepada Nabi SAW di Madinah. Zaid Al-Khail adalah seorang dermawan, ahli syair dan terkenal sebagai orang yang ahli pidato. Setelah mereka menghadap Nabi SAW, beliau lalu menganjurkan agar mereka masuk Islam, lalu mereka menyatakan masuk Islam, karena memang mereka sudah berniat untuk masuk Islam. Setelah Nabi SAW melihat mereka itu masuk Islam dengan tulus ikhlash, beliau bersabda :
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اَتَى بِكَ مِنْ سَهْلِكَ وَ حُزْنِكَ وَ سَهَّلَ قَلْبَكَ لِـْلاِيْمَانِ. . الحلبية 3: 316
Segala puji bagi Allah yang telah mendatangkan engkau dengan kemudahanmu dan dari duka cita (kepada suka cita), dan yang telah memudahkan hati engkau untuk beriman. [Sirah Al-Halabiyah juz 3, hal. 316]
Kemudian Nabi SAW memegang tangannya dan bertanya :
مَنْ اَنْتَ ؟ Siapa kamu ?
Ia menjawab :
اَنَا زَيْدُ اْلخَيْلُ بْنُ مُهَلْهِلٍ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَ اَنَّك عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ. الحلبية 3: 316
Saya Zaid Al-Khail bin Muhalhil.Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan bahwasanya engkau adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. [Sirah Al-Halabiyah juz 3, hal. 316]
Nabi SAW lalu bersabda :
لاَ، بَلْ اَنْتَ زَيْدُ اْلخَيْرُ. Tidak, tetapi engkau adalah Zaid Al-Khair.
[Sirah Al-Halabiyah juz 3, hal. 316]
Kemudian beliau menyatakan kepadanya :
يَا زَيْدُ، مَا اُخْبِرْتُ مِنْ رَجُلٍ قَطُّ شَيْئًا اِلاَّ رَأَيْتُهُ دُوْنَ مَا اُخْبِرْتُ عَنْهُ غَيْرَكَ. الحلبية 3: 316
Hai Zaid, tidak pernah diberitakan kepadaku tentang suatu kelebihan seorang laki-laki, melainkan ketika aku telah melihatnya ternyata kurang dari apa yang telah diberitakan kepadaku daripadanya, kecuali engkau. [Sirah Al-Halabiyah juz 3, hal. 316]
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa sabda Nabi SAW ketika itu demikian :
مَا ذُكِرَ لِى رَجُلٌ مِنَ اْلعَرَبِ بِفَضْلٍ ثُمَّ جَاءَنِى اِلاَّ رَأَيْتُهُ دُوْنَ مَا قِيْلَ فِيْهِ اِلاَّ زَيْدَ اْلخَيْلَ، فَاِنَّهُ لَمْ يُبْلَغْ كُلُّ مَا فِيْهِ. الحلبية 3: 316
Tidak pernah disebutkan kepadaku berita kelebihan seorang laki-laki dari bangsa Arab, melainkan setelah ia datang kepadaku ternyata aku melihatnya kurang dari apa yang disebutkan itu, terkecuali Zaid Al-Khail, karena sesungguhnya belum disampaikan semua apa yang ada padanya. [Sirah Al-Halabiyah juz 3, hal. 316]
Kemudian Nabi SAW memberi hadiah kepada masing-masing dari mereka lima uqiyah, dan memberi kepada Zaid Al-Khail dua belas setengah uqiyah (1 uqiyah = 40 dirham).
Menurut riwayat lain, Nabi SAW ketika itu memberikan sebidang tanah kepadanya di suatu tempat yang bernama Faida, dan beliau menulis sepucuk surat tanda penyerahan tanah tersebut, kemudian beliau serahkan tanah dan surat itu kepada Zaid Al-Khail.
Setelah beberapa hari utusan dari Thayyi itu berada di Madinah dan selama itu mereka mempelajari agama Islam, kemudian mereka kembali ke qabilah mereka dengan membawa seruan Islam yang akan mereka sampaikan kepada kaum mereka. Namun dalam perjalanan pulang Zaid Al-Khair terserang penyakit demam dan meninggal di sebuah desa dekat Najd.

Utusan dari kaum Banu Adzrah.
Diantara para utusan yang datang kepada Nabi SAW ketika itu ialah utusan dari Banu Adzrah, suatu qabilah di negeri Yaman, yang terdiri dari 12 orang. Ketika mereka datang kepada Nabi SAW, mereka memberi salam secara Jahiliyyah, Nabi SAW lalu bertanya :
مَنِ اْلقَوْمُ ؟  Siapakah kaum ini ?
Juru bahasa mereka menjawab, Kami dari Banu Adzrah, saudara Qushaiy seibu.
Mendengar jawaban mereka yang demikian itu Nabi SAW lalu bersabda :
مَرْحَبًا بِكُمْ وَ اَهْلاً. مَا اَعْرِفُنِى بِكُمْ.. الحلبية 3: 329
Berbahagialah kedatanganmu sebagai keluarga, aku tidak banyak mengerti tentang kalian. [Sirah Al-Halabiyah juz 3, hal. 329]
Selanjutnya Nabi SAW bersabda :
فَمَا يَمْنَعُكُمْ مِنْ تَحِيَّةِ اْلاِسْلاَمِ ؟
Apa yang menghalangimu untuk memberi salam secara Islam ?.
Dengan jujur mereka menjawab :
يَا مُحَمَّدُ، كُنَّا عَلَى مَا كَانَ عَلَيْهِ آبَاؤُنَا،
Ya Muhammad, kami hanya menurut apa yang dibiasakan oleh orang-orang tua kami dahulu.
Selanjutnya mereka berkata :
فَقَدِمْنَا مُرْتَادِيْنَ ِلاَنْفُسِنَا وَ لِقَوْمِنَا، اِلاَ مَ تَدْعُوْ؟ الحلبية 3: 329
Kami datang kepadamu ini adalah karena kemauan kami dan kemauan kaum kami, lalu apa yang akan engkau sampaikan kepada kami ?. [Sirah Al-Halabiyah juz 3, hal. 329]
Mendengar pernyataan mereka yang demikian itu, maka Nabi SAW bersabda :
اَدْعُوْ اِلىَ عِبَادَةِ اللهِ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَ اَنْ تَشْهَدُوْا اَنّى رَسُوْلُ اللهِ اِلىَ النَّاسِ كَافَّةً. الحلبية 3: 329
Aku mengajak kalian menyembah Allah yang Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan agar kalian bersaksi bahwasanya aku adalah utusan Allah kepada seluruh manusia. [Sirah Al-Halabiyah juz 3, hal. 329]
Juru bahasa mereka bertanya lagi, Apa lagi yang lain dari itu ?.
Nabi SAW bersabda :
اَلصَّلَوَاتُ اْلخَمْسُ تُحْسِنُ طُهُوْرَهُنَّ وَ تُصَلّيْهِنَّ لِمَوَاقِيْتِهِنَّ، فَاِنَّهُ اَفْضَلُ اْلعَمَلِ. الحلبية 3: 329
Mengerjakan shalat lima (waktu), kamu baguskan wudlunya, dan kamu kerjakan pada waktu-waktunya, karena itu adalah seutama-utama amal. [Sirah Al-Halabiyah juz 3, hal. 329]
Selanjutnya Nabi SAW menerangkan berbagai kewajiban kepada mereka, seperti puasa, zakat dan hajji. Kemudian mereka menyatakan keislaman mereka kepada Nabi SAW, dan akhirnya Nabi SAW memberitahukan kepada mereka, bahwa beliau akan menaklukkan negeri Syam, dan raja Hiraqla akan lari dari negerinya ke tempat yang jauh.
Kemudian mereka menanyakan tentang hukum bertanya (datang) kepada dukun. Mereka berkata :
يَا رَسُوْلَ اللهِ، اِنَّ فِيْنَا امْرَأَةً كَاهِنَةً قُرَيْشٌ وَ اْلعَرَبُ يَتَحَاكَمُوْنَ اِلَيْهَا، اَفَنَسْأَلُهَا عَنْ اُمُوْرٍ؟ الحلبية 3: 330
Ya Rasulullah, sesungguhnya di tempat kami ada seorang wanita yang menjadi dukun. Orang-orang Quraisy dan orang-orang Arab biasa menanyakan sesuatu kepadanya. Apakah boleh kami menanyakan berbagai urusan kepadanya ?. [Sirah Al-Halabiyah juz 3, hal. 330]
Nabi SAW menjawab :
لاَ تَسْأَلُوْهَا عَنْ شَيْءٍ. الحلبية 3: 330
Janganlah kalian menanyakan sesuatu kepadanya. [Sirah Al-Halabiyah juz 3, hal. 330]
Nabi SAW juga melarang mereka dari menyembelih binatang yang digunakan untuk menghormati berhala-berhala sebagaimana yang telah biasa mereka lakukan.
Mereka lalu menyatakan, Kami adalah penolong-penolongmu dan pembantu-pembantumu. Kemudian mereka semua diberi hadiah oleh Rasulullah SAW. Salah seorang diantara mereka ada yang diberi hadiah berupa pakaian selimut.

Utusan dari kaum Banu Baliy

Menurut riwayat, pada tahun ke-9 Hijriyah pula, datang serombongan utusan kepada Nabi SAW dari Banu Baliy, yaitu golongan bangsa Arab dari keturunan Qudloah, yang diketuai oleh seorang yang terkenal yang bernama Abu Dlubaib.
Mereka datang ke rumah seorang muslim, shahabat Nabi yang bernama Ruwaifi bin Tsabit Al-Balawiy di Madinah, karena dia adalah seorang dari keluarga qabilah mereka. Kemudian mereka bersama-sama dengan Ruwaifi datang menghadap Nabi SAW. Setelah mereka berada di hadapan Nabi SAW, Ruwaifi berkata, Ya Rasulullah, mereka ini adalah dari kaumku. Kemudian Nabi SAW bersabda :
مَرْحَبًا بِكَ وَ بِقَوْمِكَ
Berbahagialah kedatangan engkau dan kaum engkau.
Kemudian mereka menyatakan keislaman mereka. Maka Nabi SAW lalu bersabda kepada mereka :
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى هَدَاكُمْ لِـْلاِسْلاَمِ، فَمَنْ مَاتَ مِنْكُمْ عَلَى غَيْرِ اْلاِسْلاَمِ فَهُوَ فِى النَّارِ. الحلبية 3: 330
Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kalian kepada Islam. Maka barangsiapa yang mati diantara kalian dalam (satu agama) selain Islam, maka ia di neraka. [Sirah Al-Halabiyah juz 3, hal. 330]
Dalam riwayat lain disebutkan, dari Ruwaifi RA, ia berkata, Kaumku datang bertamu, lalu aku menempatkan mereka di rumahku. Kemudian aku bersama mereka datang kepada Rasululllah SAW. Pada waktu itu beliau sedang duduk di tengah-tengah shahabat beliau. Kemudian kami memberi salam kepada beliau, lalu beliau bertanya, Ruwaifi ?. Aku menjawab, Ya. Beliau bertanya lagi, Siapa mereka ini ?. Aku menjawab, Kaum saya ya Rasulullah. Beliau bersabda, Selamat datang kamu dan kaummu. Kemudian aku berkata, Ya Rasulullah, mereka ini datang kepadamu untuk masuk Islam. Yaitu mereka dan kaum mereka. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, Barangsiapa yang Allah menghendaki kebaikan padanya, maka Allah menunjukinya kepada Islam. Kemudian ketua mereka, yaitu Abu Dlubaib maju lalu duduk di hadapan Nabi SAW dan berkata, Ya Rasulullah, sesungguhnya kami datang kepadamu untuk beriman kepadamu. Dan kami bersaksi bahwa engkau adalah Nabi yang benar.  Kami telah berlepas diri dari apa yang dahulu kami sembah dan yang disembah nenek moyang kami.
Kemudian Nabi SAW bersabda :
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى هَدَاكُمْ لِـْلاِسْلاَمِ، فَمَنْ مَاتَ مِنْكُمْ عَلَى غَيْرِ اْلاِسْلاَمِ فَهُوَ فِى النَّارِ. الحلبية 3: 330
Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kalian kepada Islam. Maka barangsiapa yang mati diantara kalian dalam (satu agama) selain Islam, maka ia di neraka. [Sirah Al-Halabiyah juz 3, hal. 330]
Kemudian Abu Dlubaib bertanya kepada Nabi SAW, Ya Rasulullah, kami adalah orang yang gemar menjamu tamu, maka apakah kami akan mendapat pahala ?.
Nabi SAW bersabda :
نَعَمْ، وَ كُلُّ مَعْرُوْفٍ صَنَعْتَهُ اِلىَ غَنِيّ اَوْ فَقِيْرٍ فَهُوَ صَدَقَةٌ. الحلبية 3: 330
Ya, dan tiap-tiap kebajikan yang engkau perbuat, baik kepada orang kaya ataupun kepada orang miskin, maka dia adalah shadaqah. [Sirah Al-Halabiyah juz 3, hal. 330]
Ia bertanya lagi, Ya Rasulullah, berapa harikah lamanya menjamu tamu itu ?.
Nabi SAW menjawab :
ثَلاَثَةَ اَيَّامٍ. فَمَا بَعْدَ ذلِكَ صَدَقَةٌ، وَ لاَ يَحِلُّ لِلضَّيْفِ اَنْ يُقِيْمَ عِنْدَكَ فَيُحَوّجَكَ.. الحلبية 3: 330
Tiga hari, maka sesudah tiga hari itu adalah shadaqah. Dan tidak halal bagi seorang tamu tetap tinggal di tempatmu, lalu memberatkan kamu. [Sirah Al-Halabiyah juz 3, hal. 330]
Abu Dlubaib bertanya lagi, Ya Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang kambing yang tersesat di padang pasir, bolehkah saya mengambilnya ?.
Nabi SAW menjawab :
هِيَ لَكَ اَوْ ِلاَخِيْكَ اَوْ لِلذّئْبِ
Itu untukmu atau untuk saudaramu atau untuk serigala.
Ia bertanya pula, Ya Rasulullah, bagaimana kalau unta ?.
Nabi SAW menjawab :
مَا لَكَ وَ لَهُ، دَعْهُ يَجِدْهُ صَاحِبُهُ
Tidak ada urusanmu dengannya, maka biarkanlah ia sehingga ditemukan pemiliknya.
Setelah selesai, kemudian mereka kembali ke rumah Ruwaifi. Dan mereka tinggal di sana selama tiga hari. Kemudian Rasulullah SAW berkunjung ke rumah Ruwaifi dengan membawa kurma, lalu beliau serahkan kurma itu kepadanya. Selama itu mereka memakan kurma yang dihadiahkan Nabi SAW itu dan ditambah yang lain-lain.
Sesudah tiga hari mereka berada di Madinah, lalu mereka berpamitan kepada Rasulullah dan kembali kepada qabilah mereka, dan masing-masing mereka mendapat hadiah dari Nabi SAW.



Demo Blog NJW V2 Updated at: 18:45

0 comments:

Post a Comment

Disarankan berkomentar menggunakan Akun Google+. Komentar SPAM dan SPAMMY (menyertakan link hidup, minta kunjungan balik, & nama blog) otomatis tidak akan muncul. Pertanyaan OOT silakan di Halaman Ruang Konsultasi. Jika menginginkan Link Tinggalkan alamat Email, Sebelum bertanya, Cari Dulu di Kotak Pencarian! Thx