Jaminan 100%

“Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Akan hidup terus setelah mati

“Jika seorang manusia mati maka terputuslah darinya amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya.” .

Free Consultations

Konsultasi gratis di halaman Konsultasi. Konsultasi via email abuhening@gmail.com hanya untuk Layanan klien.

28 Persiapan Perang Yarmuk (perang melawan Romawi) 1

Posted by

10. Persiapan Perang Yarmuk (perang melawan Romawi)


tauhid
Tarikh Al-Khulafaaur Raasyidiin (ke-28)
Ibnu Katsir menyebutkan di dalam Kitab Al-Bidaayah wan Nihaayah sebagai berikut :

فَعِنْدَ وُصُوْلِ خَالِدٍ اِلَيْهِمْ اَقْبَلَ مَاهَانُ مَدَدًا لِلرُّوْمِ وَ مَعَهُ الْقَسَاقِسَةُ، وَ الشَّمَامِسَةُ وَ الرُّهْبَانُ يَحُثُّوْنَهُمْ وَ يُحَرّضُوْنَهُمْ عَلَى الْقِتَالِ لِنَصْرِ دِيْنِ النَّصْرَانِيَّةِ، فَتَكَامَلَ جَيْشُ الرُّوْمِ اَرْبَعُوْنَ وَ مِائَتَا اَلْفٍ. ثَمَانُوْنَ اَلْفًا مُسَلْسِلٌ بِالْحَدِيْدِ وَ الْحِبَالِ، وَ ثَمَانُوْنَ اَلْفًا فَارِسٌ، وَ ثَمَانُوْنُ اَلْفًا رَاجِلٌ. قَالَ سَيْفٌ وَ قِيْلَ بَلْ كَانَ الَّذِيْنَ تَسَلْسَلُوْا كُلُّ عَشَرَةٍ سِلْسِلَةٌ لِئَلاَّ يَفِرُّوْا ثَلاَثِيْنَ اَلْفًا، فَاللهُ اَعْلَمُ. قَالَ سَيْفٌ وَ قَدِمَ عِكْرِمَةُ بِمَنْ مَعَهُ مِنَ الْجُيُوْشِ فَتَكَامَلَ جَيْشُ الصَّحَابَةِ سِتَّةً وَ ثَلاَثِيْنَ اَلْفًا اِلَى اْلاَرْبَعِيْنَ اَلْفًا. البداية و النهاية 7: 10

Ketika Khalid bin Walid tiba di Syam, Maahaan mendatangkan bantuan tentara dari Romawi lengkap dengan membawa para pendeta, tokoh-tokoh agama dan rahib-rahib mereka untuk memberikan motivasi kepada pasukan Romawi untuk kemenangan agama Nashrani. Maka jumlah pasukan Romawi menjadi 240.000 personil. 80.000 personil digandengkan dengan rantai besi, 80.000 pasukan berkuda dan 80.000 pasukan lagi berjalan kaki.

Saif bin 'Umar berkata, "Ada yang mengatakan bahwa pasukan yang dihubungkan dengan rantai tersebut sebanyak 30.000 orang, setiap sepuluh orang digandengkan menjadi satu agar tidak dapat melarikan diri". Walloohu a'lam.

Saif bin 'Umar berkata, "Kemudian 'Ikrimah datang membawa tentaranya, hingga jumlah pasukan shahabat menjadi antara 36.000 hingga 40.000 pasukan. [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 10]

وَ عِنْدَ ابْنِ اِسْحَاقَ وَ الْمَدَايِنِيّ اَيْضًا اَنَّ وَقْعَةَ اَجْنَادَيْنِ قَبْلَ وَقْعَةِ الْيَرْمُوْكِ وَ كَانَتْ وَقْعَةُ اَجْنَادَيْنِ لِلَّيْلَتَيْنِ بَقِيَتَا مِنْ جُمَادَى اْلاُوْلَى سَنَةَ ثَلاَثَ عَشْرَةَ، وَ قُتِلَ بِهَا بَشَرٌ كَثِيْرٌ منَ الصَّحَابَةِ، وَ هُزِمَ الرُّوْمُ وَ قُتِلَ اَمِيْرُهُمُ الْقَيْقَلاَنُ. وَ كَانَ قَدْ بَعَثَ رَجُلاً مِنْ نَصَارَى الْعَرَبِ يَجُسُّ لَهُ اَمْرَ الصَّحَابَةِ، فَلَمَّا رَجَعَ اِلَيْهِ قَالَ: وَجَدْتُ قَوْمًا رُهْبَانًا بِاللَّيْلِ فُرْسَانًا بِالنَّهَارِ، وَ اللهِ لَوْ سَرَقَ فِيْهِمُ ابْنُ مُلْكِهِمْ لَقَطَعُوْهُ، اَوْ زَنَى لَرَجَمُوْهُ. فَقَالَ لَهُ الْقَيْقَلاَنُ: وَ اللهِ لَئِنْ كُنْتَ صَادِقًا لَبَطْنُ اْلاَرْضِ خَيْرٌ مِنْ ظَهْرِهَا. البداية و النهاية 7: 10

Menurut Ibnu Ishaaq dan Madaayiniy, bahwa pertempuran Ajnadain itu terjadi sebelum perang Yarmuk. Dan pertempuran Ajnadain itu terjadi 2 hari sebelum berakhirnya bulan Jumadil awwal tahun 13 H. Dalam pertempuran tersebut banyak shahabat yang gugur, tetapi pasukan romawi berhasil dikalahkan, dan terbunuh pula panglima mereka yang bernama Qaiqalaan.

Dan sebelumnya, Qaiqalaan telah mengirim seorang Nashrani 'Arab untuk menjadi mata-mata menyelidiki keadaan pasukan muslimin. Setelah mata-mata itu kembali kepada Qaiqalaan, ia melaporkan : Saya mendapati pasukan Islam itu sebagai rahib-rahib di malam hari, dan sebagai penunggang-penunggang kuda di siang hari. Demi Allah, seandainya anak pimpinan mereka itu mencuri, pasti mereka akan memotong tangannya, atau seandainya berzina, pasti mereka akan merajamnya". Lalu Qaiqalaan berkata kepadanya, "Demi Allah, jika yang kamu katakan itu benar, sungguh perut bumi lebih baik dari pada punggungnya (mati lebih baik dari pada hidup)". [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal, 10]

وَقَالَ سَيْفُ بْنُ عُمَرَ فِي سِيَاقِهِ: وَ وَجَدَ خَالِدٌ الْجُيُوْشَ مُتَفَرّقَةً فَجَيْشُ اَبِي عُبَيْدَةَ وَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ نَاحِيَةٌ، وَ جَيْشُ يَزِيْدَ وَ شُرَحْبِيْلَ نَاحِيَةٌ. فَقَامَ خَالِدٌ فِي النَّاسِ خَطِيْبًا. فَاَمَرَهُمْ بِاْلاِجْتِمَاعِ وَ نَهَاهُمْ عَنِ التَّفَرُّقِ وَ اْلاِخْتِلاَفِ. فَاجْتَمَعَ النَّاسُ وَ تَصَافُّوْا مَعَ عَدُوّهِمْ فِي اَوَّلِ جُمَادَى اْلآخِرَةِ.

Saif bin 'Umar menceritakan dalam penuturannya : Pada saat itu Khalid bin Walid mendapati pasukan muslimin berpencar, pasukan Abu 'Ubaidah dan pasukan 'Amr bin Al-'Aash berada di suatu tempat, sedangkan pasukan Yazid dan pasukan Syurahbil bin Hasanah berada di suatu tempat pula, Khalid bin Walid lalu menginstruksikan kepada seluruh pasukan supaya bergabung menjadi satu, dan melarang mereka berpencar dan berselisih. Maka pasukan Islam lalu berkumpul dan berbaris berhadap-hadapan dengan musuh pada awwal bulan Jumadil akhir.

وَ قَالَ خَالِدُ بْنُ الْوَلِيْدِ فِي النَّاسِ، فَحَمِدَ اللهَ وَ اَثْنَى عَلَيْهَ، وَ قَالَ: اِنَّ هذَا يَوْمٌ مِنْ اَيَّامِ اللهِ، لاَ يَنْبَغِي فِيْهِ الْفَخْرُ وَلاَ الْبَغْيُ، اَخْلِصُوْا جِهَادَكُمْ وَ اَرِيْدُوا اللهَ بِعَمَلِكُمْ، وَ اِنَّ هذَا يَوْمٌ لَهُ مَا بَعْدَهُ لَوْ رَدَدْنَاهُمُ الْيَوْمَ اِلَى خَنْدَقِهِمْ فَلاَ نَزَالُ نَرُدُّهُمْ، وَ اِنْ هَزَمُوْنَا لاَ نَفْلَحُ بَعْدَهَا اَبَدًا، فَتَعَالَوْا فَلْنَتَعَاوَرِ اْلاِمَارَةَ فَلْيَكُنْ عَلَيْهَا بَعْضُنَا الْيَوْمَ وَ اْلآخَرُ غَدًا وَ اْلآخَرُ بَعْدَ غَدٍ، حَتَّى يَتَاَمَّرَ كُلُّكُمْ، وَ دَعُوْنِي الْيَوْمَ اِلَيْكُمْ. فَاَمَّرُوْهُ عَلَيْهِمْ وَ هُمْ يَظُنُّوْنَ اَنَّ اْلاَمْرَ يَطُوْلُ جِدًّا. البداية و النهاية 7: 10

Khalid bin Walid berpidato di hadapan tentaranya, setelah memuji Allah dan menyanjung-Nya, ia berkata, "Sesungguhnya hari ini adalah salah satu dari hari-hari milik Allah, tidak layak pada hari ini kita berbangga-bangga dan melampaui batas. Ikhlashkanlah niat kalian dalam berjihad hanya karena Allah. Dan harapkanlah keridlaan Allah dengan amal kalian. Sesungguhnya hari ini adalah hari penentu bagi hari esok. Jika kita berhasil memukul mundur musuh pada hari ini hingga ke parit-parit mereka, maka kita akan terus mendesak mereka, tetapi jika pada hari ini kita dikalahkan oleh mereka, maka selama-lamanya kita tidak akan dapat berjaya lagi. Marilah kita bergantian memimpin. Hendaklah pada hari ini sebagian kita yang memimpin, sedangkan yang lainnya besoknya, dan yang lainnya lagi besoknya lagi, sehingga kalian semua menjadi pemimpin. Dan biarkanlah sekarang aku yang memimpin kalian". Kemudian mereka sepakat Khalid bin Walid yang memimpin mereka. Dan mereka yaqin bahwa peperangan akan berlangsung lama. [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 10]

فَخَرَجَتِ الرُّوْمُ فِي تَعْبِئَةٍ لَمْ يُرَ مِثْلُهَا قَبْلَهَا قَطُّ. وَخَرَجَ خَالِدٌ فِي تَعْبِئَةٍ لَمْ تَعْبَهَا الْعَرَبُ قَبْلَ ذلِكَ، فَخَرَجَ فِي سِتَّةٍ وَ ثَلاَثِيْنَ كُرْدُوْسًا اِلَى الْاَرْبَعِيْنَ، كُلُّ كُرْدُوْسٍ اَلْفُ رَجُلٍ عَلَيْهِمْ اَمِيْرٌ، وَ جَعَلَ اَبَا عُبَيْدَةَ فِي الْقَلْبِ، وَ عَلَى الْمَيْمَنَةِ عَمْرُو بْنُ الْعَاصِ وَ مَعَهُ شُرَحْبِيْلُ بْنُ حَسَنَةَ، وَ عَلَى الْمَيْسَرَةِ يَزِيْدُ بْنُ اَبِي سُفْيَانَ. وَ اَمَّرَ عَلَى كُلّ كُرْدُوْسٍ اَمِيْرًا، وَ عَلَى الطَّلاَئِعِ قُبَابُ بْنُ اَشِيْمٍ، وَ عَلَى اْلاَقْبَاضِ عَبْدُ اللهِ بْنُ مَسْعُوْدٍ، وَ الْقَاضِي يَوْمَئِذٍ اَبُوْ الدَّرْدَاءِ، وَ قَاصِهِمُ الَّذِيْ يَعِظُهُمْ وَيَحُثُّهُمْ عَلَى اْلقِتَالِ اَبُو سُفْيَانَ بْنُ حَرْبٍ، وَقَارِئُهُمُ الَّذِيْ يَدُوْرُ عَلَى النَّاسِ فَيَقْرَأُ سُوْرَةَ اْلاَنْفَالِ وَ آيَاتِ الْجِهَادِ الْمِقْدَادُ بْنُ اْلاَسْوَدِ.

Pada peperangan ini tentara Romawi keluar dalam jumlah besar yang belum pernah terjadi sebelumnya. Khalid juga membawa pasukan dengan jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah 'Arab. Khalid membawa pasukan sebanyak 30  40 regu, dan pada setiap regu terdiri dari 1.000 orang yang dipimpin oleh seorang pemimpin. Khalid bin Walid menempatkan Abu 'Ubaidah pada posisi di jantung pasukan, di sayap kanan dipimpin oleh 'Amr bin Al-'Aash yang ditemani oleh Syurahbil bin Hasanah, dan di sayap kiri dipimpin oleh Yazid bin Abu Sufyan, dan Khalid mengangkat seorang pemimpin untuk setiap regu. Sebagai mata-mata dan pencari informasi diserahkan kepada Qubab bin 'Asyim, dan sebagai pemungut harta rampasan perang diserahkan kepada 'Abdullah bin Mas'ud. Yang menjadi qadli ketika itu adalah Abu Darda'. Bertindak sebagai pemberi nasehat dan yang memotivasi pasukan adalah Abu Sufyan bin Harb, dan qari mereka waktu itu adalah Miqdad bin Al-Aswad yang berkeliling pada pasukan sambil membacakan kepada mereka surat Al-Anfaal dan ayat-ayat Jihad.

وَ ذَكَرَ اِسْحَاقُ بْنُ يَسَارٍ بِاِسْنَادِهِ اَنَّ اُمَرَاءَ اْلاَرْبَاعِ يَوْمَئِذٍ كَانُوْا اَرْبَعَةً، اَبُو عُبَيْدَةَ وَ عَمْرُو بْنُ اْلعَاصِ وَ شُرَحْبِيْلُ بْنُ حَسَنَةَ وَ يَزِيْدُ بْنُ اَبِي سُفْيَانَ. وَ خَرَجَ النَّاسُ عَلَى رَايَاتِهِمْ، وَ عَلَى الْمَيْمَنَةِ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ، وَ عَلَى الْمَيْسَرَةِ نُفَاثَةُ بْنُ اُسَامَةَ اْلكُنَانِيُّ، وَ عَلَى الرَّجَّالَةِ هاشِمُ بْنُ عُتْبَةَ بْنِ اَبِي وَقَّاصٍ، وَ عَلَى الْخَيَّالَةِ خَالِدُ بْنُ الْوَلِيْدِ وَ هُوَ الْمُشِيْرُ فِي الْحَرْبِ الَّذِيْ يَصْدُرُ النَّاسُ كُلُّهُمْ عَنْ رَأْيِهِ. البداية و النهاية 7: 11

Ibnu Ishaq bin Yasar menyebutkan dengan sanadnya, bahwa pemimpin perkemahan pada waktu itu ada 4 orang, yaitu Abu 'Ubaidah, 'Amr bin Al-'Aash, Syurahbil bin Hasanah dan Yazid bin Abu Sufyan. Pasukan keluar dengan membawa panji-panji mereka, di sebelah kanan dipimpin oleh Mu'adz bin Jabal, di sebelah kiri dipimpin oleh Nufatsah bin Usamah Al-Kunaniy. Pasukan yang berjalan kaki dipimpin oleh Hasyim bin 'Utbah bin Abi Waqqash, dan pasukan penunggang kuda dipimpin oleh Khalid bin Walid yang sekaligus sebagai panglima perang yang ditha'ati perintahnya oleh semua pasukan muslimin. [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 11]

وَ لَمَّا اَقْبَلَتِ الرُّوْمُ فِي خُيَلاَئِهَا وَ فَخْرِهَا قَدْ سَدَّتْ اَقْطَارَ تِلْكَ الْبُقْعَةِ سَهْلَهَا وَ وَعْرَهَا كَاَنَّهُمْ غَمَامَةٌ سَوْدَاءُ يَصِيْحُوْنَ بَاَصْوَاتٍ مُرْتَفِعَةٍ وَ رُهْبَانُهُمْ يَتْلُوْنَ اْلاِنْجِيْلَ وَ يَحُثُّوْنَهُمْ عَلَى الْقِتَالِ، وَ كَانَ خَالِدٌ فِي الْخَيْلِ بَيْنَ يَدَيِ الْجَيْشِ فَسَاقَ بِفَرَسِهِ اِلَى اَبِي عُبَيْدَةَ فَقَالَ لَهُ: اِنّيْ مُشِيْرٌ بِاَمْرٍ، فَقَالَ: قُلْ مَا اَمَرَكَ اللهُ اَسْمَعُ لَكَ وَ اُطِيْعُ. فَقَالَ لَهُ خَالِدٌ اِنَّ هؤُلآَءِ الْقَوْمَ لاَبُدَّ لَهُمْ مِنْ حَمْلَةٍ عَظِيْمَةٍ لاَ مَحِيْدَ لَهُمْ عَنْهَا، وَ اِنّي اَخْشَى عَلَى الْمَيْمَنَةِ وَ الْمَيْسَرَةِ، وَقَدْ رَأَيْتُ اَنْ اُفَرّقَ الْخَيْلَ فِرْقَتَيْنِ وَ اَجْعَلَهَا وَرَاءَ الْمَيْمَنَةِ وَ الْمَيْسَرَةِ حَتَّى اِذَا صَدَمُوْهُمْ كَانُوْا لَهُمْ رِدْءًا فَنَأْتِيْهِمْ مِنْ وَرَائِهِمْ. فَقَالَ لَهُ: نَعَمْ مَا رَأَيْتَ.


Ketika pasukan Romawi maju dengan sombong dan congkaknya karena membawa pasukan yang sangat besar hingga menutupi seluruh tempat yang ada, baik daerah yang lapang maupun daerah yang sulit dilalui, seolah-olah mereka itu awan yang hitam, mereka sambil berteriak-teriak dengan suara keras, dan para pendeta mereka terus-menerus membacakan Injil sambil memotivasi mereka untuk semangat berperang.

Sedangkan Khalid bin Walid berada di depan pasukan, maka Khalid dengan mengendarai kudanya lalu mendatangi Abu 'Ubaidah dan berkata kepadanya, "Aku mempunyai suatu pemikiran". Abu 'Ubaidah menjawab, Katakanlah apa yang Allah perintahkan kepadamu, aku akan mendengar dan mematuhinya". Khalid berkata, "Musuh pasti akan menyerbu kita dengan pasukan yang besar yang tak dapat dihindari lagi untuk membobol pertahanan kita. Aku khawatir pada pertahanan sayap kanan dan sayap kiri kita akan kebobolan. Oleh karena itu menurut pendapatku kita harus membagi pasukan berkuda menjadi dua pasukan. Lalu saya tempatkan di belakang sayap kanan dan sayap kiri, sehingga apabila pasukan Romawi berhasil menjebol pertahanan kita di sayap kanan atau sayap kiri, maka para pasukan berkuda itu dapat berperan membantu dan menolong mereka, lalu kita datang menyerbu mereka dari belakang". Abu 'ubaidah berkata kepada Khalid, "Ya, bagus idemu itu".

فَكَانَ خَالِدٌ فِي اَحَدِ الْخَيْلَيْنِ مِنْ وَرَاءِ الْمَيْمَنَةِ وَ جَعَلَ قَيْسَ بْنَ هُبَيْرَةَ فِي الْخَيْلِ اْلاُخْرَى وَ اَمَرَ اَبَا عُبَيْدَةَ اَنْ يَتَأَخَّرَ عَنِ اْلقَلْبِ اِلَى وَرَاءِ الْجَيْشِ كُلّهِ، لِكَيْ اِذَا رَآهُ الْمُنْهَزِمُ اسْتَحَى مِنْهُ وَ رَجَعَ اِلَى اْلقِتَالِ، فَجَعَلَ اَبُو عُبَيْدَةَ مَكَانَهُ فِي اْلقَلْبِ سَعِيْدَ بْنَ زَيْدٍ اَحَدُ الْعَشْرَةِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ. وَسَاقَ خَالِدٌ اِلَى النّسَاءِ مِنْ وَرَاءِ الْجَيْشِ وَ مَعَهُنَّ عَدَدٌ مِنَ السُّيُوْفِ وَغَيْرِهَا، فَقَالَ لَهُنَّ مَنْ رَأَيْتُمُوْهُ مُوَلّيًا فَاقْتُلْنَهُ، ثُمَّ رَجَعَ اِلَى مَوْقِفِهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ. البداية و النهاية 7: 11
Kemudian Khalid segera masuk ke dalam barisan berkuda yang berada di belakang pertahanan sayap kanan, dan menempatkan Qais bin Hubairah di sayap kiri. Dan Khalid memerintahkan kepada Abu 'Ubaidah agar mundur ke belakang dari posisi tengah ke belakang, agar jika ada dari tentara islam yang berlari mundur akan merasa malu melihatnya sehingga kembali ke medan pertempuran.

Lalu Abu 'Ubaidah menyerahkan posisi tengah yang sebelumnya ia tempati itu kepada Sa'id bin Zaid, (ia adalah salah satu dari sepuluh orang shahabat yang dijamin Rasulullah SAW masuk surga). Kemudian Khalid menuju ke tempat para wanita yang berada di belakang, yang para wanita itu juga membawa pedang dan senjata-senjata lainnya, lalu Khalid berkata, "Siapa saja yang kalian jumpai orang-orang yang melarikan diri dari pasukan, maka bunuhlah dia!". Setelah itu Khalid kembali ke posisinya semula.


Demo Blog NJW V2 Updated at: 01:38

0 comments:

Post a Comment

Disarankan berkomentar menggunakan Akun Google+. Komentar SPAM dan SPAMMY (menyertakan link hidup, minta kunjungan balik, & nama blog) otomatis tidak akan muncul. Silahkan di Copy dan di Share kalau di rasa bermanfaat tidak perlu izin. Jika menginginkan Link Tinggalkan alamat Email, Sebelum bertanya, Cari Dulu di Kotak Pencarian! Thx