Jaminan 100%

“Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Akan hidup terus setelah mati

“Jika seorang manusia mati maka terputuslah darinya amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya.” .

Free Consultations

Konsultasi gratis di halaman Konsultasi. Konsultasi via email abuhening@gmail.com hanya untuk Layanan klien.

32 Perang Yarmuk (lanjutan) 5

Posted by


21. Perang Yarmuk (lanjutan)


tauhid
Tarikh Al-Khulafaaur Raasyidiin (ke-32)


Dalam Kitab Tarikh Al-Bidaayah wan Nihaayah disebutkan sebagai berikut :

وَ حَمَلَتِ الرُّوْمُ مَعَ انْقِلَابِهِ اِلَى خَالِدٍ وَ هُمْ يَرَوْنَ اَنَّهَا مِنْهُ حَمْلَةً، فَاَزَالُوا الْمُسْلِمِيْنَ عَنْ مَوَاقِفِهِمْ اِلَّا الْمُحَامِيَةَ عَلَيْهِمْ عِكْرِمَةُ بْنُ اَبِي جَهْلٍ وَالْحٰرِثُ بْنُ هِشَامٍ. فَرَكِبَ خَالِدٌ وَ جَرْجَةُ مَعَهُ وَ الرُّوْمُ خِلَالَ الْمُسْلِمِيْنَ، فَتَنَادَى النَّاُس وَ ثَابُوْا وَ تَرَاجَعَتِ الرُّوْمُ اِلَى مَوَاقِفِهِمْ وَ زَحَفَ خَالِدٌ بِالْمُسْلِمِيْنَ حَتَّى تَصَافَحُوْا بِالسُّيُوْفِ. فَضَرَبَ فِيْهِمْ خَالِدٌ وَ جَرْجَةُ مِنْ لَدُنْ اِرْتِفَاعِ النَّهَارِ اِلَى جُنُوْحِ الشَّمْسِ لِلْغُرُوْبِ. وَ صَلَّى الْمُسْلِمُوْنَ صَلَاةَ الظُّهْرِ وَ صَلَاةَ الْعَصْرِ اِيْمَاءً وَ اُصِيْبَ جَرْجَةُ رَحِمَهُ اللهُ وَلَمْ يُصَلّ للهِ اِلَّا تِلْكَ الرَّكْعَتَيْنِ مَعَ خَالِدٍ رض.


Setelah Jarjah masuk Islam dan bergabung dengan pasukan muslimin, lalu pasukan Romawi menyerbu pasukan muslimin sehingga membuat pasukan muslimin terdesak,kecuali pasukan pertahanan yang dipimpin oleh 'Ikrimah bin Abu Jahl dan Al-Haarits bin Hisyaam. Kemudian Khalid beserta Jarjah bergerak menyerbu pasukan Romawi yang berada diantara pasukan kaum muslimin. Kemudian pasukan Romawi saling memanggil berusaha mengumpulkan kembali tentaranya yang berlarian sehingga sebagian pasukan Romawi kembali berkumpul dan menempati posisi masing-masing. Ketika itu Khalid dengan pasukan muslimin memerangi musuh hingga pedang-pedang mereka saling berbenturan. Khalid dan Jarjah terus menerus memerangi musuh dari menjelang siang hingga matahari akan tengggelam. Waktu itu kaum muslimin melaksanakan shalat Dhuhur dan 'Ashar dengan isyarat.Jarjah akhirnya terbunuh, semoga Allah merahmatinya, sedangkan dia belum pernah shalat kecuali dua rekaat yang dikerjakannya bersama Khalid RA. [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 16]

وَ ضَعْضَعَتِ الرُّوْمُ عِنْدَ ذٰلِكَ، ثُمَّ نَهَدَ خَالِدٌ بِالْقَلْبِ حَتَّى صَارَ فِي وَسَطِ خُيُوْلِ الرُّوْمِ. فَعِنْدَ ذٰلِكَ هَرَبَتْ خَيَّالَتُهُمْ وَ اَسْنَدَتْ بِهِمْ فِيْ تِلْكَ الصَّحْرَاءِ، وَ اَفْرَجَ الْمُسْلِمُوْنَ بِخُيُوْلِهِمْ حَتَّى ذَهَبُوْا. وَ اَخَّرَ النَّاسُ صَلَاتَيِ الْعِشَاءَيْنِ حَتَّى ِاِسْتَقَرَّ الْفَتْحُ، وَ عَمَدَ خَالِدٌ اِلَى رَحْلِ الرُّوْمِ وَ هُمُ الرَّجَّالَةُ فَفَصَلُوْهُمْ حَتَّى آخِرِهِمْ حَتَّى صَارُوْا كَاَنَّهُمْ حَائِطٌ قَدْ هُدِمَ.

Setelah itu pasukan Romawi melemah. Kemudian Khalid kembali menyerbu di jantung pertahanan musuh hingga sampai di tengah-tengah pasukan berkuda Romawi. Ketika itu pasukan berkuda Romawi lari tunggang langgang ke padang pasir, dan pasukan muslimin sengaja membukakan jalan bagi pasukan berkuda musuh hingga mereka semua pergi. Pasukan muslimin mengakhirkan shalat Maghrib dan 'Isyak hingga benar-benar tercapai kemenangan. Kemudian Khalid menuju ke tengah pasukan Romawi dan membubarkan pasukan pejalan kaki, sehingga membuat mereka cerai-berai dan lari kocar-kacir ibarat tembok yang telah roboh.

ثُمَّ تَبِعُوْا مَنْ فَرَّ مِنَ الْخَيَّالَةِ وَ اقْتَحَمَ خَالِدٌ عَلَيْهِمْ خَنْدَقَهُمْ وَجَاءَ الرُّوْمُ فِي ظَلَامِ اللَّيْلِ اِلَى الْوَاقُوْصَةِ، فَجَعَلَ الَّذِيْنَ تَسَلْسَلُوْا وَ قَيَّدُوْا بَعْضُهُمْ بِبَعْضٍ اِذَا سَقَطَ وَاحِدٌ مِنْهُمْ سَقَطَ الَّذِيْنَ مَعَهُ. قَالَ ابْنُ جَرِيْرٍ وَ غَيْرُهُ: فَسَقَطَ فِيْهَا وَ قُتِلَ عِنْدَهَا مِائَةُ اَلْفٍ وَ عِشْرُوْنَ اَلْفًا سِوَى مَنْ قُتِلَ فِي الْمَعْرَكَةِ. وَقَدْ قَاتَلَ نِسَاءُ الْمُسْلِمِيْنَ فِي هٰذَا الْيَوْمِ. وَ قَتَلُوْا خَلْقًا كَثِيْرًا مِنَ الرُّوْمِ. وَ كُنَّ يَضْرِبْنَ مَنْ اِنْهَزَمَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ يَقُلْنَ: اَيْنَ تَذْهَبُوْنَ وَ تَدَعُوْنَنَا لِلْعُلُوْجِ؟ فَاِذَا زَجَرْنَهُمْ لَا يَمْلِكُ اَحَدٌ نَفْسَهُ حَتَّى يَرْجِعَ اِلَى اْلقِتَالِ.

Kemudian Khalid mengejar pasukan berkuda Romawi yang lari tercerai-berai itu hingga berhasil menerobos parit mereka. Pasukan Romawi tersebut dalam kegelapan malam melarikan diri menuju Al-Waqushah. Adapun pasukan yang bergandengan dengan rantai besi, jika salah satu terjatuh maka terjatuhlah semuanya.

Ibnu Jarir dan lainnya berkata : Pada waktu itu yang jatuh dan terbunuh mencapai 120.000 orang, selain yang terbunuh di medan perang". Pada peperangan ini para wanita muslimah juga ikut berpartisipasi sehingga pasukan muslimin berhasil membunuh banyak pasukan Romawi. Para wanita itu bertugas memukul tentara kaum muslimin yang lari dari medan pertempuran sambil meneriaki mereka, "Mau lari ke mana kalian, apakah kalian akan meninggalkan kami kepada para tentara kafir ?". Maka jika diteriaki seperti itu, tidak seorangpun yang sanggup mendengarnya, sehingga orang itu kembali bertempur. [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 16]

قَالُوْا: وَقُتِلَ فِي هٰذَا الْيَوْمِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ ثَلَاثَةُ آلَافٍ، مِنْهُمْ عِكْرِمَةُ وَ ابْنُهُ عَمْرٌو وَ سَلَمَةُ بْنُ هِشَامٍ وَ عَمْرُو بْن سَعِيْدٍ وَ اَبَانُ بْنُ سَعِيْدٍ. وَ اَثْبَتَ خَالِدُ بْنُ سَعِيْدٍ فَلَا يُدْرَي اَيْنَ ذَهَبَ، وَ ضِرَارُ بْنُ اْلاَزُوْرِ وَ هِشَامُ بْنُ الْعَاصِ وَ عَمْرُو بْنُ الطُّفَيْلِ بْنِ عَمْرٍو اَلدَّوْسِيُّ، وَ حَقَّقَ اللهُ رُؤْيَا اَبِيْهِ يَوْمَ الْيَمَامَةِ. وَ قَدْ اَتْلَفَ فِي هٰذَا اْليَوْمِ جَمَاعَةٌ مِنَ النَّاسِ، اِنْهَزَمَ عَمْرُو بْنُ الْعَاصِ فِي اَرْبَعَةٍ حَتَّى وَ صَلُوْا اِلَى النّسَاءِ، ثُمَّ رَجَعُوْا حِيْنَ زَجَرَهُمُ النّسَاءُ، وَ انْكَشَفَ شُرَحْبِيْلُ بْنُ حَسَنَةَ وَ اَصْحَابُهُ، ثُمَّ تَرَاجَعُوْا حَتَّى وَعَظَهُمُ الْاَمِيْرُ بِقَوْلِهِ تَعَالَى اِنَّ اللهَ اشْتَرٰى مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ اَنْفُسَهُمْ وَ اَمْوَالَهُمْ... اَلْآيَةَ.

Para ahli tarikh menyebutkan bahwa jumlah kaum muslimin yang terbunuh dalam peperangan ini sebanyak 3000 orang, termasuk di dalamnya 'Ikrimah dan putranya, yaitu 'Amr, Salamah bin Hisyam, 'Amr bin Sa'id, dan Aban bin Sa'id, Dlirar bin Al-Azuur, Hisyam bin Al-'Aash, 'Amr bin Thufail bin 'Amr Ad-Dausiy, Allah membuktikan kebenaran mimpi ayahnya pada peperangan Yamamah (Ayahnya pernah bermimpi yang ta'wilnya bahwa putranya tersebut akan gugur dalam perang Yarmuk). Adapun Khalid bin Sa'id, dia terluka berat dan tidak diketahui hilang ke mana.

Pada waktu itu banyak orang yang melarikan diri. 'Amr bin 'Aash dengan temannya berempat juga mundur, hingga sampai di tempat para wanita. Kemudian mereka itu dicegah oleh kaum wanita sehingga merekapun kembali ke medan pertempuran. Syurahbil bin Hasanah dan teman-temannya juga mundur, kemudian mereka kembali ke medan pertempuran setelah dinasehati oleh pimpinan pasukan dengan firman Allah Ta'aalaa (yang artinya) :

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al-Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. [QS.At-Taubah : 111] [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal.17]

وَ ثَبَتَ يَوْمَئِذٍ يَزِيْدُ بْنُ اَبِي سُفْيَانَ وَ قَاتَلَ قِتَالًا شَدِيْدًا وَ ذٰلِكَ اَنَّ اَبَاهُ مَرَّ بِهِ، فَقَالَ لَهُ: يَا بُنَيَّ، عَلَيْكَ بِتَقْوَى اللهِ وَ الصَّبْرِ فَاِنَّهُ لَيْسَ رَجُلٌ بِهٰذَا الْوَادِيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ اِلَّا مَحْفُوْفًا بِالْقِتَالِ. فَكَيْفَ بِكَ وَ بِاَشْبَاهِكَ الَّذِيْنَ وُلُّوْا اُمُوْرَ الْمُسْلِمِيْنَ؟ اُولٰئِكَ اَحَقُّ النَّاسِ بِالصَّبْرِ وَ النَّصِيْحَةِ، فَاتَّقِ اللهَ يَا بُنَيَّ وَلَا يَكُوْنَنَّ اَحَدٌ مِنْ اَصْحَابِكَ بِاَرْغَبَ فِي اْلاَجْرِ وَ الصَّبْرِ فِي الْحَرْبِ وَلَا اَجْرَاَ عَلَى عَدُوّ اْلاِسْلَامِ مِنْكَ. فَقَالَ: اَفْعَلُ اِنْ شَاءَ اللهُ. فَقَاتَلَ يَوْمَئِذٍ قِتَالًا شَدِيْدًا وَ كَانَ مِنْ نَاحِيَةِ اْلقَلْبِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

Pada waktu itu Yazid bin Abu Sufyan tetap tegar berperang dengan hebatnya. Yang demikian itu karena ketika ayahnya melewatinya, beliau berpesan kepadanya, "Wahai anakku, hendaklah kamu bertaqwa kepada Allah dan bershabar, karena sesungguhnya tidak ada satupun prajurit di medan pertempuran ini kecuali bersungguh-sungguh dalam berperang. Lalu bagaimana dengan dirimu dan orang-orang yang seperti kamu sebagai pemimpin kaum muslimin ? Tentulah orang-orang seperti kamu dituntut untuk lebih bershabar dan setia. Maka bertaqwalah kepada Allah wahai anakku, dan jangan sampai kamu dikalahkan oleh para shahabatmu dalam semangatnya mengejar pahala dan keshabarannya dalam peperangan serta keberaniannya dalam menghadapi musuh Islam ". Mendengar nasehat ayahnya tersebut Yazid berkata, "Aku akan melaksanakannya, insya Allah". Maka karena itulah Yazid berperang dengan hebatnya dalam pertempuran itu, dan ia berada di posisi jantung pasukan. Semoga Allah meridlainya. [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 17]


قَالَ سَعِيْدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ عَنْ اَبِيْهِ قَالَ: هَدَأَتِ اْلاَصْوَاتُ يَوْمَ الْيَرْمُوْكِ فَسَمِعْنَا صَوْتًا يَكَادُ يَمْلَأُ الْعَسْكَرَ يَقُوْلُ: يَا نَصْرَ اللهِ اِقْتَرِبْ, اَلثَّبَاتَ اَلثَّبَاتَ يَا مَعْشَرَ الْمُسْلِمِيْنَ. قَالَ: فَنَظَرْنَا فَاِذَا هُوَ اَبُوْ سُفْيَانَ تَحْتَ رَايَةِ ابْنِهِ يَزِيْدَ. وَ اَكْمَلَ خَالِدٌ لَيْلَتَهُ فِي خَيْمَةِ تَذَارِقَ اَخِى هِرَقْلَ وَ هُوَ اَمِيْرُ الرُّوْمِ كُلّهِمْ يَوْمَئِذٍ هَرَبَ فِيْمَنْ هَرَبَ. وَ بَاتَتِ الْخُيُوْلُ تَجُوْلُ نَحْوَ خَيْمَةِ خَالِدٍ يَقْتُلُوْنَ مَنْ مَرَّ بِهِمْ مِنَ الرُّوْمِ حَتَّى اَصْبَحُوْا

Sa'id bin Al-Musayyab berkata dari ayahnya, dia berkata : Kemudian tenanglah suara dalam perang Yarmuk ini, lalu kami mendengar suara yang hampir-hampir terdengar oleh semua pasukan, "Wahai pertolongan Allah, datanglah segera ! Wahai pasukan muslimin, bertahanlah ! Wahai pasukan muslimin, bertahanlah !". Lalu aku lihat, ternyata itu adalah suara Abu Sufyan yang berada di bawah panji putranya, Yazid".

Malam itu Khalid bermalam di kemahnya Tadzariq, saudara Hiraqlius yang menjadi panglima tertinggi pasukan Romawi pada peperangan ini. Tadzariq telah melarikan diri beserta para pasukan Romawi, sementara pasukan berkuda kaum muslimin berkumpul di sekeliling kemah Khalid, dan mereka membunuh pasukan Romawi yang lewat, yang demikian itu berlangsung sampai Shubuh.

وَ قُتِلَ تَذَارِقُ وَ كَانَ لَهُ ثَلَاثُوْنَ سُرَادِقًا وَ ثَلَاثُوْنَ رُوَاقًا مِنْ دِيْبَاجٍ بِمَا فِيْهَا مِنَ اْلفُرْشِ وَ الْحَرِيْرِ. فَلَمَّا كَانَ الصَّبَاحُ حَازُوْا مَا كَانَ هُنَالِكَ مِنَ الْغَنَائِمِ، وَمَا فَرِحُوْا بِمَا وَجَدُوْا بِقَدْرِ حُزْنِهِمْ عَلَى الصّدّيْقِ حِيْنَ اَعْلَمَهُمْ خَالِدٌ بِذٰلِكَ، وَلٰكِنْ عَوَّضَهُمُ اللهُ بِالْفَارُوْقِ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ. وَقَالَ خَالِدٌ حِيْنَ عَزَّى الْمُسْلِمِيْنَ فِي الصّدّيْقِ، اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ قَضَى عَلَى اَبِي بَكْرٍ بِالْمَوْتِ وَ كَانَ اَحَبَّ اِلَيَّ مِنْ عُمَرَ، وَ الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ وَلَّي عُمَرَ، وَ كَانَ اَبْغَضَ اِلَيَّ مِنْ اَبِي بَكْرٍ وَ اَلْزَمَنِى حُبَّهُ.


Dan akhirnya Tadzariq terbunuh. Tadzariq memiliki 30 kemah, atapnya terbuat dari sutera, yang di dalam kemah-kemah itu terdapat berbagai kasur empuk dan sutera. Pada pagi harinya pasukan muslimin mengumpulkan harta rampasan perang yang banyak itu. Namun tidak sebanding dengan kesedihan mereka setelah mereka mendengar berita wafatnya Abu Bakar Ash-Shiddiq yang disampaikan oleh Khalid bin Walid ketika itu. Tetapi Allah memberi ganti mereka dengan 'Umar Al-Faruq RA.

Khalid bin Walid berkata ketika menghibur kaum muslimin atas wafatnya Abu Bakar Ash-Shiddiq, "Alhamdu lillah, segala puji bagi Allah yang telah memberi ketentuan atas wafatnya Abu Bakar Ash-Shiddiq. Sesungguhnya dirinya lebih aku sukai daripada 'Umar. Dan segala puji bagi Allah yang telah mengangkat 'Umar sebagai penggantinya, sesungguhnya 'Umar tidak lebih aku sukai daripada Abu Bakar, dan akhirnya Allah mewajibkan aku untuk mencintainya". [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 17]

وَقَدْ اِتَّبَعَ خَالِدٌ مَنْ اِنْهَزَمَ مِنَ الرُّوْمِ حَتَّى وَصَلَ اِلَى دِمَشْقَ، فَخَرَجَ اِلَيْهِ اَهْلُهَا فَقَالُوْا نَحْنُ عَلَى عَهْدِنَا وَ صُلْحِنَا؟ قَالَ: نَعَمْ. ثُمَّ اِتَّبَعَهُمْ اِلَى ثَنِيَةِ الْعِقَابِ، فَقُتِلَ مِنْهُمْ خَلْقًا كَثِيْرًا، ثُمَّ سَاقَ وَرَاءَهُمْ اِلَى حِمْصَ، فَخَرَجَ اِلَيْهِ اَهْلُهَا فَصَالَحَهُمْ كَمَا صَالَحَ اَهْلُ دِمَشْقَ. وَ بَعَثَ اَبُوْ عُبَيْدَةَ عِيَاضَ بْنَ غَنْمٍ وَرَاءَهُمْ اَيْضًا، فَسَاقَ حَتَّى وَصَلَ مُلْطِيَةَ فَصَالَحَهُ اَهْلُهَا وَ رَجَعَ.

Kemudian Khalid bin Walid dengan pasukannya mengejar pasukan Romawi yang melarikan diri hingga sampai di Damasqus. Maka penduduknya keluar dan berkata, "Apakah kita bisa membuat perjanjian dan perdamaian ?". Khalid menjawab, "Ya, bisa". Kemudian Khalid mengejar pasukan Romawi sampai ke Tsaniyatul 'Iqab, maka banyak dari mereka itu yang terbunuh. Kemudian Khalid membawa pasukannya ke Himsha, maka keluarlah penduduknya menemui Khalid, lalu Khalid membuat perjanjian damai dengan mereka sebagaimana yang dilakukan oleh penduduk Damasqus. Abu 'Ubaidah juga mengutus 'Iyadl bin Ghanmin di belakang mereka, lalu dia membawa pasukannya ke Multhiyah, lalu penduduknya membuat perjanjian damai, kemudian ia kembali.

فَلَمَّا بَلَغَ هِرَقْلَ ذٰلِكَ بَعَثَ اِلَى مُقَاتِلِيْهَا فَحَضَرُوْا بَيْنَ يَدَيْهِ وَ اَمَرَ بِمُلْطِيَةَ، فَحُرِقَتْ وَ انْتَهَتِ الرُّوْمُ مُنْهَزِمَةً اِلَى هِرَقْلَ وَ هُوَ بِحِمْصَ، وَ الْمُسْلِمُوْنَ فِي آثَارِهِمْ يَقْتُلُوْنَ وَيَأْسِرُوْنَ وَيَغْنَمُوْنَ. فَلَمَّا وَصَلَ الْخَبَرُ اِلَى هِرَقْلَ، اِرْتَحَلَ مِنْ حِمْصَ وَجَعَلَهَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَتَرَسَ بِهَا، وَقَالَ هِرَقْلُ: اَمَّا الشَّامُ فَلَاَشْاَمُ، وَ وَيْلٌ لِلرُّوْمِ مِنَ الْمَوْلُوْدِ الْمَشْؤُوْمِ.

Setelah berita peristiwa tersebut sampai ke Hiraqlius, lalu ia mengirim utusan supaya memanggil pasukannya. Setelah mereka datang di hadapan Raja Hiraqlius, lalu Raja Hiraqlius memerintahkan supaya ke Multhiyah, lalu dibakarlah kota itu, lalu pasukan Romawi kembali menghadap Raja Hiraqlius yang pada waktu itu sedang berada di Himsha.

Kemudian pasukan muslimin mengejar di belakang mereka, pasukan muslimin membunuh, menawan dan mengambil harta rampasan perang. Setelah berita itu sampai kepada Raja Hiraqlius, lalu Raja meninggalkan kota Himsha dan menjadikan kota Himsha sebagai perisai atau penghalang antara Raja dengan pasukan muslimin. Dan Raja Hiraqlius berkata, "Adapun negeri Syam, maka sungguh sial, dan celakalah orang-orang Romawi yang dilahirkan dalam kesialan". [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 17]

Baca Juga :  Wafatnya Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq RA.


Demo Blog NJW V2 Updated at: 01:45

0 comments:

Post a Comment

Disarankan berkomentar menggunakan Akun Google+. Komentar SPAM dan SPAMMY (menyertakan link hidup, minta kunjungan balik, & nama blog) otomatis tidak akan muncul. Pertanyaan OOT silakan di Halaman Ruang Konsultasi. Jika menginginkan Link Tinggalkan alamat Email, Sebelum bertanya, Cari Dulu di Kotak Pencarian! Thx