Jaminan 100%

“Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Akan hidup terus setelah mati

“Jika seorang manusia mati maka terputuslah darinya amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya.” .

Free Consultations

Konsultasi gratis di halaman Konsultasi. Konsultasi via email abuhening@gmail.com hanya untuk Layanan klien.

31 Perang Yarmuk (Lanjutan) 4

Posted by

20. Perang Yarmuk (Lanjutan)


tauhid
Tarikh Al-Khulafaaur Raasyidiin (ke-31)


Dalam Kitab Tarikh Al-Bidaayah wan Nihaayah disebutkan sebagai berikut :

وَ قَالَ سَيْفُ بْنُ عُمَرَ عَنْ اَبِي عُثْمَانَ الْغَسَّانِيّ عَنْ اَبِيْهِ قَالَ: قَالَ عِكْرِمَةُ بْنُ اَبِي جَهْلٍ يَوْمَ الْيَرْمُوْكِ: قَاتَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص فِي مَوَاطِنَ وَاَفِرُّ مِنْكُمُ الْيَوْمَ؟ ثُمَّ نَادَى: مَنْ يُبَايِعُ عَلَى الْمَوْتِ؟ فَبَايَعَهُ عَمُّهُ الْحَارِثُ بْنُ هِشَامٍ وَ ضِرَارُ بْنُ اْلاَزُوْرِ فِي اَرْبَعِمِائَةٍ مِنْ وُجُوْهِ الْمُسْلِمِيْنَ وَ فُرْسَانِهِمْ، فَقَاتَلُوْا قُدَّامَ فُسْطَاطِ خَالِدٍ حَتَّى اَثْبَتُوْا جَمِيْعًا جِرَاحًا وَ قُتِلَ مِنْهُمْ خَلْقٌ مِنْهُمْ ضِرَارُ بْنُ اْلاَزُوْرِ رض.

Saif bin 'Umar meriwayatkan dari Abu 'Utsman Al-Ghossaaniy, dari ayahnya, ia berkata : Pada perang Yarmuk, 'Ikrimah bin Abu Jahl berkata, "Saya telah berperang bersama Rasulullah SAW di berbagai peperangan, apakah pantas pada hari ini aku lari meninggalkan kamu sekalian ?". Kemudian ia meyeru, "Siapa yang berani berbai'at untuk mati ?". Maka berbai'atlah pamannya yang bernama Al-Haarits bin Hisyaam, dan Dliroor bin Al-Azuur diantara empat ratus kaum muslimin dan para jagoan yang ikut berbai'at. Kemudian mereka berperang di depan khemahnya Khalid, sehingga mereka semua terluka, dan banyak pula yang mati syahid, termasuk Dliroor bin Al-Azuur. Semoga Allah meridlai mereka. [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 14]

وَ قَدْ ذَكَرَ الْوَاقِدِيُّ وَ غَيْرُهُ اَنَّهُمْ لَمَّا صَرَعُوْا مِنَ الْجِرَاحِ اسْتَسْقَوْا مَاءً، فَجِيْءَ اِلَيْهِمْ بِشُرْبَةِ مَاءٍ. فَلَمَّا اقْتُرِبَتْ اِلَى اَحَدِهِمْ نَظَرَ اِلَيْهِ الْآخَرُ فَقَالَ: اِدْفَعْهَا اِلَيْهِ. فَلَمَّا دُفِعَتْ اِلَيْهِ نَظَرَ اِلَيْهِ اْلآخَرُ فَقَالَ: اِدْفَعْهَا اِلَيْهِ، فَتَدَافَعُوْهَا كُلُّهُمْ مِنْ وَاحِدٍ اِلَى وَاحِدٍ حَتَّى مَاتُوْا جَمِيْعًا وَلَمْ يَشْرَبْهَا اَحَدٌ مِنْهُمْ رض اَجْمَعِيْنَ. البداية و النهاية 7: 15

Al-Waqidiy dan lainnya menyebutkan bahwa pasukan muslimin yang terluka dalam peperangan itu, mereka minta air minum, lalu setelah didatangkan air minum kepada seseorang dari mereka, ketika itu ada temannya yang lain yang juga membutuhkan minum melihat kepadanya, maka ia mengatakan, "Berikanlah air minum itu kepadanya", dan setelah air minum itu dibawa kepada shahabat yang lain, iapun melihat ada temannya dari pasukan muslimin yang lain yang juga membutuhkan minum melihatnya, maka iapun mengatakan,"Berikanlah air minum itu kepadanya". Masing-masing mereka menyuruh memberikan air minum itu kepada yang lainnya, sehingga mereka itu semuanya meninggal dan tidak ada seorangpun diantara mereka itu yang meminumnya. Semoga Allah meridlai mereka semuanya. [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 15]

وَيُقَالُ اِنَّ اَوَّلَ مَنْ قُتِلَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ يَوْمَئِذٍ شَهِيْدًا رَجُلٌ جَاءَ اِلَى اَبِى عُبَيْدَةَ فَقَالَ: اِنّيْ قَدْ تَهَيَّأْتُ لِاَمْرِي، فَهَلْ لَكَ مِنْ حَاجَةٍ اِلَى رَسُوْلِ اللهِ ص؟ قَالَ: نَعَمْ. تُقْرِئُهُ السَّلَامَ وَ تَقُوْلُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، اِنَّا قَدْ وَجَدْنَا مَا وَعَدَنَا رَبُّنَا حَقًّا. قَالَ: فَتَقَدَّمَ هٰذَا الرَّجُلُ حَتَّى قُتِلَ رَحِمَهُ اللهُ.

Ada yang mengatakan : Sesungguhnya orang yang pertama gugur sebagai syahid dari pasukan muslimin dalam peperangan ini adalah seorang laki-laki yang datang kepada Abu 'Ubaidah, lalu ia berkata, "Sesungguhnya saya telah siap untuk urusanku ini. Apakah engkau ada pesan yang akan saya sampaikan kepada Rasulullah ?". Abu 'Ubaidah menjawab, "Ya, sampaikanlah salam kepada beliau, dan katakanlah : Ya Rasulullah, sesungguhnya kami telah mendapatkan apa yang dijanjikan oleh Tuhan kami menjadi kenyataan". Kemudian orang laki-laki tersebut maju berperang, sehingga terbunuh sebagai syahid.Semoga Allah merahmatinya. [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 15]

وَ ثَبَتَ كُلُّ الْقَوْمِ عَلَى رَايَتِهِمْ حَتَّى صَارَتِ الرُّوْمُ تَدُوْرُ كَاَنَّهَا الرَّحَا، فَلَمْ تَرَ يَوْمَ الْيَرْمُوْكِ اِلَّا مُخًّا سَاقِطًا وَ مِعْصَمًا نَادِرًا وَكَفًّا طَائِرَةً مِنْ ذٰلِكَ الْمَوْطِنِ. ثُمَّ حَمَلَ خَالِدٌ بِمَنْ مَعَهُ مِنَ الْخِيَالَةِ عَلَى الْمَيْسَرَةِ الَّتِىْ حَمَلَتْ عَلَى مَيْمَنَةِ الْمُسْلِمِيْنَ فَاَزَالُوْهُمْ اِلَى الْقَلْبِ، فَقُتِلَ مِنَ الرُّوْمِ فِيْ حَمْلَتِهِ هٰذِهِ سِتَّةُ آلَافٍ مِنْهُمْ. ثُمَّ قَالَ: وَ الَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَمْ يَبْقَ عِنْدَهُمْ مِنَ الصَّبْرِ وَ الْجَلْدِ غَيْرُ مَا رَأَيْتُمْ وَ اِنّيْ لَاَرْجُوْ اَنْ يَمْنَحَكُمُ اللهُ اِكْتَافَهُمْ. ثُمَّ اعْتَرَضَهُمْ فَحَمَلَ بِمِائَةِ فَارِسٍ مَعَهُ عَلَى نَحْوٍ مِنْ مِائَةِ اَلْفٍ، فَمَا وَصَلَ اِلَيْهِمْ حَتَّى انْفَضَّ جَمْعُهُمْ، وَ حَمَلَ الْمُسْلِمُوْنَ عَلَيْهِمْ حَمْلَةَ رَجُلٍ وَاحِدٍ، فَانْكَشَفُوْا وَ تَبِعَهُمُ الْمُسْلِمُوْنَ لَا يَمْتَنِعُوْنَ مِنْهُمْ.

Masing-masing kaum dari pasukan muslimin berperang di bawah panji-panji mereka, sehingga pasukan Romawi berputar seperti penggiling tepung. Maka tidak kamu lihat pada perang Yarmuk itu melainkan kepala-kepala yang berjatuhan, lengan-lengan yang berceceran dan tangan-tangan yang melayang. Kemudian Khalid dengan pasukan berkuda yang ditempatkan di bagian kiri menyerang pasukan Romawi yang menyerang di bagian kanan pasukan muslimin, hingga pasukan muslimin berhasil memukul mundur pasukan Romawi sampai ke jantung pertahanan mereka. Dan dengan serbuan ini terbunuhlah dari pasukan Romawi sebanyak enam ribu orang. Kemudian Khalid berkata, "Demi Allah, yang jiwaku di tangan-Nya, tidaklah tinggal pada mereka itu orang yang shabar dan kuat melainkan apa yang kalian lihat itu, dan aku berharap semoga Allah menundukan mereka itu pada kalian". Kemudian Khalid dengan seratus penunggang kuda menghadapi seratus ribu pasukan Romawi. Kemudian Khalid maju menyerang musuh. Maka seketika itu terpecahlah kekuatan musuh, dan pasukan muslimin menyerbu pasukan Romawi dengan serbuan yang dahsyat, sehingga pasukan Romawi lari tunggang-langgang, dan dikejar oleh pasukan muslimin yang tidak tertahankan oleh mereka.

قَالُوْا وَ بَيْنَمَا هُمْ فِيْ جَوْلَةِ الْحَرْبِ وَ حَوْمَةِ الْوَغَى وَ اْلاَبْطَالُ يَتَصَاوَلُوْنَ مِنْ كُلّ جَانِبٍ، اِذْ قَدِمَ الْبَرِيْدُ مِنْ نَحْوِ الْحِجَازِ فَدَفَعَ اِلَى خَالِدِ بْنِ الْوَلِيْدِ، فَقَالَ لَهُ: مَا الْخَبَرُ؟ فَقَالَ لَهُ فِيْمَا بَيْنَهُ وَ بَيْنَهُ، اِنَّ الصّدّيْقَ رض قَدْ تُوُفّيَ وَ اسْتَخْلَفَ عُمَرُ، وَ اسْتَنَابَ عَلَى الْجُيُوْشِ اَبَا عُبَيْدَةَ عَامِرَ بْنِ الْجَرَّاحِ. فَاَسَرَّهَا خَالِدٌ وَ لَمْ يَبْدُ ذٰلِكَ لِلنَّاسِ لِئَلَّا يَحْصُلَ ضَعْفٌ وَ وَهْنٌ فِي تِلْكَ الْحَالِ. وَ قَالَ لَهُ وَ النَّاسُ يَسْمَعُوْنَ: اَحْسَنْتَ. وَ اَخَذَ مِنْهُ الْكِتَابَ فَوَضَعَهُ فِيْ كِنَانَتِهِ وَ اشْتَغَلَّ بِمَا كَانَ فِيْهِ مِنْ تَدْبِيْرِ الْحَرْبِ وَ الْمُقَاتَلَةِ وَ اَوْقَفَ الرَّسُوْلَ الَّذِيْ جَاءَ بِالْكِتَابِ وَ هُوَ مُنْجِمَةُ بْنُ زَنِيْمٍ اِلَى جَانِبِهِ كَذَا ذَكَرَهُ ابْنُ جَرِيْرٍ بِاَسَانِيْدِهِ.

Para ahli tarikh menyebutkan : Di tengah-tengah serunya peperangan, di tengah-tengah hiruk-pikuknya medan pertempuran, para pahlawan berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tiba-tiba datanglah seorang utusan yang membawa surat dari Hijaz, lalu ia menyerahkannya kepada Khalid bin Walid. Lalu Khalid bertanya, "Ada khabar apa ?". Maka pembawa surat itu membisikkan kepada Khalid bahwa Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq telah wafat, dan 'Umar bin khaththab telah diangkat sebagai Khalifah penggantinya. Dan 'Umar memerintahkan agar Panglima perang diserahkan kepada Abu 'Ubaidah bin Jarrah. Lalu Khalid bin Walid merahasiakan berita itu, dan beliau tidak memberitahukannya kepada pasukan muslimin, supaya tidak terjadi kelemahan dan kelesuan pada pasukan muslimin di saat itu. Kemudian Khalid berkata kepada pembawa surat itu, "Baiklah". Lalu Khalid menerima surat itu, lalu menyimpannya di wadah anak panahnya, dan beliau sibuk dengan apa yang harus dikerjakan dari urusan peperangan. Dan Khalid lalu menempatkan utusan yang membawa surat itu (yakni Munjimah bin Zaniim) di sampingnya. Begitulah yang disebutkan oleh Ibnu Jarir dengan sanad-sanadnya. [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 15]

قَالُوْا وَ خَرَجَ جَرْجَةُ اَحَدُ اْلاُمَرَاءِ اْلكِبَارِ مِنَ الصَّفّ وَ اسْتَدْعَى خَالِدَ بْنَ الْوَلِيْدِ، فَجَاءَ اِلَيْهِ حَتَّى اخْتَلَفَتْ اَعْنَاقُ فَرْسَيْهِمَا، فَقَالَ جَرْجَةُ: يَا خَالِدُ، اَخْبِرْنِيْ فَاصْدُقْنِيْ وَلَا تَكْذِبْنِيْ، فَاِنَّ الْحُرَّ لَا يَكْذِبُ وَلَا تُخَادِعُنِيْ، فَاِنَّ الْكَرِيْمَ لَا يُخَادِعُ الْمُسْتَرْسِلَ بِاللهِ. هَلْ اَنْزَلَ اللهُ عَلَى نَبِيّكُمْ سَيْفًا مِنَ السَّمَاءِ، فَاَعْطَاكَهُ فَلَا تَسُلَّهُ عَلَى اَحَدٍ اِلَّا هَزَمْتَهُمْ؟ قَالَ: لَا. قَالَ: فَبِمَ سُمّيْتَ سَيْفَ اللهِ؟ قَالَ: اِنَّ اللهَ بَعَثَ فِيْنَا نَبِيَّهُ، فَدَعَانَا، فَنَفَرْنَا مِنْهُ وَ نَأَيْنَا عَنْهُ جَمِيْعًا. ثُمَّ اِنَّ بَعْضَنَا صَدَّقَهُ وَ تَابَعَهُ وَ بَعْضَنَا كَذَّبَهُ وَ بَاعَدَهُ، فَكُنْتُ فِيْمَنْ كَذَّبَهُ وَ بَاعَدَهُ، ثُمَّ اِنَّ اللهَ اَخَذَ بِقُلُوْبِنَا وَ نَوَاصِيْنَا فَهَدَانَا بِهِ وَ بَايَعْنَاهُ. فَقَالَ لِي: اَنْتَ سَيْفٌ مِنْ سُيُوْفِ اللهِ سَلَّهُ عَلَى الْمُشْرِكِيْنَ. وَ دَعَا لِي بِالنَّصْرِ، فَسُمّيْتُ سَيْفَ اللهِ بِذٰلِكَ، فَاَنَا مِنْ اَشَدّ الْمُسْلِمِيْنَ عَلَى الْمُشْرِكِيْنَ. البداية و النهاية 7: 15

Kemudian para ahli tarikh menyebutkan : Jarjah seorang pemimpin besar Romawi keluar dari barisan, lalu memanggil Khalid bin Walid. Maka Khalidpun datang kepadanya, sehingga leher kuda dari kedua pemimpin itu berdekatan, lalu Jarjah berkata, "Hai Khalid, beritahukanlah kepadaku, berlakulah jujur kepadaku dan jangan berbohong kepadaku, karena orang merdeka tidak akan berbohong dan tidak akan menipuku, karena orang yang mulia tidak akan menipu orang yang minta kemudahan dengan nama Allah. Apakah Allah menurunkan kepada Nabi kalian pedang dari langit, lalu Nabi mu memberikan kepadamu, sehingga tidaklah kamu menghunusnya untuk memerangi musuh melainkan kamu bisa mengalahkan mereka ?". Khalid bin Walid menjawab, "Tidak". Jarjah bertanya lagi, "Lalu sebab apa kamu dinamakan "Saifullah (Pedang Allah) ?". Khalid bin Walid menjawab, "Sesungguhnya Allah telah mengutus Nabi-Nya di kalangan kami, lalu Nabi itu mengajak kami untuk beriman, lalu kami semua lari dan menjauhkan diri darinya. Kemudian setelah itu sebagian dari kami ada yang beriman dan mengikutinya, dan sebagian lagi ada yang mendustakannya dan menjauhinya. Saya dahulu termasuk orang yang mendustakannya dan menjauhinya, kemudian sesungguhnya Allah telah mengambil hati dan ubun-ubun kami, lalu memberi hidayah kepada kami dengan beriman kepadanya, dan kamipun berbai'at kepadanya. Lalu beliau bersabda kepadaku, "Kamu adalah sebuah pedang diantara pedang-pedang Allah yang Allah menghunusnya untuk menumpas orang-orang musyrik. Dan beliau berdo'a untukku dengan kemenangan. Maka begitulah, aku dinamakan "Pedang Allah". Maka aku termasuk diantara kaum muslimin yang paling keras terhadap orang-orang musyrik". [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 15] 

فَقَالَ جَرْجَةُ: يَا خَالِدُ، اِلَى مَا تَدْعُوْنَ؟ قَالَ: اِلَى شَهَادَةِ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ وَ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ، وَ اْلاِقْرَارِ بِمَا جَاءَ بِهِ مِنْ عِنْدِ اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ. قَالَ: فَمَنْ لَمْ يُجِبْكُمْ؟ قَالَ: فَالْجِزْيَةُ وَ نَمْنَعُهُمْ. قَالَ: فَاِنْ لَمْ يُعْطِهَا؟ قَالَ: نُؤْذِنُهُ بِالْحَرْبِ ثُمَّ نُقَاتِلُهُ. قَالَ: فَمَا مَنْزِلَةُ مَنْ يُجِيْبُكُمْ وَ يَدْخُلُ فِي هٰذَا اْلاَمْرِ الْيَوْمَ؟ قَالَ: مَنْزِلَتُنَا وَاحِدَةٌ فِيْمَا افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْنَا شَرِيْفُنَا وَ وَضِيْعُنَا وَ اَوَّلُنَا وَ آخِرُنَا.

Kemudian Jarjah bertanya lagi, "Hai Khalid, kepada apa kalian menyeru kami ?". Khalid menjawab, "Kepada kesaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan bahwasanya Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya, dan mengakui apa yang dibawa olehnya dari sisi Allah 'Azza wa Jalla". Jarjah bertanya lagi, "Lalu orang yang tidak mau menyambut seruan kalian ?". Khalid menjawab, "Mereka harus membayar jizyah dan mereka akan dilindungi". Jarjah bertanya lagi, "Jika tidak mau membayar jizyah ?". Khalid menjawab, "Kami akan mengumumkan perang, dan kami akan memeranginya". Jarjah bertanya lagi, "Lalu bagaimana kedudukan orang yang mau menerima seruan kalian, dan masuk Islam pada hari ini ?". Khalid menjawab, "Kedudukan kita adalah satu, sama-sama berkewajiban menjalankan apa yang diperintahkan oleh Allah kepada kita, baik orang bangsawan maupun rakyat jelata, yang dahulu maupun yang belakangan".

قَالَ جَرْجَةُ: فَلِمَنْ دَخَلَ فِيْكُمُ الْيَوْمَ مِنَ اْلاَجْرِ مِثْلُ مَا لَكُمْ مِنَ اْلاَجْرِ وَ الذُّخْرِ؟ قَالَ: نَعَمْ، وَ اَفْضَلُ. قَالَ: وَ كَيْفَ يُسَاوِيْكُمْ وَقَدْ سَبَقْتُمُوْهُ؟ فَقَالَ خَالِدٌ: اِنَّا قَبِلْنَا هٰذَا اْلاَمْرَ عَنْوَةً وَ بَايَعْنَا نَبِيَّنَا وَ هُوَ حَيٌّ بَيْنَ اَظْهُرِنَا، تَأْتِيْهِ اَخْبَارُ السَّمَاءِ وَ يُخْبِرُنَا بِالْكِتَابِ وَ يُرِيْنَا اْلاٰيٰتِ، وَ حُقَّ لِمَنْ رَاَى مَا رَاَيْنَا وَ سَمِعَ مَا سَمِعْنَا اَنْ يُسْلِمَ وَ يُبَايِعَ، وَ اِنَّكُمْ اَنْتُمْ لَمْ تَرَوْا مَا رَاَيْنَا وَ لَمْ تَسْمَعُوْا مَا سَمِعْنَا مِنَ الْعَجَائِبِ وَ الْحُجَجِ، فَمَنْ دَخَلَ فِيْ هٰذَا اْلاَمْرِ مِنْكُمْ بِحَقِيْقَةٍ وَ نِيَّةٍ كَانَ اَفْضَلَ مِنَّا.

Jarjah bertanya lagi, "Lalu orang yang masuk pada golongan kalian pada hari ini, apakah akan mendapatkan pahala seperti yang kalian dapatkan ?". Khalid menjawab, "Ya, dan itu lebih bagus". Jarjah bertanya lagi, "Bagaimana bisa sama dengan kalian, sedangkan kalian telah mendahuluinya ?". Khalid menjawab, "Sesungguhnya dahulu kami menerima agama ini dengan perdamaian, lalu kami berbai'at kepada Nabi kami, ketika itu beliau masih hidup di tengah-tengah kami. Lalu datang kepada beliau berita-berita dari langit, lalu beliau memberitahukan kepada kami dengan kitab dan memperlihatkan ayat-ayat (mu'jizat-mu'jizat) kepada kami, dan memang sepantasnya orang yang melihat apa yang kami lihat, dan mendengar apa yang kami dengar, masuk Islam dan berbai'at. Dan sesungguhnya kalian tidak melihat apa yang kami lihat, dan tidak mendengar apa yang kami dengar berupa keajaiban-keajaiban dan tandabukti-tandabukti, maka barangsiapa diantara kalian yang masuk ke dalam agama ini dan betul-betul dengan niyat yang tulus ikhlash, maka dia lebih utama daripada kami.

فَقَالَ جَرْجَةُ: بِاللهِ لَقَدْ صَدَقْتَنِي وَلَمْ تُخَادِعْنِيْ. قَالَ: تَاللهِ لَقَدْ صَدَقْتُكَ، و اِنَّ اللهَ وَلِيُّ مَا سَأَلْتَ عَنْهُ. فَعِنْدَ ذٰلِكَ قَلَبَ جَرْجَةُ التُّرْسَ وَ مَالَ مَعَ خَالِدٍ وَ قَالَ عَلّمْنِى اْلاِسْلَامَ. فَمَالَ بِهِ خَالِدٌ اِلَى فُسْطَاطِهِ فَسَنَّ عَلَيْهِ قِرْبَةً مِنْ مَاءٍ ثُمَّ صَلَّى بِهِ رَكْعَتَيْنِ.

Jarjah berkata, "Demi Allah, sungguh kamu telah berkata jujur kepadaku dan tidak menipuku". Khalid berkata, "Demi Allah, sungguh aku berkata jujur kepadamu, dan Allah pelindung yang menyaksikan apa yang kamu tanyakan tentang hal itu". Kemudian ketika itu Jarjah membalikkan perisainya dan ikut kepada Khalid, dan ia berkata, "Ajarilah aku tentang Islam". Lalu Khalid membawanya ke khemahnya, lalu menuangkan air untuknya dari qirbah (untuk bersuci), lalu Jarjah shalat dua reka'at dengan Khalid. [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 16]


Demo Blog NJW V2 Updated at: 01:44

0 comments:

Post a Comment

Disarankan berkomentar menggunakan Akun Google+. Komentar SPAM dan SPAMMY (menyertakan link hidup, minta kunjungan balik, & nama blog) otomatis tidak akan muncul. Silahkan di Copy dan di Share kalau di rasa bermanfaat tidak perlu izin. Jika menginginkan Link Tinggalkan alamat Email, Sebelum bertanya, Cari Dulu di Kotak Pencarian! Thx