Jaminan 100%

“Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Akan hidup terus setelah mati

“Jika seorang manusia mati maka terputuslah darinya amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya.” .

Free Consultations

Konsultasi gratis di halaman Konsultasi. Konsultasi via email abuhening@gmail.com hanya untuk Layanan klien.

Perang Dumatul Jandal. Tarikh Al-Khulafaaur Raasyidiin (ke-21)

Posted by

41. Perang Dumatul Jandal.

Tarikh Al-Khulafaaur Raasyidiin (ke-21)

Ketika Abu Bakar memberangkatkan Khalid ke 'Iraq, beliau memerintahkan Khalid berjalan dari arah selatan 'Iraq. Sementara 'Iyadl bin Ghanmin diperintahkan berjalan dari arah utara 'Iraq, dan kelak keduanya sepakat untuk bertemu di Hiirah, maka siapa yang terlebih dahulu sampai di Hiirah, dia yang menjadi pemimpin. Tetapi ketika 'Iyadl sampai di Dumatul Jandal, ia melakukan pengepungan terhadap kota ini, namun ia tidak berhasil untuk menguasainya.
Ketika Al-Walid bin 'Uqbah datang menemui Abu Bakar sebagai utusan Khalid dengan membawa seperlima rampasan perang, Abu Bakar memerintahkan agar menyusul 'Iyadl bin Ghanmin untuk membantu pasukannya yang sedang mengepung Dumatul Jandal. Sesampainya di sana, ia mendapati 'Iyadl tengah berada di salah satu tempat di daerah 'Iraq sedang mengepung musuh, tetapi musuh berhasil membuat jalan keluar untuk balik mengepungnya. Kemudian 'Iyadl berkata kepada Al-Walid, "Sesungguhnya pemikiran yang baik, lebih baik dari pada tentara yang jumlahnya banyak. Bagaimana pendapatmu sebagai jalan keluar dari permasalahan ini ?". Maka Al-Walid berkata, "Tulislah surat kepada Khalid, mintalah agar ia membantumu dengan pasukannya".
Maka 'Iyadl segera menulis surat memohon bantuan kepada Khalid. Kemudian Khalid membalas surat 'Iyadl.
Dari Khalid, kepada 'Iyadl.
Aku akan segera menyusulmu,
akan segera datang pasukan unta yang membawa singa-singa ganas,
yang dengannya jiwa menjadi takut
pasukan yang diikuti dengan pasukan lainnya
Ibnu Katsir di dalam kitab Al-Bidaayah wan Nihaayah menyebutkan sebagai berikut :
لَمَّا فَرَغَ خَالِدٌ مِنْ عَيْنِ التَّمْرِ قَصَدَ اِلَى دُوْمَةِ الْجَنْدَلِ وَ اسْتَخْلَفَ عَلَى عَيْنِ التَّمْرِ عُوَيْمِرَ بْنَ الْكَاهِنِ اْلاَسْلَمِيَّ. فَلَمَّا سَمِعَ اَهْلُ دُوْمَةِ الْجَنْدَلِ بِمَسِيْرِهِ اِلَيْهِمْ بَعَثُوْا اِلَى اَحْزَابِهِمْ مِنْ بَهْرَاءَ وَ تَنُوْخَ وَ كَلْبٍ وَ غَسَّانَ وَ الضَّجَاعِمِ. فَاَقْبَلُوْا اِلَيْهِمْ وَ عَلَى غَسَّانَ وَ تَنُوْخَ ابْنُ اْلاَيْهَمِ وَ عَلَى الضَّجَاعِمِ ابْنُ الْحَدْرَجَانِ. وَ جِمَاعُ النَّاسِ بِدُوْمَةٍ اِلَى رَجُلَيْنِ اُكَيْدِرِ بْنِ عَبْدِ الْمَلِكِ وَ الْجَوْدِيّ بْنِ رَبِيْعَةَ، فَاخْتَلَفَا، فَقَالَ اُكَيْدِرٌ: اَنَا اَعْلَمُ النَّاسِ بِخَالِدٍ لاَ اَحَدَ اَيْمَنِ طَائِرٍ مِنْهُ فِي حَرْبٍ وَلاَ اَحَدَ مِنْهُ وَلاَ يَرَى وَجْهَ خَالِدٍ قَوْمٌ اَبَدًا قَلُّوْا اَمْ كَثُرُوْا اِلاَّ اِنْهَزَمُوْا عَنْهُ، فَاَطِيْعُوْنِي وَ صَالِحُوا الْقَوْمَ. فَاَبَوْا عَلَيْهِ. فَقَالَ: لَنْ اُمَالِئَكُمْ عَلَى حَرْبِ خَالِدٍ. وَ فَارَقَهُمْ.
Setelah Khalid selesai menaklukkan 'Ainut Tamr, kemudian Khalid menuju ke Dumatul Jandal. Khalid menunjuk 'Uwaimir bin Al-Kahin Al-Aslamiy untuk memimpin wilayah 'Ainut Tamr. Ketika penduduk Dumatul Jandal mengetahui kedatangan pasukan Khalid, mereka segera mengirim surat minta bantuan kepada sekutu mereka, yaitu Bani Bahraa', Tanukh, Kalb, Ghassaan dan Adl-Dlajaa'im. Kemudian mereka berdatangan. Dari Ghassaan dan Tanukh dipimpin Ibnu Aiham, sedangkan dari Dlajaa'im dipimpin oleh Ibnul Hadrajaan. Kemudian seluruh pasukan di Dumatul Jandal berkumpul dibawah dua pimpinan, yaitu Ukaidir bin 'Abdul Malik dan Al-Jaudiy bin Rabi'ah. Namun keduanya berselisih, Ukaidir berkata, "Aku yang paling mengerti karakter Khalid, tidak ada orang yang lebih sigap dalam berperang dari dirinya, dan tidak ada yang lebih keras dalam berperang daripada dirinya, dan tidak satupun pasukan yang melihat wajah Khalid, baik jumlah mereka sedikit ataupun banyak, kecuali akan kalah. Oleh karena itu, ikutilah perkataanku. Lebih baik kita berdamai saja dengan mereka". Namun pasukannya menolak pendapatnya. Lalu dia berkata kepada mereka, "Aku tidak akan ikut kalian memerangi Khalid". Lalu dia pergi meninggalkan mereka.

فَبَعَثَ اِلَيْهِ خَالِدٌ عَاصِمَ بْنَ عَمْرٍو فَعَارَضَهُ فَاَخَذَهُ. فَلَمَّا اَتَى بِهِ خَالِدًا اَمَرَ فَضُرِبَتْ عُنُقُهُ وَ اُخِذَ مَا كَانَ مَعَهُ. ثُمَّ تَوَاجَهَ خَالِدٌ وَ اَهْلُ دُوْمَةِ الْجَنْدَلِ وَ عَلَيْهِمُ الْجَوْدِيُّ بْنُ رَبِيْعَةَ وَ كُلُّ قَبِيْلَةٍ مَعَ اَمِيْرِهَا مِنَ اْلاَعْرَابِ. وَ جَعَلَ خَالِدٌ دُوْمَةً بَيْنَهُ وَ بَيْنَ جَيْشِ عِيَاضِ بْنِ غَنْمٍ. وَ افْتَرَقَ جَيْشُ اْلاَعْرَابِ فِرْقَتَيْنِ، فِرْقَةٌ نَحْوَ خَالِدٍ وَ حَمَلَ خَالِدٌ عَلَى مَنْ قِبَلَهُ وَ حَمَلَ عِيَاضٌ عَلَى اُولئِكَ. فَاَسَرَ خَالِدٌ الْجَوْدِيَّ وَ اَسَرَ اْلاَقْرَعُ بْنُ حَابِسٍ وَدِيْعَةً. وَ فَرَّتِ اْلاَعْرَابُ اِلىَ الْحِصْنِ فَمَلَأُوْهُ وَ بَقِيَ مِنْهُمْ خَلْقٌ ضَاقَ عَلَيْهِمْ، فَعَطَفَتْ بَنُوْ تَمِيْمٍ عَلَى مَنْ هُوَ خَارِجُ الْحِصْنِ فَاَعْطَوْهُمْ مِيْرَةً فَنَجَا بَعْضُهُمْ.
Kemudian Khalid mengirim utusan kepadanya yang bernama 'Ashim bin 'Amr untuk menangkapnya. Ketika dibawa ke hadapan Khalid, Khalid memerintahkan agar membunuhnya, lalu dipenggal lehernya, lalu seluruh harta miliknya diambil. Kemudian Khalid dan pasukannya berhadapan dengan pasukan Dumatul Jandal yang dipimpin oleh Al-Jaudiy bin Rabi'ah. Setiap qabilah dipimpin oleh seorang pemimpin dari kalangan 'Arab. Kemudian Khalid membagi wilayah yang akan diserbu menjadi dua bagian, sebagian Dumatul Jandal akan ditanganinya dan sebagian yang lainnya akan ditangani oleh 'Iyadl bin Ghanmin, sehingga pasukan musuh terpecah menjadi dua bagian. Sebagian menghadapi pasukan Khalid, dan sebagian lagi menghadapi pasukan 'Iyadl. Masing-masing pasukan bergerak menyerbu pasukan musuh. Khalid berhasil menawan Al-Jaudiy, sedangkan Al-Aqra' bin Habis berhasil menawan Wadi'ah. Melihat peristiwa itu para pasukan musuh dari warga 'Arab berlarian memasuki benteng dan memenuhinya. Namun jumlah mereka yang begitu banyak tidak dapat tertampung dalam benteng tersebut. Melihat yang demikian itu, Bani Tamim merasa kasihan terhadap orang-orang yang berada di luar benteng, lalu berusaha menyelamatkan mereka dengan memberikan makanan hingga akhirnya sebagian dari mereka selamat.
وَ جَاءَ خَالِدٌ فَضَرَبَ اَعْنَاقَ مَنْ وَجَدَهُ خَارِجَ الْحِصْنِ وَ اَمَرَ بِضَرْبِ عُنُقِ الْجَوْدِيّ وَ مَنْ كَانَ مَعَهُ مِنَ اْلاُسَارَى اِلاَّ اُسَارَى بَنِيْ كَلْبٍ فَاِنَّ عَاصِمَ بْنَ عَمْرٍو وَ اْلاَقْرَعَ بْنَ حَابِسٍ وَ بَنِي تَمِيْمٍ اَجَارُوْهُمْ. فَقَالَ لَهُمْ خَالِدُ: مَالِي وَ مَالَكُمْ اَتَحْفَظُوْنَ اَمْرَ الْجَاهِلِيَّةِ وَ تُضَيّعُوْنَ اَمْرَ اْلاِسْلاَمِ؟ فَقَالَ لَهُ عَاصِمُ بْنُ عَمْرٍو: اَتَحْسُدُوْنَهُمُ الْعَافِيَةَ وَ تُحَوّذُوْنَهُمُ الشَّيْطَانَ.
Kemudian Khalid datang, ia membunuh pasukan musuh yang berada di luar benteng. Setelah itu ia memerintahkan agar membunuh Al-Jaudiy dan orang-orang yang ditawan bersamanya, kecuali tawanan dari Bani Kalb karena telah diberikan jaminan keamanan oleh 'Ashim bin 'Amr, Aqra' bin Habis dan Bani Tamim. Kemudian Khalid bertanya kepada mereka, "Kenapa kalian berbuat begini ? Apakah kalian masih berpegang teguh dengan ikatan jahiliyyah dan meninggalkan ikatan Islam ?". Namun 'Ashim bin 'Amr menjawab, "Apakah kamu cemburu kepada keselamatan mereka dan menyerahkan mereka menjadi mangsa syaithan ?".


ثُمَّ اَطَافَ خَالِدٌ بِالْبَابِ فَلَمْ يَزَلْ عَنْهُ حَتَّى اِقْتَلَعَهُ. وَ اقْتَحَمُوا الْحِصْنَ فَقَتَلُوْا مَنْ فِيْهِ مِنَ الْمُقَاتِلَةِ وَسَبَّوْا الذَّرَارِيَ. فَبَايَعُوْهُمْ بَيْنَهُمْ فِيْمَنْ يَزِيْدَ وَ اشْتَرَى خَالِدٌ يَوْمَئِذٍ ابْنَةَ الْجَوْدِيّ وَ كَانَتْ مَوْصُوْفَةً بِالْجَمَالِ. وَ اَقَامَ بِدُوْمَةِ الْجَنْدَلِ وَرَدَّ اْلاَقْرَعَ اِلَى اْلاَنْبَارِ ثُمَّ رَجَعَ خَالِدٌ اِلَى الْحِيْرَةِ، فَتَلَقَّاهُ اَهْلَهَا مِنْ اَهْلِ اْلاَرْضِ بِالتّقْلِيْسِ، فَسَمِعَ رَجُلاً مِنْهُمْ يَقُوْلُ لِصَاحِبِهِ مَرَّ بِنَا فَهذَا يَوْمٌ فَرِحَ الشَّرُّ. البداية و النهاية 6: 745


Kemudian Khalid berjalan mendekati pintu benteng dan berusaha untuk merobohkannya, dan akhirnya pintu tersebut pun roboh. Mulailah pasukan menyerbu benteng dan membunuh pasukan musuh yang berada di dalamnya, dan menawan para wanita dan anak-anak. Kemudian pasukan tersebut memperjual-belikan tawanan diantara sesama mereka. Pada waktu itu Khalid membeli putri Al-Jaudiy yang terkenal sangat cantik.
Setelah penaklukan Dumatul Jandal, Khalid tinggal sejenak di tempat tersebut, dan memerintahkan Aqra' untuk kembali ke Al-Anbar. Kemudian Khalid kembali ke Hiirah dan ia disambut oleh penduduknya dengan memukul rebana. Khalid mendengar salah seorang dari mereka berkata kepada kawannya, "Singgahilah kami, hari ini adalah hari gembira yang diliputi bencana". [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 6, hal. 745]

42. Perang Al-Hushaid
Tentang peperangan Al-Hushaid, Ibnu Katsir dalam kitabnya Al-Bidaayah wan Nihaayah menyebutkan sebagai berikut :


قَالَ سَيْفٌ عَنْ مُحَمَّدٍ وَ طَلْحَةَ وَ الْمُهَلَّبِ قَالُوْا: وَ كَانَ خَالِدٌ اَقَامَ بِدُوْمَةِ الْجَنْدَلِ فَظَنَّ اْلاَعَاجِمُ بِهِ وَ كَاتَبُوْا عَرَبَ الْجَزِيْرَةِ فَاجْتَمَعُوْا لِحَرْبِهِ وَ قَصَدُوا اْلاَنْبَارَ يُرِيْدُوْنَ انْتِزَاعَهَا مِنَ الزَّبْرَقَانِ وَ هُوَ نَائِبُ خَالِدٍ عَلَيْهَا. فَلَمَّا بَلَغَ ذلِكَ الزَّبْرَقَانَ كَتَبَ اِلىَ الْقَعْقَاعِ بْنِ عَمْرٍو نَائِبِ خَالِدٍ عَلَى الْحِيْرَةِ. فَبَعَثَ الْقَعْقَاعُ اَعْبَدَ ابْنَ فَدَكِي السَّعْدِيَّ وَ اَمَرَهُ بِالْحُصَيْدِ وَ بَعَثَ عُرْوَةَ بْنَ اَبِي الْجَعْدِ اَلْبَارِقِيَّ وَ اَمَرَهُ بِالْخَنَافِسِ


Ketika Khalid bermukim di Dumatul Jandal, orang-orang 'Ajam mengira bahwa Khalid akan bermukim lama di sana. Kemudian mereka menulis surat kepada warga 'Arab Jazirah untuk bersama-sama memeranginya. Dan mereka berjalan menuju Anbar dengan maksud merebutnya dari tangan Az-Zabraqan, wakil Khalid di sana. Ketika Az-Zabraqan mendengar berita itu, ia menulis surat kepada Al-Qa'qaa' bin 'Amr (wakil Khalid di Hiirah), lalu Al-Qa'qaa' segera memerintahkan A'bad bin Fadaki As-Sa'diy untuk berangkat menuju Hushaid, dan mengirim 'Urwah bin Abul Ja'diy Al-Bariqiy menuju Al-Khanaafis.

وَ رَجَعَ خَالِدٌ مِنْ دُوْمَةٍ اِلَى الْحِيْرَةِ وَ هُوَ عَازِمٌ عَلَى مُصَادَمَةِ اَهْلِ الْمَدَائِنِ مَحَلَّةِ كِسْرَى لَكِنَّهُ يَكْرَهُ اَنْ يَفْعَلَ ذلِكَ بِغَيْرِ اِذْنِ اَبِي بَكْرِ الصّدّيْقِ وَ شَغَلَهُ مَا قَدِ اجْتَمَعَ مِنْ جُيُوْشِ اْلاَعَاجِمِ مَعَ نَصَارَى اْلاَعْرَابِ يُرِيْدُوْنَ حَرْبَهُ، فَبَعَثَ الْقَعْقَاعَ بْنَ عَمْرٍو اَمِيْرًا عَلَى النَّاسِ فَالْتَقَوْا بِمَكَانٍ يُقَالُ لَهُ الْحُصَيْدُ
Setelah Khalid kembali dari Dumatul Jandal dan tiba di Hiirah dan ia berkeinginan keras untuk menaklukkan Madaain, tempat bermukim raja Kisra, namun ia merasa segan melakukan hal itu tanpa ijin Abu Bakar Ash-Shiddiiq terlebih dahulu. Dan ia juga disibukkan menghadapi pasukan 'Ajam yang telah bersekutu dengan pasukan Nashrani 'Arab yang ingin memerangi dirinya. Maka Khalid mengutus Al-Qa'qaa' bin 'Amr sebagai pimpinan pasukan. Kemudian mereka berhadapan dengan pasukan musuh di suatu tempat yang benama Al-Hushaid.

وَ عَلَى الْعَجَمِ رَجُلٌ مِنْهُمْ يُقَالُ لَهُ رُوزْبَهْ وَ اَمَدَّهُ اَمِيْرٌ آخَرُ يُقَالُ لَهُ زَرْمَهِرُ فَاقْتَتَلُوْا قِتَالاً شَدِيْدًا وَ هُزِمَ الْمُشْرِكُوْن فَقَتَلَ مِنْهُمُ الْمُسْلِمُوْنَ خَلْقًا كَثِيْرًا وَ قَتَلَ الْقَعْقَاعُ بِيَدِهِ زَرْمَهِرَ وَ قَتَلَ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ عِصْمَةُ بْنُ عَبْدِ اللهِ الضَّبّيُّ رُوزْبَهْ وَ غَنِمَ الْمُسْلِمُوْنَ شَيْئًا كَثِيْرًا وَ هَرَبَ مَنْ هَرَبَ مِنَ الْعَجَمِ فَلَجَأُوْا اِلىَ مَكَانٍ يُقَالُ لَهُ خَنَافِسُ. فَسَارَ اِلَيْهِمْ اَبُوْ لَيْلَى بْنُ فَدَكِي السَّعْدِيُّ. فَلَمَّا اَحَسُّوْا بِذلِكَ سَارُوْا اِلىَ الْمُضَيَّحِ. البداية و النهاية 6: 746

Pasukan 'Ajam dipimpin oleh Ruzbah, yang dibantu panglima lain bernama Zarmahir. Maka terjadilah pertempuran yang dahsyat. Dan akhirnya orang-orang musyrik berhasil dikalahkan. Waktu itu tentara Islam berhasil membunuh pasukan musuh dalam jumlah besar, dan ada Al-Qa'qaa' berhasil membunuh Zarmahir dengan tangannya sendiri. Dan seseorang yang bernama 'Ishmah bin 'Abdullah Ad-Dlabbiy berhasil membunuh Ruzbah.
Kaum muslimin berhasil mendapatkan harta rampasan perang yang banyak. Sebagian dari tentara 'Ajam berhasil melarikan diri ke suatu tempat yang bernama Khanaafis. Kemudian Abu Laila bin Fadaki As-Sa'diy berangkat mengejar mereka. Setelah musuh mengetahui yang demikian itu akhirnya mereka melarikan diri menuju Al-Mudloyyah. [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 6, hal. 746]


Demo Blog NJW V2 Updated at: 01:17

0 comments:

Post a Comment

Disarankan berkomentar menggunakan Akun Google+. Komentar SPAM dan SPAMMY (menyertakan link hidup, minta kunjungan balik, & nama blog) otomatis tidak akan muncul. Silahkan di Copy dan di Share kalau di rasa bermanfaat tidak perlu izin. Jika menginginkan Link Tinggalkan alamat Email, Sebelum bertanya, Cari Dulu di Kotak Pencarian! Thx