Jaminan 100%

“Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Akan hidup terus setelah mati

“Jika seorang manusia mati maka terputuslah darinya amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya.” .

Free Consultations

Konsultasi gratis di halaman Konsultasi. Konsultasi via email abuhening@gmail.com hanya untuk Layanan klien.

Nasihat Abu 'Ubaidah kepada pasukan muslimin (pada perang Yarmuk) 2

Posted by


11. Nasihat Abu 'Ubaidah kepada pasukan muslimin (pada perang Yarmuk), .Nasehat Mu'adz bin Jabal kepada pasukan muslimin.,  Nasehat 'Amr bin Al-'Aash. Nasihat Abu Sufyan kepada kaum muslimin. Nasihat Abu Hurairah kepada kaum muslimin, Khalid bin Walid ditakut-takuti oleh tentara Romawi. Perundingan sebelum perang terjadi, Maahaan berunding dengan Khalid.

Tarikh Al-Khulafaaur Raasyidiin (ke-29)

Dalam kitab Tarikh Al-Bidaayah wan Nihaayah disebutkan :

وَلَمَّا تَرَاءَى الْجَمْعَاِن وَ تَبَارَزَ الْفَرِيْقَانِ وَعَظَ اَبُو عُبَيْدَةَ الْمُسْلِمِيْنَ فَقَالَ: عِبَادَ اللهِ، اُنْصُرُوا اللهَ يَنْصُرْكُمْ وَ يُثَبّتْ اَقْدَامَكُمْ، يَا مَعْشَرَ الْمُسْلِمِيْنَ، اِصْبِرُوْا فَاِنَّ الصَّبْرَ مَنْجَاةٌ مِنَ الْكُفْرِ وَ مَرْضَاةٌ لِلرَّبّ وَ مَدْحَضَةٌ لِلْعَارِ، وَلَا تَبْرَحُوْا مَصَافَكُمْ، وَلَا تَخْطُوْا اِلَيْهِمْ خُطْوَةً، وَلَا تَبْدَأُوْهُمْ بِالْقِتَالِ، وَ شَرّعُوا الرّمَاحَ وَ اسْتَتِرُوْا بِالدَّرْقِ وَ الْزَمُوْا الصُّمْتَ اِلَّا مِنْ ذِكْرِ اللهِ فِي اَنْفُسِكُمْ حَتَّى آمُرَكُمْ اِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى.

Ketika kedua pasukan saling melihat dan berhadap-hadapan, Abu 'Ubaidah memberikan nasihat kepada kaum muslimin, "Wahai hamba Allah, tolonglah agama Allah, pasti Dia akan menolong kalian dan akan mengokohkan pendirian kalian. Sesungguhnya janji Allah adalah benar. Wahai kaum muslimin, bershabarlah kalian. Sesungguhnya keshabaran akan menyelamatkan kalian dari kekufuran, membuat ridla Allah Tuhan kalian dan menjauhkan kalian dari celaan. Jangan sampai kalian meninggalkan tempat, jangan memulai melangkah maju menyerbu mereka, tetaplah bersiap-siap dengan tombak-tombak kalian, dan berlindunglah dengan perisai-perisai kalian, banyaklah diam, kecuali dzikir kepada Allah dalam diri kalian, hingga aku menginstruksikan sesuatu kepada kalian, insya Allah Ta'aalaa. [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 11]


12. Nasehat Mu'adz bin Jabal kepada pasukan muslimin.

وَ خَرَجَ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ عَلَى النَّاسِ فَجَعَلَ يُذَكّرُهُمْ وَ يَقُوْلُ: يَا اَهْلَ اْلقُرْاٰنِ وَ مُتَحَفّظِي اْلكِتَابِ وَ اَنْصَارَ الْهُدَى وَ الْحَقّ، اِنَّ رَحْمَةَ اللهِ لَا تُنَالُ وَجَنَّتَهُ لَا تُدْخَلُ بِاْلاَمَانِيّ، وَلَا يُؤْتِي اللهُ الْمَغْفِرَةَ وَ الرَّحْمَةَ اْلوَاسِعَةَ اِلَّا الصَّادِقَ الْمُصَدّقَ، اَلَمْ تَسْمَعُوْا لِقَوْلِ اللهِ: وَعَدَ اللهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي اْلاَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ. الى آخر الآية. (النور: 55). فَاسْتَحْيُوْا رَحِمَكُمُ اللهُ مِنْ رَبّكُمْ اَنْ يَرَاكُمْ فِرَارًا مِنْ عَدُوّكُمْ وَ اَنْتُمْ فِي قَبْضَتِهِ وَ لَيْسَ لَكُمْ مُلْتَحَدٌ مِنْ دُوْنِهِ وَلَا عِزٌّ بِغَيْرِهِ.

Mu'adz bin Jabal berjalan mengingatkan pasukan muslimin dan berkata, "Wahai Ahlul-Qur'an, para penghafal Kitab Allah, para penolong petunjuk dan kebenaran, sesungguhnya rahmat Allah dan surga Allah tidak akan diperoleh hanya dengan berangan-angan, dan Allah tidak akan memberikan ampunan dan rahmat-Nya kecuali kepada orang yang jujur dan membenarkan-Nya. Tidakkah kalian mendengar firman Allah (yang artinya), "Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih diantara kalian, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa .hingga akhir ayat. [QS. AN-Nuur : 55]

Semoga Allah merahmati kalian, malulah kalian kepada Allah Tuhan kalian kalau Allah sampai melihat kalian melarikan diri dari musuh kalian, sedangkan kamu sekalian berada di genggaman-Nya, tidak ada bagi kalian tempat berlindung selain kepada-Nya, dan tidak ada kemuliaan tanpa pertolongan-Nya.

13. Nasehat 'Amr bin Al-'Aash.

وَقَالَ عَمْرُو بْنُ الْعَاصِ: يَا اَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، غَضُّوا اْلاَبصَارَ وَ اجْثُوْا عَلَى الرُّكَبِ وَ اَشْرِعُوا الرّمَاحَ، فَاِذَا حَمَلُوْا عَلَيْكُمْ فَاَمْهِلُوْهُمْ حَتَّى اِذَا رَكِبُوْا اَطْرَافَ اْلاَسِنَّةِ فَثِبُوْا اِلَيْهِمْ وَثْبَةَ اْلاَسَدِ، فَوَالَّذِيْ يَرْضَى الصّدْقَ وَيُثِيْبُ عَلَيْهِ وَ يَمْقُتُ اْلكَذِبَ وَ يَجْزِي بِاْلاِحْسَانِ اِحْسَانًا، لَقَدْ سَمِعْتُ اَنَّ الْمُسْلِمِيْنَ سَيَفْتَحُوْنَهَا كَفْرًا كَفْرًا وَ قَصْرًا قَصْرًا، فَلَا يُهَوّلَنَّكُمْ جُمُوْعُهُم وَلَا عَدَدُهُمْ، فَاِنَّكُمْ لَوْ صَدَقْتُمُوْهُمُ الشَّدَّ، تَطَايَرُوْا تَطَايُرَ اَوْلَادِ الْحَجَلِ.

'Amr bin Al-'Aash berjalan di hadapan pasukan dan berkata, "Wahai kaum muslimin, tahanlah pandangan kalian, berlututlah di atas lutut-lutut kalian, dan bersiap-siaplah dengan tombak-tombak kalian. Dan apabila mereka menyerbu, biarkanlah dan tunggulah dulu hingga ketika mereka telah berada sejarak ujung pedang, maka terkamlah dan habisilah mereka seperti singa menerkam. Demi Allah yang ridla kepada kejujuran dan akan memberinya pahala, yang membenci kedustaan (serta memberikan hukuman atasnya), yang membalas kebaikan dengan kebaikan pula, aku telah mendengar bahwa kaum muslimin akan menaklukkan negeri ini, wilayah demi wilayah dan benteng demi benteng. Maka janganlah kalian merasa gentar dengan banyaknya jumlah pasukan mereka. Jika kalian benar-benar dan sungguh-sungguh memerangi mereka, pasti mereka akan kocar-kacir seperti anak-anak burung puyuh beterbangan.


14. Nasihat Abu Sufyan kepada kaum muslimin.

وَقَالَ اَبُو سُفْيَانَ: يَا مَعْشَرَ الْمُسْلِمِيْنَ، اَنْتُمُ الْعَرَبُ، وَ قَدْ اَصْبَحْتُمْ فِي دَارِ اْلعَجَمِ مُنْقَطِعِيْنَ عَنِ اْلاَهْلِ، نَائِيْنَ عَنْ اَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَ اَمْدَادِ الْمُسْلِمِيْنَ، وَ قَدْ وَ اللهِ اَصْبَحْتُمْ بِاِزَاءِ عَدُوّ كَثِيْرٍ عَدَدُهُ، شَدِيْدٌ عَلَيْكُمْ حَنْقُهُ، وَ قَدْ وَتَرْتُمُوْهُمْ فِي اَنْفُسِهِمْ وَ بِلَادِهِمْ وَ نِسَائِهِمْ، وَ اللهِ لَا يُنْجِيْكُمْ مِنْ هٰؤُلآءِ الْقَوْمِ وَلَا يَبْلُغُ بِكُمْ رِضْوَانَ اللهِ غَدًا اِلَّا بِصِدْقِ اللّقَاءِ وَ الصَّبْرِ فِي الْمَوَاطِنِ الْمَكْرُوْهَةِ، اَلَا وَ اِنَّهَا سُنَّةٌ لَازِمَةٌ وَ اِنَّ اْلاَرْضَ وَرَاءَكُمْ، بَيْنَكُمْ وَ بَيْنَ اَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَ جَمَاعَةِ الْمُسْلِمِيْنَ صَحَارَى وَ بَرَارِي، لَيْسَ لِاَحَدٍ فِيْهَا مَعْقِلٌ وَلَا مَعْدِلٌ اِلَّا الصَّبْرُ وَرَجَاءُ مَا وَعَدَ اللهُ فَهُوَ خَيْرُ مُعَوَّلٍ، فَامْتَنِعُوْا بِسُيُوْفِكُمْ وَ تَعَاوَنُوْا وَلْتَكُنْ هِيَ الْحُصُوْنُ. ثُمَّ ذَهَبَ اِلَى النّسَاءِ فَوَصَّاهُنَّ، ثُمَّ عَادَ فَنَادَى: يَا مَعَاشِرَ اَهْلِ اْلاِسْلَامِ، حَضَرَ مَا تَرَوْنَ فَهٰذَا رَسُوْلُ اللهِ ص وَ الْجَنَّةُ اَمَامَكُمْ، وَ الشَّيْطَانُ وَ النَّارُ خَلْفَكُمْ. ثُمَّ سَارَ اِلَى مَوْقِفِهِ رَحِمَهُ اللهُ. البداية و النهاية 7: 12

Abu Sufyan berkata, "Wahai kaum muslimin, ketahuilah bahwa kalian adalah bangsa 'Arab, sekarang berada di negeri orang asing, jauh dari keluarga, jauh dari Amirul Mu'minin dan bantuan kaum muslimin. Demi Allah, kalian sekarang berhadapan dengan tentara musuh yang berjumlah sangat besar. Mereka sangat dendam kepada kalian, dan sungguh kalian menghadapi mereka yang berjuang mati-matian demi mempertahankan diri mereka, negeri mereka dan anak istri mereka. Demi Allah, tidak ada yang dapat menyelamatkan kalian dari mereka itu dan kalian besok tidak akan dapat mencapai ridla Allah, kecuali dengan jujur, bersungguh-sungguh dalam menghadapi musuh, dan bershabar di tempat peperangan yang tidak kalian sukai. Ketahuilah, hal itu adalah ketetapan yang pasti terjadi. Ketahuilah, negeri kalian jauh di belakang kalian. Antara kalian dengan Amirul mu'minin dan kaum muslimin ada padang Sahara dan tanah yang luas. Tidak ada tempat untuk berlindung dan bersembunyi melainkan keshabaran dan berharap kepada apa yang telah dijanjikan oleh Allah, itulah sebaik-baik yang diyaqini. Bertahanlah kalian dengan pedang-pedang kalian, saling tolong-menolonglah kalian, dan jadilah kalian benteng yang kokoh". Kemudian Abu Sufyan menuju ke tempat kaum wanita, lalu memberikan nasihat kepada mereka. Kemudian beliau kembali dan berseru, "Hai pasukan muslimin, telah datang apa yang kalian lihat, inilah Rasulullah SAW dan surga di depan kalian, sedangkan syaithan dan neraka di belakang kalian". Kemudian beliau, semoga Allah merahmatinya, berjalan kembali ke tempatnya. [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 12]


15. Nasihat Abu Hurairah kepada kaum muslimin.

وَقَدْ وَعَظَ النَّاسَ اَبُو هُرَيْرَةَ اَيْضًا فَجَعَلَ يَقُوْلُ: سَارِعُوْا اِلَى الْحُوْرِ الْعِيْنِ وَ جِوَارِ رَبّكُمْ عَزَّ وَجَلَّ فِي جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، مَا اَنْتُمْ اِلَى رَبّكُمْ فِيْ مَوْطِنٍ بِاَحَبَّ اِلَيْهِ مِنْكُمْ فِي مِثْلِ هٰذَا الْمَوْطِنِ، اَلَا وَ اِنَّ لِلصَّابِرِيْنَ فَضْلَهُمْ.
Abu Hurairah juga memberikan nasehat kepada pasukan muslimin, ia berkata, "Bersegeralah kalian kepada para bidadari surga dan untuk bertemu Tuhan kalian 'Azza wa Jalla di surga yang penuh keni'matan. Sesungguhnya kalian tidak pernah membuat Tuhan kalian sangat cinta kepada kalian dalam peperangan yang melebihi seperti ini. Ingatlah bahwa sesungguhnya orang-orang yang bershabar memiliki keutamaan". [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 12]

Saif bin 'Umar meriwayatkan dengan sanadnya dari para gurunya, "Dalam pasukan kaum muslimin tersebut terdapat 1.000 orang shahabat Nabi, 100 diantaranya adalah para shahabat yang pernah ikut perang Badr.

Kemudian Abu Sufyan mendatangi setiap regu tentara dan berkata, "Ingatlah kepada Allah ! Ingatlah kepada Allah !. Sesungguhnya kalian adalah utusan bangsa 'Arab dan para penolong Islam, sebaliknya mereka adalah utusan Romawi dan para penolong kemusyrikan. Ya Allah, sesungguhnya hari ini adalah suatu hari dari hari-hari-Mu. Ya Allah, turunkanlah pertolongan-Mu untuk hamba-hamba-Mu". [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 12]


16. Khalid bin Walid ditakut-takuti oleh tentara Romawi.

قَالُوْا: وَ لَمَّا اَقْبَلَ خَالِدٌ مِنَ الْعِرَاقِ قَالَ رَجُلٌ مِنْ نَصَارَى اْلعَرَبِ لِخَالِدِ بْنِ الْوَلِيْدِ: مَا اَكْثَرَ الرُّوْمَ وَ اَقْلَّ الْمُسْلِمِيْنَ. فَقَالَ خَالِدٌ: وَيْلكَ، اَتُخَوّفُنِيْ بِالرُّوْمِ؟ اِنَّمَا تَكْثُرُ الْجُنُوْدُ بِالنَّصْرِ، وَ تَقِلُّ بِالْخَذْلَانِ لَا بِعَدَدِ الرّجَالِ، وَ اللهِ لَوَدِدْتُ اَنَّ اْلاَشْقَرَ بَرَأَ مِنْ تَوَجُّعِهِ، وَ اِنَّهُمْ اَضْعَفُوْا فِي الْعَدَدِ. وَكَانَ فَرَسُهُ قَدْ حَفَا وَاشْتَكَى فِي مَجِيْئِهِ مِنَ اْلعِرَاقِ.


'Ulama ahli tarikh berkata : Ketika Khalid (bin Walid) tiba dari 'Iraq, ada salah seorang tentara Nashrani dari bangsa 'Arab berkata kepada Khalid bin Walid, "Alangkah banyaknya tentara Romawi dan sedikit sekali tentara Islam". Khalid menjawab, "Celaka kamu, apakah kamu menakut-nakuti aku dengan tentara Romawi ? Sesungguhnya banyaknya tentara itu adalah yang berhasil memenangkan perang, dan sedikitnya tentara itu jika mereka kalah perang, bukan karena jumlah pasukan yang banyak. Demi Allah, aku senang sekiranya orang berambut pirang ini sembuh dari sakitnya. Dan mereka merasa bangga dengan jumlah tentara yang sangat banyak berlipat ganda". Ketika itu kudanya Khalid sedang dalam kondisi letih karena jauhnya perjalanan yang telah ditempuh dari 'Iraq. [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 12]

17. Perundingan sebelum perang terjadi

وَ لَمَّا تَقَارَبَ النَّاسُ تَقَدَّمَ اَبُو عُبَيْدَةَ وَ يَزِيْدُ بْنُ اَبِي سُفْيَانَ وَ مَعَهُمَا ضِرَارُ بْنُ اْلاَزُوْرِ وَ الْحَارِثُ بْنُ هِشَامٍ وَ اَبُو جَنْدَلِ بْنِ سُهَيْلٍ وَ نَادُوْا: اِنَّمَا نُرِيْدُ اَمِيْرَكُمْ لِنَجْتَمِعَ بِهِ، فَاُذِنَ لَهُمْ فِي الدُّخُوْلِ عَلَى تَذَارِقَ، وَ اِذَا هُوَ جَالِسٌ فِي خَيْمَةٍ مِنْ حَرِيْرٍ. فَقَالَ الصَّحَابَةُ: لَا نَسْتَحِلُّ دُخُوْلَهَا، فَاَمَرَ لَهُمْ بِفُرُشٍ بُسِطَ مِنْ حَرِيْرٍ، فَقَالُوْا: وَلَا نَجْلِسُ عَلَى هٰذِهِ. فَجَلَسَ مَعَهُمْ حَيْثُ اَحَبُّوْا وَ تَرَاضَوْا عَلَى الصُّلْحِ، وَ رَجَعَ عَنْهُمُ الصَّحَابَةُ بَعْدَ مَا دَعَوْهُمْ اِلَى اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ فَلَمْ يَتِمَّ ذٰلِكَ.

Ketika kedua pasukan telah mendekat, Abu 'Ubaidah, Yazid bin Abu Sufyan dengan disertai Dliraar bin Al-Azuur, Harits bin Hisyam dan Abu Jandal bin Suhail maju mendekati tentara Romawi, lalu mereka menyeru, "Kami ingin bertemu dengan pemimpin kalian untuk berunding". Lalu mereka diberi izin untuk bertemu dengan Tadzaariq. Ketika itu Tadzaariq sedang duduk di dalam tenda yang terbuat dari sutera.

Para shahabat berkata kepada mereka, "Kami tidak dihalalkan memasuki tenda ini". Lalu pemimpin mereka memerintahkan agar dibentangkan karpet-karpet dari sutera, (lalu mereka dipersilahkan duduk di atasnya). Para shahabat berkata, "Kami tidak mau duduk di atas karpet sutera ini". Akhirnya Tadzaariq duduk dengan mereka di tempat yang mereka inginkan. Mereka mengadakan perundingan untuk damai. Para shahabat menda'wahi mereka agar masuk ke dalam agama Allah 'Azza wa Jalla, namun sayang perundingan ini berakhir tanpa membawa hasil, akhirnya para shahabat pun kembali kepada pasukan. [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 12]

18. Maahaan berunding dengan Khalid

وَ ذَكَرَ الْوَلِيْدُ بْنُ مُسْلِمٍ اَنَّ مَاهَانَ طَلَبَ خَالِدًا لِيَبْرَزَ اِلَيْهِ فِيْمَا بَيْنَ الصَّفَّيْنِ، فَيَجْتَمِعَا فِي مَصْلَحَةٍ لَهُمْ، فَقَالَ مَاهَانُ: اِنَّا قَدْ عَلِمْنَا اَنَّ مَا اَخْرَجَكُمْ مِنْ بِلَادِكُمُ الْجُهْدُ وَ الْجُوْعُ، فَهَلُمُّوْا اِلَى اَنْ اُعْطِيَ كُلَّ رَجُلٍ مِنْكُمْ عَشَرَةَ دَنَانِيْرَ وَ كِسْوَةً وَ طَعَامًا وَ تَرْجِعُوْنَ اِلَى بِلَادِكُمْ، فَاِذَا كَانَ مِنَ الْعَامِ الْمُقْبِلِ بَعَثْنَا لَكُمْ بِمِثْلِهَا. فَقَالَ خَالِدٌ: اِنَّهُ لَمْ يُخْرِجْنَا مِنْ بِلَادِنَا مَا ذَكَرْتَ، غَيْرَ اَنَّا قَوْمٌ نَشْرَبُ الدّمَاءَ، وَ اَنَّهُ بَلَغَنَا اَنَّهُ لَا دَمَ اَطْيَبُ مِنْ دَمِ الرُّوْمِ. فَجِئْنَا لِذٰلِكَ. فَقَالَ اَصْحَابُ مَاهَانَ: هٰذَا، وَ اللهِ مَا كُنَّا نَحْدُثُ بِهِ عَنِ الْعَرَبِ. البداية و النهاية 7: 13

Al-Walid bin Muslim menyebutkan bahwa Maahaan meminta agar Khalid (bin Walid menemuinya) diantara dua pasukan yang sedang berhadapan. Lalu mereka bertemu untuk berunding, Maahaan berkata kepada Khalid, "Sesungguhnya kami telah mengetahui bahwa kesulitan hidup dan perut laparlah yang telah mengeluarkan kalian dari negeri kalian, maka maukah kalian jika aku berikan kepada setiap orang dari pasukan kalian, masing-masing 10 dinar ditambah dengan pakaian dan makanan, dengan syarat kalian harus kembali ke negeri kalian. Dan pada tahun depan kami akan mengirimkan jatah yang seperti itu untuk kalian?". Khalid menjawab, "Sesungguhnya bukanlah sebagaimana yang kamu sebutkan yang menyebabkan kami keluar dari negeri kami, tetapi kami adalah kaum peminum darah. Dan telah sampai berita kepada kami bahwa tidak ada darah yang lebih segar daripada darah kalian bangsa Romawi. Maka untuk itulah kami datang ke sini". Mendengar jawaban itu kawan-kawan Maahaan berkomentar, "Demi Allah, kami belum pernah mendengar ucapan seperti ini dari bangsa 'Arab". [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 13]


Demo Blog NJW V2 Updated at: 01:40

0 comments:

Post a Comment

Disarankan berkomentar menggunakan Akun Google+. Komentar SPAM dan SPAMMY (menyertakan link hidup, minta kunjungan balik, & nama blog) otomatis tidak akan muncul. Pertanyaan OOT silakan di Halaman Ruang Konsultasi. Jika menginginkan Link Tinggalkan alamat Email, Sebelum bertanya, Cari Dulu di Kotak Pencarian! Thx