Jaminan 100%

“Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Akan hidup terus setelah mati

“Jika seorang manusia mati maka terputuslah darinya amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya.” .

Free Consultations

Konsultasi gratis di halaman Konsultasi. Konsultasi via email abuhening@gmail.com hanya untuk Layanan klien.

Meninggalnya ‘Abdullah bin Ubay bin Salul

Posted by


tauhid
Tarikh Nabi Muhammad SAW (ke-150

Meninggalnya Abdullah bin Ubay bin Salul.
Abdullah bin Ubay bin Salul adalah seorang kepala kaum munafiqin yang sangat terkenal di Madinah, ia adalah seorang yang berpengaruh besar di kalangan kaumnya sejak sebelum Nabi SAW hijrah ke Madinah. Ia terkenal seorang yang licin dalam merintangi dan memusuhi Islam.
Ia mempunyai seorang anak laki-laki yang bernama Abdullah, sedangkan Abdullah adalah seorang Islam yang sangat setia kepada Nabi SAW. Ia sangat sedih melihat perbuatan ayahnya yang demikian jahatnya terhadap Nabi SAW. Dia seringkali memperingatkan kepada ayahnya, supaya menghentikan permusuhannya terhadap Nabi SAW, namun ayahnya tetap memusuhi Islam dan bersikap munafiq.
Diantara kesetiaan Abdullah bin Abdullah bin Ubay, dibuktikan ketika pulang dari perang Bani Musthaliq. Riwayatnya sebagai berikut :
Ibnu Hisyam di dalam Sirah nya meriwayatkan bahwa seorang pelayan ‘Umar bin Khaththab RA, bernama Jahjah bin Mas’ud Al-Ghifariy bertengkar dengan Sinan bin Wabr Al-Juhaniy. Pertengkaran ini terjadi di dekat telaga Al-Muraisi’. Keduanya berusaha ingin saling membunuh sampai Sinan bin Wabr Al-Juhaniy berteriak minta pertolongan, “Wahai kaum Anshar !”. Sedangkan pelayan ‘Umar bin Khaththab juga berteriak, “Wahai kaum Muhajirin !”. Mendengar kejadian ini, ‘Abdullah bin Ubay bin Salul marah dan berkata kepada orang-orang munafiq yang mengelilinginya :
اَوَ قَدْ فَعَلُوْهَا؟ قَدْ نَافَرُوْنَا وَ كَاثَرُوْنَا فِى بِلاَدِنَا، وَ اللهِ مَا اَعَدَّنَا وَجَلاَبِيْبُ قُرَيْشٍ اِلاَّ كَمَا قَالَ اْلاَوَّلُ سَمّنْ كَلْبَكَ يَاْكُلْكَ، اَمَا وَ اللهِ لَئِنْ رَجَعْنَا اِلَى اْلمَدِيْنَةِ لَيُخْرِجَنَّ اْلاَعَزُّ مِنْهَا اْلاَذَلَّ. ابن هشام 4: 253

Apakah mereka (orang-orang muhajirin) sungguh telah melakukannya ? Mereka telah menyaingi dan mengungguli jumlah kita di negeri kita. Demi Allah, antara kita dan orang-orang Quraisy ini tak ubahnya seperti apa yang dikatakan orang, “Gemukkan anjingmu, ia akan menerkammu”. Demi Allah, jika kita telah sampai di Madinah, orang yang mulia pasti akan mengusir orang yang hina”. [Ibnu Hisyam juz 4, hal. 253]

Diantara orang yang mendengar ucapan ‘Abdullah bin Ubay bin Salul ini ialah Zaid bin Arqam. Ia kemudian melaporkan berita tersebut kepada Rasulullah SAW. Pada saat itu ‘Umar berada di samping Rasulullah SAW, lalu ia berkata, “Wahai Rasulullah, perintahkan saja kepada ‘Abbad bin Bisyr untuk membunuhnya !”. Rasulullah SAW menjawab :
فَكَيْفَ يَا عُمَرُ اِذَا تَحَدَّثَ النَّاسُ اَنَّ مُحَمَّدًا يَقْتُلُ اَصْحَابَهُ؟ لاَ. ابن هشام 4: 254

Bagaimana wahai ‘Umar, jika orang-orang membicarakan bahwa Muhammad telah membunuh shahabatnya ? Tidak. [Ibnu Hisyam juz 4, hal. 254]
‘Abdullah anak ‘Abdullah bin Ubay setelah mengetahui perbuatan ayahnya itu, ketika akan sampai di Madinah, ia mendahului perjalanan bapaknya, karena ia bermaksud untuk menghalang-halanginya masuk ke Madinah sebelum mendapat idzin dari Nabi SAW.
'Abdullah bin ‘Abdullah bin Ubay berkata :
قِفْ ! فَوَ اللهِ، لاَ تَدْخُلْهَا حَتَّى يَأْذَنَ رَسُوْلُ اللهِ ص ذلِكَ. البداية و النهاية 4: 546

“Berhenti ! Kamu tidak boleh masuk Madinah sehingga Rasulullah mengidzinkannya”. [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 4, hal. 546]

Maka setelah Rasulullah datang di tempat itu, lalu ‘Abdullah bin Ubay bin Salul minta idzin kepada beliau, dan Nabi SAW pun  mengidzinkannya. Barulah kemudian shahabat ‘Abdullah bin ‘Abdullah bin Ubay melepaskan ayahnya, sehingga ‘Abdullah bin Ubay bin Salul bisa masuk kota Madinah.
Setelah kaum muslimin tiba di Madinah, ‘Abdullah bin ‘Abdullah bin Ubaiy datang menemui Rasulullah SAW, lalu berkata :
يَا رَسُوْلَ اللهِ، اِنَّهُ بَلَغَنِى اَنَّكَ تُرِيْدُ قَتْلَ عَبْدِ اللهِ بْنِ اُبَيّ فِيْمَا بَلَغَكَ عَنْهُ، فَاِنْ كُنْتَ فَاعِلاً فَمُرْلِى بِهِ، فَاَنَا اَحْمِلُ اِلَيْكَ رَأْسَهُ. فَوَ اللهِ لَقَدْ عَلِمَتِ اْلخَزْرَجُ مَا كَانَ بِهَا مِنْ رَجُلٍ اَبَرُّ بِوَالِدِهِ مِنّى وَ اِنّى اَخْشَى اَنْ تَأْمُرَ بِهِ غَيْرِى فَيَقْتُلُهُ فَلاَ تَدَعُنِى نَفْسِى اَنْ اَنْظُرَ اِلَى قَاتِلِ عَبْدِ اللهِ بْنِ اُبَيّ يَمْشِى فِى النَّاسِ. فَاَقْتُلَهُ، فَاَقْتُلُ مُؤْمِنًا بِكَافِرٍ فَاَدْخُلُ النَّارَ. البداية و النهاية 4: 546

Ya Rasulullah, sesungguhnya saya dengar engkau ingin membunuh ‘Abdullah bin Ubay berkenaan apa yang diperbuat terhadapmu. Jika benar engkau ingin melakukannya, maka perintahlah aku. Aku bersedia membawa kepalanya ke hadapanmu. Demi Allah, orang-orang suku Khazraj telah sama mengetahui bahwa tidak ada orang yang lebih berbhakti kepada ayahnya daripada diriku. Aku khawatir jika engkau memerintahkan kepada orang lain selain aku untuk membunuhnya, lalu aku tidak tahan melihat pembunuh ‘Abdullah bin Ubay berjalan di tengah masyarakat, sehigga aku membunuhnya. Ini berarti aku membunuh seorang mukmin karena membela seorang kafir, sehingga aku masuk neraka. [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 4, hal. 546]
Lalu Nabi SAW menjawab :
بَلْ نَتَرَفَّقُ بِهِ وَ نُحْسِنُ صُحْبَتَهُ مَا بَقِيَ مَعَنَا. البداية و النهاية 4: 546
Bahkan kita akan bertindak lemah lembut dan berlaku baik kepadanya, selama dia masih tinggal bersama kita. [Al-Bidayah wan Nihaayah 4:546]
Begitulah kesetiaan anaknya Abdullah bin Ubay bin Salul terhadap Islam.
Kemudian pada bulan Dzulqadah tahun ke-9 Hijriyah Abdullah bin Ubay meninggal dunia.
Sebagai kewajiban seorang anak terhadap ayahnya, maka pada hari kematiannya, Abdullah memberanikan diri datang kepada Nabi SAW untuk memohon kepada beliau agar memberi pakaian beliau untuk mengkafani jenazah ayahnya. Sebagai seorang yang pemurah dan tidak pendendam, Nabi SAW tidak keberatan memberikan baju kurungnya kepada Abdullah untuk mengkafani ayahnya. Bahkan beliau sendiri yang memerintahkan kepada Abdullah agar ayahnya dikafani dengan baju kurung beliau. Kemudian Abdullah memohon pula kepada Nabi SAW agar beliau menshalatkan jenazah ayahnya itu, sebagaimana yang biasa beliau lakukan terhadap jenazah kaum muslimin.
Oleh karena sifat Nabi SAW yang senantiasa lemah lembut dan kasih sayang kepada sesama manusia, maka beliau memperkenankan juga permohonan Abdullah tersebut. Tetapi ketika beliau akan berangkat ke rumah Abdullah bin Ubay untuk menshalatkan jenazahnya, Umar bin Khaththab memperingatkan beliau, agar beliau jangan sekali-kali menshalatkan jenazah orang yang memusuhi Islam tersebut, dan yang seringkali melakukan kejahatan kepada Nabi SAW.
Dan juga Nabi SAW telah menerima wahyu dari Allah SWT :
اِسْتَغْفِرْ لَهُمْ اَوْ لاَ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ، اِنْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ سَبْعِيْنَ مَرَّةً فَلَنْ يَّغْفِرَ اللهُ لَهُمْ، ذلِكَ بِاَنَّهُمْ كَفَرُوْا بِاللهِ وَ رَسُوْلِه، وَ اللهُ لاَ يَهْدِى اْلقَوْمَ اْلفسِقِيْنَ. التوبة: 80

Kamu memohonkan ampun untuk mereka atau tidak kamu mohonkan ampun untuk mereka, walaupun kamu memohonkan ampun untuk mereka tujuh puluh kali, namun Allah tidak akan mengampuni mereka. Yang demikian itu disebabkan karena mereka tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasiq. [QS. At-Taubah : 80]
Ketika itu Umar menarik-narik baju Nabi SAW supaya beliau tidak menshalatkan jenazah Abdullah bin Ubay, namun beliau tetap akan menshalatkannya. Kemudian beliau bersabda kepada Umar :
يَا عُمَرُ، اَخّرْ عَنّى اِنّى قَدْ خُيّرْتُ فَاخْتَرْتُ. قَدْ قِيْلَ لِى: اِسْتَغْفِرْ لَهُمْ اَوْ لاَ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ، اِنْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ سَبْعِيْنَ مَرَّةً فَلَنْ يَّغْفِرَ اللهُ لَهُمْ. فَلَوْ اَعْلَمُ اَنّى اِنْ زِدْتُ عَلَى السَّبْعِيْنَ غُفِرَ لَهُ لَزِدْتُ. ابن هشام 5: 240

Hai Umar, mundurlah kamu, karena sesungguhnya aku disuruh memilih, maka aku memilih. Telah difirmankan kepadaku, Kamu memohonkan ampun untuk mereka atau tidak kamu mohonkan ampun untuk mereka, walaupun kamu memohonkan ampun untuk mereka tujuh puluh kali, namun Allah tidak akan mengampuni mereka. Maka seandainya aku mengetahui bahwa jika aku tambah lebih dari tujuh puluh kali, lalu dia diampuni, niscaya akan aku tambah. [Ibnu Hisyam juz 5, hal. 240]
Mendengar jawaban Nabi SAW yang demikian itu Umar terdiam, tetapi hatinya tetap tidak setuju Nabi SAW menshalatkan jenazah gembong munafiq itu. Kemudian Nabi SAW menshalatkan jenazah Abdullah bin Ubay bin Salul tersebut. Setelah Nabi SAW selesai menshalatkan jenazah, beliau lalu mengantarkan sampai ke pekuburan hingga selesai diqubur. Kemudian tidak seberapa lama turunlah wahyu Allah :
وَ لاَ تُصَلّ عَلى اَحَدٍ مّنْهُمْ مَّاتَ اَبَدًا وَّ لاَ تَقُمْ عَلى قَبْرِه، اِنَّهُمْ كَفَرُوْا بِاللهِ وَ رَسُوْلِه وَ مَاتُوْا وَ هُمْ فسِقُوْنَ. التوبة: 84

Dan janganlah sekali-kali kamu menshalatkan jenazah salah seorang diantara mereka selama-lamanya, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di quburnya. Sesungguhnya mereka itu telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya, dan mereka mati dalam keadaan fasiq. [QS. At-Taubah : 84]
Sesudah turun ayat tersebut Nabi SAW tidak pernah lagi menshalatkan jenazah orang munafiq.

Wafatnya Ummu Kultsum (putri Nabi SAW).
Pada bulan Syaban tahun ke-9 Hijriyah Ummu Kultsum, putri Nabi SAW, meninggal dunia.
Ummu Kultsum adalah putri Nabi SAW yang pernah menjadi istri Utaibah bin Abu Lahab, sebelum beliau diangkat menjadi Nabi utusan Allah, sedangkan kakaknya yang bernama Ruqayah menjadi istri Utbah bin Abu Lahab.
Kemudian setelah beliau diangkat menjadi Nabi dan setelah turunnya firman Allah surat Al-Lahab, maka Abu Lahab memerintahkan kepada kedua anaknya supaya menceraikan istri mereka, yaitu  Ruqayah dan Ummu Kultsum, karena ayahnya (Nabi Muhammad) dipandang sebagai musuh pertama oleh Abu Lahab.
Setelah Ummu Kultsum diceraikan suaminya, lalu berhijrah mengikuti Nabi SAW ke Madinah, sebagai seorang janda. Maka setelah kakaknya, yaitu Ruqayah istri Utsman bin Affan meninggal dunia pada tahun ke-3 Hijriyah, lalu Nabi SAW menikahkan Ummu Kultsum dengan Utsman bin Affan.
Lebih kurang enam tahun lamanya Ummu Kultsum menjadi istri Utsman, ia wafat ketika Nabi SAW pulang dari Tabuk pada tahun ke-9 Hijriyah.
Ketika beliau di pequburan dan jenazah Ummu Kultsum akan dimasukkan ke liang lahad, Nabi SAW termenung hingga mengalirlah air mata beliau, lalu bertanya kepada segenap yang mengantarkannya :
هَلْ فِيْكُمْ مِنْ اَحَدٍ لَمْ يُقَارِفِ اللَّيْلَةَ؟
Adakah salah seorang diantara kalian yang tadi malam tidak mencampuri istrinya ?.
Abu Thalhah segera menjawab pertanyaan Nabi SAW itu, Saya ya Rasulullah.
Lalu beliau bersabda :
فَانْزِلْ فِى قَبْرِهَا
Turunlah kamu ke dalam quburnya.
Maka turunlah Abu Thalhah ke dalam quburnya, dan dialah yang meletakkan jenazah Ummu Kultsum ke dalam lahadnya.

Turunnya ayat tentang pembagian zakat

Ada satu hal yang perlu juga diketahui, yaitu suatu peristiwa yang terjadi pada tahun ke-9 Hijriyah juga, yaitu turunnya ayat mengenai pembagian zakat yang dikeluarkan oleh kaum muslimin. Ayat ini menerangkan tentang orang-orang yang berhaq menerima zakat. Ayat tersebut adalah sebagai berikut :
اِنَّمَا الصَّدَقتُ لِلْفُقَرَآءِ وَ اْلمَسكِيْنِ وَ اْلعمِلِيْنَ عَلَيْهَا وَ اْلمُؤَلَّفَةِ قُلُوْبُهُمْ وَ فِى الرّقَابِ وَ اْلغَارِمِيْنَ وَ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ وَ ابْنِ السَّبِيْلِ، فَرِيْضَةً مّنَ اللهِ، وَ اللهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ. التوبة: 60

Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang faqir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, orang-orang yang dibujuk hatinya, untuk memerdekakan budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang dalam perjalanan. Suatu ketetapan yang diwajibkan dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. [QS. At-Taubah : 60]
Sebelum turun ayat 60 surat At-Taubah tersebut, telah turun dua ayat sebelumnya, yaitu QS. At-Taubah ayat 58-59. Adapun sebab turun ayat tersebut adalah sebagai berikut :
Pada suatu hari Nabi SAW sedang membagikan pembagian, tiba-tiba datanglah seseorang yang bernama Dzul Khuwaishirah At-Tamimiy kepada Nabi SAW sambil berkata, Ya Rasulullah, hendaklah tuan berlaku adil. Mendengar perkataan yang demikian itu maka Nabi SAW menjawab, Celaka kamu, siapa lagi orang yang berlaku adil jika aku tidak adil ?. Kemudian Umar bin Khaththab berkata, Ya Rasulullah, ijinkanlah aku memenggal lehernya ?. Rasulullah SAW bersabda, Biarkanlah dia, karena dia mempunyai pengikut yang seseorang diantara kamu menganggap kalah shalatnya bila dibandingkan shalat mereka dan puasanya dibanding puasa mereka. Mereka membaca Al-Quran, tetapi tidak melampaui kerongkongan mereka. Mereka keluar dari agama (Islam) sebagaimana anak panah dicabut dari binatang buruannya. Dilihat pada ujungnya tidak ditemukan apapun, dilihat dari pangkalnya tidak ditemukan apapun, dilihat pada batang anak panah tidak ditemukan apapun, padahal telah menembus kotoran dan darah.
Kemudian turunlah ayat :
وَ مِنْهُمْ مَّنْ يَّلْمِزُكَ فِى الصَّدَقتِ، فَاِنْ اُعْطُوْا مِنْهَا رَضُوْا وَ اِنْ لَّمْ يُعْطَوْا مِنْهَآ اِذَا هُمْ يَسْخَطُوْنَ(58) وَ لَوْ اَنَّهُمْ رَضُوْا مَا اتيهُمُ اللهُ وَ رَسُوْلُه وَ قَالُوْا حَسْبُنَا اللهُ سَيُؤْتِيْنَا اللهُ مِنْ فَضْلِه وَ رَسُوْلُه اِنَّآ اِلىَ اللهِ رَاغِبُوْنَ.(59) التوبة: 58-59

Dan diantara mereka ada orang yang mencelamu tentang (pembagian) zakat, jika mereka diberi bagian, mereka senang, tetapi kalau mereka tidak diberi bagian, mereka marah. Dan jikalau mereka sungguh-sungguh ridla dengan apa yang diberikan Allah dan Rasul-Nya kepada mereka dan mereka berkata, Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan kepada kami sebagian dari karunia-Nya dan demikian pula Rasul-Nya. Sesungguhnya kami memohon (berharap) kepada Allah (tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka). [QS At-Taubah : 58-59]

Setelah kedua ayat ini turun, lalu turunlah ayat 60 tentang orang-orang yang berhaq menerima zakat tersebut.



Demo Blog NJW V2 Updated at: 18:43

0 comments:

Post a Comment

Disarankan berkomentar menggunakan Akun Google+. Komentar SPAM dan SPAMMY (menyertakan link hidup, minta kunjungan balik, & nama blog) otomatis tidak akan muncul. Pertanyaan OOT silakan di Halaman Ruang Konsultasi. Jika menginginkan Link Tinggalkan alamat Email, Sebelum bertanya, Cari Dulu di Kotak Pencarian! Thx