Jaminan 100%

“Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Akan hidup terus setelah mati

“Jika seorang manusia mati maka terputuslah darinya amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya.” .

Free Consultations

Konsultasi gratis di halaman Konsultasi. Konsultasi via email abuhening@gmail.com hanya untuk Layanan klien.

Khalid bin Walid diutus ke Bani Harits, Tarikh Nabi Muhammad SAW (ke-157)

Posted by

Khalid bin Walid diutus ke Bani Harits dan Kedatangan Khalid bin Walid bersama utusan Bani Harits.


Tarikh Nabi Muhammad SAW (ke-157)


Khalid bin Walid diutus ke Bani Harits
Pada bulan Rabiul akhir atau Jumadil ula tahun ke-10 Hijriyah, Khalid bin Walid, seorang shahabat Nabi SAW yang gagah berani dan ahli perang, diutus oleh Nabi SAW ke qabilah Bani Harits bin Kaab di Najran. Nabi SAW menyuruh Khalid bin Walid, sebelum qabilah tersebut diperangi agar menyeru mereka masuk Islam dalam waktu tiga hari.
Selanjutnya Nabi SAW berpesan kepada Khalid bin Walid, apabila mereka menerima baik seruan Islam, supaya tinggal disana memberi pelajaran-pelajaran agama Islam, mengajarkan Al-Quran dan Sunnah Rasul-Nya kepada segenap penduduk, untuk sementara waktu.
Apabila Bani Harits bin Kaab mau menerima dengan baik seruan Islam yang disampaikan kepada mereka, dan mereka masuk Islam, maka hendaklah mereka diterima dengan baik pula, tetapi jika mereka menolak dan tidak mau masuk Islam, maka hendaklah diperangi.
Kemudian Khalid bin Walid mempersiapkan rombongan kaum muslimin untuk berangkat ke qabilah Bani Harits bin Kaab tersebut.
Pada hari yang telah ditentukan, maka berangkatlah pasukan berkuda Khalid bin Walid dari Madinah menuju ke qabilah Bani Harits bin Kaab. Setelah mereka tiba di sana, Khalid bin Walid memerintahkan pasukannya supaya mengepung qabilah tersebut, dan menyeru segenap penduduknya supaya masuk Islam. Setelah segenap penjuru mereka duduki, maka berteriaklah mereka, Hai kaum, masuk Islamlah kalian, agar kalian selamat !.
Demikianlah rombongan Khalid bin Walid menyerukan seruan suci itu berulang-ulang kepada segenap penduduk Bani Harits. Setelah mereka mendengar seruan itu, mereka lalu datang berduyun-duyun kepada Khalid bin Walid untuk menyatakan keislaman mereka, yang sebelumnya mereka memeluk agama Nashrani (Kristen).
Dengan demikian Islamlah segenap penduduk Bani Harits tersebut. Dan untuk melaksanakan perintah Nabi SAW maka Khalid bin Walid bersama rombongan tinggal di sana beberapa waktu untuk mengajarkan agama Islam kepada mereka.
Kemudian Khalid bin Walid berkirim surat kepada Nabi SAW sebagai berikut :
مِنْ خَالِدِ بْنِ اْلوَلِيْدِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ. فَاِنّى اَحْمَدُ اِلَيْكَ اللهَ الَّذِى لاَ اِلهَ اِلاَّ هُوَ.
اَمَّا بَعْدُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْكَ. فَاِنَّكَ بَعَثْتَنِى اِلَى بَنِى اْلحَارِثِ بْنِ كَعْبٍ، وَ اَمَرْتَنِى اِذَا اَتَيْتُهُمْ اَلاَّ اُقَاتِلَهُمْ ثَلاَثَةَ اَيَّامٍ، وَ اَنْ اَدْعُوَهُمْ اِلىَ اْلاِسْلاَمِ، فَاِنْ اَسْلَمُوْا اَقَمْتُ فِيْهِمْ وَ قَبِلْتُ مِنْهُمْ وَ عَلَّمْتُهُمْ مَعَالِمَ اْلاِسْلاَمِ وَ كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ نَبِيّهِ، وَ اِنْ لَمْ يُسْلِمُوْا قَاتَلْتُهُمْ. وَ اِنّى قَدِمْتُ عَلَيْهِمْ فَدَعَوْتُهُمْ اِلَى اْلاِسْلاَمِ ثَلاَثَةَ اَيَّامٍ كَمَا اَمَرَنِى رَسُوْلُ اللهِ ص، وَ بَعَثْتُ فِيْهِمْ رُكْبَانًا قَالُوْا: يَا بَنِى اْلحَارِثِ، اَسْلِمُوْا تَسْلَمُوْا. فَاَسْلَمُوْا وَ لَمْ يُقَاتِلُوْا، وَ اَنَا مُقِيْمٌ بَيْنَ اَظْهُرِهِمْ آمُرُهُمْ بِمَا اَمَرَهُمُ اللهُ بِهِ وَ اَنْهَاهُمْ عَمَّا نَهَاهُمُ اللهُ عَنْهُ، وَ اُعَلّمُهُمْ مَعَالِمَ اْلاِسْلاَمِ وَ سُنَّةَ نَبِيّهِ ص. حَتَّى يَكْتُبَ اِلَيَّ رَسُوْلُ اللهِ ص.
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ. ابن هشام 5: 292
Dari Khalid bin Walid.
Keselamatan dan rahmat Allah serta barakah-Nya semoga dilimpahkan atas engkau, ya Rasulullah. Bahwasanya aku bersamamu memuji Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia. Adapun sesudah itu, ya Rasulullah, semoga rahmat Allah dilimpahkan atas engkau. Sesungguhnya engkau telah mengutus saya ke Bani Harits bin Kaab, dan engkau telah memerintahkan saya, apabila saya telah sampai kepada mereka, supaya saya tidak memerangi mereka selama tiga hari, dan supaya saya mengajak mereka masuk Islam. Jika mereka mau masuk Islam, saya supaya tinggal bersama mereka, serta memperlakukan mereka dengan baik, dan supaya saya mengajarkan pengetahuan-pengetahuan Islam, Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya kepada mereka. Tetapi jika mereka tidak mau masuk Islam, saya supaya memerangi mereka. Bahwasanya saya telah datang kepada mereka, dan telah menyeru mereka selama tiga hari supaya mereka masuk Islam sebagaimana yang Rasulullah SAW perintahkan kepada saya. Dan saya telah mengirim beberapa orang pasukan berkuda kepada mereka, orang-orang itu berseru, Hai Bani Harits, masuk Islamlah kalian, niscaya kalian selamat. Maka seketika itu juga mereka masuk Islam dan mereka tidak melawan. Dan saya sekarang berdiam bersama mereka, saya perintahkan kepada mereka apa yang telah Allah perintahkan kepada mereka, dan saya cegah mereka dari apa-apa yang telah Allah cegah kepada mereka. Saya mengajarkan kepada mereka pengetahuan-pengetahuan Islam dan Sunnah Nabi SAW, sehingga Rasulullah SAW menulis surat kepada saya.
Semoga keselamatan, rahmat Allah dan berkah-Nya dilimpahkan atas engkau, ya Rasulullah. [Ibnu Hisyam juz 5, hal. 292]
Demikianlah surat Khalid bin Walid kepada Nabi SAW. Surat itu dikirim kepada Nabi SAW di Madinah, lalu beliau membalas surat itu sebagai berikut :
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
مِنْ مُحَمَّدٍ النَّبِيّ رَسُوْلِ اللهِ، اِلىَ خَالِدِ بْنِ اْلوَلِيْدِ. سَلاَمٌ عَلَيْكَ، فَاِنّى اَحْمَدُ اِلَيْكَ اللهَ الَّذِى لاَ اِلهَ اِلاَّ هُوَ.
اَمَّا بَعْدُ: فَاِنَّ كِتَابَكَ جَاءَنِى مَعَ رَسُوْلِكَ تُخْبِرُ اَنَّ بَنِى اْلحَارِثِ بْنِ كَعْبٍ قَدْ اَسْلَمُوْا قَبْلَ اَنْ تُقَاتِلَهُمْ، وَ اَجَابُوْا اِلىَ مَا دَعَوْتَهُمْ اِلَيْهِ مِنَ اْلاِسْلاَمِ، وَ شَهِدُوْا اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَ رَسُوْلُهُ، وَ اَنْ قَدْ هَدَاهُمُ اللهُ بِهُدَاهُ، فَبَشّرْهُمْ وَ اَنْذِرْهُمْ، وَ لْيُقْبِلْ مَعَكَ وَ فْدُهُمْ.
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكَ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ. ابن هشام 5: 292
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Dari Muhammad, Nabi utusan Allah, kepada Khalid bin Walid. Semoga keselamatan dilimpahkan atasmu. Sesungguhnya aku bersamamu memuji kepada Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia. Adapun sesudah itu, bahwasanya suratmu telah datang kepadaku bersama utusanmu, yang memberitahukan bahwa Bani Harits bin Kaab telah masuk Islam sebelum kamu memerangi mereka, dan mereka telah menerima apa-apa yang kamu serukan kepada mereka supaya masuk Islam. Mereka telah mengakui, bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwasanya Muhammad itu hamba Allah dan utusan-Nya. Dan bahwa sesungguhnya Allah telah menunjuki mereka dengan petunjuk-Nya, maka gembirakanlah mereka dan peringatkanlah mereka. Dan datanglah dan hendaklah datang bersamamu utusan mereka. Semoga keselamatan dan rahmat Allah serta berkahnya dilimpahkan atasmu. [Ibnu Hisyam juz 5, hal. 292
Demikianlah surat balasan Nabi SAW kepada Khalid bin Walid yang dikirimkan melalui seorang utusan Khalid yang membawa surat tadi.

Kedatangan Khalid bin Walid bersama utusan Bani Harits.
Setelah balasan surat dari Nabi SAW tersebut sampai kepada Khalid bin Walid, lalu datanglah Khalid bin Walid bersama utusan kaum Bani Harits yang telah masukk Islam itu ke Madinah menghadap Nabi SAW. Diantara mereka itu ialah Qais bin Hushain (Dzil Ghushshah), Yazid bin Abdul Madaan, Jazid bin Muhajjal, Abdullah bin Quraad Az-Ziyaadiy, Syaddaad bin Abdullah Al-Qanaaniy, dan Amr bin Abdullah Ad-Dlibaabiy. Ketika mereka datang kepada Nabi SAW, setelah beliau melihat mereka, lalu beliau bertanya :
مَنْ هؤُلآءِ اْلقَوْمُ الَّذِى كَاَنَّهُمْ رِجَالُ اْلهِنْدِ؟ ابن هشام 5: 293
Siapakah itu, kaum yang seperti orang-orang bangsa India ?.
Seorang shahabat menjawab :
يَا رَسُوْلَ اللهِ، هؤُلاَءِ رِجَالُ بَنِى اْلحَارِثِ بْنِ كَعْبٍ
Ya Rasulullah, mereka itu adalah orang-orang dari Bani Harits bin Kaab. [Ibnu Hisyam  juz 5, hal. 293]
Kemudian ketika mereka menghadap Nabi SAW, mereka mengucapkan salam kepada beliau. Mereka lalu berkata :
نَشْهَدُ اَنَّكَ رَسُوْلُ اللهِ، وَ اَنَّهُ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ. ابن هشام 5: 293
Kami bersaksi bahwa engkau adalah Rasulullah, dan sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Allah. [Ibnu Hisyam juz 5, hal. 193]
Nabi SAW bersabda :
وَ اَنَا اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ، وَ اَنّى رَسُوْلُ اللهِ.
Dan aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan bahwasanya aku adalah utusan Allah. [Ibnu Hisyam juz 5, hal. 293]
Lalu beliau bersabda kepada mereka :
اَنْتُمُ الَّذِيْنَ اِذَا زُخِرُوْا اسْتَقْدَمُوْا
Kalianlah orang-orang yang apabila ditakut-takuti, kalian maju ke depan.
Mereka diam saja mendengarkan sabda Nabi SAW yang demikian, seorangpun diantara mereka tidak ada yang menyahut. Kemudian Nabi SAW mengulangi lagi sabda yang demikian itu untuk yang kedua, namun tidak ada seorangpun dari mereka yang menjawab. Kemudian beliau mengulanginya yang ketiga kalinya, tetapi mereka tetap diam, tidak ada seorangpun yang menjawab. Kemudian Nabi SAW mengulangi lagi untuk yang keempat kalinya. Maka salah seorang diantara mereka, yang bernama Jazid bin Abdul Madaan lalu menjawab :
نَعَمْ يَا رَسُوْلَ اللهِ، نَحْنُ الَّذِيْنَ اِذَا زُجِرُوْا اسْتَقْدَمُوْا
Ya benar, ya Rasulullah, kamilah orang-orang yang apabila ditakut-takuti, maju ke depan. [Ibnu Hisyam juz 5, hal. 293]
Jazid mengulangi jawaban yang demikian itu sampai empat kali pula.
Kemudian Nabi SAW bersabda kepada mereka :
لَوْ اَنَّ خَالِدًا لَمْ يَكْتُبْ اِلَيَّ اَنَّكُمْ اَسْلَمْتُمْ وَ لَمْ تُقَاتِلُوْا، َلاَلْقَيْتُ رُءُوْسَكُمْ تَحْتَ اَقْدَامِكُمْ. ابن هشام 5: 294
Andaikata Khalid tidak menulis surat kepadaku, bahwa kalian telah masuk Islam dan kalian tidak melawan, niscaya kulemparkan kepala-kepala kalian di bawah telapak kaki kalian. [Ibnu Hisyam juz 5, hal. 294]
Jazid bin Abdul Madaan menjawab :
اَمَا وَ اللهِ، مَا حَمِدْنَاكَ وَ لاَ حَمِدْنَا خَالِدًا
Demi Allah, kami tidak memuji tuan dan tidak memuji kepada Khalid. [Ibnu Hisyam juz 5, hal. 294]
Nabi SAW bertanya :
Lalu siapakah yang kalian puji ?.  فَمَنْ حَمِدْتُمْ؟
Mereka menyahut :
حَمِدْنَا اللهَ عَزَّ وَ جَلَّ الَّذِى هَدَانَا بِكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ
Kami memuji kepada Allah Azza wa Jalla  yang telah memberi petunjuk kepada kami dengan lantaran engkau, ya Rasulullah. [Ibnu Hisyam juz 5, hal. 294]
Nabi SAW bersabda :
Kalian benar !.    صَدَقْتُمْ
Kemudian Nabi SAW bertanya :
بِمَ كُنْتُمْ تَغْلِبُوْنَ مَنْ قَاتَلَكُمْ فِى اْلجَاهِلِيَّةِ؟
Dengan apa kalian dapat mengalahkan orang-orang yang memerangi kalian pada masa jahiliyah ?. [Ibnu Hisyam juz 5, hal. 294]
Mereka menjawab :
لَمْ نَكُنْ نَغْلِبُ اَحَدًا. ابن هشام 5: 294
 Kami tidak pernah mengalahkan seseorangpun.
Nabi SAW bersabda :
بَلَى، قَدْ كُنْتُمْ تَغْلِبُوْنَ مَنْ قَاتَلَكُمْ.
Ya, sesungguhnya kalian pernah mengalahkan orang yang memerangi kalian.
Mereka menjawab :
كُنَّا نَغْلِبُ مَنْ قَاتَلَنَا يَا رَسُوْلَ اللهِ، اِنَّا كُنَّا نَجْتَمِعُ وَ لاَ نَفْتَرِقُ وَ لاَ نَبْدَأُ اَحَدًا بِظُلْمٍ. ابن هشام 5: 294
Benar, kami pernah mengalahkan orang-orang yang memerangi kami ya Rasulullah, karena kami sesungguhnya bersatu padu, dan kami tidak bercerai berai, dan kami tidak memulai (mendahului) seseorang dengan kedhaliman. [Ibnu Hisyam juz 5, hal. 294]
Nabi SAW bersabda :
Kalian benar.   صَدَقْتُمْ
Kemudian Nabi SAW mengangkat Qais bin Hushain sebagai ketua kaum Bani Harits bin Kaab.
Kemudian pada akhir bulan Syawwal atau permulaan bulan Dzul qadah tahun ke-10 Hijriyah, utusan dari Bani Harits bin Kaab itu kembali kepada kaum mereka.

Baca Juga : Wafatnya Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq RA.


Demo Blog NJW V2 Updated at: 18:54

0 comments:

Post a Comment

Disarankan berkomentar menggunakan Akun Google+. Komentar SPAM dan SPAMMY (menyertakan link hidup, minta kunjungan balik, & nama blog) otomatis tidak akan muncul. Pertanyaan OOT silakan di Halaman Ruang Konsultasi. Jika menginginkan Link Tinggalkan alamat Email, Sebelum bertanya, Cari Dulu di Kotak Pencarian! Thx