Jaminan 100%

“Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Akan hidup terus setelah mati

“Jika seorang manusia mati maka terputuslah darinya amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya.” .

Free Consultations

Konsultasi gratis di halaman Konsultasi. Konsultasi via email abuhening@gmail.com hanya untuk Layanan klien.

26 Khalid bin Sa'id tiba di Taimaa

Posted by

4. Khalid bin Sa'id tiba di Taimaa'


tauhid
Tarikh Al-Khulafaaur Raasyidiin (ke-26)

Khalid bin Sa'id bin Al-'Aash ketika telah datang dari Yaman, ia lalu menghadap Abu Bakar Ash-Shiddiq. Kemudian beliau mengangkatnya menjadi pimpinan pasukan yang dikirim ke Taimaa'.
Di dalam kitab Tarikh Al-Bidaayah wan Nihaayah disebutkan sebagai berikut :

قَالَ ابْنُ جَرِيْرٍ: وَلَمَّا انْتَهَى خَالِدُ بْنُ سَعِيْدٍ اِلىَ تَيْمَاءَ اجْتَمَعَ لَهُ جُنُوْدٌ مِنَ الرُّوْمِ فِي جَمْعٍ كَثِيْرٍ مِنْ نَصَارَى اْلعَرَبِ، مِنْ غِيْرَا وَ تَنُوْخٍ وَ بَنِيْ كَلْبٍ وَ سَلِيْحٍ وَ لَخَمٍ وَ جُذَامٍ وَ غَسَّانَ. فَتَقَدَّمَ اِلَيْهِمْ خَالِدُ بْنُ سَعِيْدٍ، فَلَمَّا اقْتَرَبَ مِنْهُمْ تَفَرَّقُوْا عَنْهُ وَدَخَلَ كَثِيْرٌ مِنْهُمْ فِي اْلاِسْلاَمِ،

Ibnu Jarir berkata, "Ketika Khalid bin Sa'id sampai di Taimaa' ternyata tentara Romawi telah mengumpulkan pasukan besar yang terdiri dari warga 'Arab Nashrani yang berasal dari Ghiro, Tanukh, Bani Kalb, Salih, Lakhm, Judzam dan Ghassan dalam keadaan siap bertempur. Kemudian Khalid bin Sa'id maju mendekati mereka. Setelah Khalid bin Sa'id mendekat, mereka lari kocar-kacir dan banyak yang masuk Islam.

وَ بَعَثَ اِلَى الصّدّيْقُ يُعْلِمُهُ بِمَا وَقَعَ مِنَ اْلفتْحِ، فَاَمَرَهُ الصّدّيْقِ اَنْ يَتَقَدَّمَ وَلاَ يَحْجُمَ، وَ اَمَدَّهُ بِاْلوَلِيْدِ بْنِ عُتْبَةَ وَ عِكْرِمَةَ بْنِ اَبِي جَهْلٍ وَ جَمَاعَةٍ. فَسَارَ اِلىَ قَرِيْبٍ مِنْ اِيْلِيَاءَ فَالْتَقَى هُوَ وَ اَمِيْرٌ مِنَ الرُّوْمِ يُقَالُ لَهُ مَاهَانُ فَكَسَرَهُ. وَلَجَأَ مَاهَانُ اِلَى دِمَشْقَ، فَلَحِقَهُ خَالِدُ بْنُ سَعِيْدٍ، وَ بَادَرَ الْجُيُوْشُ اِلَى لُحُوْقِ دِمَشْقَ وَ طَلَبَ الْحَظْوَةَ، فَوَصَلُوْا اِلَى مَرْجِ الصَّفْرَاءِ، فَانْطَوَتْ عَلَيْهِ مَسَالِحُ مَاهَانَ وَ اَخَذُوْا عَلَيْهِمُ الطَّرِيْقَ، وَ زَحَفَ مَاهَانُ فَفَرَّ خَالِدُ بْنُ سَعِيْدٍ، فَلَمْ يَرِدْ اِلَى ذِي الْمَرْوَةِ. وَ اسْتَحْوَذَ الرُّوْمُ عَلَى جَيْشِهِمْ اِلاَّ مَنْ فَرَّ عَلَى الْخَيْلِ. وَ ثَبَتَ عِكْرِمَةُ بْنُ اَبِي جَهْلٍ وَ قَدْ تَقَهْقَرَ عَنِ الشَّامِ قَرِيْبًا وَ بَقِيَ رِدَءًا لِمَنْ نَفَرَ اِلَيْهِ.

Kemudian Khalid bin Sa'id mengirim surat kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq memberitakan tentang kemenangan tersebut. Kemudian Abu Bakar Ash-Shiddiq memerintahkannya untuk terus maju dan jangan mundur. Lalu Abu Bakar mengirimkan bala bantuan pasukan dibawah pimpinan Al-Walid bin 'Utbah dan 'Ikrimah bin Abu Jahl.
Pasukan Islam terus berjalan mendekati Iiliyaa'. Sesampainya di sana, bertemulah Khalid bin Sa'id dengan salah seorang panglima Romawi yang bernama Maahaan. Dan Khalid bin Sa'id berhasil mengalahkannya, sedangkan Maahaan akhirnya lari ke Damaskus, dan Khalid beserta pasukannya terus mengejarnya hingga ke Damaskus dan menuju Hadhwah. Setelah pasukan muslimin sampai di Marjish Shofroo', ternyata pasukan Maahaan balik menyerang dan menutup jalan kaum muslimin. Maahaan terus menyerbu dan akhirnya Khalid bin Sa'id melarikan diri ke Dzul Marwah. Pasukan Romawi berhasil mengalahkannya, kecuali yang melarikan diri dengan kuda-kuda mereka.
Pada waktu itu 'Ikrimah bin Abu Jahl tetap tegar dengan pasukannya. Sebelumnya ia juga dipukul mundur dari Syam. Akhirnya pasukannya menjadi tempat berlindung bagi pasukan Khalid bin Sa'id yang melarikan diri.

وَ اَقْبَلَ شُرَحْبِيْلُ بْنُ حَسَنَةَ مِنَ الْعِرَاقِ مِنْ عِنْدِ خَالِدِ بْنِ الْوَلِيْدِ اِلَى الصّدّيْقِ، فَاَمَّرَهُ عَلَى جَيْشِهِ وَ بَعَثَهُ اِلَى الشَّامِ، فَلَمَّا مَرَّ بِخَالِدِ بْنِ سَعِيْدٍ بِذِي الْمَرْوَةِ، اَخَذَ جُمْهُوْرَ اَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ هَرَبُوْا اِلَى ذِي الْمَرْوَةِ.

Ketika Syurahbil datang kepada Abu Bakar dari sisi Khalid bin Walid dari 'Iraq, lalu Abu Bakar mengangkatnya sebagai panglima pasukan dan mengirimnya ke Syam. Ketika dia melewati Khalid bin Sa'id di Dzil Marwah, dia mengambil sebagian besar pasukan Khalid bin Sa'id yang melarikan diri ke Dzil Marwah.

ثُمَّ اجْتَمَعَ عِنْدَ الصّدّيْقِ طَائِفَةٌ مِنَ النَّاسِ فَاَمَّرَ عَلَيْهِمْ مُعَاوِيَةَ بْنَ اَبِي سُفْيَانَ وَ اَرْسَلَهُ وَرَاءَ اَخِيْهِ يَزِيْدَ بْنِ اَبِي سُفْيَانَ. وَلَمَّا مَرَّ بِخَالِدِ بْنِ سَعِيْدٍ اَخَذَ مَنْ كَانَ بَقِيَ مَعَهُ بِذِي الْمَرْوَةِ اِلَى الشَّامِ. ثُمَّ اَذِنَ الصّدّيْقُ لِخَالِدِ بْنِ سَعِيْدٍ فِي الدُّخُوْلِ اِلَى الْمَدِيْنَةِ وَ قَالَ: كَانَ عُمَرُ اَعْلَمَ بِخَالِدٍ. البداية و النهاية 7: 7

Kemudian berkumpullah pasukan yang banyak pada Abu Bakar Ash-Shiddiq, kemudian beliau mengangkat Mu'awiyah bin Abu Sufyan sebagai panglima dan menugaskan supaya berangkat ke Syam mengikuti saudaranya, yaitu Yazid bin Abu Sufyan. Dan ketika melewati Khalid bin Sa'id, dia mengambil pasukan yang tersisa di Dzul Marwah untuk dibawa ke Syam. Kemudian Abu Bakar Ash-Sgiddiq mengijinkan Khalid bin Sa'id kembali ke Madinah. Beliau berkata, "Dahulu 'Umar telah memberitahukan tentang Khalid". [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 7]
5. Awwal peperangan di negeri Syam
Di dalam kitab tarikh Al-Bidaayah wan Nihaayah disebutkan sebagai berikut :

وَ يُقَالُ اِنَّ اَوَّلَ حَرْبٍ وَقَعَ بِالشَّامِ اَنَّ الرُّوْمَ اجْتَمَعُوْا بِمَكَانٍ يُقَالُ لَهُ اْلعَرَبَةُ مِنْ اَرْضِ فِلِسْطِيْنَ، فَوَجَّهَ اِلَيْهِمْ اَبَا اُمَامَةَ اْلبَاهِلِيَّ فِي سَرِيَّةٍ فَقَتَلَهُمْ وَ غَنِمَ مِنْهُمْ، وَ قَتَلَ مِنْهُمْ بِطْرِيْقًا عَظِيْمًا. ثُمَّ كَانَتْ بَعْدَ هذِهِ وَقْعَةُ مَرْجِ الصَّفْرَاءِ، اُسْتُشْهِدَ فِيْهَا خَالِدُ بْنُ سَعِيْدِ بْنِ اْلعَاصِ وَ جَمَاعَةٌ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ. وَ يُقَالُ اِنَّ الَّذِي اُسْتُشْهِدَ فِي مَرْجِ الصَّفْرَاءِ اِبْنٌ لِخَالِدِ بْنِ سَعِيْدٍ، وَ اَمَّا هُوَ فَفَرَّ حَتَّى اِنْحَازَ اِلَى اَرْضِ الْحِجَازِ. فَاللهُ اَعْلَمُ، حَكَاهُ ابْنُ جَرِيْرٍ. البداية و النهاية 7: 6

Disebutkan tentang awwal peperangan yang terjadi di Syam, bahwa Romawi telah menyiapkan pasukannya di suatu tempat yang bernama Al-'Arabah di wilayah Palestina. Yazid bin Abu Sufyan segera memerintahkan Abu Umamah Al-Bahiliy untuk bergerak menuju ke sana dengan sejumlah pasukan. Dan dia berhasil mengalahkan musuh dan membawa harta rampasan, dan terbunuh pula seorang pangilma Romawi yang diagungkan. Kemudian setelah itu, terjadi perang Marjish Shofroo'. Dalam peperangan ini gugurlah sejumlah pasukan muslimin, termasuk Khalid bin Sa'id bin Al-'Aash. Namun ada yang mengatakan bahwa yang gugur di peperangan Marjish Shofroo' itu bukan Khalid bin Sa'id, tetapi putranya Khalid bin Sa'id, adapun Khalid bin Sa'id sendiri melarikan diri ke daerah Hijaz, walloohu a'lam. Demikian diungkapkan oleh Ibnu Jarir. [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 6]

6. Perang Yarmuk
Ahli tarikh berbeda pendapat tentang kapan terjadinya perang Yarmuk.
Sebagaimana disebutkan oleh Saif bin 'Umar dan diikuti oleh Abu Ja'far Ibnu Jarir Ath-Thabariy, perang Yarmuk terjadi pada tahun 13 H sebelum penaklukan Damaskus.
Adapun Al-Hafidh Ibnu 'Asakir menukil dari Yazid bin Abu 'Ubaidah, Al-Walid bin Muslim, Ibnu Lahi'ah, Al-Laits, dan Abu Ma'syar bahwa peristiwa tersebut terjadi pada tahun ke 15 H setelah penaklukan Damaskus.
Muhammad bin Ishaq berkata : Perang Yarmuk terjadi pada bulan Rajab tahun 15 H. Khalifah bin Khayyat berkata : Ibnul Kalbiy mengatakan bahwa perang Yarmuk terjadi pada hari Senin tanggal 5 bulan Rajab tahun 15 H.
Aku (Ibnu Katsir) berkata : (tahun 13 H) yang disebutkan oleh Saif bin 'Umar dan lainnya itu adalah menurut apa yang disebutkan oleh Ibnu Jarir dan lainnya, walloohu a'lam.

7. Persiapan Romawi menghadapi peperangan

قَالَ: وَلَمَّا تَوَجَّهَتْ هذِهِ الْجُيُوْشُ نَحْوَ الشَّامِ اَفْزَعَ ذلِكَ الرُّوْمَ وَخَافُوْا خَوْفًا شَدِيْدًا، وَ كَتَبُوْا اِلَى هِرَقْلَ يُعْلِمُوْنَهُ بِمَا كَانَ مِنَ اْلاَمْرِ. فَيُقَالُ اِنَّهُ كَانَ يَوْمَئِذٍ بِحِمْصَ. وَيُقَالُ: كَانَ حَجَّ عَامَهُ ذلِكَ اِلَى بَيْتِ الْمُقَدَّسِ. فَلَمَّا انْتهَى اِلَيْهِ الْخَبَرُ. قَالَ لَهُمْ: وَيْحَكُمْ اِنَّ هؤُلآَءِ اَهْلُ دِيْنٍ جَدِيْدٍ، وَ اِنَّهُمْ لاَ قِبَلَ لاَحَدٍ بِهِمْ، فَاَطِيْعُوْنِي وَ صَالِحُوْهُمْ بِمَا تُصَالِحُوْنَهُمْ عَلَى نِصْفِ خَرَاجِ الشَّامِ، وَ يَبْقَى لَكُمْ جِبَالُ الرُّوْمِ. وَ اِنْ اَنْتُمْ اَبَيْتُمْ ذلِكَ، اَخَذُوْا مِنْكُمُ الشَّامَ وَ ضَيَّقُوْا عَلَيْكُمْ جِبَالَ الرُّوْمِ.

(Ibnu Jarir) berkata, "Ketika pasukan Islam berjalan menuju Syam, tentara Romawi merasa kaget dan sangat takut, mereka segera mengirim surat kepada Hiraqlius memberitahukan kepadanya tentang peristiwa tersebut". Disebutkan bahwa Hiraqlius ketika itu sedang berada di Himsha, ada yang mengatakan pada tahun itu dia sedang berziyarah ke Baitul Maqdis.
Ketika berita ini sampai kepadanya, dia menulis surat balasan, "Celakalah kalian, sesungguhnya mereka itu adalah pemeluk agama baru. Sesungguhnya, tidak ada seorangpun yang dapat mengalahkan mereka. Maka patuhlah kepadaku dan berdamailah dengan mereka dengan menyerahkan kepada mereka separuh dari penghasilan bumi Syam. Dan kalian masih memiliki pegunungan Romawi. Jika kalian tidak mematuhi kata-kataku maka mereka pasti akan merampas negeri Syam dari kalian dan akan memojokkan kalian hingga terjepit di pegunungan Romawi".

فَنَخَرُوْا مِنْ ذلِكَ نَخْرَةَ حُمُرِ الْوَحْشِ كَمَا هِيَ عَادَاتُهُمْ فِي قِلَّةِ الْمَعْرِفَةِ وَ الرَّأْيِ بِالْحَرْبِ وَ النُّصْرَةِ فِي الدّيْنِ وَ الدُّنْيَا. فَعِنْدَ ذلِكَ سَارَ اِلَى حِمْصَ. وَ اَمَرَ هِرَقْلُ بِخُرُوْجِ الْجُيُوْشِ الرُّوْمِيَّةِ صُحْبَةَ اْلاُمَرَاءِ، فِي مُقَابَلَةِ كُلّ اَمِيْرٍ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ جَيْشٌ كَثِيْفٌ. فَبَعَثَ اِلىَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ اَخًا لَهُ لاَبَوَيْهِ، تَذَارِقَ، فِي تِسْعِيْنَ اَلْفًا مِنَ الْمُقَاتَلَةِ. وَ بَعَثَ جَرْجَهَ بْنَ بُوْذِيْهَا اِلَى نَاحِيَةِ يَزِيْدَ بْنِ اَبِي سُفْيَانَ، فَعَسْكَرَ بِاِزَائِهِ فِي خَمْسِيْنَ اَلْفًا اَوْ سِتّيْنَ اَلْفًا. وَ بَعَثَ الدُّرَاقِصَ اِلَى شُرَحْبِيْلَ بْنِ حَسَنَةَ. وَ بَعَثَ اللّقِيْقَارَ وَ يُقَالُ الْقَيْقَلاَنَ فِي سِتّيْنَ اَلْفًا اِلَى اَبِي عُبَيْدَةَ بْنِ الْجَرَّاحِ.

Ketika mendapat balasan seperti itu, mereka kebingungan laksana keledai liar sebagaimana kebiasaan mereka, karena mereka sedikit pengetahuannya tentang berperang dan tidak mendapat pertolongan dengan agama dan dunia. Ketika itu Kaisar Hiraqlius sedang berkunjung ke Himsha, dia memerintahkan agar seluruh panglima Romawi keluar dengan membawa pasukan yang banyak untuk menghadapi pasukan muslimin. Dia memerintahkan saudara kandungnya, Tadzariq, dengan membawa 90.000 pasukan untuk menghadapi 'Amr bin Al-'Aash, dan dia mengutus Jarajah bin Budziha untuk menghadapi Yazid bin Abu Sufyan dengan mendirikan kemahnya sejajar dengan kemahnya Yazid bin Abu Sufyan dengan pasukan sebanyak 50.000 hingga 60.000 orang. Hiraqlius juga mengutus Al-Duraqis untuk menghadapi Syurahbil bin Hasanah. Dan Al-Liqiqar (ada yang mengatakan Al-Qaiqalan) untuk menghadapi Abu 'Ubaidah bin Al-Jarrah dengan membawa 60.000 pasukan.

وَ قَالَتِ الرُّوْمُ: وَ اللهِ لَنُشْغِلَنَّ اَبَا بَكْرٍ عَنْ اَنْ يُوْرِدَ الْخُيُوْلَ اِلَى اَرْضِنَا. وَ جَمِيْعُ عَسَاكِرِ الْمُسْلِمِيْنَ اَحَدٌ وَ عِشْرُوْنَ اَلْفًا سِوَى الْجَيْشِ الَّذِيْ مَعَ عِكْرِمَةَ بْنِ اَبِي جَهْلٍ. وَ كَانَ وَاقِفًا فِي طَرْفِ الشَّامِ رِدَءًا لِلنَّاسِ فِي سِتَّةِ آلاَفٍ. فَكَتَبَ اْلاُمَرَاءُ اِلَى اَبِي بَكْرٍ وَ عُمَرَ يُعْلِمُوْنَهُمَا بِمَا وَقَعَ مِنَ اْلاَمْرِ الْعَظِيْمِ.

Orang-orang Romawi berkata, "Demi Allah, kita akan membuat Abu Bakar Ash-Shiddiq kesulitan mengerahkan para pasukan berkudanya untuk menginjakkan kaki mereka di bumi kita".
Jumlah tentara pasukan muslimin ketika itu hanya sekitar 21.000 orang selain pasukan 'Ikrimah bin Abu Jahl yang mereka itu berhenti di perbatasan negeri Syam dengan 6.000 pasukannya untuk membantu pasukan Islam bila diperlukan. Kemudian para panglima muslimin menulis surat kepada Abu Bakar dan 'Umar memberitahukan tentang keberadaan pasukan musuh yang sangat besar jumlahnya.

فَكَتَبَ اِلَيْهِمْ اَنِ اجْتَمِعُوْا وَ كُوْنُوْا جُنْدًا وَاحِدًا وَ الْقُوْا جُنُوْدَ الْمُشْرِكِيْنَ، فَاَنْتُمْ اَنْصَارُ اللهِ، وَ اللهُ يَنْصُرُ مَنْ نَصَرَهُ، وَ خَاذَلَ مَنْ كَفَرَهُ، وَ لَنْ يُؤْتَى مِثْلُكُمْ عَنْ قِلَّةٍ، وَ لكِنْ مِنْ تِلْقَاءِ الذُّنُوْبِ فَاحْتَرِسُوْا مِنْهَا، وَ لْيُصَلّ كُلُّ رَجُلٍ مِنْكُمْ بِاَصْحَابِهِ. وَ قَالَ الصّدّيْقُ: وَ اللهِ لاُشْغِلَنَّ النَّصَارَى عَنْ وَسَاوِسِ الشَّيْطَانِ بِخَالِدِ بْنِ الْوَلِيْدِ. وَ بَعَثَ اِلَيْهِ وَ هُوَ بِالْعِرَاقِ لِيَقْدُمَ اِلَى الشَّامِ فَيَكُوْنُ اْلاَمِيْرَ عَلَى مَنْ بِهِ، فَاِذَا فَرَغَ عَادَ اِلَى عَمَلِهِ بِالْعِرَاقِ. البداية والنهاية 7: 8

Maka Abu Bakar membalas surat mereka dan mengatakan :
"Hendaklah kalian besatu dalam satu pasukan, dan hadapilah tentara kaum musyrikin, sesungguhnya kalian adalah Anshoorullooh (para penolong agama Allah) dan Allah pasti akan menolong orang yang menolong agama-Nya. Sebaliknya Dia pasti akan menghinakan orang-orang yang kafir kepada-Nya. Sesungguhnya kalian tidak akan dikalahkan karena jumlah kalian yang sedikit, tetapi kalian akan dikalahkan disebabkan dosa-dosa kalian, maka jagalah diri kalian dari dosa-dosa, dan hendaklah setiap panglima pasukan shalat bersama tentaranya".

Abu Bakar Ash-Shiddiq berkata, "Demi Allah, aku pasti akan menyibukkan orang-orang Nashrani yang mendapatkan bisikan syaithan dengan mendatangkan Khalid bin Walid. Dan Abu Bakar menugaskan kepada Khalid bin Walid sebagai panglima pasukan yang pada waktu itu masih berada di 'Iraq supaya berangkat ke Syam. Dan apabila tugas sudah selesai supaya kembali ke Iraq". [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 8]


Demo Blog NJW V2 Updated at: 01:35

0 comments:

Post a Comment

Disarankan berkomentar menggunakan Akun Google+. Komentar SPAM dan SPAMMY (menyertakan link hidup, minta kunjungan balik, & nama blog) otomatis tidak akan muncul. Silahkan di Copy dan di Share kalau di rasa bermanfaat tidak perlu izin. Jika menginginkan Link Tinggalkan alamat Email, Sebelum bertanya, Cari Dulu di Kotak Pencarian! Thx