Jaminan 100%

“Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Akan hidup terus setelah mati

“Jika seorang manusia mati maka terputuslah darinya amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya.” .

Free Consultations

Konsultasi gratis di halaman Konsultasi. Konsultasi via email abuhening@gmail.com hanya untuk Layanan klien.

Gambaran surga dan neraka (6)

Posted by


Hidup sesudah mati (ke-16)
Gambaran surga dan neraka (6)
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: قَالَ اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ: اَعْدَدْتُ لِعِبَادِيَ الصَّالِحِيْنَ مَا لاَ عَيْنٌ رَأَتْ وَ لاَ اُذُنٌ سَمِعَتْ وَ لاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ، مِصْدَاقُ ذلِكَ فِى كِتَابِ اللهِ: فَلاَ تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا اُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ اَعْيُنٍ جَزَآءً بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ. مسلم 4: 2174
Dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Allah ‘Azza wa Jalla berfirman (yang artinya) Aku telah menyediakan untuk hamba-hamba-Ku yang shalihin, apa-apa yang belum pernah mata memandang, belum pernah telinga mendengar dan belum pernah terlintas di hati seseorang”. Membenarkan hal itu dalam kitab Allah : Falaa ta’lamu nafsum maa ukhfiya lahum min qurroti a’yunin jazaa-am bimaa kaanuu ya’maluun [QS. As-Sajdah : 17] (Tiada seorangpun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu bermacam-macam nikmat yang menyedapkan pandangan mata, sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan)”. [HR. Muslim juz 4 hal. 2174]
عَنْ جَابِرٍ بْنِ عَبْدِ اللهِ يَقُوْلُ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: يَأْكُلُ اَهْلُ اْلجَنَّةِ فِيْهَا وَ يَشْرَبُوْنَ وَ لاَ يَتَغَوَّطُوْنَ وَ لاَ يَمْتَخِطُوْنَ وَ لاَ يَبُوْلُوْنَ وَ لكِنْ طَعَامُهُمْ ذَاكَ جُشَاءٌ كَرَشْحِ اْلمِسْكِ يُلْهَمُوْنَ التَّسْبِيْحَ وَ اْلحَمْدَ كَمَا يُلْهَمُوْنَ النَّفَسَ. مسلم 4: 2181
Dari Jabir bin ‘Abdullah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Orang-orang ahli surga makan dan minum, dan mereka tidak buang air, tidak buang ingus dan tidak kencing, tetapi semua makanan itu jadi sendawa bagaikan bau kasturi. Diilhamkan kepada mereka tasbih dan tahmid sebagaimana mereka biasa bernafas”. [HR. Muslim juz 4, hal. 2181]
و فى رواية عَنْ جَابِرٍ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: وَ يُلْهَمُوْنَ التَّسْبِيْحَ وَ التَّكْبِيْرَ كَمَا يُلْهَمُوْنَ النَّفَسَ. مسلم 4: 2181
Dan dalam satu riwayat dari Jabir dari Nabi SAW beliau bersabda, “Dan diilhamkan kepada mereka tasbih dan takbir sebagaimana mereka biasa bernafas”. [HR. Muslim juz 4, hal. 2181]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ الله ص: اِنَّ اَوَّلَ زُمْرَةٍ يَدْخُلُوْنَ اْلجَنَّةَ عَلَى صُوْرَةِ اْلقَمَرِ لَيْلَةَ اْلبَدْرِ وَ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ عَلَى اَشَدّ كَوْكَبٍ دُرّيّ فِى السَّمَاءِ اِضَاءَةً، لاَ يَبُوْلُوْنَ وَ لاَ يَتَغَوَّطُوْنَ وَ لاَ يَمْتَخِطُوْنَ وَ لاَ يَتْفُلُوْنَ، اَمْشَاطُهُمُ الذَّهَبُ، وَ رَشْحُهُمُ اْلمِسْكُ، وَ مَجَامِرُهُمُ اْلاَلُوَّةُ، اَزْوَاجُهُمُ اْلحُوْرُ اْلعِيْنُ، اَخْلاَقُهُمْ عَلَى خُلُقِ رَجُلٍ وَاحِدٍ، عَلَى صُوْرَةِ اَبِيْهِمْ آدَمَ سِتُّوْنَ ذِرَاعًا فِى السَّمَاءِ.مسلم 4: 2179
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya rombongan pertama orang-orang yang masuk surga bagaikan bulan purnama, kemudian orang-orang berikutnya bagaikan bintang yang paling terang di langit. Mereka tidak kencing dan tidak buang air, tidak beringus dan tidak meludah. Sisir mereka dari emas, bau peluh mereka bagaikan kasturi, ukup-ukupan mereka kayu gaharu yang sangat harum (cendana), istri-istri mereka bidadari-bidadari, akhlaq mereka sama-sama, bentuk mereka seperti ayah mereka Nabi Adam AS, tingginya enam puluh hasta menjulang ke langit. [HR. Muslim juz 4, hal. 2179]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اَوَّلُ زُمْرَةٍ تَلِجُ اْلجَنَّةَ صُوَرُهُمْ عَلَى صُوْرَةِ اْلقَمَرِ لَيْلَةَ اْلبَدْرِ، لاَ يَبْصُقُوْنَ فِيْهَا وَ لاَ يَمْتَخِطُوْنَ وَ لاَ يَتَغَوَّطُوْنَ فِيْهَا، آنِيَتُهُمْ وَ اَمْشَاطُهُمْ مِنَ الذَّهَبِ وَ اْلفِضَّةِ، وَ مَجَامِرُهُمْ مِنَ اْلاَلُوَّةِ وَ رَشْحُهُمُ اْلمِسْكُ، وَ لِكُلّ وَاحِدٍ مِنْهُمْ زَوْجَتَانِ يُرَى مُخُّ سَاقِهِمَا مِنْ وَرَاءِ اللَّحْمِ مِنَ اْلحُسْنِ، لاَ اخْتِلاَفَ بَيْنَهُمْ وَ لاَ تَبَاغُضَ قُلُوْبُهُمْ قَلْبٌ وَاحِدٌ يُسَبّحُوْنَ اللهَ بُكْرَةً وَ عَشِيًّا. مسلم 4: 2180
Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Pertama-tama rombongan orang yang masuk surga gambaran mereka seperti bulan purnama. Mereka tidak meludah di dalamnya, tidak beringus dan tidak pula buang air. Bejana dan sisir mereka dari emas dan perak, Ukup-ukupan mereka dari kayu gaharu, peluhnya bagaikan kasturi, untuk tiap-tiap orang dari mereka mendapat dua istri yang terlihat sumsum betisnya dari balik daging karena sangat cantiknya, tidak ada perselisihan diantara mereka dan tidak ada pula kebencian, hati mereka hati seorang dan mereka bertasbih kepada Allah setiap pagi dan sore”. [HR. Muslim juz 4, hal. 2180]
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ قَيْسٍ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: اِنَّ لِلْمُؤْمِنِ فِى اْلجَنَّةِ لَخَيْمَةً مِنْ لُؤْلُؤَةٍ وَاحِدَةٍ مُجَوَّفَةٍ طُوْلُهَا سِتُّوْنَ مِيْلاً. لِلْمُؤْمِنِ فِيْهَا اَهْلُوْنَ يَطُوْفُ عَلَيْهِمُ اْلمُؤْمِنُ فَلاَ يَرَى بَعْضُهُمْ بَعْضًا. مسلم 4: 2182
Dari ‘Abdullah bin Qais, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Sesungguhnya bagi seorang mukmin di surga mempunyai khemah dari mutiara yang berlubang, tingginya enam puluh mil. Seorang mukmin mempunyai keluarga di dalamnya, dan orang-orang mukmin mengelilingi mereka, maka sebagian mereka tidak melihat sebagian yang lain”. [HR. Muslim juz 4, hal. 2182]
عَنْ اَبِى سَعِيْدِ اْلخُدْرِيّ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: اِنَّ فِى اْلجَنَّةِ شَجَرَةً يَسِيْرُ الرَّاكِبُ اْلجَوَادَ اْلمُضَمَّرَ السَّرِيْعَ مِائَةَ عَامٍ مَا يَقْطَعُهَا. مسلم 4: 2176
Dari Abu Sa’id Al-Khudriy dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Sesungguhnya di surga itu ada pohon, yang apabila seorang berkendaraan kuda yang paling cepat lari di bawahnya seratus tahun tidak akan habis (putus) naungannya”. [HR. Muslim juz 4, hal. 2176]
عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: اِنَّ فِى اْلجَنَّةِ لَسُوْقًا يَأْتُوْنَهَا كُلَّ جُمُعَةٍ فَتَهَبُّ رِيْحُ الشّمَالِ فَتَحْثُوْ فِى وُجُوْهِهِمْ وَ ثِيَابِهِمْ فَيَزْدَادُوْنَ حُسْنًا وَ جَمَالاً. فَيَرْجِعُوْنَ اِلَى اَهْلِيْهِمْ وَ قَدِ ازْدَادُوْا حُسْنًا وَ جَمَالاً فَيَقُوْلُ لَهُمْ اَهْلُوْهُمْ: وَ اللهِ لَقَدِ ازْدَدْتُمْ بَعْدَنَا حُسْنًا وَ جَمَالاً. فَيَقُوْلُوْنَ: وَ اَنْتُمْ وَ اللهِ لَقَدِ ازْدَدْتُمْ بَعْدَنَا حُسْنًا وَ جَمَالاً. مسلم 4: 2178
Dari Anas bin Malik bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya di surga ada sebuah pasar yang mereka datang kesana setiap Jum’at. Lalu bertiup angin utara mengenai wajah dan pakaian mereka sehingga mereka bertambah bagus dan cantik. Lalu mereka kembali kepada keluarga mereka dan telah bertambah bagus dan cantik. Maka keluarga mereka berkata, “Demi Allah, sungguh setelah berpisah dengan kami, kalian bertambah bagus dan cantik”. Mereka menjawab, “Dan kalian juga, demi Allah, setelah berpisah dengan kami kalian bertambah bagus dan cantik”. [HR. Muslim juz 4, hal. 2178]
عَنْ اَبِى سَعِيْدِ اْلخُدْرِيّ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: اِنَّ اَهْلَ اْلجَنَّةِ لَيَتَرَاءَوْنَ اَهْلَ اْلغُرَفِ مِنْ فَوْقِهِمْ كَمَا تَتَرَاءَوْنَ اْلكَوْكَبَ الدُّرّيَّ اْلغَابِرَ مِنَ اْلاُفُقِ مِنَ اْلمَشْرِقِ اَوِ اْلمَغْرِبِ لِتَفَاضُلِ مَا بَيْنَهُمْ. قَالُوْا يَا رَسُوْلَ اللهِ، تِلْكَ مَنَازِلُ اْلاَنْبِيَاءِ لاَ يَبْلُغُهَا غَيْرُهُمْ. قَالَ: بَلَى وَ الَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ رِجَالٌ امَنُوْا بِاللهِ وَ صَدَّقُوا اْلمُرْسَلِيْنَ. مسلم 4: 2177
Dari Abu Sa’id Al-Kudriy, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya orang-orang ahli surga dapat melihat orang-orang yang di atas mereka bagaikan melihat bintang yang tinggi di langit di timur  dan barat, karena perbedaan tingkatan mereka”. Para shahabat bertanya, “Ya Rasulullah, itu mungkin tingkatan para Nabi yang tidak dapat dicapai orang lain ?”. Jawab Nabi SAW, “Benar, demi Tuhan yang jiwaku di tangan-Nya, mereka itu orang-orang yang beriman kepada Allah dan percaya kepada rasul-rasul-Nya”. [HR. Muslim juz 4, hal. 2177]
عَنْ اَبِى سَعِيْدِ اْلخُدْرِيّ اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: اِنَّ اللهَ يَقُوْلُ ِلاَهْلِ اْلجَنَّةِ. يَا اَهْلَ اْلجَنَّةِ، فَيَقُوْلُوْنَ: لَبَّيْكَ رَبَّنَا وَ سَعْدَيْكَ وَ اْلخَيْرُ فِى يَدَيْكَ. فَيَقُوْلُ: هَلْ رَضِيْتُمْ؟ فَيَقُوْلُوْنَ: وَ مَا لَنَا لاَ نَرْضَى؟ يَا رَبّ وَ قَدْ اَعْطَيْتَنَا مَا لَمْ تُعْطِ اَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ؟ فَيَقُوْلُ: اَلاَ اُعْطِيْكُمْ اَفْضَلَ مِنْ ذلِكَ؟ فَيَقُوْلُوْنَ: يَا رَبّ وَ اَيُّ شَيْءٍ اَفْضَلُ مِنْ ذلِكَ؟ فَيَقُوْلُ: اُحِلُّ عَلَيْكُمْ رِضْوَانِى فَلاَ اَسْخَطُ عَلَيْكُمْ بَعْدَهُ اَبَدًا. مسلم 4: 2176
Dari Abu Sa’id Al-Khudriy, bahwasanya Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah memanggil ahli surga : “Hai ahli surga”. Mereka menjawab, “Labbaik robbanaa wa sa’daik wal-khoiru fii yadaik”. Allah berfirman, “Apakah kamu telah puas ?”. Mereka menjawab, “Bagaimana kami tidak puas ? Ya Tuhan, sungguh Engkau telah memberi kepada kami apa-apa yang tidak Engkau berikan kepada seorangpun dari makhluq-Mu”. Allah berfirman, “Sukakah Aku berikan yang lebih dari semua itu ?”. Mereka menjawab, “Ya Tuhan, apa yang lebih dari semua itu ?”. Allah berfirman, “Aku tetapkan keridlaan-Ku kepadamu, maka Aku tidak akan murka kepadamu selamanya”. [HR. Muslim juz 4, hal. 2176]
عَنْ اَبِى سَعِيْدِ اْلخُدْرِيّ وَ اَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: يُنَادِى مُنَادٍ: اِنَّ لَكُمْ اَنْ تَصِحُّوْا فَلاَ تَسْقَمُوْا اَبَدًا. وَ اِنَّ لَكُمْ اَنْ تَحْيَوْا فَلاَ تَمُوْتُوْا اَبَدًا. وَ اِنَّ لَكُمْ اَنْ تَشِبُّوْا فَلاَ تَهْرَمُوْا اَبَدًا. وَاِنَّ لَكُمْ اَنْ تَنْعَمُوْا فَلاَ تَبْأَسُوْا اَبَدًا فَذلِكَ قَوْلُهُ عَزَّ وَ جَلَّ: وَ نُوْدُوْا اَنْ تِلْكُمُ اْلجَنَّةُ اُوْرِثْتُمُوْهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ. مسلم 4: 2182
Dari Abu Sa’id Al-Khudriy dan Abu Hurairah dari Nabi SAW, beliau bersabda, “(Apabila ahli surga telah masuk ke surga), ada penyeru berkata : Sesungguhnya kamu akan sehat terus dan tidak sakit selamanya. Sesungguhnya kamu semua akan hidup terus dan tidak mati selamanya. Dan sesungguhnya kamu akan muda terus dan tidak akan tua selamanya. Dan sesungguhnya kamu akan senang terus dan tidak akan susah selamanya. Itulah firman Allah ‘Azza wa Jalla yang artinya : Dan diserukan kepada mereka, “Itulah surga yang diwariskan kepadamu disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan (QS. Al-A’raaf : 43)”. [HR. Muslim juz 4, hal. 2182]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِنَّ اَدْنَى مَقْعَدِ اَحَدِكُمْ مِنَ اْلجَنَّةِ اَنْ يَقُوْلُ لَهُ: تَمَنَّ، فَيَتَمَنَّى وَ يَتَمَنَّى. فَيَقُوْلُ لَهُ: هَلْ تَمَنَّيْتَ؟ فَيَقُوْلُ: نَعَمْ. فَيَقُوْلُ لَهُ: فَاِنَّ لَكَ مَا تَمَنَّيْتَ وَ مِثْلَهُ مَعَهُ. مسلم 1: 167
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya serendah-rendah tempat salah seorang diantaramu di surga bahwa Allah berfirman kepadanya, “Mintalah keinginanmu”. Maka ia menghitung keinginannya. Allah berfirman kepadanya, “Apakah kamu sudah menghitung keinginanmu ?”. Ia menjawab, “Ya, sudah”. Kemudian Allah berfirman kepadanya, “Sesungguhnya kamu mendapatkan apa-apa yang kamu inginkan itu dan lipat dua kali dari itu”. [HR. Muslim juz 1, hal. 167]
عَنْ صُهَيْبٍ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: اِذَا دَخَلَ اَهْلُ اْلجَنَّةِ اْلجَنَّةَ، قَالَ: يَقُوْلُ اللهُ تَبَارَكَ وَ تَعَالَى: تُرِيْدُوْنَ شَيْئًا اَزِيْدُكُمْ؟ فَيَقُوْلُوْنَ: اَ لَمْ تُبَيّضْ وُجُوْهَنَا؟ اَ لَمْ تُدْخِلْنَا اْلجَنَّةَ وَ تُنَجّنَا مِنَ النَّارِ؟ قَالَ فَيَكْشِفُ اْلحِجَابَ فَمَا اُعْطُوْا شَيْئًا اَحَبَّ اِلَيْهِمْ مِنَ النَّظَرِ اِلَى رَبّهِمْ عَزّ وَ جَلَّ. مسلم 1: 163
Dari Shuhaib, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Apabila ahli surga telah masuk ke surga, Allah Tabaaraka wa Ta’aalaa berfirman, “Apakah kamu menginginkan Aku menambah sesuatu kepadamu ?”. Mereka menjawab, “Bukankah Engkau telah memutihkan wajah kami ? Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke surga dan Engkau telah selamatkan kami dari neraka ?”. Lalu Allah membuka tirai hijab-Nya (hingga terlihat oleh mereka). Maka  tidak ada sesuatu yang lebih mereka sukai daripada mereka melihat wajah Tuhannya ‘Azza wa Jalla”. [HR. Muslim juz 1, hal. 163].
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ اَنَّ نَاسًا قَالُوْا لِرَسُوْلِ اللهِ ص: يَا رَسُوْلَ اللهِ، هَلْ نَرَى رَبَّنَا يَوْمَ اْلقِيَامَةِ؟ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: هَلْ تُضَارُّوْنَ فِى رُؤْيَةِ اْلقَمَرِ لَيْلَةَ اْلبَدْرِ؟ قَالُوْا: لاَ يَا رَسُوْلَ اللهِ. قَالَ: هَلْ تُضَارُّوْنَ فِى الشَّمْسِ لَيْسَ دُوْنَهَا سَحَابٌ؟ قَالُوْا: لاَ يَا رَسُوْلَ اللهِ. قَالَ: فَاِنَّكُمْ تَرَوْنَهُ كَذلِكَ. مسلم 1: 163
Dari Abu Hurairah bahwasanya orang-orang bertanya kepada Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah, apakah kita bisa melihat Tuhan kita pada hari qiyamat ?”. Rasulullah SAW bersabda, “Apakah kalian terhalang melihat bulan pada waktu purnama ?”. Mereka berkata, “Tidak ya Rasulullah”. Beliau SAW bersabda, “Apakah kalian terhalang melihat matahari ketika tidak ada mendung ?”. Mereka menjawab, “Tidak ya Rasulullah”. Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya kalian akan melihat-Nya sepeperti itu”. [HR. Muslim juz 1, hal. 163]


Demo Blog NJW V2 Updated at: 01:01

0 comments:

Post a Comment

Disarankan berkomentar menggunakan Akun Google+. Komentar SPAM dan SPAMMY (menyertakan link hidup, minta kunjungan balik, & nama blog) otomatis tidak akan muncul. Silahkan di Copy dan di Share kalau di rasa bermanfaat tidak perlu izin. Jika menginginkan Link Tinggalkan alamat Email, Sebelum bertanya, Cari Dulu di Kotak Pencarian! Thx