Jaminan 100%

“Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Akan hidup terus setelah mati

“Jika seorang manusia mati maka terputuslah darinya amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya.” .

Free Consultations

Konsultasi gratis di halaman Konsultasi. Konsultasi via email abuhening@gmail.com hanya untuk Layanan klien.

Berlaku Mudah Dalam Jual Beli dan Hutang Piutang

Posted by


tauhid
Al-Akhlaqul Karimah (ke-43)

Berlaku Mudah Dalam Jual Beli dan Hutang Piutang
وَ اَحْسِنُوْا، اِنَّ اللهَ يُحِبُّ اْلمُحْسِنِيْنَ. البقرة:195
Dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. [QS. Al-Baqarah : 195]
وَ اِنْ كَانَ ذُوْ عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ اِلى مَيْسِرَةٍ، وَ اِنْ تَصَدَّقُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ. البقرة:280
Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedeqahkan (sebagian atau semua hutang), itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. [QS. Al-Baqarah : 280]
عَنْ جَابِرٍ بْنِ عَبْدِ اللهِ رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: رَحِمَ اللهُ عَبْدًا سَمْحًا اِذَا بَاعَ، سَمْحًا اِذَا اشْتَرَى، سَمْحًا اِذَا اقْتَضَى. البخارى وابن ماجه و اللفظ له و الترمذى و لفظه: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: غَفَرَ اللهُ لِرَجُلٍ كَانَ قَبْلَكُمْ كَانَ سَهْلاً اِذَا بَاعَ، سَهْلاً اِذَا اشْتَرَى، سَهْلاً اِذَا اقْتَضَى
Dari Jabir bin ‘Abdullah RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Allah menyayangi kepada hamba yang mudah apabila menjual, mudah apabila membeli, dan mudah apabila menagih hutang”. [HR. Bukhari dan Ibnu Majah dan lafadh itu baginya]. Tirmidzi meriwayatkan dengan lafadh, “Allah mengampuni seseorang sebelum kalian karena dia mudah apabila menjual, mudah apabila membeli, dan mudah apabila menagih hutang”.
عَنْ عُثْمَانَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اَدْخَلَ اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ رَجُلاً كَانَ سَهْلاً، مُشْتَرِيًا وَ بَائِعًا، وَ قَاضِيًا وَ مُقْتَضِيًا اْلجَنَّةَ. النسائى
Dari ‘Utsman RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Allah ‘Azza wa Jalla memasukkan surga bagi orang yang mudah dalam jual beli dan mudah dalam mengembalikan hutang dan menagih hutang”. [HR. Nasai]
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِمَنْ يَحْرُمُ عَلَى النَّارِ، وَ مَنْ تَحْرُمُ عَلَيْهِ النَّارُ؟ عَلَى كُلِّ قَرِيْبٍ هَيِّنٍ سَهْلٍ. الترمذى
Dari ‘Abdullah bin Mas’ud RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Maukah kalian kuberitahukan tentang orang yang haram atas neraka dan neraka haram atasnya ? Yaitu setiap orang yang dekat (kepada Allah), yang lembut (hatinya), lagi mudah (dalam urusannya). [HR. Tirmidzi]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: اِنَّ اللهَ يُحِبُّ سَمْحَ اْلبَيْعِ، سَمْحَ الشِّرَاءِ، سَمْحَ اْلقَضَاءِ. الترمذى و قال غريب. و الحاكم و قال: صحيح الاسناد
Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah cinta kepada orang yang mudah dalam menjual, mudah dalam membeli dan mudah dalam mengembalikan hutang”. [HR. Tirmidzi, ia berkata : Hadits gharib. Dan Hakim, ia berkata : Shahih sanadnya]
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اسْمَحْ يُسْمَحْ لَكَ. احمد
Dari Ibnu ‘Abbas RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Berlaku mudahlah, niscaya kamu diberi kemudahan”. [HR. Ahmad]
عَنْ اَبِى سَعِيْدٍ اْلخُدْرِيِّ رض عَنِ النَّبِيِّ ص قَالَ: اَفْضَلُ اْلمُؤْمِنِيْنَ رَجُلٌ سَمْحُ اْلبَيْعِ، سَمْحُ الشِّرَاءِ، سَمْحُ اْلقَضَاءِ، سَمْحُ اْلاِقْتِضَاءِ. الطبرانى فى الاوسط و رواته ثقات
Dari Abu Sa’id Al-Khudriy, dari Nabi SAW beliau bersabda, “Seutama-utama orang mukmin adalah orang yang mudah dalam menjual, mudah dalam membeli, mudah dalam mengembalikan hutang dan mudah dalam menagih hutang”. [HR. Thabrani di dalam Al-Ausath dan para perawinya kuat]
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: دَخَلَ رَجُلٌ اْلجَنَّةَ بِسَمَاحَتِهِ قَاضِيًا وَ مُقْتَضِيًا. احمد و رواته ثقات و مشهورون
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Ada seseorang masuk surga dikarenakan kemudahannya dalam mengembalikan hutang dan dalam menagih hutang”. [HR. Ahmad, para perawinya kuat lagi masyhur]
عَنْ حُذَيْفَةَ رض قَالَ: اَتَى اللهُ بِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِهِ آتَاهُ اللهُ مَالاً، فَقَالَ لَهُ: مَاذَا عَمِلْتَ فِى الدُّنْيَا؟ قَالَ: وَ لاَ يَكْتُمُوْنَ اللهَ حَدِيْثًا قَالَ: يَا رَبِّ آتَيْتَنِى مَالاً، فَكُنْتُ اُبَايِعُ النَّاسَ، وَ كَانَ مِنْ خُلُقِى اْلجَوَازُ، فَكُنْتُ اُيَسِّرُ عَلَى اْلمُوْسِرِ، وَ اُنْظِرُ اْلمُعْسِرَ، فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: اَنَا اَحَقُّ بِذلِكَ مِنْكَ. تَجَاوَزُوْا عَنْ عَبْدِى، فَقَالَ عُقْبَةُ بْنُ عَامِرٍ وَ اَبُوْ مَسْعُوْدِ اْلاَنْصَارِيِّ: هكَذَا سَمِعْنَاهُ مِنْ فِى رَسُوْلِ اللهِ ص. مسلم
Dari Hudzaifah RA, ia berkata : Allah mendatangkan seorang hamba diantara hamba-hamba-Nya yang telah diberikan harta yang banyak. Kemudian Dia bertanya kepadanya, “Apa yang telah kamu kerjakan di diunia ?”. Rawi berkata (lalu Nabi SAW membaca ayat yang artinya “Dan mereka tidak dapat menyembunyikan (dari Allah) sesuatu kejadian pun” [QS. An-Nisaa’ : 42]. Lalu orang tersebut menjawab, “Wahai Tuhanku, Engkau telah memberi harta kepadaku. Aku dahulu jual beli dengan orang banyak. Maka diantara kebiasaanku ialah berlaku pemaaf, mudah dan lapang. Saya beri kemudahan kepada orang yang dalam kesulitan dan saya beri tambahan waktu kepada orang yang kesulitan dalam membayar hutang”. Kemudian Allah berfirman, “Aku lebih berhaq kepada yang demikian itu dari pada kamu”. Lalu Allah berfirman kepada para malaikat, “(Hai para malaikat), berilah kemudahan kepada hamba-Ku ini !”. ‘Uqbah bin ‘Amir dan Abu Mas’ud Al-Anshariy berkata, “Demikianlah kami mendengarnya dari mulut Rasulullah SAW”. [HR. Muslim]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض اَنَّ رَجُلاً اَتَى النَّبِيَّ ص يَتَقَاضَاهُ فَاَغْلَظَ لَهُ فَهَمَّ بِهِ اَصْحَابُهُ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: دَعُوْهُ فَاِنَّ لِصَاحِبِ اْلحَقِّ مَقَالاً، ثُمَّ قَالَ: اَعْطُوْهُ سِنًّا مِثْلَ سِنِّهِ. قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، لاَ نَجِدُ اِلاَّ اَمْثَلَ مِنْ سِنِّهِ. قَالَ: اَعْطُوْهُ، فَاِنَّ خَيْرَكُمْ اَحْسَنُكُمْ قَضَاءً. البخارى و مسلم و الترمذى
Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya ada seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW untuk menagih hutang dengan sikap yang keras. Maka para shahabat merasa tidak suka dengan perilaku orang tersebut. Kemudian Rasulullah SAW bersabda kepada para shahabat, “Biarkanlah dia, karena yang punya haq itu bebas bicara”. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Berikan kepadanya unta yang umurnya sama dengan yang dipinjam dulu”. Para shahabat berkata, “Ya Rasulullah, kami tidak mendapati unta kecuali yang lebih bagus daripada yang dipinjam dulu”. Beliau SAW bersabda, “Berikanlah kepadanya”, karena sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik diantara kalian dalam mengembalikan hutang”. [HR. Bukhari, Muslim dan Tirmidzi]
عَنْ اَبِى رَافِعٍ مَوْلَى رَسُوْلِ اللهِ ص قَالَ: اِسْتَسْلَفَ رَسُوْلُ اللهِ ص بَكْرًا فَجَاءَتْهُ اِبِلٌ مِنَ الصَّدَقَةِ. قَالَ اَبُوْ رَافِعٍ: فَاَمَرَنِى رَسُوْلُ اللهِ ص اَنْ اَقْضِيَ الرَّجُلَ بَكْرَهُ، فَقُلْتُ: لاَ اَجِدُ فِى اْلاِبِلِ اِلاَّ جَمَلاً خِيَارًا رَبَاعِيًا، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اَعْطِهِ اِيَّاهُ فَاِنَّ خِيَارَ النَّاسِ اَحْسَنُهُمْ قَضَاءً. مالك و مسلم و ابو داود و الترمذى و صححه و النسائى و ابن ماجه
Dari Abu Raafi’ bekas budak Rasulullah SAW, ia berkata, “Rasulullah SAW pernah pinjam (hutang) unta yang masih muda umurnya (kepada seseorang). Kemudian datang unta-unta dari sedeqah. Abu Rafi’ berkata, “Maka Rasulullah SAW menyuruhku mengembalikan hutangnya kepada orang tersebut, berupa unta yang masih muda pula”. Lalu aku berkata, “Aku tidak mendapati di dalam unta-unta itu kecuali unta yang lebih tua umurnya lagi pula lebih bagus”. Rasulullah SAW bersabda, “Berikan kepadanya, karena sebaik-baik manusia adalah yang paling baik diantara mereka dalam mengembalikan hutang”. [HR. Malik, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan ia menshahihkannya, Nasai dan Ibnu Majah]
عَنْ اَبِى سَعِيْدٍ اْلخُدْرِيِّ رض قَالَ: صَلَّى بِنَا رَسُوْلُ اللهِ ص صَلاَةَ اْلعَصْرِ: ثُمَّ قَامَ خَطِيْبًا، فَذَكَرَ اْلحَدِيْثَ اِلَى اَنْ قَالَ: اَلاَ وَ اِنَّ مِنْهُمْ حَسَنَ اْلقَضَاءِ حَسَنَ الطَّلَبِ، وَ مِنْهُمْ سَيِّءَ اْلقَضَاءِ حَسَنَ الطَّلَبِ، فَتِلْكَ بِتِلْكَ، اَلاَ وَ اِنَّ مِنْهُمْ السَّيِّءَ اْلقَضَاءِ، السَّيِّءَ الطَّلَبِ، اَلاَ وَ خَيْرُهُمُ اْلحَسَنُ اْلقَضَاءِ، اْلحَسَنُ الطَّلَبِ، اَلاَ وَ شَرُّهُمْ سَيِّءُ اْلقَضَاءِ سَيِّءُ الطَّلَبِ. الترمذى، و قال: حديث حسن
Dari Abu Sa’id Al-Khudriy RA, ia berkata : Rasulullah SAW mengimami kami shalat ‘Ashar. Kemudian beliau berdiri dan berpidato. Abu Sa’id menyebutkan hadits, hingga beliau bersabda, “Ketahuilah, sesungguhnya diantara manusia ada orang yang baik dalam mengembalikan hutang dan baik dalam menagih. Dan diantara mereka ada orang yang buruk dalam mengembalikan hutang tetapi baik dalam menagih. Maka ada orang yang bersifat itu dengan itu. Ketahuilah, sesungguhnya diantara mereka ada orang yang buruk dalam mengembalikan hutang dan buruk dalam menagih. Ketahuilah, sebaik-baik mereka adalah orang yang baik dalam mengembalikan hutang dan baik dalam menagih. Ketahuilah seburuk-buruk mereka adalah orang yang buruk dalam mengembalikan hutang dan buruk dalam menagih. [HR. Tirmidzi, ia berkata : Hadits Hasan]
عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ رض عَنِ النَّبِيِّ ص قَالَ: َاْلمُسْلِمُ اَخُو اْلمُسْلِمِ، وَ لاَ يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ اِذَا بَاعَ مِنْ اَخِيْهِ بَيْعًا فِيْهِ عَيْبٌ اَنْ لاَ يُبَيِّنَهُ. اخمد و ابن ماجه و الحاكم
Dari ‘Uqbah bin ‘Amir RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Orang Islam adalah saudara orang Islam yang lain. Tidak halal bagi orang Islam apabila menjual suatu barang yang ada cacatnya pada saudaranya tanpa menerangkan cacatnya”. [HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Hakim]
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رض عَنِ النَّبِيِّ ص قَالَ: لاَ يَبِيْعُ الرَّجُلُ عَلَى بَيْعِ اَخِيْهِ، وَ لاَ يَخْطُبُ عَلَى خِطْبَةِ اَخِيْهِ اِلاَّ اَنْ يَأْذَنَ لَهُ. مسلم
Dari Ibnu ‘Umar RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Tidak boleh seseorang menawar tawaran saudaranya, dan tidak boleh meminang wanita yang dalam pinangan saudaranya, kecuali saudaranya telah mengijinkannya”. [HR. Muslim]
عَنْ حَكِيْمِ بْنِ حِزَامٍ رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: اَلْبَيِّعَانِ بِاْلخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا. فَاِنْ صَدَقَ اْلبَيَّعَانِ وَ بَيَّنَا بُوْرِكَ لَهُمَا فِيْ بَيْعِهِمَا. وَ اِنْ كَتَمَا وَ كَذَّبَا فَعَسَى اَنْ يَرْبَحَا رِبْحًا وَ يَمْحَقَا بَرَكَةَ بَيْعِهِمَا. اَلْيَمِيْنُ اْلفَاجِرَةُ مَنْفَعَةٌ لِلسِّلْعَةِ مَمْحَقَةٌ لِلْكَسْبِ. البخارى و مسلم
Dari Hakim bin Hizam RA, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Penjual dan pembeli diperbolehkan memilih (melanjutkan atau membathalkan jual beli itu) selagi belum berpisah. Maka jika keduanya berlaku jujur dan menjelaskan keadaan dagangannya yang sebenarnya, maka jual beli itu akan diberkahi. Dan apabila keduanya menutupi dan berbohong, boleh jadi dia mendapatkan keuntungan lebih besar, tetapi mereka menutup berkahnya. Sebab sumpah palsu itu dapat mempercepat lakunya barang, tetapi menghilangkan berkahnya jual beli”. [HR. Bukhari dan Muslim]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: مَطْلُ اْلغَنِيِّ ظُلْمٌ، وَ اِذَا اُتْبِعَ اَحَدُكُمْ عَلَى مَلِىءٍ فَلْيَتْبَعْ. البخارى و مسلم و ابو داود و الترمذى و النسائى و ابن ماجه
Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : “Menunda-nundanya orang yang punya (untuk membayar hutang) adalah kedhaliman. Dan apabila seseorang diantara kalian dibawa kepada orang yang punya maka hendaklah mengikut”. [HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Majah]
عَنْ عَمْرِو بْنِ الشِّرِّيْدِ عَنْ اَبِيْهِ رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: لَيُّ اْلوَاجِدِ يُحِلُّ عِرْضَهُ وَ مَالَهُ. ابن حبان فى صحيحه و الحاكم و قال: صحيح الاسناد
Dari ‘Amr bin Syirrid dari ayahnya RA ia berkata, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : “Menundanya orang yang sudah punya (untuk membayar hutang), menyebabkan halalnya kehormatan dan hartanya”. [HR. Ibnu Hibban di dalam shahihnya dan Al-Hakim, ia berkata : Shahih sanadnya]
عَنْ عَلِيٍّ رض قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللِه ص يَقُوْلُ: لاَ يُحِبُّ اللهُ اْلغَنِيَّ الظَّلُوْمَ. وَ لاَ الشَّيْخَ اْلجَهُوْلَ، وَ لاَ اْلفَقِيْرَ اْلمُخْتَالَ. و فى رواية: اِنَّ اللهَ يُبْغِضُ اْلغَنِيَّ الظَّلُوْمَ، وَ الشَّيْخَ اْلجَهُوْلَ، وَ اْلعَائِلَ اْلمُخْتَالَ. البزار و الطبرانى فى الاوسط
Dari Ali RA, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Allah tidak menyukai kepada orang kaya yang banyak berlaku dhalim, orang tua yang banyak berlaku bodoh dan orang fakir yang sombong”. Dan dalam satu riwayat, “Allah benci kepada orang kaya yang banyak berbuat dhalim, orang tua yang berlaku bodoh dan orang fakir yang sombong”. [HR. Al-Bazzar dan Thabrani di dalam Al-Ausath]
عَنْ اَبِى سَعِيْدٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: لاَ قُدِّسَتْ اُمَّةٌ لاَ يُعْطَى الضَّعِيْفُ فِيْهَا حَقَّهُ غَيْرَ مُتَعْتَعٍ. ابو يعلى و رواته رواة الصحيح
Dari Abu Sa’id RA ia berkata, Rasulullah SAW bersabda : “Tidak disucikan (diberkahi) suatu umat yang orang-orang lemahnya tidak diberikan haknya kecuali dengan susah payah”. [HR. Abu Ya’la dan para perawinya perawi shahih].


Demo Blog NJW V2 Updated at: 01:22

0 comments:

Post a Comment

Disarankan berkomentar menggunakan Akun Google+. Komentar SPAM dan SPAMMY (menyertakan link hidup, minta kunjungan balik, & nama blog) otomatis tidak akan muncul. Silahkan di Copy dan di Share kalau di rasa bermanfaat tidak perlu izin. Jika menginginkan Link Tinggalkan alamat Email, Sebelum bertanya, Cari Dulu di Kotak Pencarian! Thx