Jaminan 100%

“Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Akan hidup terus setelah mati

“Jika seorang manusia mati maka terputuslah darinya amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya.” .

Free Consultations

Konsultasi gratis di halaman Konsultasi. Konsultasi via email abuhening@gmail.com hanya untuk Layanan klien.

Abu Bakar memimpin jama’ah hajji (lanjutan)

Posted by


tauhid
Tarikh Nabi Muhammad SAW (ke-149

Abu Bakar memimpin jamaah hajji (lanjutan)
Ayat-ayat yang turun berikutnya :
ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْآ اِنَّمَا اْلمُشْرِكُوْنَ نَجَسٌ فَلاَ يَقْرَبُوا اْلمَسْجِدَ اْلحَرَامَ بَعْدَ عَامِهْمْ هذَا، وَ اِنْ خِفْتُمْ عَيْلَةً فَسَوْفَ يُغْنِيْكُمُ اللهُ مِنْ فَضْلِه اِنْ شَآءَ، اِنَّ اللهَ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ(28)

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberikan kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (28)
قَاتِلُوا الَّذِيْنَ لاَ يُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ وَ لاَ بِاْليَوْمِ اْلاخِرِ وَ لاَ يُحَرّمُوْنَ مَا حَرَّمَ اللهُ وَ رَسُوْلُه وَ لاَ يَدِيْنُوْنَ دِيْنَ اْلحَقّ مِنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا اْلكِتبَ حَتّى يُعْطُوا اْلجِزْيَةَ عَنْ يَّدٍ وَّ هُمْ صَاغِرُوْنَ(29)

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. (29)
وَ قَالَتِ اْليَهُوْدُ عُزَيْرُ ابْنُ اللهِ وَ قَالَتِ النَّصرى اْلمَسِيْحُ ابْنُ اللهِ، ذلِكَ قَوْلُهُمْ بِاَفْوَاهِهِمْ، يُضَاهِئُوْنَ قَوْلَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ قَبْلُ، قَاتَلَهُمُ اللهُ، اَنّى يُؤْفَكُوْنَ(30)

Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah". Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dila`nati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling? (30)
اِتَّخَذُوْآ اَحْبَارَهُمْ وَ رُهْبَانَهُمْ اَرْبَابًا مّنْ دُوْنِ اللهِ وَ اْلمَسِيْحَ ابْنَ مَرْيَمَ، وَ مَآ اُمِرُوْا اِلاَّ لِيَعْبُدُوْآ اِلـهًا وَّاحِدًا، لاَ الهَ اِلاَّ هُوَ، سُبْحنَه عَمَّا يُشْرِكُوْنَ(31)

Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (31)
يُرِيْدُوْنَ اَنْ يُّطْفِئُوْا نُوْرَ اللهِ بِاَفْوَاهِهِمْ وَ يَأْبىَ اللهُ اِلاَّ اَنْ يُّتِمَّ نُوْرَه وَلَوْ كَرِهَ اْلكفِرُوْنَ(32)

Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. (32)
هُوَ الَّذِيْ اَرْسَلَ رَسُوْلَه بِاْلهُدى وَ دِيْنِ اْلحَقّ لِيُظْهِرَه عَلَى الدّيْنِ كُلّه وَلَوْ كَرِهَ اْلمُشْرِكُوْنَ(33)

Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Qur'an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai. (33)
ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْآ اِنَّ كَثِيْرًا مّنَ اْلاَحْبَارِ وَ الرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُوْنَ اَمْوَالَ النَّاسِ بِاْلبَاطِلِ وَ يَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللهِ، وَ الَّذِيْنَ يَكْنِزُوْنَ الذَّهَبَ وَ اْلفِضَّةَ و لاَ يُنْفِقُوْنَهَا فِيْ سَبِيْلِ اللهِ فَبَشّرْهُمْ بِعَذَابٍ اَلِيْمٍ(34)

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, (34)
يَوْمَ يُحْمى عَلَيْهَا فِيْ نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَ جُنُوْبُهُمْ وَ ظُهُوْرُهُمْ، هذَا مَا كَنَزْتُمْ ِلاَنْفُسِكُمْ فَذُوْقُوْا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُوْنَ(35)

pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu". (35)
اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتبِ اللهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّموتِ وَ اْلاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ، ذلِكَ الدّيْنُ اْلقَيّمُ فَلاَ تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَ قَاتِلُوا اْلمُشْرِكِيْنَ كَآفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَافَّةً، وَ اعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ مَعَ اْلمُتَّقِيْنَ(36)
Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa. (36)
اِنَّمَا النَّسِيْءُ زِيَادَةٌ فِى اْلكُفْرِ يُضَلُّ بِهِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا يُحِلُّوْنَه عَامًا وَّ يُحَرّمُوْنَه عَامًا لّيُوَاطِئُوْا عِدَّةَ مَا حَرَّمَ اللهُ فَيُحِلُّوْا مَا حَرَّمَ اللهُ، زُيّنَ لَهُمْ سُوْءُ اَعْمَالِهِمْ، وَ اللهُ لاَ يَهْدِى اْلقَوْمَ اْلكفِرِيْنَ(37)

Sesungguhnya mengundur-undurkan bulan haram itu adalah menambah kekafiran, disesatkan orang-orang yang kafir dengan mengundur-undurkan itu, mereka menghalalkannya pada suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, agar mereka dapat menyesuaikan dengan bilangan yang Allah mengharamkannya maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Syaitan) menjadikan mereka memandang baik perbuatan mereka yang buruk itu. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. (37)
Demikianlah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi SAW ketika itu.
Ali bin Abu Thalib diperintahkan berangkat ke Makkah.
Setelah turun ayat-ayat tersebut, sedangkan Abu Bakar sudah berangkat ke Makkah, dan ayat-ayat tersebut perlu segera disampaikan, supaya kaum musyrikin mengerti undang-undang Allah yang telah ditetapkan untuk mereka, maka Nabi SAW memerintahkan Ali bin Abu Thalib untuk menyusul Abu Bakar ke Makkah untuk menyampaikan ayat-ayat tersebut, agar Abu Bakar membacakan ayat-ayat tersebut kepada segenap kaum musyrikin yang berkumpul di Mina pada hari nahar (qurban).
Nabi SAW bersabda kepada Ali bin Abu Thalib :
اُخْرُجْ بِهذِهِ اْلقِصَّةِ مِنْ صَدْرِ بَرَاءَةَ وَ اَذّنْ فِى النَّاسِ يَوْمَ النَّحْرِ اِذَا اجْتَمَعُوْا بِمِنَى اَنَّهُ لاَ يَدْخُلُ اْلجَنَّةَ كَافِرٌ، وَ لاَ يَحُجُّ بَعْدَ اْلعَامِ مُشْرِكٌ، وَ لاَ يَطُوْفُ بِاْلبَيْتِ عُرْيَانٌ، وَ مَنْ كَانَ لَهُ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ عَهْدٌ فَهُوَ اِلَى مُدَّتِهِ. ابن هشام 5: 232

Berangkatlah dengan membawa kisah ini dari permulaan (surat) Barooah, dan beritahukan kepada orang banyak pada hari nahr (qurban) ketika mereka sedang berkumpul di Mina, bahwasanya orang kafir tidak akan masuk surga, orang musyrik tidak boleh mengerjakan hajji sesudah tahun ini, tidak boleh thawaf dengan telanjang di Baitullah, dan barangsiapa yang mempunyai perjanjian dengan Rasulullah, maka perjanjian itu berlaku sampai pada akhir masa perjanjian. [Ibnu Hisyam juz 5, hal. 232]

Kemudian Ali bin Abu Thalib segera berangkat dengan mengendarai unta Nabi yang bernama Adlbaa untuk menyusul Abu Bakar.

Setelah Ali bertemu dengan Abu Bakar di perjalanan, maka Abu Bakar bertanya kepada Ali, apakah diperintah oleh Nabi SAW untuk memimpin jamaah hajji ? Ali pun menjawab bahwa dia datang atas perintah Nabi SAW untuk menyampaikan ayat-ayat Allah yang barusaja diturunkan kepada Nabi SAW supaya dibacakan kepada segenap manusia, terutama kepada kaum musyrikin yang sedang mengerjakan hajji di Mina.

Kemudian Ali bin Abu Thalib dan Abu Bakar beserta rombongan jamaah hajji bersama-sama menuju Makkah.
Abu Bakar pada waktu itu memimpin jamaah hajji kaum muslimin, sedangkan orang-orang musyrikin berhajji menurut cara-cara jahiliyyah.
Setelah mereka selesai mengerjakan wuquf di padang Arafah, kemudian berangkatlah ke Mina. Setelah mereka sampai di Mina, kemudian Ali bin Abu Thalib berdiri di hadapan orang ramai, di dekat Jamrah, dia membacakan surat Barooah dan memberitahukan pula kepada orang ramai, bahwa dia diperintah oleh Nabi SAW untuk menyampaikan kepada segenap manusia :
اَيُّهَا النَّاسُ، اِنَّهُ لاَ يَدْخُلُ اْلجَنَّةَ كَافِرٌ وَ لاَ يَحُجُّ بَعْدَ اْلعَامِ مُشْرِكٌ وَ لاَ يَطُوْفُ بِاْلبَيْتِ عُرْيَانٌ. وَ مَنْ كَانَ لَهُ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ عَهْدٌ فَهُوَ اِلَى مُدَّتِهِ. وَ اَجَلَ النَّاسَ اَرْبَعَةَ اَشْهُرٍ مِنْ يَوْمِ اَذَّنَ فِيْهِمْ لِيَرْجِعَ كُلُّ قَوْمٍ اِلىَ مَأْمَنِهِمْ اَوْ بِلاَدِهِمْ. ثُمَّ لاَ عَهْدَ لِمُشْرِكٍ وَ لاَ ذِمَّةَ، اِلاَّ اَحَدٍ كَانَ لَهُ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ ص عَهْدٌ اِلىَ مُدَّةٍ فَهُوَ لَهُ اِلىَ مُدَّتِهِ. ابن هشام 5: 232، رقم 872

Hai para manusia, sesungguhnya orang kafir tidak akan masuk surga, orang musyrik tidak boleh mengerjakan hajji sesudah tahun ini, dan tidak boleh thawaf dengan telanjang di Baitullah. Dan barangsiapa yang mempunyai perjanjian dengan Rasulullah, maka perjanjian itu tetap berlaku sampai akhir masa perjanjian. Beliau memberi tempo kepada manusia (kaum musyrikin) selama empat bulan dimulai dari hari beliau memberitahukan kepada mereka itu, agar tiap-tiap kaum kembali ke tempat mereka atau negeri mereka. Kemudian tidak ada lagi perjanjian dengan orang musyrik dan tidak ada pula jaminan, kecuali bagi orang yang ada perjanjian dengan Rasulullah, maka perjanjian itu tetap berlaku sampai pada berakhirnya masa perjanjian. [Ibnu Hisyam juz 5, hal. 232]
Tirmidzi juga meriwayatkan sebagai berikut :
عَنْ اَبِى اِسْحَاقَ عَنْ زَيْدِ بْنِ اُثَيْعٍ قَالَ: سَأَلْتُ عَلِيًّا بِاَيّ شَيْءٍ بُعِثْتَ؟ قَالَ: بِاَرْبَعٍ: لاَ يَدْخُلُ اْلجَنَّةَ اِلاَّ نَفْسٌ مُسْلِمَةٌ، وَ لاَ يَطُوْفُ بِاْلبَيْتِ عُرْيَانٌ، وَ لاَ يَجْتَمِعُ اْلمُسْلِمُوْنَ وَ اْلمُشْرِكُوْنَ بَعْدَ عَامِهِمْ هذَا. وَ مَنْ كَانَ بَيْنَهُ وَ بَيْنَ النَّبِيّ ص عَهْدٌ فَعَهْدُهُ اِلىَ مُدَّتِهِ. وَ مَنْ لاَ مُدَّةَ لَهُ فَاَرْبَعَةُ اَشْهُرٍ. الترمذى 2: 179

Dari Abu Ishaq, dari Abu Zaid bin Utsai, ia berkata : Saya bertanya kepada Ali, Dengan apa kamu diutus ?. Ali menjawab, Aku diutus dengan empat hal. 1. Tidak akan masuk surga kecuali jiwa yang muslim, 2. Seseorang tidak boleh thawaf di Baitullah dengan telanjang. 3. Tidak boleh berkumpul kaum muslimin bersama kaum musyrikin (menunaikan ibadah hajji) sesudah tahun ini. 4. Barangsiapa yang mempunyai janji antara dia dengan Nabi SAW, maka janjinya tetap berlaku sampai batas waktunya. Dan bagi yang tidak disebutkan batas waktunya, maka waktunya empat bulan. [HR. Tirmidzi juz 2, hal. 179]

Demikianlah pengumuman yang disampaikan oleh Ali atas nama Nabi Muhammad SAW kepada segenap kaum musyrikin bangsa Arab yang datang mengerjakan ibadah hajji pada tahun itu.
Dalam pengumuman yang disampaikan Ali bin Abu Thalib itu mengandung empat hal, yaitu :
1.  Orang musyrik tidak boleh mengerjakan ibadah hajji sesudah tahun 9 Hijriyah tersebut,
2.  Orang-orang tidak boleh thawaf dengan telanjang.
3.  Pada tahun ke-9 Hijriyah itu mereka yang sedang berada di tanah suci diberi kesempatan selama empat bulan, terhitung sejak hari pengumuman itu agar mereka dapat menyelesaikan urusannya di Makkah, lalu mereka masing-masing kembali ke tempat kediaman atau ke negeri mereka.
4.  Sudah tidak ada lagi perjanjian antara Nabi dengan kaum musyrikin. Adapun kaum musyrikin yang masih ada perjanjian dengan Nabi SAW (dan mereka tidak merusak perjanjian), maka perjanjian itu tetap berlaku hingga habis masa perjanjian itu.
Setelah jamaah hajji kaum muslimin yang dipimpin oleh Abu Bakar selesai mengerjakan ibadah hajji, mereka lalu kembali ke Madinah dengan selamat.

Peristiwa penting yang lain yang terjadi pada tahun ke-9 Hijriyah.
A. Meninggalnya raja Najasyi.
Pada bulan Rajab tahun ke-9 Hijriyah, raja Najasyi yang bernama Ash-hamah, di Habasyah meninggal dunia.

Raja Najasyi Ash-hamah adalah seorang raja yang pada mulanya memeluk agama Nashraniy, lalu dengan tulus ikhlash mengikut agama Islam dan membelanya karena Allah, diantaranya pernah memberikan bantuan moril dan meteriil kepada kaum muslimin yang berhijrah ke negaranya, maka ketika Nabi SAW menerima berita wafatnya, lalu beliau memerintahkan kepada kaum muslimin supaya mengerjakan shalat ghaib untuknya. Bukhari meriwayatkan sebagai berikut :
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص نَعَى النَّجَاشِيَّ فِى اْليَوْمِ الَّذِى مَاتَ فِيْهِ وَ خَرَجَ بِهِمْ اِلىَ اْلمُصَلَّى فَصَفَّ بِهِمْ وَ كَبَّرَ عَلَيْهِ اَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ. البخارى 2: 91

Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW memberitahukan berita meninggalnya raja Najasyi pada hari meninggalnya, kemudian beliau keluar bersama para shahabat ke mushalla, lalu mereka membentuk shaff, lalu shalat jenazah untuk (raja Najasyi) dengan empat takbir. [HR. Bukhari juz 2, hal. 91]
Ketika Nabi SAW mengerjakan shalat ghaib untuk jenazah raja Najasyi, ada orang-orang munafiq yang berkata, Lihatlah, Muhammad sedang menshalatkan jenazah orang kafir Nashrani yang kita sama sekali belum pernah melihatnya. Sehubungan dengan hal itu, Allah menurunkan wahyu kepada Nabi SAW :
وَ اِنَّ مِنْ اَهْلِ اْلكِتبِ لَمَنْ يُّؤْمِنُ بِاللهِ وَ مَآ اُنْزِلَ اِلَيْكُمْ وَ مَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِمْ خشِعِيْنَ ِللهِ لاَ يَشْتَرُوْنَ بِايتِ اللهِ ثَمَنًا قَلِيْلاً، اُولئِكَ لَهُمْ اَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبّهِمْ، اِنَّ اللهَ سَرِيْعُ اْلحِسَابِ. ال عمران: 199

Dan sesungguhnya diantara ahli kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepadamu, dan yang diturunkan kepada mereka. Mereka tunduk kepada Allah dan tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungan-Nya. [QS. Ali Imraan : 199]


Demo Blog NJW V2 Updated at: 18:41

0 comments:

Post a Comment

Disarankan berkomentar menggunakan Akun Google+. Komentar SPAM dan SPAMMY (menyertakan link hidup, minta kunjungan balik, & nama blog) otomatis tidak akan muncul. Pertanyaan OOT silakan di Halaman Ruang Konsultasi. Jika menginginkan Link Tinggalkan alamat Email, Sebelum bertanya, Cari Dulu di Kotak Pencarian! Thx